Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » Berita Jabar » Usia 4 Tahun, Abang Aqsha Pilih Wayang Golek di Tengah Gempuran Game dan Media Sosial

Usia 4 Tahun, Abang Aqsha Pilih Wayang Golek di Tengah Gempuran Game dan Media Sosial

  • account_circle Redaktur Kanal Jabar
  • calendar_month Minggu, 16 Agt 2026
  • visibility 88
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Kanal Jabar, BERITA TASIKMALAYA – Di saat anak-anak seusianya akrab dengan permainan digital dan media sosial, Abang Aqsha justru memilih wayang golek sebagai ruang untuk tumbuh dan berkarya.

Usianya baru empat tahun. Namun, anak asal Dusun Lampegan, Desa Gresik, Kecamatan Jamanis, Kabupaten Tasikmalaya, itu sudah berani tampil sebagai dalang cilik di hadapan masyarakat.

Abang Aqsha tampil dalam pagelaran wayang golek di daerah asalnya pada Sabtu, 15 Agustus 2026. Dalam pertunjukan tersebut, ia membawakan lakon “Sastra Jingga Jadi Relawan”.

Penampilannya menjadi pemandangan menarik sekaligus memberi warna tersendiri bagi upaya menjaga keberlangsungan seni padalangan di tengah perkembangan teknologi yang semakin dekat dengan kehidupan anak-anak.

Abang Aqsha, Generasi Alpha yang Memilih Wayang

Kehadiran Abang Aqsha mendapat perhatian dari Lembaga Seni Mahasiswa Islam (LSMI) HMI Cabang Tasikmalaya yang turut hadir dalam pagelaran tersebut sebagai bentuk apresiasi terhadap pelestarian seni dan budaya daerah.

Direktur LSMI HMI Cabang Tasikmalaya, Cepi Sultoni, mengaku bahagia melihat adanya anak usia dini yang memiliki ketertarikan terhadap seni tradisi, khususnya padalangan.

Menurut Cepi, Abang Aqsha menunjukkan sesuatu yang berbeda dari kecenderungan anak-anak Generasi Alpha yang sejak kecil sudah sangat dekat dengan perangkat digital.

“Bahagia sekali ada Generasi Alpha, umur 4 tahun, yang melestarikan seni budaya leluhur, khususnya padalangan,” ujar Cepi.

Namun, Cepi melihat Abang Aqsha tidak sepenuhnya meninggalkan dunia digital. Justru media sosial dapat dimanfaatkan sebagai sarana untuk memperkenalkan karya dan kesenian tradisional kepada generasi yang lebih luas.

Dengan cara tersebut, teknologi tidak harus menjadi lawan bagi kebudayaan. Sebaliknya, teknologi dapat menjadi jembatan agar seni tradisional tetap dikenal oleh generasi baru.

Ketika Wayang Masuk ke Ruang Digital

Menurut Cepi, pelestarian wayang tidak harus selalu bergantung pada panggung pertunjukan konvensional.

Cerita, karakter, suara, hingga nilai-nilai yang terkandung dalam pewayangan dapat dikemas melalui berbagai platform digital sehingga lebih mudah menjangkau anak-anak dan generasi muda.

“Wayang tidak harus berhenti di panggung. Cerita, karakter, suara, dan nilai-nilai yang ada di dalamnya bisa berjalan ke ruang digital. Media sosial bisa menjadi jalan bagi seni tradisi untuk bertemu dengan generasi baru,” katanya.

Pandangan tersebut menjadi relevan dengan munculnya Abang Aqsha sebagai dalang cilik. Di usia empat tahun, ia sudah mulai mengenal dunia pedalangan dan tampil membawa cerita pewayangan di hadapan masyarakat.

Kehadirannya juga menunjukkan bahwa ketertarikan terhadap budaya tradisional dapat tumbuh sejak usia dini ketika anak mendapatkan ruang, dukungan keluarga, serta lingkungan yang mendorongnya untuk mengenal kesenian daerah.

Abang Aqsha dan Harapan untuk Regenerasi Dalang

Apa yang dilakukan Abang Aqsha mungkin terlihat sederhana. Ia hanya seorang anak kecil yang berdiri di panggung dan memainkan wayang.

Namun, dari panggung tersebut tersimpan persoalan yang lebih besar, yakni bagaimana seni tradisional dapat terus memiliki generasi penerus di tengah perubahan zaman.

Pelestarian budaya tidak selalu harus dimulai melalui program besar. Kadang, ia bermula dari seorang anak yang diperkenalkan kepada wayang, kemudian diberi kesempatan untuk belajar dan tampil.

LSMI HMI Cabang Tasikmalaya berharap muncul lebih banyak anak seperti Abang Aqsha di berbagai daerah.

Generasi muda diharapkan tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu memanfaatkan teknologi untuk memperkenalkan dan merawat kebudayaan daerah.

