Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » Berita Jabar » Refleksi Kebangkitan Nasional: 3 Hikmah Penting bagi Generasi Muda Tasikmalaya

Refleksi Kebangkitan Nasional: 3 Hikmah Penting bagi Generasi Muda Tasikmalaya

  • account_circle Admin Kanal Jabar
  • calendar_month Senin, 5 Mei 2025
  • visibility 144
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

kanaljabar.com BERITA TASIKMALAYA Selalu ada getaran yang berbeda ketika Indonesia memasuki bulan Mei. Bukan sekadar pergantian halaman kalender, melainkan hadirnya ingatan kolektif tentang sebuah fragmen sejarah penting yang terjadi 117 tahun silam. Mei 1908 bukan peristiwa biasa—ia adalah titik mula kesadaran sebagai bangsa. Bahkan, tak berlebihan jika dikatakan: tanpa Mei 1908, gema Proklamasi 17 Agustus 1945 mungkin tak akan pernah terdengar.

Momentum Kebangkitan Nasional pada Mei 1908 ibarat kecambah kecil yang tumbuh perlahan, menguat, lalu berbuah kemerdekaan pada 1945.

Perjuangan melawan kolonialisme

Pandangan ini disampaikan Kepala Badan Kesbangpol Kota Tasikmalaya, Drs. Ade Hendar, M.M., saat berbincang santai dengan Kanal Jabar di awal Mei 2025. Dengan keyakinan penuh, Ade menegaskan bahwa akar kemerdekaan Indonesia sesungguhnya bersemi sejak 1908.

“Bangsa kita sudah berhadapan dengan kolonialisme sejak abad ke-16. Lama sekali. Lalu kenapa baru merdeka di abad ke-20? Apakah leluhur kita tidak berani melawan? Salah besar,” ujar Ade.

Menurutnya, perlawanan terhadap penjajah sudah terjadi sejak awal kedatangan bangsa asing. Sejarah mencatat perlawanan Sultan Iskandar Muda, Diponegoro, Imam Bonjol, hingga Pattimura. Namun, semua perlawanan itu berakhir dengan kegagalan. Bukan karena kurang berani, melainkan karena belum tumbuhnya kesadaran nasional.

“Perlawanan kita masih bersifat kedaerahan. Rasa persatuan itu belum lahir. Lalu kapan bangsa pribumi mulai merasa sebagai satu kesatuan? Jawabannya: Mei 1908,” jelasnya.

Kelahiran Boedi Oetomo menjadi pengikat kuat

Dengan nada tegas namun reflektif, Ade menambahkan,
“Andai pada Mei 1908 tidak lahir Boedi Oetomo, duka nepi iraha bangsa urang dijajah.”

Boedi Oetomo menjadi organisasi modern pertama di Nusantara yang berlandaskan nasionalisme. Untuk pertama kalinya, gagasan tentang persatuan lintas suku, pulau, dan daerah diperbincangkan secara serius. Dari sinilah kesadaran bahwa Nusantara adalah satu bangsa mulai dirumuskan.

Khusus dalam peringatan Kebangkitan Nasional tahun 2025, Ade menyampaikan tiga hikmah penting, terutama bagi generasi muda Kota Tasikmalaya. Sejarah, kata dia, selalu menunjukkan bahwa pemuda adalah motor utama perubahan—termasuk dalam Kebangkitan Nasional 1908.

Hikmah pertama: pemuda yang terbuka.
“Kebangkitan tidak lahir dari keangkuhan,” ujar Ade.

Pendiri Boedi Oetomo memang mahasiswa STOVIA, kaum muda terdidik. Namun, semangat mereka justru dipantik oleh tokoh senior, Dr. Wahidin Soedirohoesodo. Ia tidak memerintah, tidak memaksa—hanya menawarkan gagasan tentang pentingnya pendidikan bagi Bumiputra. Sebuah “menu” nasionalisme yang kemudian dicerna dengan kesadaran penuh oleh para pemuda.

