Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » Berita Jabar » Diamnya Pemkot Picu Aksi Pedagang Pasar Cikurubuk

Diamnya Pemkot Picu Aksi Pedagang Pasar Cikurubuk

  • account_circle Redaktur Kanal Jabar
  • calendar_month Jumat, 6 Mar 2026
  • visibility 113
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Kanal Jabar, BERITA TASIKMALAYAKekecewaan Pedagang Pasar Cikurubuk terhadap Pemerintah Kota Tasikmalaya semakin menguat. Hampir tiga pekan setelah surat resmi disampaikan kepada Wali Kota Tasikmalaya, para pedagang mengaku belum menerima tanggapan dari pemerintah daerah.

Kondisi tersebut memicu kekhawatiran sekaligus kekecewaan di kalangan pedagang yang selama ini menggantungkan penghidupan dari aktivitas ekonomi di pasar tradisional terbesar di Kota Tasikmalaya tersebut.

Karena tidak adanya respons yang jelas, sejumlah pedagang bersama elemen masyarakat kini mulai menyiapkan aksi massa sebagai bentuk penyampaian aspirasi.


Sekitar 500 Massa Diperkirakan Ikut Aksi

Aksi tersebut direncanakan berlangsung pada Senin (9/3/2026) dan diperkirakan akan diikuti sekitar 500 orang.

Para peserta aksi berasal dari berbagai unsur masyarakat yang tergabung dalam Forum Masyarakat Peduli Pedagang Pasar Cikurubuk.

Forum tersebut dipimpin oleh ulama senior Tasikmalaya, KH Tb Miftah Fauzi, yang dikenal aktif memperjuangkan aspirasi pedagang pasar tradisional di daerah tersebut.

Rencana aksi ini menjadi langkah lanjutan setelah berbagai upaya komunikasi yang dilakukan para pedagang dinilai belum mendapat tanggapan dari pemerintah daerah.


Surat HIPPATAS Sudah Dikirim Sejak Februari

Sebelumnya, Perkumpulan Himpunan Pedagang Pasar Tasikmalaya (HIPPATAS) telah mengirimkan surat resmi kepada pemerintah daerah pada 13 Februari 2026.

Surat tersebut ditujukan kepada Wali Kota Tasikmalaya serta sejumlah instansi lainnya, termasuk DPRD Kota Tasikmalaya, Polres Tasikmalaya Kota, Kejaksaan Negeri, Kodim, Satpol PP, Dinas Koperasi UKM Perindag, Dinas Perhubungan, hingga Dinas Lingkungan Hidup.

Melalui surat tersebut, Pedagang Pasar Cikurubuk meminta Pemerintah Kota Tasikmalaya segera mengambil langkah kebijakan terkait sejumlah persoalan yang mereka hadapi di lingkungan pasar.

Namun hingga Jumat (6/3/2026), para pedagang mengaku belum menerima tanggapan resmi.

Bagi para pedagang, tidak adanya respons tersebut menimbulkan kesan bahwa aspirasi mereka belum menjadi perhatian serius pemerintah kota.


Forum Peduli Pedagang Dibentuk

Merespons situasi tersebut, sejumlah tokoh masyarakat bersama para pedagang kemudian membentuk Forum Masyarakat Peduli Pedagang Pasar Cikurubuk.

Forum ini menjadi wadah konsolidasi bagi berbagai elemen masyarakat yang menilai persoalan di Pasar Cikurubuk bukan hanya menyangkut pedagang semata, tetapi juga berkaitan dengan keberlangsungan ekonomi masyarakat kecil.

Melalui forum tersebut, rencana aksi massa mulai disiapkan sebagai langkah untuk menyampaikan aspirasi Pedagang Pasar Cikurubuk secara langsung kepada pemerintah daerah.

Para pedagang berharap pemerintah kota bersedia membuka ruang dialog agar persoalan yang terjadi dapat segera menemukan solusi.


Pedagang Sebut Aksi Bukan untuk Konflik

Sejumlah pedagang yang ditemui di lingkungan Pasar Cikurubuk membenarkan adanya rencana aksi tersebut.

Menurut mereka, aksi tersebut bukan bertujuan menciptakan konflik, melainkan menjadi cara agar suara pedagang benar-benar didengar oleh pemerintah daerah.

Salah seorang pedagang mengatakan bahwa para pedagang sebelumnya telah menempuh jalur komunikasi resmi melalui surat yang dikirimkan oleh HIPPATAS.

Namun karena hingga kini belum ada jawaban, para Pedagang Pasar Cikurubuk akhirnya memutuskan untuk menyiapkan langkah aksi massa.


Pedagang: Kami Hanya Ingin Didengar

Seorang pedagang yang telah lama berjualan di Pasar Cikurubuk mengaku kecewa karena aspirasi pedagang belum mendapat respons.

Ia mengatakan bahwa Pasar Cikurubuk bukan sekadar tempat berdagang, tetapi menjadi sumber penghidupan bagi ribuan keluarga.

“Surat sudah kami kirim sejak pertengahan Februari, tapi sampai sekarang belum ada jawaban. Kami hanya ingin didengar,” ujarnya.

Para pedagang berharap pemerintah daerah segera membuka komunikasi agar persoalan di pasar tradisional tersebut tidak terus berlarut.

