Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » Berita Jabar » Tasikmalaya di Simpang Pilkada: Elite vs Rakyat

Tasikmalaya di Simpang Pilkada: Elite vs Rakyat

  • account_circle adminkanaljabar
  • calendar_month Sabtu, 17 Jan 2026
  • visibility 224
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

kanaljabar.com. BERITA TASIKMALAYA.
Di tingkat nasional, wacana Pilkada melalui DPRD sedang jadi perdebatan. Dan di Kota Tasikmalaya, suara sebagian elite politik mulai terdengar dengan alasan yang relatif seragam: pemilihan kepala daerah oleh DPRD dinilai lebih efisien dan bisa menghemat Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Di sisi lain, berbagai hasil survei nasional justeru menunjukkan kecenderungan yang berbeda. Mayoritas warga Indonesia, termasuk pemilih partai-partai besar, justru masih menginginkan kepala daerah dipilih langsung oleh rakyat. Di sinilah menariknya cerita Parpol Kota Tasikmalaya, di panggung lokal, elitenya bicara efisiensi. Tapi di panggung nasional, data survei bicara soal partisipasi dan kepercayaan publik.


Tiga Elite Parpol Kota Tasikmalaya Senada Soal Pilkada
Pernyataan terbaru datang dari Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadhan, yang juga kader Partai Gerindra. Dalam wawancara dengan Media Indonesia pada Jumat, 16 Januari 2026, Viman menyatakan setuju Pilkada tak langsung lewat DPRD dengan alasan efisiensi anggaran. Menurutnya, Pilkada langsung dalam kondisi fiskal sekarang menjadi beban APBD, sementara pemilihan melalui DPRD dinilai lebih efektif dari sisi pembiayaan.

Dari sisi legislatif, masih di media yang sama, Wakil Ketua DPRD Kota Tasikmalaya, H. Wahid, yang juga Ketua DPC PKB, meski lebih diplomatis, naum kecenderungannya sama seperti Wali Kota Viman. Wahid menilai pemilihan oleh DPRD memang lebih hemat dari sisi logistik dibanding Pilkada langsung, karena tahapan dan kebutuhan anggarannya jauh lebih kecil. Namun ia juga mengakui, Pilkada langsung telah melahirkan banyak kepala daerah berkinerja baik karena benar-benar dipilih rakyat, sembari mengingatkan adanya risiko politik uang di beberapa daerah.

Suara yang lebih benderang terdengar dari Fraksi PKS di DPRD Kota Tasikmalaya. Ketua Fraksi PKS, H. Yadi Mulyadi, dalam sebuah Musrenbang di Kelurahan Cikalang pada Senin, 12 Januari 2026, dikutip Times Indonesia, menyebut bahwa “di daerah kami juga mendukung” wacana Pilkada melalui DPRD, meski tanpa penjelasan rinci cakupan wilayah dukungan tersebut.

Artinya, setidaknya sudah ada tiga elite Parpol Kota Tasikmalaya yang sudah buka suara:

Viman (Gerindra) – Wali Kota Tasikmalaya
Wahid (PKB) – Wakil Ketua DPRD Kota Tasikmalaya
Yadi Mulyadi (PKS) – Ketua Fraksi PKS DPRD Kota Tasikmalaya
Ketiganya, dengan nuansa argumen yang relatif itu-itu saja, sama-sama memandang mekanisme Pilkada melalui DPRD sebagai opsi yang perlu dipertimbangkan, terutama atas nama efisiensi anggaran. Di level wacana, ini membuat Pilkada melalui DPRD Tasikmalaya tampak seperti arus yang mulai menguat di kalangan elite politik lokal, meskipun belum ada keputusan resmi di tingkat regulasi.

Kedua, survei Litbang Kompas yang dipublikasikan 12 Januari 2026 memperkuat temuan tersebut. Dalam survei yang dilakukan melalui wawancara telepon pada 8–11 Desember 2025 terhadap 510 responden di 76 kota di 38 provinsi, dengan margin of error sekitar ±4,24 persen, hasilnya:

77,3% responden menilai sistem paling cocok adalah Pilkada langsung.
Hanya 5,6% responden yang memilih Pilkada melalui DPRD.
15,2% menganggap tidak terlalu masalah apakah lewat DPRD atau langsung.
Lebih jauh, Litbang Kompas juga mencatat mayoritas responden tidak percaya DPRD bila diberi kewenangan memilih kepala daerah. Sebanyak 78,1% responden menyatakan tidak percaya DPRD akan memilih kepala daerah secara jujur dan sesuai aspirasi masyarakat; yang percaya hanya sekitar 19%.

Yang membuat cerita ini makin relevan untuk Tasikmalaya adalah temuan tentang basis pemilih partai. Litbang Kompas mencatat, mayoritas pemilih partai-partai yang mendorong atau membuka ruang diskusi Pilkada melalui DPRD justru menginginkan Pilkada tetap langsung. Pemilih Gerindra tercatat sekitar 65,9% mendukung Pilkada langsung, PKS sekitar 72,6%, dan PKB sekitar 76%, sementara pemilih partai lain seperti NasDem, PAN, Demokrat bahkan lebih dari 80% mendukung Pilkada langsung.

Dengan kata lain, jika dilihat dari data survei, preferensi pemilih partai-partai tersebut masih condong ke mekanisme Pilkada langsung. Di tingkat nasional, wacana Pilkada melalui DPRD justru berhadapan dengan temuan bahwa sebagian besar warga masih ingin menggunakan hak pilihnya secara langsung, sekaligus menyimpan keraguan terhadap DPRD sebagai satu-satunya penentu kepala daerah.

