Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » Berita Dunia » Selat Hormuz Lumpuh! Konflik Timur Tengah Memanas dan Harga Minyak Melonjak

Selat Hormuz Lumpuh! Konflik Timur Tengah Memanas dan Harga Minyak Melonjak

  • account_circle Redaktur Kanal Jabar
  • calendar_month Kamis, 12 Mar 2026
  • visibility 116
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Kanal Jabar, BERITA INTERNASIONAL – Konflik Timur Tengah memasuki fase yang jauh lebih berbahaya setelah Iran meningkatkan serangan terhadap infrastruktur sipil dan jaringan transportasi di kawasan Teluk pada Rabu (11/3/2026).

Serangan tersebut dilaporkan menargetkan sejumlah kapal komersial serta area sekitar Bandara Internasional Dubai. Aksi ini terjadi di tengah gelombang serangan udara yang terus dilancarkan oleh Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.

Eskalasi terbaru ini membuat Konflik Timur Tengah semakin meluas dari wilayah Gaza dan Lebanon menuju kawasan Teluk, yang merupakan pusat distribusi energi global. Para pejabat Iran bahkan memperingatkan bahwa perang bisa berlangsung lama dan berpotensi mengguncang ekonomi dunia.

Ancaman terbesar datang dari gangguan pasokan minyak global yang sangat bergantung pada jalur pelayaran di kawasan tersebut.


Perang 12 Hari dan Tanda Kebuntuan Militer

Setelah hampir dua pekan pertempuran, Konflik Timur Tengah kini menunjukkan tanda-tanda kebuntuan militer. Serangan balasan terus terjadi di berbagai wilayah.

Israel masih melancarkan serangan udara ke target yang mereka sebut sebagai basis Hizbullah di Lebanon. Sebagai balasan, Iran dan kelompok tersebut menembakkan rudal serta roket ke wilayah Israel.

Dampaknya sangat besar terhadap warga sipil. Badan pengungsi PBB melaporkan sekitar 759.000 orang mengungsi di Lebanon, sementara lebih dari 92.000 orang melarikan diri ke Syria.

Ketegangan juga meningkat di kawasan Teluk. Kuwait menyatakan sistem pertahanan udaranya berhasil menembak jatuh delapan drone Iran. Sementara Arab Saudi melaporkan telah mencegat lima drone yang mengarah ke ladang minyak Shaybah.


Pemakaman Massal Komandan Iran

Di Iran, ribuan orang turun ke jalan mengikuti pemakaman massal sejumlah komandan militer yang tewas akibat serangan udara Amerika Serikat dan Israel.

Prosesi pemakaman berlangsung di Teheran dan beberapa kota lain dengan iringan bendera nasional serta potret pemimpin tertinggi Iran yang tewas pada awal perang, Ayatollah Ali Khamenei, serta putranya Mojtaba Khamenei.

Untuk pertama kalinya, pejabat Iran mengakui bahwa pemimpin baru negara tersebut juga mengalami luka dalam serangan udara yang menewaskan anggota keluarganya.

Duta Besar Iran untuk Siprus, Alireza Salarian, mengatakan pemimpin Iran itu mengalami luka di tangan, kaki, dan lengan sehingga diduga masih menjalani perawatan medis.

Sejak perang dimulai, tokoh tersebut belum muncul di hadapan publik.


AS dan Israel Tegaskan Operasi Militer Berlanjut

Meskipun tekanan internasional meningkat agar konflik dihentikan, pemerintah Amerika Serikat dan Israel memberi sinyal operasi militer akan terus dilanjutkan.

Menteri Pertahanan Israel Israel Katz menyatakan operasi akan berlangsung tanpa batas waktu hingga tujuan militer tercapai.

Sementara itu Presiden Amerika Serikat Donald Trump memberikan pesan yang beragam. Ia sempat menyebut konflik ini sebagai operasi singkat, tetapi kemudian menegaskan bahwa perang belum selesai.

Trump bahkan mengklaim militer AS telah menghancurkan 58 kapal angkatan laut Iran, meski operasi militer masih akan berlanjut.


