Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » Berita Jabar » Data Pengadaan Dibuka, Kejanggalan Mulai Terlihat

Data Pengadaan Dibuka, Kejanggalan Mulai Terlihat

  • account_circle Redaktur Kanal Jabar
  • calendar_month Rabu, 18 Mar 2026
  • visibility 267
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Kanal Jabar, BERITA TASIKMALAYAPola belanja di Bappelitbangda Kota Tasikmalaya menjadi sorotan setelah data pengadaan di Bappelitbangda yang dibuka ke publik menunjukkan indikasi yang tidak lazim. Dari penelusuran terhadap ratusan paket pengadaan, setidaknya terdapat tiga pola utama yang memicu pertanyaan serius terkait proses pengadaan barang dan jasa.


Kesamaan Pagu dan Realisasi Anggaran

Sorotan pertama tertuju pada kesamaan antara nilai pagu dan realisasi anggaran. Dalam banyak paket, angka yang tercantum terlihat identik atau hanya memiliki selisih yang sangat tipis. Dalam praktik pengadaan yang sehat, kondisi ini seharusnya tidak menjadi pola dominan.

Proses pengadaan pada dasarnya melibatkan evaluasi dan negosiasi harga untuk mendapatkan nilai terbaik. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menekankan pentingnya proses tersebut untuk mencegah kemahalan anggaran.

Ketika pola ini terus muncul dalam pengadaan di Bappelitbangda, maka muncul pertanyaan mendasar: apakah proses negosiasi benar-benar terjadi.

Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) juga menegaskan bahwa pengadaan harus menghasilkan harga yang efisien dan kompetitif. Tanpa adanya selisih antara pagu dan realisasi, indikator efisiensi menjadi lemah.


Pemecahan Paket Kecil dalam Pengadaan

Pola kedua yang mencuat adalah banyaknya paket kecil dengan jenis belanja yang serupa. Dalam data terlihat pengadaan alat tulis kantor, bahan cetak, dan kebutuhan sejenis yang dipecah menjadi banyak paket dengan nilai relatif kecil.

Dalam konteks pengadaan di Bappelitbangda, praktik ini menjadi perhatian karena secara regulasi memiliki batas yang jelas. Peraturan Presiden Nomor 16 Tahun 2018 melarang pemecahan paket pengadaan yang bertujuan untuk menghindari tender atau persaingan sehat.

Jika kebutuhan barang sejenis muncul dalam waktu yang sama, maka penggabungan paket justru akan meningkatkan efisiensi dan daya tawar harga.

Sebaliknya, pemecahan paket menjadi bagian-bagian kecil justru menurunkan tingkat kompetisi. KPK juga menyoroti bahwa metode pengadaan bernilai kecil sering kali disalahgunakan untuk menghindari mekanisme pengawasan yang lebih ketat.


Penyedia yang Muncul Berulang

Pola ketiga yang tak kalah mencolok adalah munculnya penyedia yang sama secara berulang dalam berbagai paket pengadaan. Beberapa nama penyedia terlihat berkali-kali mendapatkan pekerjaan dengan jenis yang serupa.

Dalam sistem pengadaan yang sehat, persaingan terbuka seharusnya menghasilkan distribusi pekerjaan yang lebih merata. Namun dalam praktik pengadaan di Bappelitbangda, kemunculan penyedia yang sama memunculkan potensi adanya preferensi tertentu atau pengkondisian.

KPK menyebut bahwa pengaturan repeat order yang tidak terkendali dapat membuka celah terjadinya fraud dan kolusi.


Transparansi dan Peran Pengawasan Publik

Indonesia Corruption Watch (ICW) menekankan bahwa keterbukaan data pengadaan harus diikuti dengan analisis pola, termasuk pola penyedia. Tanpa itu, transparansi hanya menjadi formalitas tanpa makna pengawasan.

Dengan terbukanya data pengadaan di Bappelitbangda, publik kini memiliki ruang untuk menguji apakah proses yang berjalan sudah sesuai prinsip transparansi, efisiensi, dan persaingan sehat.


Lebih dari Sekadar Realisasi Anggaran

Dengan munculnya tiga pola tersebut, pengadaan di Bappelitbangda Kota Tasikmalaya kini tidak hanya menjadi isu administratif, tetapi juga menjadi perhatian publik yang lebih luas.

Pada akhirnya, pengadaan barang dan jasa bukan hanya soal realisasi anggaran, tetapi juga soal bagaimana proses itu dijalankan secara transparan, efisien, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Jika pola yang muncul justru sebaliknya, maka pengawasan publik menjadi semakin relevan. (4i)

  • Penulis: Redaktur Kanal Jabar

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kunjungan Bupati Tasikmalaya Ke Ponpes Mathla’ul Anwar Sariwangi

    Kunjungan Bupati Tasikmalaya Ke Ponpes Mathla’ul Anwar Sariwangi

    • calendar_month Senin, 16 Mar 2026
    • account_circle Redaktur Kanal Jabar
    • visibility 257
    • 0Komentar

