Gelombang 3,3 Meter Hantam Pesisir Cipatujah, Ratusan Perahu Nelayan Terombang-ambing
- account_circle Redaktur Kanal Jabar
- calendar_month 20 jam yang lalu
- visibility 14
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Kanal Jabar, BERITA TASIKMALAYA – Gelombang tinggi disertai angin kencang mendadak menerjang pesisir Kecamatan Cipatujah, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat. Kondisi tersebut membuat kawasan dermaga dipenuhi hempasan air laut dan membuat ratusan perahu nelayan yang tengah bersandar terombang-ambing keras.
Peristiwa gelombang tinggi di Cipatujah Kabupaten Tasikmalaya terjadi sejak Senin, 10 Agustus 2026 dan masih menjadi perhatian aparat saat pemantauan dilanjutkan pada Selasa, 11 Agustus 2026.
Gelombang dilaporkan mencapai ketinggian sekitar 11 feet atau setara 3,3 meter, sementara kecepatan angin mencapai 14 knot. Kondisi tersebut membuat aktivitas masyarakat di kawasan pesisir harus dilakukan dengan kewaspadaan tinggi.
Gelombang Tinggi Cipatujah Capai 3,3 Meter
Hantaman ombak terlihat menjangkau area daratan hingga kawasan penambatan perahu. Di sekitar Dermaga Pamayangsari dan Dermaga Pamoekan, ratusan perahu nelayan yang bersandar bergerak keras akibat dorongan gelombang.
Sejumlah perahu bahkan terombang-ambing dan berpotensi saling berbenturan akibat kuatnya hempasan air laut.
Situasi tersebut sempat memicu kepanikan warga pesisir. Kondisi semakin terasa mencekam dengan suara sirine dari menara mercusuar yang terdengar di tengah deru angin dan gelombang besar.
Meski kondisi laut cukup ekstrem, hingga pemantauan pada Selasa sore belum ditemukan laporan adanya korban jiwa.
Kepolisian juga memastikan belum ada laporan kerusakan parah terhadap perahu-perahu nelayan yang berada di kawasan tersebut.
Polisi Perketat Pengamanan Pesisir Cipatujah
Mengantisipasi kemungkinan terjadinya gelombang susulan, personel Polsek Cipatujah bersama Satpolairud Polres Tasikmalaya meningkatkan patroli dan pemantauan di sepanjang garis pantai.
Petugas juga melakukan patroli dialogis di sejumlah titik, termasuk Dermaga Pamayangsari dan Dermaga Pamoekan.
Dalam kegiatan tersebut, anggota piket Polsek Cipatujah, Bripka Irwans Fanny Perdana dan Bripka Yosep Supratman, turun langsung memberikan imbauan kepada masyarakat sekaligus menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).
Personel kepolisian masih disiagakan di kawasan pesisir untuk mengantisipasi perubahan kondisi laut maupun potensi gelombang susulan.
Nelayan Diminta Tunda Melaut
Kapolsek Cipatujah AKP Supian mengimbau masyarakat, khususnya nelayan dan wisatawan, untuk tidak mengabaikan kondisi cuaca dan gelombang laut yang masih berisiko.
Masyarakat diminta menghentikan sementara seluruh aktivitas di sepanjang pesisir laut. Warga juga diingatkan untuk tidak mendekati bibir pantai dan menjaga jarak aman sedikitnya 50 meter dari garis pantai.
Sementara itu, para nelayan diminta menunda rencana melaut sampai kondisi laut dinilai lebih aman.
Imbauan tersebut dikeluarkan sebagai langkah pencegahan mengingat gelombang tinggi di Cipatujah dapat kembali terjadi dan berpotensi membahayakan keselamatan warga maupun nelayan.
Kepolisian mengingatkan masyarakat agar lebih mengutamakan keselamatan serta mengikuti arahan petugas di lapangan selama kondisi cuaca dan gelombang laut belum sepenuhnya kondusif. (red)
- Penulis: Redaktur Kanal Jabar

Saat ini belum ada komentar