Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » Berita Jabar » Tukang Bakso Diculik di Tasikmalaya: Respon Cepat Aparat Kepolisian

Tukang Bakso Diculik di Tasikmalaya: Respon Cepat Aparat Kepolisian

  • account_circle Redaktur Kanal Jabar
  • calendar_month Senin, 20 Apr 2026
  • visibility 66
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Kanal Jabar, BERITA TASIKMALAYAKasus Tukang Bakso diculik di Tasikmalaya menjadi sorotan publik setelah peristiwa dugaan penganiayaan dan penculikan terjadi di Jalan Cieunteung, Kelurahan Cilembang, Kecamatan Cihideung, Kota Tasikmalaya, pada Minggu malam, 19 April 2026.

Korban diketahui bernama Sutarno (48), seorang pedagang bakso yang dikenal warga dengan sebutan Bakso Solo “Mas Suparno”. Insiden ini sontak mengundang perhatian warga sekitar, bahkan ratusan orang dilaporkan memadati lokasi kejadian untuk mencari informasi terkait kondisi korban.

Peristiwa ini tidak hanya menimbulkan kekhawatiran, tetapi juga menyisakan trauma bagi keluarga korban dan masyarakat sekitar yang menyaksikan langsung kejadian tersebut.

Kronologi Awal: Kesalahpahaman yang Berujung Tragis

Kasus Tukang Bakso diculik di Tasikmalaya bermula dari insiden yang terjadi saat waktu Magrib. Berdasarkan keterangan istri korban, Winarti, saat itu suaminya tengah melayani pelanggan seperti biasa.

Namun, situasi berubah ketika seorang perempuan yang sedang membeli bakso merasa tidak nyaman setelah terjadi kontak fisik yang diduga tidak disengaja saat proses pelayanan. Insiden tersebut memicu emosi pasangan yang datang bersama perempuan tersebut.

Ketegangan sempat terjadi di lokasi, namun pasangan tersebut akhirnya meninggalkan tempat. Sayangnya, peristiwa tersebut tidak berhenti sampai di situ.

Diserang Sekelompok Remaja Saat Waktu Isya

Ketegangan meningkat drastis beberapa jam kemudian. Dalam kasus Tukang Bakso diculik di Tasikmalaya, suasana berubah mencekam saat waktu Isya, ketika sekelompok remaja datang ke lokasi menggunakan empat sepeda motor.

Tanpa banyak interaksi, kelompok tersebut langsung melakukan tindakan kekerasan terhadap korban. Sutarno dilaporkan dipukul dan diserang secara brutal di depan warungnya sendiri.

Kondisi korban semakin memprihatinkan setelah mengalami pukulan di bagian kepala dan tubuh, bahkan tubuhnya dibenturkan ke gerobak dagangannya. Aksi kekerasan ini berlangsung cepat namun meninggalkan dampak yang sangat besar.

Dianiaya di Depan Keluarga, Lalu Dibawa Paksa

Yang membuat kasus Tukang Bakso diculik di Tasikmalaya semakin memilukan adalah fakta bahwa aksi penganiayaan tersebut terjadi di hadapan keluarga korban.

Dua anak korban yang masih berusia 16 tahun dan 10 tahun menjadi saksi langsung kekerasan terhadap ayah mereka. Selain itu, istri korban juga tidak mampu berbuat banyak karena situasi berlangsung sangat cepat dan penuh tekanan.

Setelah melakukan penganiayaan, para pelaku tidak berhenti sampai di situ. Mereka kemudian membawa paksa korban bersama seorang keponakannya yang berusia sekitar 25 tahun.

Warga sekitar yang menyadari kejadian tersebut tidak sempat memberikan pertolongan karena pelaku langsung melarikan diri menggunakan kendaraan mereka.

Respons Cepat Aparat Kepolisian

Menyikapi kasus Tukang Bakso diculik di Tasikmalaya, pihak kepolisian bergerak cepat. Personel dari Polsek Cihideung bersama Satuan Samapta dan Satreskrim Polres Tasikmalaya Kota langsung mendatangi lokasi kejadian.

Petugas melakukan pengamanan area, mengumpulkan keterangan dari saksi-saksi, serta mengidentifikasi bukti di tempat kejadian perkara (TKP). Upaya penyelidikan terus dilakukan untuk mengungkap identitas pelaku serta motif di balik kejadian tersebut.

Hingga saat ini, aparat kepolisian masih melakukan pengejaran terhadap para pelaku dan berupaya melacak keberadaan korban yang dibawa paksa.

Harapan Keluarga dan Imbauan untuk Masyarakat

Keluarga korban berharap agar kasus Tukang Bakso diculik di Tasikmalaya ini segera menemukan titik terang. Mereka berharap Sutarno dan keponakannya dapat ditemukan dalam keadaan selamat.

Selain itu, keluarga juga meminta agar para pelaku dapat diproses secara hukum sesuai dengan ketentuan yang berlaku, mengingat tindakan yang dilakukan termasuk kategori kekerasan dan main hakim sendiri.

Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk menahan diri dalam menyelesaikan konflik. Kesalahpahaman kecil seharusnya tidak berujung pada tindakan kriminal yang merugikan banyak pihak.

Refleksi: Bahaya Main Hakim Sendiri di Tengah Masyarakat

Kasus Tukang Bakso diculik di Tasikmalaya menjadi cerminan nyata bagaimana emosi yang tidak terkendali dapat memicu tindakan yang melanggar hukum.