Di titik inilah Tasikmalaya menjadi potret kecil paradoks demokrasi Indonesia: elite Parpol Kota Tasikmalaya bicara atas nama efisiensi, sementara hasil riset nasional menunjukkan mayoritas publik, termasuk pemilih Gerindra, PKB, dan PKS sendiri, masih ingin kepala daerah dipilih langsung. Apakah wacana Pilkada melalui DPRD Tasikmalaya akan mengikuti selera elite atau justru diuji oleh suara pemilihnya sendiri, tampaknya akan menjadi bab penting berikutnya dalam dinamika politik lokal kota ini. (SUS)

  • Penulis: adminkanaljabar

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Warga Ciamis Dapat Angin Segar, Denda Tunggakan Resmi Dihapus

    Warga Ciamis Dapat Angin Segar, Denda Tunggakan Resmi Dihapus

    • calendar_month Selasa, 6 Mei 2025
    • account_circle adminkanaljabar
    • visibility 337
    • 0Komentar

    kanaljabar.com BERITA CIAMIS Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ciamis memberikan kabar baik bagi warganya. Mulai 1 Mei hingga 31 Juli 2025, sanksi administrasi atau denda tunggakan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) resmi dihapuskan. Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Ciamis, Dr. H. Aep Saepulloh, menjelaskan bahwa kebijakan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam […]

  • SWAKKA Resmi Berdiri, Perkuat Komunitas Media Priangan Timur

    SWAKKA Resmi Berdiri, Perkuat Komunitas Media Priangan Timur

    • calendar_month Rabu, 5 Nov 2025
    • account_circle Redaktur Kanal Jabar
    • visibility 319
    • 0Komentar

    Kanal Jabar, BERITA TASIKMALAYA – Sejumlah perwakilan media online di wilayah Priangan Timur menyepakati pembentukan sebuah komunitas baru bernama SWAKKA. Kesepakatan tersebut lahir setelah diskusi intensif yang digelar di Kota Tasikmalaya, Rabu (5/11/2025). SWAKKA merupakan akronim dari “Sawala Wartawan dan Konten Kreator Aspiratif”. Istilah sawala diambil dari bahasa Sunda yang berarti musyawarah atau ruang bertukar […]

  • Pemkab Tasikmalaya Tegaskan Larangan Gratifikasi Bagi ASN

    Pemkab Tasikmalaya Tegaskan Larangan Gratifikasi Bagi ASN

    • calendar_month Selasa, 17 Mar 2026
    • account_circle Redaktur Kanal Jabar
    • visibility 260
    • 0Komentar

    Kanal Jabar, BERITA TASIKMALAYA – Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya resmi menerbitkan kebijakan tegas terkait larangan gratifikasi bagi aparatur sipil negara menjelang Hari Raya Idul Fitri. Melalui surat edaran Bupati Tasikmalaya, seluruh ASN Kabupaten Tasikmalaya dilarang meminta Tunjangan Hari Raya (THR) kepada masyarakat, perusahaan, maupun pihak yang memiliki hubungan kerja dengan pemerintah daerah. Kebijakan tersebut tertuang dalam […]

  • Hackclub Campfire dan Realitas Dukungan untuk Talenta Digital Tasikmalaya

    Hackclub Campfire dan Realitas Dukungan untuk Talenta Digital Tasikmalaya

    • calendar_month Minggu, 1 Mar 2026
    • account_circle Redaktur Kanal Jabar
    • visibility 207
    • 0Komentar

    Kanal Jabar, BERITA TASIKMALAYA – Transformasi digital terus digaungkan di berbagai level pemerintahan. Namun di lapangan, kisah seorang pelajar 14 tahun asal Tasikmalaya menunjukkan bahwa jalan menuju ekosistem digital belum sepenuhnya ditopang sistem yang kuat. Arkanurrizky A.H, siswa SMP Negeri 1 Tasikmalaya, menjadi salah satu peserta dalam ajang Hackclub Campfire yang digelar di Perpustakaan Jakarta […]

  • Catat Tanggalnya! Kalender Libur Nasional & Cuti Bersama 2026 Capai 23 Hari

    Catat Tanggalnya! Kalender Libur Nasional & Cuti Bersama 2026 Capai 23 Hari

    • calendar_month Sabtu, 3 Jan 2026
    • account_circle adminkanaljabar
    • visibility 373
    • 0Komentar

    kanaljabar.com. BERITA NASIONAL – Pemerintah resmi menetapkan daftar hari libur nasional dan cuti bersama tahun 2026. Kepastian tersebut tertuang dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) yang ditandatangani pada 19 September 2025 oleh tiga kementerian, yakni Kementerian Agama, Kementerian Ketenagakerjaan, serta Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi. Dalam SKB tersebut, pemerintah menetapkan 16 hari libur nasional dan […]

  • Bupati Tasikmalaya Luncurkan Program Satu Siswa Satu Pohon, Dorong Swasembada Pangan

    Bupati Tasikmalaya Luncurkan Program Satu Siswa Satu Pohon, Dorong Swasembada Pangan

    • calendar_month Selasa, 20 Jan 2026
    • account_circle Redaktur Kanal Jabar
    • visibility 315
    • 0Komentar

    Kanal Jabar, Berita Tasikmalaya – Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya terus memperkuat komitmen mewujudkan swasembada pangan Tasikmalaya melalui sektor pendidikan. Hal ini ditandai dengan peluncuran program Satu Siswa Satu Pohon yang dirangkaikan dengan swasembada pangan berbasis sekolah di Kecamatan Cikalong, Senin (19/1/2026). Bupati Tasikmalaya, H. Cecep Nurul Yakin, secara langsung menghadiri kegiatan tersebut yang dipusatkan di halaman […]

expand_less