Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » Berita Dunia » Selat Hormuz Lumpuh! Konflik Timur Tengah Memanas dan Harga Minyak Melonjak

Selat Hormuz Lumpuh! Konflik Timur Tengah Memanas dan Harga Minyak Melonjak

  • account_circle Redaktur Kanal Jabar
  • calendar_month Kamis, 12 Mar 2026
  • visibility 314
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Kanal Jabar, BERITA INTERNASIONAL – Konflik Timur Tengah memasuki fase yang jauh lebih berbahaya setelah Iran meningkatkan serangan terhadap infrastruktur sipil dan jaringan transportasi di kawasan Teluk pada Rabu (11/3/2026).

Serangan tersebut dilaporkan menargetkan sejumlah kapal komersial serta area sekitar Bandara Internasional Dubai. Aksi ini terjadi di tengah gelombang serangan udara yang terus dilancarkan oleh Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.

Eskalasi terbaru ini membuat Konflik Timur Tengah semakin meluas dari wilayah Gaza dan Lebanon menuju kawasan Teluk, yang merupakan pusat distribusi energi global. Para pejabat Iran bahkan memperingatkan bahwa perang bisa berlangsung lama dan berpotensi mengguncang ekonomi dunia.

Ancaman terbesar datang dari gangguan pasokan minyak global yang sangat bergantung pada jalur pelayaran di kawasan tersebut.


Perang 12 Hari dan Tanda Kebuntuan Militer

Setelah hampir dua pekan pertempuran, Konflik Timur Tengah kini menunjukkan tanda-tanda kebuntuan militer. Serangan balasan terus terjadi di berbagai wilayah.

Israel masih melancarkan serangan udara ke target yang mereka sebut sebagai basis Hizbullah di Lebanon. Sebagai balasan, Iran dan kelompok tersebut menembakkan rudal serta roket ke wilayah Israel.

Dampaknya sangat besar terhadap warga sipil. Badan pengungsi PBB melaporkan sekitar 759.000 orang mengungsi di Lebanon, sementara lebih dari 92.000 orang melarikan diri ke Syria.

Ketegangan juga meningkat di kawasan Teluk. Kuwait menyatakan sistem pertahanan udaranya berhasil menembak jatuh delapan drone Iran. Sementara Arab Saudi melaporkan telah mencegat lima drone yang mengarah ke ladang minyak Shaybah.


Pemakaman Massal Komandan Iran

Di Iran, ribuan orang turun ke jalan mengikuti pemakaman massal sejumlah komandan militer yang tewas akibat serangan udara Amerika Serikat dan Israel.

Prosesi pemakaman berlangsung di Teheran dan beberapa kota lain dengan iringan bendera nasional serta potret pemimpin tertinggi Iran yang tewas pada awal perang, Ayatollah Ali Khamenei, serta putranya Mojtaba Khamenei.

Untuk pertama kalinya, pejabat Iran mengakui bahwa pemimpin baru negara tersebut juga mengalami luka dalam serangan udara yang menewaskan anggota keluarganya.

Duta Besar Iran untuk Siprus, Alireza Salarian, mengatakan pemimpin Iran itu mengalami luka di tangan, kaki, dan lengan sehingga diduga masih menjalani perawatan medis.

Sejak perang dimulai, tokoh tersebut belum muncul di hadapan publik.


AS dan Israel Tegaskan Operasi Militer Berlanjut

Meskipun tekanan internasional meningkat agar konflik dihentikan, pemerintah Amerika Serikat dan Israel memberi sinyal operasi militer akan terus dilanjutkan.

Menteri Pertahanan Israel Israel Katz menyatakan operasi akan berlangsung tanpa batas waktu hingga tujuan militer tercapai.

Sementara itu Presiden Amerika Serikat Donald Trump memberikan pesan yang beragam. Ia sempat menyebut konflik ini sebagai operasi singkat, tetapi kemudian menegaskan bahwa perang belum selesai.

Trump bahkan mengklaim militer AS telah menghancurkan 58 kapal angkatan laut Iran, meski operasi militer masih akan berlanjut.


