Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » Berita Jabar » Usia 4 Tahun, Abang Aqsha Pilih Wayang Golek di Tengah Gempuran Game dan Media Sosial

Usia 4 Tahun, Abang Aqsha Pilih Wayang Golek di Tengah Gempuran Game dan Media Sosial

  • account_circle Redaktur Kanal Jabar
  • calendar_month 7 jam yang lalu
  • visibility 17
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Kanal Jabar, BERITA TASIKMALAYA – Di saat anak-anak seusianya akrab dengan permainan digital dan media sosial, Abang Aqsha justru memilih wayang golek sebagai ruang untuk tumbuh dan berkarya.

Usianya baru empat tahun. Namun, anak asal Dusun Lampegan, Desa Gresik, Kecamatan Jamanis, Kabupaten Tasikmalaya, itu sudah berani tampil sebagai dalang cilik di hadapan masyarakat.

Abang Aqsha tampil dalam pagelaran wayang golek di daerah asalnya pada Sabtu, 15 Agustus 2026. Dalam pertunjukan tersebut, ia membawakan lakon “Sastra Jingga Jadi Relawan”.

Penampilannya menjadi pemandangan menarik sekaligus memberi warna tersendiri bagi upaya menjaga keberlangsungan seni padalangan di tengah perkembangan teknologi yang semakin dekat dengan kehidupan anak-anak.

Abang Aqsha, Generasi Alpha yang Memilih Wayang

Kehadiran Abang Aqsha mendapat perhatian dari Lembaga Seni Mahasiswa Islam (LSMI) HMI Cabang Tasikmalaya yang turut hadir dalam pagelaran tersebut sebagai bentuk apresiasi terhadap pelestarian seni dan budaya daerah.

Direktur LSMI HMI Cabang Tasikmalaya, Cepi Sultoni, mengaku bahagia melihat adanya anak usia dini yang memiliki ketertarikan terhadap seni tradisi, khususnya padalangan.

Menurut Cepi, Abang Aqsha menunjukkan sesuatu yang berbeda dari kecenderungan anak-anak Generasi Alpha yang sejak kecil sudah sangat dekat dengan perangkat digital.

“Bahagia sekali ada Generasi Alpha, umur 4 tahun, yang melestarikan seni budaya leluhur, khususnya padalangan,” ujar Cepi.

Namun, Cepi melihat Abang Aqsha tidak sepenuhnya meninggalkan dunia digital. Justru media sosial dapat dimanfaatkan sebagai sarana untuk memperkenalkan karya dan kesenian tradisional kepada generasi yang lebih luas.

Dengan cara tersebut, teknologi tidak harus menjadi lawan bagi kebudayaan. Sebaliknya, teknologi dapat menjadi jembatan agar seni tradisional tetap dikenal oleh generasi baru.

Ketika Wayang Masuk ke Ruang Digital

Menurut Cepi, pelestarian wayang tidak harus selalu bergantung pada panggung pertunjukan konvensional.

Cerita, karakter, suara, hingga nilai-nilai yang terkandung dalam pewayangan dapat dikemas melalui berbagai platform digital sehingga lebih mudah menjangkau anak-anak dan generasi muda.

“Wayang tidak harus berhenti di panggung. Cerita, karakter, suara, dan nilai-nilai yang ada di dalamnya bisa berjalan ke ruang digital. Media sosial bisa menjadi jalan bagi seni tradisi untuk bertemu dengan generasi baru,” katanya.

Pandangan tersebut menjadi relevan dengan munculnya Abang Aqsha sebagai dalang cilik. Di usia empat tahun, ia sudah mulai mengenal dunia pedalangan dan tampil membawa cerita pewayangan di hadapan masyarakat.

Kehadirannya juga menunjukkan bahwa ketertarikan terhadap budaya tradisional dapat tumbuh sejak usia dini ketika anak mendapatkan ruang, dukungan keluarga, serta lingkungan yang mendorongnya untuk mengenal kesenian daerah.

Abang Aqsha dan Harapan untuk Regenerasi Dalang

Apa yang dilakukan Abang Aqsha mungkin terlihat sederhana. Ia hanya seorang anak kecil yang berdiri di panggung dan memainkan wayang.

Namun, dari panggung tersebut tersimpan persoalan yang lebih besar, yakni bagaimana seni tradisional dapat terus memiliki generasi penerus di tengah perubahan zaman.

Pelestarian budaya tidak selalu harus dimulai melalui program besar. Kadang, ia bermula dari seorang anak yang diperkenalkan kepada wayang, kemudian diberi kesempatan untuk belajar dan tampil.

LSMI HMI Cabang Tasikmalaya berharap muncul lebih banyak anak seperti Abang Aqsha di berbagai daerah.

Generasi muda diharapkan tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu memanfaatkan teknologi untuk memperkenalkan dan merawat kebudayaan daerah.