Selat Hormuz Lumpuh, Dunia Khawatir Krisis Energi

Salah satu dampak paling serius dari Konflik Timur Tengah saat ini adalah gangguan di Selat Hormuz, jalur pelayaran vital yang dilalui sekitar 20 persen pasokan minyak dunia.

Sejak perang dimulai, setidaknya 14 kapal dagang dilaporkan terkena serangan di kawasan Teluk.

Sebuah kapal kargo berbendera Thailand harus dievakuasi setelah ledakan memicu kebakaran. Kapal kontainer berbendera Jepang dan kapal kargo berbendera Kepulauan Marshall juga mengalami kerusakan.

Ratusan kapal kini tertahan di sekitar selat sempit tersebut karena khawatir menjadi sasaran serangan.

Situasi ini disebut sebagai gangguan pasokan energi terbesar sejak krisis minyak 1970-an.

Iran bahkan menyatakan tidak akan mengizinkan ekspor minyak melewati jalur itu sampai serangan Amerika Serikat dan Israel dihentikan.

Seorang juru bicara militer Iran memperingatkan bahwa harga minyak bisa melonjak hingga US$200 per barel jika konflik terus berlangsung.


Dampak Konflik Timur Tengah terhadap Dunia

Eskalasi Konflik Timur Tengah telah memicu kekhawatiran serius di berbagai negara karena berpotensi menimbulkan krisis energi global.

Harga minyak dunia telah melonjak melewati US$110 per barel, sementara lembaga energi internasional merekomendasikan pelepasan 400 juta barel cadangan minyak untuk menstabilkan pasar.

Gangguan logistik juga mulai terasa. Jalur penerbangan internasional dan pelayaran di kawasan Teluk mengalami pembatasan karena meningkatnya risiko keamanan.


Dampak Konflik Timur Tengah bagi Indonesia

Ketegangan yang terjadi di Timur Tengah juga berdampak langsung bagi Indonesia.

Beberapa potensi dampak yang mulai diantisipasi pemerintah antara lain:

1. Risiko kenaikan harga energi
Indonesia berpotensi menghadapi kenaikan biaya impor bahan bakar jika harga minyak global terus melonjak.

2. Gangguan pelayaran dan logistik
Sejumlah kapal perdagangan dilaporkan tertahan di jalur Teluk, termasuk kapal yang membawa komoditas energi.

3. Ancaman terhadap perjalanan haji dan umrah
Pemerintah sedang menyiapkan beberapa skenario untuk menghadapi kemungkinan gangguan penerbangan menuju Arab Saudi menjelang musim haji 2026.


Konflik Proksi yang Lama Membara

Para analis menilai eskalasi terbaru ini merupakan bagian dari konflik proksi yang sudah lama terjadi antara Iran dan Israel.

Perseteruan tersebut dipicu oleh berbagai faktor, mulai dari rivalitas geopolitik, perbedaan ideologi, hingga perebutan pengaruh di kawasan Timur Tengah.

Selama konflik belum menemukan solusi diplomatik, situasi diperkirakan akan terus memanas dan berpotensi memicu krisis ekonomi global yang lebih luas. (red)

  • Penulis: Redaktur Kanal Jabar

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ngarumat Hulu Cai, Gerakan Warga Jaga Air Bersih

    Ngarumat Hulu Cai, Gerakan Warga Jaga Air Bersih

    • calendar_month Rabu, 22 Apr 2026
    • account_circle Redaktur Kanal Jabar
    • visibility 122
    • 0Komentar

    Kanal Jabar, BERITA TASIKMALAYA – Bagi sebagian warga Cibunigeulis, air bersih bukan lagi hal yang bisa dianggap pasti tersedia. Dalam beberapa tahun terakhir, kekhawatiran terhadap berkurangnya debit air mulai dirasakan masyarakat. Gerakan Ngarumat Hulu Cai pun hadir sebagai bentuk harapan kolektif untuk menjaga keberlangsungan sumber air, khususnya di kawasan Gunung Kokosan. Gedong Cai dan Ketergantungan […]

  • HUT ke-80 Persit Tasikmalaya Dukung Ketahanan Pangan Nasional

    HUT ke-80 Persit Tasikmalaya Dukung Ketahanan Pangan Nasional

    • calendar_month Sabtu, 18 Apr 2026
    • account_circle Redaktur Kanal Jabar
    • visibility 132
    • 0Komentar