Bagi mereka, dialog yang terbuka dianggap sebagai langkah terbaik untuk mencari solusi bersama. (red)

  • Penulis: Redaktur Kanal Jabar

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Detik-Detik kebakaran trafo PJU Saat Sahur di Bumikersanagara, Warga Sempat Panik

    Detik-Detik kebakaran trafo PJU Saat Sahur di Bumikersanagara, Warga Sempat Panik

    • calendar_month Rabu, 25 Feb 2026
    • account_circle Redaktur Kanal Jabar
    • visibility 105
    • 0Komentar

    kanaljabar.com, BERITA TASIKMALAYA – Subuh yang seharusnya tenang berubah menjadi momen menegangkan di Perum Bumikersanagara. Sekitar pukul 04.00 WIB, tepat saat warga bersiap santap sahur, kobaran api tiba-tiba terlihat dari trafo Penerangan Jalan Umum (PJU) yang berada tak jauh dari rumah Pak Gatot. Cahaya api menyala terang di tengah gelapnya pagi. Beberapa warga yang melihat […]

  • PPPK Paruh Waktu: Antara Pinangan dan Pelaminan yang Tak Kunjung Datang

    PPPK Paruh Waktu: Antara Pinangan dan Pelaminan yang Tak Kunjung Datang

    • calendar_month Selasa, 28 Okt 2025
    • account_circle Admin Kanal Jabar
    • visibility 135
    • 0Komentar

    kanaljabar.com. BERITA NASIONAL Tenaga honorer akhirnya bisa tersenyum lega di Tahun 2025 ini. Setelah bertahun-tahun menunggu dalam ketidakpastian, mereka akhirnya mendapat kabar bakal “dipinang” juga oleh negara, lewat status baru yang disebut PPPK Paruh Waktu. Namun seperti kisah cinta yang manis di awal tapi masih samar di ujung, andai pun jadi, pinangan itu ternyata belum […]

  • Mahasiswi Universitas Mayasari Dilaporkan Hilang di Kota Tasikmalaya

    Mahasiswi Universitas Mayasari Dilaporkan Hilang di Kota Tasikmalaya

    • calendar_month Rabu, 29 Apr 2026
    • account_circle Redaktur Kanal Jabar
    • visibility 92
    • 0Komentar

    Kanal Jabar, BERITA TASIKMALAYA – Kasus orang hilang kembali menggegerkan masyarakat Kota Tasikmalaya. Seorang mahasiswi hilang bernama Ulfah Hadiatul Alia (21), mahasiswi Universitas Mayasari Bakti, hingga kini belum diketahui keberadaannya setelah terakhir berkomunikasi dengan keluarga pada 5 April 2026. Informasi hilangnya mahasiswi Universitas Mayasari tersebut pertama kali mencuat setelah pihak kampus memberikan pemberitahuan kepada keluarga […]

  • Kasus Siswi Mengemis Soroti Data dan Realitas Kemiskinan di Tasikmalaya

    Kasus Siswi Mengemis Soroti Data dan Realitas Kemiskinan di Tasikmalaya

    • calendar_month Sabtu, 28 Feb 2026
    • account_circle Redaktur Kanal Jabar
    • visibility 115
    • 0Komentar

    Kanal Jabar, BERITA TASIKMALAYA – Kasus Ns, siswi sekolah dasar berprestasi yang diketahui mengemis pada malam hari di pusat Kota Tasikmalaya, membuka kembali diskusi mengenai kondisi kemiskinan di Tasikmalaya. Peristiwa ini tidak hanya menyentuh sisi kemanusiaan, tetapi juga memunculkan pertanyaan tentang efektivitas sistem perlindungan sosial dan akurasi pendataan keluarga rentan. Kunjungan aparat kecamatan ke rumah […]

  • Melawan Hoaks dari Desa, Roni Imroni Raih Sorot News Golden Award 2025

    Melawan Hoaks dari Desa, Roni Imroni Raih Sorot News Golden Award 2025

    • calendar_month Minggu, 21 Des 2025
    • account_circle Redaktur Kanal Jabar
    • visibility 120
    • 0Komentar

    Kanal Jabar, BERITA TASIKMALAYA – Di tengah derasnya arus informasi digital, penyebaran berita hoaks menjadi tantangan serius bagi masyarakat, termasuk di daerah. Di Kabupaten Tasikmalaya, upaya melawan hoaks tidak selalu hadir melalui kampanye besar, melainkan tumbuh dari penguatan literasi digital di tingkat desa. Atas konsistensinya membangun komunikasi publik yang sehat dan memberdayakan masyarakat dalam menghadapi […]

  • Bupati Tasikmalaya Luncurkan Program Satu Siswa Satu Pohon, Dorong Swasembada Pangan

    Bupati Tasikmalaya Luncurkan Program Satu Siswa Satu Pohon, Dorong Swasembada Pangan

    • calendar_month Selasa, 20 Jan 2026
    • account_circle Redaktur Kanal Jabar
    • visibility 120
    • 0Komentar

    Kanal Jabar, Berita Tasikmalaya – Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya terus memperkuat komitmen mewujudkan swasembada pangan Tasikmalaya melalui sektor pendidikan. Hal ini ditandai dengan peluncuran program Satu Siswa Satu Pohon yang dirangkaikan dengan swasembada pangan berbasis sekolah di Kecamatan Cikalong, Senin (19/1/2026). Bupati Tasikmalaya, H. Cecep Nurul Yakin, secara langsung menghadiri kegiatan tersebut yang dipusatkan di halaman […]

expand_less