    Kanal Jabar, BERITA TASIKMALAYA – Bupati Tasikmalaya menghadiri kegiatan silaturahmi akbar yang dirangkaikan dengan buka puasa bersama di Pondok Pesantren Mathla’ul Anwar, Kecamatan Sariwangi, Sabtu (14/3/2026). Kegiatan tersebut digelar sebagai bagian dari rangkaian menyambut malam Lailatul Qadar di penghujung bulan suci Ramadan. Acara berlangsung di kompleks Pondok Pesantren Mathla’ul Anwar yang berlokasi di Kampung Legok, […]

  • Puncak Arus Balik: Kendaraan Menuju Jabodetabek Meningkat Tajam

    Puncak Arus Balik: Kendaraan Menuju Jabodetabek Meningkat Tajam

    • calendar_month Minggu, 29 Mar 2026
    • account_circle Redaktur Kanal Jabar
    • visibility 255
    • 0Komentar

    Kanal Jabar, BERITA NASIONAL – Puncak arus balik Lebaran 1447 Hijriah mulai terlihat menjelang akhir masa libur panjang. Volume kendaraan yang kembali menuju wilayah Jabodetabek mengalami lonjakan signifikan pada Sabtu, 28 Maret 2026. Data dari Jasa Marga melalui Jasamarga Metropolitan Tollroad mencatat sebanyak 186.207 kendaraan masuk ke Jabodetabek melalui empat gerbang tol utama. Angka ini […]

  • Membangun Sinergitas SWAKKA dan Dishubkominfo Kab. Tasikmalaya

    Membangun Sinergitas SWAKKA dan Dishubkominfo Kab. Tasikmalaya

    • calendar_month Senin, 9 Feb 2026
    • account_circle adminkanaljabar
    • visibility 305
    • 0Komentar

    kanaljabar.com, BERITA TASIKMALAYA – Menjelang deklarasi SWAKKA yang dijadwalkan berlangsung pada hari Kamis, 12 Februari 2026, Presidium SWAKKA melakukan kunjungan silaturahmi ke Dinas Perhubungan dan Komunikasi Informatika (Dishubkominfo) Kabupaten Tasikmalaya, Senin, 9 Februari 2026. Rombongan yang dipimpin langsung oleh Ketua SWAKKA, Ahmad Mukhlis, didampingi Ketua Panitia Deklarasi Diki Sam’ani serta beberapa anggota presidium. Kedatangan mereka […]

  • Penyambutan Kirab Mahkota Binokasih di Kawali, Menghidupkan Jejak Sejarah Tatar Galuh

    Penyambutan Kirab Mahkota Binokasih di Kawali, Menghidupkan Jejak Sejarah Tatar Galuh

    • calendar_month Selasa, 21 Apr 2026
    • account_circle Redaktur Kanal Jabar
    • visibility 333
    • 0Komentar

      Kanal Jabar, BERITA CIAMIS – Suasana khidmat dan penuh makna mewarnai Penyambutan Kirab Mahkota Binokasih yang digelar pada Senin, 20 April 2026, di Kantor Desa Kawali hingga kawasan situs bersejarah Astana Gede Kawali, Kabupaten Ciamis. Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam upaya pelestarian warisan budaya Sunda, sekaligus menghidupkan kembali jejak sejarah kejayaan kerajaan-kerajaan di […]

  • Mahasiswi Universitas Mayasari Dilaporkan Hilang di Kota Tasikmalaya

    Mahasiswi Universitas Mayasari Dilaporkan Hilang di Kota Tasikmalaya

    • calendar_month Rabu, 29 Apr 2026
    • account_circle Redaktur Kanal Jabar
    • visibility 245
    • 0Komentar

    Kanal Jabar, BERITA TASIKMALAYA – Kasus orang hilang kembali menggegerkan masyarakat Kota Tasikmalaya. Seorang mahasiswi hilang bernama Ulfah Hadiatul Alia (21), mahasiswi Universitas Mayasari Bakti, hingga kini belum diketahui keberadaannya setelah terakhir berkomunikasi dengan keluarga pada 5 April 2026. Informasi hilangnya mahasiswi Universitas Mayasari tersebut pertama kali mencuat setelah pihak kampus memberikan pemberitahuan kepada keluarga […]

  • Anak Tidak Sekolah Kabupaten Tasikmalaya Jadi Prioritas, Pendataan Diperketat

    Anak Tidak Sekolah Kabupaten Tasikmalaya Jadi Prioritas, Pendataan Diperketat

    • calendar_month Kamis, 22 Jan 2026
    • account_circle Redaktur Kanal Jabar
    • visibility 263
    • 0Komentar

    Kanal Jabar, Berita Tasikmalaya – Persoalan anak tidak sekolah Kabupaten Tasikmalaya kembali menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya. Wakil Bupati Tasikmalaya, Asep Sopari Al Ayubi, menegaskan bahwa keberadaan Anak Tidak Sekolah (ATS) tidak boleh dipandang sekadar sebagai angka administratif, melainkan sebagai indikator kegagalan sistem yang harus segera diperbaiki melalui kebijakan yang tepat sasaran. Penegasan tersebut […]

expand_less