Budaya main hakim sendiri tidak hanya membahayakan korban, tetapi juga pelaku yang harus berhadapan dengan konsekuensi hukum. Oleh karena itu, penting bagi masyarakat untuk mengedepankan penyelesaian masalah melalui jalur yang benar.

Dengan meningkatnya kesadaran hukum dan empati sosial, diharapkan kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang. (4i) 

  • Penulis: Redaktur Kanal Jabar

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • IAIT FEST 2026 Dorong Kebangkitan Media Dakwah Kreatif di Kalangan Pelajar Priangan Timur

    IAIT FEST 2026 Dorong Kebangkitan Media Dakwah Kreatif di Kalangan Pelajar Priangan Timur

    • calendar_month Senin, 2 Feb 2026
    • account_circle Admin Kanal Jabar
    • visibility 56
    • 0Komentar

    kanaljabar.com BERITA TASIKMALAYA Dewan Mahasiswa Institut Agama Islam Tasikmalaya menggelar kegiatan IAIT FEST 2026 se Priangan Timur yang melibatkan pelajar tingkat SMA, MA, dan SMK se Priangan Timur, Senin (02/02/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari agenda kemahasiswaan Institut Agama Islam Tasikmalaya yang berfokus pada penguatan peran generasi muda di era digital. Memaksimalkan Teknologi Sebagai Media […]

  • Kota Tasikmalaya: Keluhan ASN Memuncak, THR  Dibayar Bertahap

    Kota Tasikmalaya: Keluhan ASN Memuncak, THR Dibayar Bertahap

    • calendar_month Kamis, 19 Mar 2026
    • account_circle Redaktur Kanal Jabar
    • visibility 48
    • 0Komentar

    Kanal Jabar, BERITA TASIKMALAYA – Kebijakan Pemerintah Kota Tasikmalaya yang membayarkan Tunjangan Hari Raya (THR) Aparatur Sipil Negara (ASN) secara bertahap terus menuai sorotan. Tidak hanya menjadi perbincangan internal, gelombang keluhan ASN juga ramai bermunculan di media sosial. Sejumlah ASN mempertanyakan skema pembayaran yang dinilai tidak utuh, bahkan menyoroti prioritas pencairan komponen THR ASN di […]

  • Milad ke-11 UMTAS, Muhammadiyah Dorong Penguatan Kualitas dan Ekspansi Prodi

    Milad ke-11 UMTAS, Muhammadiyah Dorong Penguatan Kualitas dan Ekspansi Prodi

    • calendar_month Sabtu, 24 Jan 2026
    • account_circle Redaktur Kanal Jabar
    • visibility 62
    • 0Komentar

    Kanal Jabar, Berita Tasikmalaya – Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya (UMTAS) memasuki usia ke-11 tahun sebagai institusi pendidikan tinggi. Momentum milad ke-11 UMTAS dimaknai sebagai fase kematangan menuju penguatan kualitas akademik dan perluasan peran strategis kampus dalam mencetak sumber daya manusia unggul dan berkepribadian. Hal tersebut disampaikan oleh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Barat, Prof. Yadi Januar, dalam […]

  • Air Mata di Sriwedari: PSGC Ciamis Akhirnya Promosi ke Liga 2

    Air Mata di Sriwedari: PSGC Ciamis Akhirnya Promosi ke Liga 2

    • calendar_month Minggu, 8 Feb 2026
    • account_circle Redaktur Kanal Jabar
    • visibility 49
    • 0Komentar

    Kanal Jabar, BERITA CIAMIS – Tangis dan kegembiraan mewarnai langit Ciamis pada Sabtu malam. Di bawah hujan deras yang mengguyur Stadion Sriwedari, Sabtu (7/2/2026), PSGC Ciamis akhirnya menuntaskan penantian panjang mereka. Lewat laga penuh drama, Laskar Singacala memastikan satu tiket terakhir promosi ke Liga 2 Championship musim depan, setelah menyingkirkan Persiba Bantul melalui adu penalti […]

  • Ngarumat Hulu Cai, Gerakan Warga Jaga Air Bersih

    Ngarumat Hulu Cai, Gerakan Warga Jaga Air Bersih

    • calendar_month Rabu, 22 Apr 2026
    • account_circle Redaktur Kanal Jabar
    • visibility 54
    • 0Komentar

    Kanal Jabar, BERITA TASIKMALAYA – Bagi sebagian warga Cibunigeulis, air bersih bukan lagi hal yang bisa dianggap pasti tersedia. Dalam beberapa tahun terakhir, kekhawatiran terhadap berkurangnya debit air mulai dirasakan masyarakat. Gerakan Ngarumat Hulu Cai pun hadir sebagai bentuk harapan kolektif untuk menjaga keberlangsungan sumber air, khususnya di kawasan Gunung Kokosan. Gedong Cai dan Ketergantungan […]

  • Terkadang Prestasi Tak Cukup Mengalahkan Kemiskinan

    Terkadang Prestasi Tak Cukup Mengalahkan Kemiskinan

    • calendar_month Jumat, 27 Feb 2026
    • account_circle Redaktur Kanal Jabar
    • visibility 54
    • 0Komentar

    Kanal Jabar, BERITA TASIKMALAYA Siang hari, ia duduk rapi di bangku kelas. Nilainya tinggi. Ranking dua. Guru mengenalnya sebagai anak yang rajin dan cepat memahami pelajaran. Namun ketika malam turun di Kota Tasikmalaya, realitas berbicara lain. Ia berdiri di trotoar pusat kota, menengadahkan tangan demi beberapa lembar rupiah. Namanya Nisa. Dan kisahnya membuka kembali perdebatan […]

expand_less