Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » Berita Nasional » WFH bagi ASN: Siapa Diuntungkan, dan Siapa Dirugikan?

WFH bagi ASN: Siapa Diuntungkan, dan Siapa Dirugikan?

  • account_circle Redaktur Kanal Jabar
  • calendar_month Senin, 23 Mar 2026
  • visibility 251
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Kanal Jabar, BERITA NASIONAL – Kebijakan WFH bagi ASN selama satu hari dalam sepekan yang akan diterapkan usai Lebaran 2026 kini memasuki tahap finalisasi. Pemerintah mengklaim langkah ini sebagai strategi menekan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) di tengah lonjakan harga minyak global.

Namun di balik narasi efisiensi energi, muncul pertanyaan krusial: siapa sebenarnya yang diuntungkan, dan siapa yang harus menanggung dampaknya?

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, memastikan kebijakan tetap berjalan meski aturan teknis masih disusun.

“WFH akan didetailkan, tetapi sesudah Lebaran kita akan berlakukan,” ujarnya.

Kebijakan ini berlaku bagi ASN dan diimbau untuk diikuti sektor swasta, dengan pengecualian layanan publik yang tetap beroperasi normal.

Dibalik Ambisi Hemat BBM

Jika ditarik lebih jauh, kebijakan WFH bagi ASN tidak berdiri sendiri. Ia lahir dari tekanan global—harga minyak yang menembus US$100 per barel akibat konflik geopolitik.

Dalam konteks itu, pemerintah membutuhkan langkah cepat untuk menahan laju konsumsi energi domestik.

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, bahkan telah mengungkap estimasi awal penghematan.

“Ada hitungan kasar, sekitar 20 persen,” ujarnya.

Namun, angka tersebut masih jauh dari kata pasti. Pengalaman menunjukkan, efektivitas kebijakan semacam ini sangat bergantung pada perilaku masyarakat di lapangan.

Siapa yang Diuntungkan?

Di atas kertas, ada pihak-pihak yang berpotensi mendapatkan manfaat langsung dari kebijakan ini.
Pemerintah, misalnya, berpeluang menekan beban subsidi energi jika mobilitas benar-benar berkurang. Dalam situasi fiskal yang tertekan, ini menjadi keuntungan strategis.

Di sisi lain, sebagian pekerja kantoran juga mendapat ruang fleksibilitas. Pengeluaran transportasi berkurang, waktu perjalanan bisa dihemat, dan ritme kerja menjadi lebih longgar—setidaknya satu hari dalam sepekan.

Namun, manfaat ini tidak merata. Dan di sinilah persoalan mulai muncul.

Siapa yang Dirugikan?

Begitu mobilitas menurun, dampaknya langsung terasa di sektor ekonomi berbasis keramaian.
Pelaku UMKM di sekitar perkantoran—warung makan, pedagang kaki lima, hingga jasa harian—berisiko kehilangan pelanggan tetap.

Penurunan satu hari aktivitas mungkin terdengar kecil, tetapi dalam skala besar, dampaknya bisa signifikan terhadap pendapatan harian.

Efek serupa juga menghantam sektor transportasi. Ojek online dan angkutan harian yang selama ini hidup dari mobilitas pekerja akan menghadapi penurunan permintaan.

Bahkan, sektor manufaktur pun tidak sepenuhnya aman. Jika kebijakan diterapkan tanpa fleksibilitas, produktivitas bisa ikut tergerus.

Celah Kebijakan: Dari WFH ke WFE

Masalah tidak berhenti di dampak ekonomi. Ada persoalan yang lebih mendasar: disiplin pelaksanaan.

Tanpa pengawasan, kebijakan WFH bagi ASN berpotensi melenceng dari tujuan awal. WFH bisa berubah menjadi Work From Everywhere (WFE).
Alih-alih bekerja dari rumah, sebagian pekerja bisa memanfaatkan momen ini untuk bepergian atau memperpanjang akhir pekan.

Jika itu terjadi, penghematan BBM yang diharapkan justru tidak akan tercapai.

Berbeda dengan masa pandemi Covid-19, saat itu ada faktor pembatas yang kuat. Kini, variabel tersebut praktis tidak ada.