Mereka mau mendengar, mau merenung, lalu bertindak. Di tengah zaman hari ini—ketika informasi berlimpah dan ego mudah tersulut—sikap terbuka untuk belajar dari pengalaman generasi sebelumnya justru menjadi tanda kekuatan sejati.

Hikmah kedua: pemuda berilmu.
Ade menegaskan, generasi muda selalu ada di setiap zaman. Namun, mengapa pemuda 1908 yang berhasil mencatatkan sejarah?

“Karena mereka punya ilmu pengetahuan,” tegasnya.

Pergerakan mahasiswa dalam melawan kolonialisme

Kebangkitan Nasional tidak digerakkan oleh kekuatan fisik atau ekonomi, melainkan oleh daya pikir. Mahasiswa STOVIA menjadikan ruang kelas sebagai titik awal perubahan. Ilmu yang mereka pelajari tidak berhenti sebagai pengetahuan pribadi, tetapi diolah menjadi gagasan besar untuk masa depan bangsa.

Di era kini, ketika akses pendidikan semakin luas, tantangannya justru menjaga kualitas belajar. Pemuda yang ingin membawa perubahan tidak cukup hanya tampil viral—ia harus substansial.

Hikmah ketiga: pemuda yang cermat membaca konteks.
Boedi Oetomo tidak serta-merta terjun ke politik. Mereka memilih jalur pendidikan dan kebudayaan terlebih dahulu. Bukan karena takut, melainkan karena cerdas.

“Mereka paham, sebelum melawan penjajahan, rakyat harus disadarkan dan dikuatkan,” jelas Ade.

Strategi ini menjadi pelajaran penting bagi generasi sekarang: perubahan yang bertahan lama lahir dari langkah yang terukur, bukan dari semangat sesaat.

Menutup perbincangan, Ade merangkum pesannya dengan sederhana namun bermakna,
“Jadi ada tiga: membuka diri, tidak berhenti belajar, dan cermat dalam melangkah.”

Mei pun kembali hadir, bukan sekadar sebagai bulan, tetapi sebagai pengingat: bangsa besar lahir dari pemuda yang mau belajar, bersatu, dan berpikir jauh ke depan.(red)

  • Penulis: Admin Kanal Jabar

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Anggaran Seret, Tasikmalaya Juara 1 TPID Award 2025 dan Berpeluang Raup Puluhan Miliar

    Anggaran Seret, Tasikmalaya Juara 1 TPID Award 2025 dan Berpeluang Raup Puluhan Miliar

    • calendar_month Jumat, 28 Nov 2025
    • account_circle Redaktur Kanal Jabar
    • visibility 132
    • 0Komentar

    Kanal Jabar, BERITA TASIKMALAYA – Di saat banyak daerah harus memutar otak akibat kebijakan pemotongan Transfer ke Daerah (TKD) oleh pemerintah pusat, Kabupaten Tasikmalaya justru menerima kabar menggembirakan. Di tengah kondisi fiskal yang ketat, Kabupaten Tasikmalaya dinobatkan sebagai Juara 1 TPID Awards 2025 untuk kategori TPID Kabupaten/Kota Berprestasi, sebuah capaian nasional yang membuka peluang hadiah […]

  • Ramadhan Penuh Kepedulian, DPRD Gerindra Tasikmalaya Bagi 600 Takjil

    Ramadhan Penuh Kepedulian, DPRD Gerindra Tasikmalaya Bagi 600 Takjil

    • calendar_month Selasa, 10 Mar 2026
    • account_circle Redaktur Kanal Jabar
    • visibility 151
    • 0Komentar

    Kanal Jabar, BERITA TASIKMALAYA – Momentum bulan suci Ramadhan dimanfaatkan untuk memperkuat kepedulian sosial kepada masyarakat. Anggota DPRD Kota Tasikmalaya dari Partai Gerindra berbagi takjil kepada warga dan pengguna jalan yang melintas menjelang waktu berbuka puasa. Kegiatan tersebut digelar pada Senin, 9 Maret 2026, di depan Kantor DPC Partai Gerindra Kota Tasikmalaya. Sebanyak 600 paket […]

  • Revitalisasi Pendidikan di Kabupaten Tasikmalaya: Apa yang Sebenarnya Berubah di Sekolah?

