Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » Berita Jabar » Tukang Bakso Diculik di Tasikmalaya: Respon Cepat Aparat Kepolisian

Tukang Bakso Diculik di Tasikmalaya: Respon Cepat Aparat Kepolisian

  • account_circle Redaktur Kanal Jabar
  • calendar_month Senin, 20 Apr 2026
  • visibility 249
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Kanal Jabar, BERITA TASIKMALAYAKasus Tukang Bakso diculik di Tasikmalaya menjadi sorotan publik setelah peristiwa dugaan penganiayaan dan penculikan terjadi di Jalan Cieunteung, Kelurahan Cilembang, Kecamatan Cihideung, Kota Tasikmalaya, pada Minggu malam, 19 April 2026.

Korban diketahui bernama Sutarno (48), seorang pedagang bakso yang dikenal warga dengan sebutan Bakso Solo “Mas Suparno”. Insiden ini sontak mengundang perhatian warga sekitar, bahkan ratusan orang dilaporkan memadati lokasi kejadian untuk mencari informasi terkait kondisi korban.

Peristiwa ini tidak hanya menimbulkan kekhawatiran, tetapi juga menyisakan trauma bagi keluarga korban dan masyarakat sekitar yang menyaksikan langsung kejadian tersebut.

Kronologi Awal: Kesalahpahaman yang Berujung Tragis

Kasus Tukang Bakso diculik di Tasikmalaya bermula dari insiden yang terjadi saat waktu Magrib. Berdasarkan keterangan istri korban, Winarti, saat itu suaminya tengah melayani pelanggan seperti biasa.

Namun, situasi berubah ketika seorang perempuan yang sedang membeli bakso merasa tidak nyaman setelah terjadi kontak fisik yang diduga tidak disengaja saat proses pelayanan. Insiden tersebut memicu emosi pasangan yang datang bersama perempuan tersebut.

Ketegangan sempat terjadi di lokasi, namun pasangan tersebut akhirnya meninggalkan tempat. Sayangnya, peristiwa tersebut tidak berhenti sampai di situ.

Diserang Sekelompok Remaja Saat Waktu Isya

Ketegangan meningkat drastis beberapa jam kemudian. Dalam kasus Tukang Bakso diculik di Tasikmalaya, suasana berubah mencekam saat waktu Isya, ketika sekelompok remaja datang ke lokasi menggunakan empat sepeda motor.

Tanpa banyak interaksi, kelompok tersebut langsung melakukan tindakan kekerasan terhadap korban. Sutarno dilaporkan dipukul dan diserang secara brutal di depan warungnya sendiri.

Kondisi korban semakin memprihatinkan setelah mengalami pukulan di bagian kepala dan tubuh, bahkan tubuhnya dibenturkan ke gerobak dagangannya. Aksi kekerasan ini berlangsung cepat namun meninggalkan dampak yang sangat besar.

Dianiaya di Depan Keluarga, Lalu Dibawa Paksa

Yang membuat kasus Tukang Bakso diculik di Tasikmalaya semakin memilukan adalah fakta bahwa aksi penganiayaan tersebut terjadi di hadapan keluarga korban.

Dua anak korban yang masih berusia 16 tahun dan 10 tahun menjadi saksi langsung kekerasan terhadap ayah mereka. Selain itu, istri korban juga tidak mampu berbuat banyak karena situasi berlangsung sangat cepat dan penuh tekanan.

Setelah melakukan penganiayaan, para pelaku tidak berhenti sampai di situ. Mereka kemudian membawa paksa korban bersama seorang keponakannya yang berusia sekitar 25 tahun.

Warga sekitar yang menyadari kejadian tersebut tidak sempat memberikan pertolongan karena pelaku langsung melarikan diri menggunakan kendaraan mereka.

Respons Cepat Aparat Kepolisian

Menyikapi kasus Tukang Bakso diculik di Tasikmalaya, pihak kepolisian bergerak cepat. Personel dari Polsek Cihideung bersama Satuan Samapta dan Satreskrim Polres Tasikmalaya Kota langsung mendatangi lokasi kejadian.

Petugas melakukan pengamanan area, mengumpulkan keterangan dari saksi-saksi, serta mengidentifikasi bukti di tempat kejadian perkara (TKP). Upaya penyelidikan terus dilakukan untuk mengungkap identitas pelaku serta motif di balik kejadian tersebut.

Hingga saat ini, aparat kepolisian masih melakukan pengejaran terhadap para pelaku dan berupaya melacak keberadaan korban yang dibawa paksa.

Harapan Keluarga dan Imbauan untuk Masyarakat

Keluarga korban berharap agar kasus Tukang Bakso diculik di Tasikmalaya ini segera menemukan titik terang. Mereka berharap Sutarno dan keponakannya dapat ditemukan dalam keadaan selamat.

Selain itu, keluarga juga meminta agar para pelaku dapat diproses secara hukum sesuai dengan ketentuan yang berlaku, mengingat tindakan yang dilakukan termasuk kategori kekerasan dan main hakim sendiri.

Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk menahan diri dalam menyelesaikan konflik. Kesalahpahaman kecil seharusnya tidak berujung pada tindakan kriminal yang merugikan banyak pihak.

Refleksi: Bahaya Main Hakim Sendiri di Tengah Masyarakat

Kasus Tukang Bakso diculik di Tasikmalaya menjadi cerminan nyata bagaimana emosi yang tidak terkendali dapat memicu tindakan yang melanggar hukum.