    Kanal Jabar, BERITA TASIKMALAYA – Perayaan HUT ke-80 Persit Tasikmalaya menjadi bagian dari upaya mendukung agenda ketahanan pangan dan pelestarian lingkungan yang sejalan dengan program nasional. Kegiatan yang digelar pada Jumat (17/4/2026) ini diisi dengan aksi penanaman pohon produktif oleh Persit Kartika Chandra Kirana Cabang XXIII Koorcab Korem 062/PD III Siliwangi. Dipimpin oleh Ny. Rima […]

  • WFH bagi ASN: Siapa Diuntungkan, dan Siapa Dirugikan?

    WFH bagi ASN: Siapa Diuntungkan, dan Siapa Dirugikan?

    • calendar_month Senin, 23 Mar 2026
    • account_circle Redaktur Kanal Jabar
    • visibility 119
    • 0Komentar

    Kanal Jabar, BERITA NASIONAL – Kebijakan WFH bagi ASN selama satu hari dalam sepekan yang akan diterapkan usai Lebaran 2026 kini memasuki tahap finalisasi. Pemerintah mengklaim langkah ini sebagai strategi menekan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) di tengah lonjakan harga minyak global. Namun di balik narasi efisiensi energi, muncul pertanyaan krusial: siapa sebenarnya yang diuntungkan, […]

  • Unigal Jadi Indikator dan Fasilitator, Pj Bupati Ciamis Lepas Peserta KKN

    Unigal Jadi Indikator dan Fasilitator, Pj Bupati Ciamis Lepas Peserta KKN

    • calendar_month Kamis, 30 Jan 2025
    • account_circle Admin Kanal Jabar
    • visibility 114
    • 0Komentar

    kanaljabar.com BERITA CIAMIS Universitas Galuh (Unigal) Ciamis sebagai salah satu perguruan tinggi strategis berperan penting sebagai indikator dan fasilitator dalam mengatasi berbagai permasalahan kompleks, khususnya di tingkat desa. Hal ini disampaikan Pj. Bupati Ciamis, Budi Waluya, saat melepas 508 peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Galuh Ciamis Tahun 2024/2025 di Halaman Pendopo Ciamis, Kamis (30/01/2025). […]

  • Persiapan Lebaran 2026: Kadishubkominfo Tasikmalaya Cek Stasiun Rajapolah

    Persiapan Lebaran 2026: Kadishubkominfo Tasikmalaya Cek Stasiun Rajapolah

    • calendar_month Minggu, 15 Mar 2026
    • account_circle Redaktur Kanal Jabar
    • visibility 81
    • 0Komentar

    Kanal Jabar, BERITA TASIKMALAYA – Menjelang arus mudik dan mobilitas masyarakat dalam rangka persiapan Lebaran 2026, Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya melalui Dinas Perhubungan, Komunikasi, dan Informatika (Dishubkominfo) melakukan peninjauan langsung ke Stasiun Rajapolah. Kepala Dishubkominfo Kabupaten Tasikmalaya, Rahayu Jamiat Abdullah, melakukan kunjungan kerja untuk memastikan kesiapan layanan naik turun penumpang Kereta Api Serayu di stasiun tersebut, […]

  • Sapma PP Kota Tasikmalaya Akan Gelar Aksi Mosi Tidak Percaya terhadap Wali Kota

    Sapma PP Kota Tasikmalaya Akan Gelar Aksi Mosi Tidak Percaya terhadap Wali Kota

    • calendar_month Sabtu, 7 Feb 2026
    • account_circle Redaktur Kanal Jabar
    • visibility 184
    • 0Komentar

    Kanal Jabar, BERITA TASIKMALAYA –Satuan Pelajar dan Mahasiswa Pemuda Pancasila (Sapma PP) Kota Tasikmalaya memastikan akan menggelar aksi unjuk rasa bertajuk Mosi Tidak Percaya terhadap kepemimpinan kepala daerah Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadhan dan Diky Candra. Aksi tersebut dijadwalkan berlangsung pada Senin, 9 Februari 2026, dengan titik akhir di Balai […]

expand_less