    Revitalisasi Pendidikan di Kabupaten Tasikmalaya: Apa yang Sebenarnya Berubah di Sekolah?

    • calendar_month Sabtu, 20 Des 2025
    • account_circle Redaktur Kanal Jabar
    • visibility 147
    • 0Komentar

    Kanal Jabar, BERITA TASIKMALAYA – Pendidikan di Kabupaten Tasikmalaya kembali menjadi perhatian publik. Bukan karena polemik angka kelulusan atau perdebatan kebijakan, melainkan karena dampaknya yang mulai dirasakan langsung oleh masyarakat. Pada puncak peringatan HUT PGRI ke-80 tingkat Kabupaten Tasikmalaya, pemerintah daerah meresmikan Program Revitalisasi Pendidikan, sebuah langkah strategis untuk menjawab persoalan mendasar dunia pendidikan. Acara […]

  • Membangun Sinergitas SWAKKA dan Dishubkominfo Kab. Tasikmalaya

    Membangun Sinergitas SWAKKA dan Dishubkominfo Kab. Tasikmalaya

    • calendar_month Senin, 9 Feb 2026
    • account_circle Admin Kanal Jabar
    • visibility 142
    • 0Komentar

    kanaljabar.com, BERITA TASIKMALAYA – Menjelang deklarasi SWAKKA yang dijadwalkan berlangsung pada hari Kamis, 12 Februari 2026, Presidium SWAKKA melakukan kunjungan silaturahmi ke Dinas Perhubungan dan Komunikasi Informatika (Dishubkominfo) Kabupaten Tasikmalaya, Senin, 9 Februari 2026. Rombongan yang dipimpin langsung oleh Ketua SWAKKA, Ahmad Mukhlis, didampingi Ketua Panitia Deklarasi Diki Sam’ani serta beberapa anggota presidium. Kedatangan mereka […]

  • SWAKKA: Komunitas Baru bagi Wartawan dan Konten Kreator

    SWAKKA: Komunitas Baru bagi Wartawan dan Konten Kreator

    • calendar_month Kamis, 6 Nov 2025
    • account_circle adminkanaljabar
    • visibility 191
    • 0Komentar

    kanaljabar.com, EDITORIAL. Sebuah komunitas baru bernama SWAKKA disepakati untuk berdiri oleh perwakilan sejumlah media di wilayah Priangan Timur. Kesepakatan itu lahir setelah diskusi panjang selama hampir empat jam, Rabu (5/11/2025), di Kota Tasikmalaya. SWAKKA merupakan singkatan dari Sawala Wartawan dan Konten Kreator Aspiratif. Kata Sawala diambil dari bahasa Sunda yang berarti musyawarah atau ruang bertukar pikiran. Nama itu dipilih karena […]

  • Warga Soroti Kebijakan DPRD Tasikmalaya, Mengenai Tunjangan Anggota

    Warga Soroti Kebijakan DPRD Tasikmalaya, Mengenai Tunjangan Anggota

    • calendar_month Jumat, 23 Jan 2026
    • account_circle Redaktur Kanal Jabar
    • visibility 120
    • 0Komentar

    Kanal Jabar, BERITA TASIKMALAYA – Langkah Kota Banjar dan Kabupaten Ciamis memotong tunjangan DPRD bukan kebijakan populer. Tidak ada panggung, tidak ada klaim pencitraan. Namun justru di situlah kekuatannya. Di tengah tekanan fiskal, dua daerah ini menyentuh pos anggaran yang selama ini dianggap sensitif secara politik. Kebijakan DPRD Kab Ciamis dan Kota Banjar Di Kota […]

expand_less