Budaya main hakim sendiri tidak hanya membahayakan korban, tetapi juga pelaku yang harus berhadapan dengan konsekuensi hukum. Oleh karena itu, penting bagi masyarakat untuk mengedepankan penyelesaian masalah melalui jalur yang benar.

Dengan meningkatnya kesadaran hukum dan empati sosial, diharapkan kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang. (4i) 

  • Penulis: Redaktur Kanal Jabar

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Melawan Hoaks dari Desa, Roni Imroni Raih Sorot News Golden Award 2025

    Melawan Hoaks dari Desa, Roni Imroni Raih Sorot News Golden Award 2025

    • calendar_month Minggu, 21 Des 2025
    • account_circle Redaktur Kanal Jabar
    • visibility 248
    • 0Komentar

    Kanal Jabar, BERITA TASIKMALAYA – Di tengah derasnya arus informasi digital, penyebaran berita hoaks menjadi tantangan serius bagi masyarakat, termasuk di daerah. Di Kabupaten Tasikmalaya, upaya melawan hoaks tidak selalu hadir melalui kampanye besar, melainkan tumbuh dari penguatan literasi digital di tingkat desa. Atas konsistensinya membangun komunikasi publik yang sehat dan memberdayakan masyarakat dalam menghadapi […]

  • PPPK Paruh Waktu: Antara Pinangan dan Pelaminan yang Tak Kunjung Datang

    PPPK Paruh Waktu: Antara Pinangan dan Pelaminan yang Tak Kunjung Datang

    • calendar_month Selasa, 28 Okt 2025
    • account_circle adminkanaljabar
    • visibility 290
    • 0Komentar

    kanaljabar.com. BERITA NASIONAL Tenaga honorer akhirnya bisa tersenyum lega di Tahun 2025 ini. Setelah bertahun-tahun menunggu dalam ketidakpastian, mereka akhirnya mendapat kabar bakal “dipinang” juga oleh negara, lewat status baru yang disebut PPPK Paruh Waktu. Namun seperti kisah cinta yang manis di awal tapi masih samar di ujung, andai pun jadi, pinangan itu ternyata belum […]

  • Kerusakan Jalan Kabupaten Tasikmalaya Jadi Fokus Penataan Dishub

    Kerusakan Jalan Kabupaten Tasikmalaya Jadi Fokus Penataan Dishub

    • calendar_month Selasa, 14 Apr 2026
    • account_circle Redaktur Kanal Jabar
    • visibility 285
    • 0Komentar

    Kerusakan Jalan Kabupaten Tasikmalaya Masuk Agenda Prioritas Kanal Jabar, BERITA JABAR – Kerusakan Jalan Kabupaten Tasikmalaya di wilayah Sukaratu kini menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Melalui Dinas Perhubungan, langkah penataan mulai dilakukan untuk mengendalikan dampak kendaraan angkutan berat. Kepala Dinas Perhubungan menyatakan bahwa penanganan dilakukan secara sistematis dengan mengedepankan prinsip legalitas dan keberlanjutan. Upaya Mandiri […]

  • Mahasiswi Universitas Mayasari Dilaporkan Hilang di Kota Tasikmalaya

    Mahasiswi Universitas Mayasari Dilaporkan Hilang di Kota Tasikmalaya

    • calendar_month Rabu, 29 Apr 2026
    • account_circle Redaktur Kanal Jabar
    • visibility 209
    • 0Komentar

    Kanal Jabar, BERITA TASIKMALAYA – Kasus orang hilang kembali menggegerkan masyarakat Kota Tasikmalaya. Seorang mahasiswi hilang bernama Ulfah Hadiatul Alia (21), mahasiswi Universitas Mayasari Bakti, hingga kini belum diketahui keberadaannya setelah terakhir berkomunikasi dengan keluarga pada 5 April 2026. Informasi hilangnya mahasiswi Universitas Mayasari tersebut pertama kali mencuat setelah pihak kampus memberikan pemberitahuan kepada keluarga […]

  • Satu Desa Satu Sarjana, Strategi Tasikmalaya Bangun SDM Unggul

    Satu Desa Satu Sarjana, Strategi Tasikmalaya Bangun SDM Unggul

    • calendar_month Rabu, 4 Feb 2026
    • account_circle Redaktur Kanal Jabar
    • visibility 206
    • 0Komentar

    Kanal Jabar, BERITA TASIKMALAYA – Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya terus memperkuat komitmen pembangunan sumber daya manusia melalui Program Satu Desa Satu Sarjana (SADESSA). Program ini menjadi salah satu prioritas Bupati dan Wakil Bupati Tasikmalaya yang secara resmi tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Tasikmalaya 2025–2029. SADESSA dirancang sebagai program bantuan mahasiswa yang difokuskan […]

  • Anak Tidak Sekolah Kabupaten Tasikmalaya Jadi Prioritas, Pendataan Diperketat

    Anak Tidak Sekolah Kabupaten Tasikmalaya Jadi Prioritas, Pendataan Diperketat

    • calendar_month Kamis, 22 Jan 2026
    • account_circle Redaktur Kanal Jabar
    • visibility 211
    • 0Komentar

    Kanal Jabar, Berita Tasikmalaya – Persoalan anak tidak sekolah Kabupaten Tasikmalaya kembali menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya. Wakil Bupati Tasikmalaya, Asep Sopari Al Ayubi, menegaskan bahwa keberadaan Anak Tidak Sekolah (ATS) tidak boleh dipandang sekadar sebagai angka administratif, melainkan sebagai indikator kegagalan sistem yang harus segera diperbaiki melalui kebijakan yang tepat sasaran. Penegasan tersebut […]

expand_less