Sebab, keberlangsungan budaya tidak hanya ditentukan oleh seberapa kuat masyarakat mengenang masa lalu, tetapi juga oleh keberadaan generasi yang bersedia meneruskannya ke masa depan. (red)

 

  • Penulis: Redaktur Kanal Jabar

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Membangun Sinergitas SWAKKA dan Dishubkominfo Kab. Tasikmalaya

    Membangun Sinergitas SWAKKA dan Dishubkominfo Kab. Tasikmalaya

    • calendar_month Senin, 9 Feb 2026
    • account_circle adminkanaljabar
    • visibility 241
    • 0Komentar

    kanaljabar.com, BERITA TASIKMALAYA – Menjelang deklarasi SWAKKA yang dijadwalkan berlangsung pada hari Kamis, 12 Februari 2026, Presidium SWAKKA melakukan kunjungan silaturahmi ke Dinas Perhubungan dan Komunikasi Informatika (Dishubkominfo) Kabupaten Tasikmalaya, Senin, 9 Februari 2026. Rombongan yang dipimpin langsung oleh Ketua SWAKKA, Ahmad Mukhlis, didampingi Ketua Panitia Deklarasi Diki Sam’ani serta beberapa anggota presidium. Kedatangan mereka […]

  • Wisuda ke-15 UMTAS, 244 Lulusan Resmi Dikukuhkan

    Wisuda ke-15 UMTAS, 244 Lulusan Resmi Dikukuhkan

    • calendar_month Rabu, 29 Apr 2026
    • account_circle adminkanaljabar
    • visibility 216
    • 0Komentar

    Kanal Jabar, BERITA TASIKMALAYA – Sidang Terbuka Senat Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya (UMTAS) ke-15 untuk Program Profesi dan Diploma III periode April 2026 digelar pada Rabu, 29 April 2026, di Hotel Grand Metro Tasikmalaya. Kegiatan ini menjadi momentum akademik yang sarat makna sekaligus menghadirkan kebahagiaan dan kebanggaan bagi para wisudawan dan wisudawati yang telah menuntaskan pendidikan […]

  • Lapangan Padel di Tasikmalaya Tetap Beroperasi, Izin Dikebut

    Lapangan Padel di Tasikmalaya Tetap Beroperasi, Izin Dikebut

    • calendar_month Rabu, 25 Feb 2026
    • account_circle Redaktur Kanal Jabar
    • visibility 188
    • 0Komentar

    kanaljabar.com BERITA TASIKMALAYA – Polemik perizinan lapangan padel di Kota Tasikmalaya kini menemukan arah yang lebih jelas. Setelah melalui pertemuan antara Komisi III DPRD dan para pengelola, disepakati bahwa kegiatan usaha tetap berjalan sembari proses administrasi dipercepat dan ditata ulang. Isu ini mencuat karena sebagian lapangan sudah beroperasi ketika proses perizinan belum sepenuhnya rampung. Kondisi […]

  • Ribuan Sekolah Rusak Tasikmalaya, peran DPRD Disorot

    Ribuan Sekolah Rusak Tasikmalaya, peran DPRD Disorot

    • calendar_month Sabtu, 18 Okt 2025
    • account_circle Redaktur Kanal Jabar
    • visibility 252
    • 0Komentar

    Kanal Jabar, BERITA TASIKMALAYA – Kondisi dunia pendidikan di Kabupaten Tasikmalaya sedang tidak baik-baik saja. Data resmi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan setempat mencatat lebih dari 1.062 sekolah dasar (SD) dan 268 sekolah menengah pertama (SMP) mengalami kerusakan dengan tingkat beragam. Dari jumlah itu, 1.613 ruang kelas rusak berat, lebih dari 3.000 rusak sedang, dan sekitar […]

  • Sampah Menumpuk di Pasar Pancasila, Dinas LH  Dinilai Lamban

    Sampah Menumpuk di Pasar Pancasila, Dinas LH Dinilai Lamban

    • calendar_month Selasa, 25 Nov 2025
    • account_circle Redaktur Kanal Jabar
    • visibility 219
    • 0Komentar

    Kanal Jabar, BERITA TASIKMALAYA – Penumpukan sampah selama lima hari di Tempat Penampungan Sementara (TPS) Pasar Pancasila, Kota Tasikmalaya, memicu keluhan luas dari warga dan pedagang. Tumpukan sampah meluber hingga ke kios dan badan jalan, disertai bau menyengat yang mengganggu aktivitas ekonomi dan kenyamanan lingkungan. Ironisnya, respons resmi dari Dinas Lingkungan Hidup (LH) baru muncul […]

  • Dorong Kreativitas Generasi Digital, Pelatihan Konten Meriahkan HUT Tasikmalaya ke-24

    Dorong Kreativitas Generasi Digital, Pelatihan Konten Meriahkan HUT Tasikmalaya ke-24

    • calendar_month Sabtu, 15 Nov 2025
    • account_circle adminkanaljabar
    • visibility 231
    • 0Komentar

    kanaljabar.com. BERITA TASIKMALAYA Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Tasikmalaya ke-24, Pemerintah Kota Tasikmalaya menghadirkan berbagai kegiatan kreatif, salah satunya pelatihan pembuatan konten positif dan anti-hoaks bagi santri serta siswa madrasah. Program ini menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam menumbuhkan generasi muda yang cerdas digital dan produktif di ruang maya. Kegiatan tersebut diselenggarakan […]

expand_less