Sebab, keberlangsungan budaya tidak hanya ditentukan oleh seberapa kuat masyarakat mengenang masa lalu, tetapi juga oleh keberadaan generasi yang bersedia meneruskannya ke masa depan. (red)

 

  • Penulis: Redaktur Kanal Jabar

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dua Kasus Wartawan Dihina dan Diintimidasi, Ini Sikap Dewan Pers

    Dua Kasus Wartawan Dihina dan Diintimidasi, Ini Sikap Dewan Pers

    • calendar_month Selasa, 18 Agt 2026
    • account_circle Redaktur Kanal Jabar
    • visibility 76
    • 0Komentar

    Kanal Jabar, BERITA NASIONAL.  Kerja jurnalistik kembali menghadapi persoalan setelah sejumlah wartawan mengalami perlakuan yang dinilai merendahkan hingga intimidasi saat menjalankan tugas. Reaksi Dewan Pers menyikapi hal ini angkat bicara dan menegaskan pentingnya menghormati wartawan ketika mencari informasi untuk kepentingan publik. Dua peristiwa yang menjadi perhatian dan memicu  reaksi Dewan Pers terjadi pada 11 Agustus […]

  • Kerusakan Jalan Kabupaten Tasikmalaya Jadi Fokus Penataan Dishub

    Kerusakan Jalan Kabupaten Tasikmalaya Jadi Fokus Penataan Dishub

    • calendar_month Selasa, 14 Apr 2026
    • account_circle Redaktur Kanal Jabar
    • visibility 325
    • 0Komentar

    Kerusakan Jalan Kabupaten Tasikmalaya Masuk Agenda Prioritas Kanal Jabar, BERITA JABAR – Kerusakan Jalan Kabupaten Tasikmalaya di wilayah Sukaratu kini menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Melalui Dinas Perhubungan, langkah penataan mulai dilakukan untuk mengendalikan dampak kendaraan angkutan berat. Kepala Dinas Perhubungan menyatakan bahwa penanganan dilakukan secara sistematis dengan mengedepankan prinsip legalitas dan keberlanjutan. Upaya Mandiri […]

  • SWAKKA Buka Data, Harap Respons Dari Pengawas soal Etika dan Kinerja Pejabat Tasikmalaya

    SWAKKA Buka Data, Harap Respons Dari Pengawas soal Etika dan Kinerja Pejabat Tasikmalaya

    • calendar_month Kamis, 5 Feb 2026
    • account_circle Redaktur Kanal Jabar
    • visibility 251
    • 0Komentar

    Kanal Jabar, BERITA TASIKMALAYA – Komunitas Sawala Wartawan dan Konten Kreator Aspiratif (SWAKKA) mengambil langkah yang jarang dilakukan komunitas pers lokal: mendatangi langsung Kejaksaan Negeri dan Inspektorat di Kota serta Kabupaten Tasikmalaya, Kamis (5/2/2026). Langkah ini adalah langkah persuasif dalam rangka silaturahmi dan berdialog khususnya mengenai kinerja pejabat publik Tasikmalaya , pesan yang ingin disampaikan […]

  • Pemkab Tasikmalaya Tegaskan Larangan Gratifikasi Bagi ASN

    Pemkab Tasikmalaya Tegaskan Larangan Gratifikasi Bagi ASN

    • calendar_month Selasa, 17 Mar 2026
    • account_circle Redaktur Kanal Jabar
    • visibility 260
    • 0Komentar

    Kanal Jabar, BERITA TASIKMALAYA – Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya resmi menerbitkan kebijakan tegas terkait larangan gratifikasi bagi aparatur sipil negara menjelang Hari Raya Idul Fitri. Melalui surat edaran Bupati Tasikmalaya, seluruh ASN Kabupaten Tasikmalaya dilarang meminta Tunjangan Hari Raya (THR) kepada masyarakat, perusahaan, maupun pihak yang memiliki hubungan kerja dengan pemerintah daerah. Kebijakan tersebut tertuang dalam […]

  • Tasikmalaya: Mudik 2026,  Anggaran Rp1,5 Miliar Digelontorkan Dinas PUTR

    Tasikmalaya: Mudik 2026, Anggaran Rp1,5 Miliar Digelontorkan Dinas PUTR

    • calendar_month Jumat, 20 Mar 2026
    • account_circle Redaktur Kanal Jabar
    • visibility 264
    • 0Komentar

    Kanal Jabar, BERITA TASIKMALAYA – Menjelang puncak arus mudik Lebaran 2026, Pemerintah Kota Tasikmalaya mulai bergerak melakukan pemeliharaan jalan di sejumlah titik. Namun, langkah yang diambil masih sebatas penanganan ringan: tambal sulam. Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kota Tasikmalaya, Hendra Budiman, menegaskan bahwa pekerjaan yang dilakukan saat ini bukan perbaikan menyeluruh, melainkan […]

  • Sidang Lanjutan Resbob Memanas, Kewenangan PN Bandung Digugat

    Sidang Lanjutan Resbob Memanas, Kewenangan PN Bandung Digugat

    • calendar_month Rabu, 4 Mar 2026
    • account_circle Redaktur Kanal Jabar
    • visibility 222
    • 0Komentar

    Kanal Jabar, BERITA BANDUNG – Sidang lanjutan Resbob dalam perkara dugaan ujaran kebencian bernuansa SARA terhadap etnis Sunda berlangsung alot di Pengadilan Negeri Bandung, Rabu (4/3/2026). Dalam agenda pembacaan eksepsi, tim kuasa hukum Muhammad Adimas Firdaus Putra Nashihan alias Resbob melancarkan perlawanan yuridis secara frontal. Alih-alih masuk ke pokok perkara, kuasa hukum meminta majelis hakim […]

expand_less