Selat Hormuz Lumpuh, Dunia Khawatir Krisis Energi

Salah satu dampak paling serius dari Konflik Timur Tengah saat ini adalah gangguan di Selat Hormuz, jalur pelayaran vital yang dilalui sekitar 20 persen pasokan minyak dunia.

Sejak perang dimulai, setidaknya 14 kapal dagang dilaporkan terkena serangan di kawasan Teluk.

Sebuah kapal kargo berbendera Thailand harus dievakuasi setelah ledakan memicu kebakaran. Kapal kontainer berbendera Jepang dan kapal kargo berbendera Kepulauan Marshall juga mengalami kerusakan.

Ratusan kapal kini tertahan di sekitar selat sempit tersebut karena khawatir menjadi sasaran serangan.

Situasi ini disebut sebagai gangguan pasokan energi terbesar sejak krisis minyak 1970-an.

Iran bahkan menyatakan tidak akan mengizinkan ekspor minyak melewati jalur itu sampai serangan Amerika Serikat dan Israel dihentikan.

Seorang juru bicara militer Iran memperingatkan bahwa harga minyak bisa melonjak hingga US$200 per barel jika konflik terus berlangsung.


Dampak Konflik Timur Tengah terhadap Dunia

Eskalasi Konflik Timur Tengah telah memicu kekhawatiran serius di berbagai negara karena berpotensi menimbulkan krisis energi global.

Harga minyak dunia telah melonjak melewati US$110 per barel, sementara lembaga energi internasional merekomendasikan pelepasan 400 juta barel cadangan minyak untuk menstabilkan pasar.

Gangguan logistik juga mulai terasa. Jalur penerbangan internasional dan pelayaran di kawasan Teluk mengalami pembatasan karena meningkatnya risiko keamanan.


Dampak Konflik Timur Tengah bagi Indonesia

Ketegangan yang terjadi di Timur Tengah juga berdampak langsung bagi Indonesia.

Beberapa potensi dampak yang mulai diantisipasi pemerintah antara lain:

1. Risiko kenaikan harga energi
Indonesia berpotensi menghadapi kenaikan biaya impor bahan bakar jika harga minyak global terus melonjak.

2. Gangguan pelayaran dan logistik
Sejumlah kapal perdagangan dilaporkan tertahan di jalur Teluk, termasuk kapal yang membawa komoditas energi.

3. Ancaman terhadap perjalanan haji dan umrah
Pemerintah sedang menyiapkan beberapa skenario untuk menghadapi kemungkinan gangguan penerbangan menuju Arab Saudi menjelang musim haji 2026.


Konflik Proksi yang Lama Membara

Para analis menilai eskalasi terbaru ini merupakan bagian dari konflik proksi yang sudah lama terjadi antara Iran dan Israel.

Perseteruan tersebut dipicu oleh berbagai faktor, mulai dari rivalitas geopolitik, perbedaan ideologi, hingga perebutan pengaruh di kawasan Timur Tengah.

Selama konflik belum menemukan solusi diplomatik, situasi diperkirakan akan terus memanas dan berpotensi memicu krisis ekonomi global yang lebih luas. (red)

  • Penulis: Redaktur Kanal Jabar

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Revitalisasi Jembatan Cirahong: Penguat Konektivitas Dua Kabupaten

    Revitalisasi Jembatan Cirahong: Penguat Konektivitas Dua Kabupaten

    • calendar_month Sabtu, 16 Agt 2025
    • account_circle adminkanaljabar
    • visibility 313
    • 0Komentar

    kanaljabar.com BERITA CIAMIS Di tepian Sungai Citanduy, air mengalir tenang di antara tebing-tebing yang menghijau. Di atasnya, bentang besi berwarna kusam memanjang: Jembatan Cirahong, sebuah peninggalan era kolonial Belanda yang selama lebih dari satu abad menjadi saksi lalu-lalang kehidupan. Di bawah rangka baja itu, warga Ciamis dan Tasikmalaya bertukar senyum; hasil bumi berpindah tangan, dan […]

  • 300 Pedagang Turun Jalan, Demo di Pasar Cikurubuk Soroti Dugaan Pelanggaran Izin

    300 Pedagang Turun Jalan, Demo di Pasar Cikurubuk Soroti Dugaan Pelanggaran Izin

    • calendar_month Senin, 9 Mar 2026
    • account_circle Redaktur Kanal Jabar
    • visibility 281
    • 0Komentar