  • Penulis: Redaktur Kanal Jabar

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Serbuan Barang Impor Mengguncang Pasar Indonesia

    Serbuan Barang Impor Mengguncang Pasar Indonesia

    • calendar_month Selasa, 13 Mei 2025
    • account_circle adminkanaljabar
    • visibility 215
    • 0Komentar

    kanaljabar.com BERITA NASIONAL Tahun 2025 belum juga mencapai garis tengah. Namun, Indonesia—negeri agraris-maritim yang sering dibanggakan sebagai kaya sumber daya—kembali kebanjiran tamu dari luar negeri. Mereka datang bukan sebagai wisatawan, melainkan sebagai barang impor. Dan seperti biasa, semuanya dibayar lunas. Dari setrika pintar beraksen Mandarin, bantal aromaterapi asal Thailand, hingga pakaian olahraga buatan Vietnam yang […]

  • Belanja Ratusan Miliar Tanpa BAST, Pemkot Tasikmalaya Diminta Transparan

    Belanja Ratusan Miliar Tanpa BAST, Pemkot Tasikmalaya Diminta Transparan

    • calendar_month Senin, 9 Feb 2026
    • account_circle Redaktur Kanal Jabar
    • visibility 188
    • 0Komentar

    Kanal Jabar, BERITA TASIKMALAYA – Pengelolaan anggaran Pemerintah Kota Tasikmalaya kembali menjadi sorotan. Komunitas Sawala Wartawan dan Konten Kreator Aspiratif (SWAKKA) menilai realisasi belanja daerah senilai lebih dari Rp145 miliar belum didukung laporan serah terima atau Berita Acara Serah Terima (BAST) yang sah. Sekretaris SWAKKA, Asep Ishak, mengatakan ketiadaan BAST atas belanja yang telah direalisasikan […]

  • Menakar Efektivitas Birokrasi dan Kepemimpinan di Pemerintah Kota Tasikmalaya

    Menakar Efektivitas Birokrasi dan Kepemimpinan di Pemerintah Kota Tasikmalaya

    • calendar_month Senin, 16 Feb 2026
    • account_circle adminkanaljabar
    • visibility 192
    • 0Komentar

    kanaljabar.com, BERITA TASIKMALAYA Memasuki satu tahun terakhir masa kepemimpinan di Kota Tasikmalaya, berbagai catatan evaluatif mulai bermunculan dari sejumlah elemen masyarakat. Sorotan utama tertuju pada tata kelola birokrasi yang dinilai masih menghadapi sejumlah kendala, khususnya dalam koordinasi internal dan efektivitas pelaksanaan program strategis daerah. Sejumlah isu penting di lingkungan Pemerintah Kota disebut belum berjalan maksimal. Kritik […]

  • Puncak Arus Balik: Kendaraan Menuju Jabodetabek Meningkat Tajam

    Puncak Arus Balik: Kendaraan Menuju Jabodetabek Meningkat Tajam

    • calendar_month Minggu, 29 Mar 2026
    • account_circle Redaktur Kanal Jabar
    • visibility 226
    • 0Komentar

    Kanal Jabar, BERITA NASIONAL – Puncak arus balik Lebaran 1447 Hijriah mulai terlihat menjelang akhir masa libur panjang. Volume kendaraan yang kembali menuju wilayah Jabodetabek mengalami lonjakan signifikan pada Sabtu, 28 Maret 2026. Data dari Jasa Marga melalui Jasamarga Metropolitan Tollroad mencatat sebanyak 186.207 kendaraan masuk ke Jabodetabek melalui empat gerbang tol utama. Angka ini […]

  • Mudik 2026: Tasikmalaya Gelar Apel Operasi Ketupat, Ribuan Personel Disiagakan

    Mudik 2026: Tasikmalaya Gelar Apel Operasi Ketupat, Ribuan Personel Disiagakan

    • calendar_month Sabtu, 14 Mar 2026
    • account_circle Redaktur Kanal Jabar
    • visibility 254
    • 0Komentar

    Kanal Jabar, BERITA TASIKMALAYA – Apel tersebut dipimpin oleh Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kabupaten Tasikmalaya Roni Ahmad Sahroni yang mewakili Bupati Tasikmalaya. Kegiatan ini menjadi bagian dari langkah awal aparat pemerintah dan keamanan dalam memastikan kesiapan personel, sarana, serta strategi pengamanan menjelang arus mudik dan balik Lebaran. Operasi Ketupat 2026 Libatkan Ribuan Personel Dalam amanat […]

  • Silaturahmi dan Audiensi Komunitas SWAKKA Bangun Kemitraan Strategis di Tasikmalaya

    Silaturahmi dan Audiensi Komunitas SWAKKA Bangun Kemitraan Strategis di Tasikmalaya

    • calendar_month Senin, 20 Apr 2026
    • account_circle Redaktur Kanal Jabar
    • visibility 266
    • 0Komentar

    Kanal Jabar, BERITA TASIKMALAYA – Komunitas Sawala Wartawan dan Konten Kreator Aspiratif (SWAKKA) terus menunjukkan komitmennya dalam membangun sinergi lintas sektor pasca deklarasi yang digelar pada 12 Februari 2026. Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah melalui kegiatan silaturahmi dan audiensi komunitas SWAKKA dengan sejumlah perangkat daerah di Kota Tasikmalaya. Kegiatan yang berlangsung pada Senin siang […]

expand_less