    Kanal Jabar, BERITA TASIKMALAYA – Aksi Demo di Pasar Cikurubuk berlangsung di kawasan Pasar Cikurubuk, Kota Tasikmalaya, Senin (9/3/2026). Sekitar 300 pedagang bersama elemen masyarakat yang tergabung dalam Forum Masyarakat Peduli Pasar Cikurubuk turun ke jalan untuk menyuarakan tuntutan kepada pemerintah daerah. Aksi tersebut dipicu oleh dugaan pelanggaran izin usaha yang dilakukan oleh Toko Sen […]

  • Usia 4 Tahun, Abang Aqsha Pilih Wayang Golek di Tengah Gempuran Game dan Media Sosial

    Usia 4 Tahun, Abang Aqsha Pilih Wayang Golek di Tengah Gempuran Game dan Media Sosial

    • calendar_month Minggu, 16 Agt 2026
    • account_circle Redaktur Kanal Jabar
    • visibility 101
    • 0Komentar

    Kanal Jabar, BERITA TASIKMALAYA – Di saat anak-anak seusianya akrab dengan permainan digital dan media sosial, Abang Aqsha justru memilih wayang golek sebagai ruang untuk tumbuh dan berkarya. Usianya baru empat tahun. Namun, anak asal Dusun Lampegan, Desa Gresik, Kecamatan Jamanis, Kabupaten Tasikmalaya, itu sudah berani tampil sebagai dalang cilik di hadapan masyarakat. Abang Aqsha […]

  • Sidang Lanjutan Resbob Memanas, Kewenangan PN Bandung Digugat

    Sidang Lanjutan Resbob Memanas, Kewenangan PN Bandung Digugat

    • calendar_month Rabu, 4 Mar 2026
    • account_circle Redaktur Kanal Jabar
    • visibility 234
    • 0Komentar

    Kanal Jabar, BERITA BANDUNG – Sidang lanjutan Resbob dalam perkara dugaan ujaran kebencian bernuansa SARA terhadap etnis Sunda berlangsung alot di Pengadilan Negeri Bandung, Rabu (4/3/2026). Dalam agenda pembacaan eksepsi, tim kuasa hukum Muhammad Adimas Firdaus Putra Nashihan alias Resbob melancarkan perlawanan yuridis secara frontal. Alih-alih masuk ke pokok perkara, kuasa hukum meminta majelis hakim […]

  • Cuaca Ekstrem di Tasikmalaya Pohon Tumbang di Sejumlah Titik

    Cuaca Ekstrem di Tasikmalaya Pohon Tumbang di Sejumlah Titik

    • calendar_month Sabtu, 28 Mar 2026
    • account_circle Redaktur Kanal Jabar
    • visibility 199
    • 0Komentar

    Kanal Jabar, BERITA TASIKMALAYA – Cuaca ekstrem di Tasikmalaya kembali terjadi pada Sabtu, 28 Maret 2026 sore. Hujan dengan intensitas tinggi yang disertai angin kencang menyebabkan sejumlah pohon besar tumbang di beberapa wilayah kota. Peristiwa ini bukan yang pertama, karena sehari sebelumnya kondisi serupa juga telah terjadi dan menimbulkan dampak kerusakan di sejumlah titik.Fenomena cuaca […]

  • Jadwal Libur Awal Ramadhan Terbaru, Jangan Sampai Terlewat

    Jadwal Libur Awal Ramadhan Terbaru, Jangan Sampai Terlewat

    • calendar_month Senin, 17 Feb 2025
    • account_circle adminkanaljabar
    • visibility 288
    • 0Komentar

    kanaljabar.com BERITA NASIONAL Pemerintah Indonesia resmi menetapkan jadwal pembelajaran dan libur sekolah bagi siswa selama bulan Ramadan 1446 Hijriah atau tahun 2025 Masehi. Kebijakan ini tertuang dalam Surat Edaran Bersama (SEB) Nomor 2 Tahun 2025 yang ditandatangani oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti, Menteri Agama Nasaruddin Umar, serta Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito […]

expand_less