Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » Berita Nasional » WFH bagi ASN: Siapa Diuntungkan, dan Siapa Dirugikan?

WFH bagi ASN: Siapa Diuntungkan, dan Siapa Dirugikan?

  • account_circle Redaktur Kanal Jabar
  • calendar_month Senin, 23 Mar 2026
  • visibility 153
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Alternatif yang Lebih Tegas

Melihat potensi celah tersebut, sejumlah pengamat mendorong pemerintah untuk tidak semata mengandalkan WFH bagi ASN sebagai solusi penghematan energi.

Pengamat Ekonomi Energi Universitas Gadjah Mada (UGM), Fahmy Radhi, mengingatkan agar kebijakan ini dikaji secara menyeluruh sebelum diterapkan secara luas.

“Jangan sampai kebijakan ini memberikan manfaat penghematan subsidi BBM, tetapi sektor lain justru menanggung biaya yang lebih besar,” ujarnya.

Ia menilai, langkah yang lebih efektif justru terletak pada pembenahan distribusi subsidi energi.

“Terapkan kebijakan pembatasan subsidi BBM. BBM subsidi hanya untuk sepeda motor dan angkutan barang maupun orang.

Di luar itu, kendaraan pribadi harus menggunakan BBM non-subsidi,” tegasnya.

Menurut Fahmy, pendekatan tersebut lebih terukur karena langsung menyasar sumber konsumsi, bukan sekadar mengandalkan perubahan perilaku.

Bahkan, potensi penghematan dari kebijakan ini diperkirakan bisa mencapai ratusan triliun rupiah per tahun—jauh melampaui estimasi penghematan dari WFH yang masih bersifat asumsi awal.


Kebijakan di Persimpangan

Pada akhirnya, kebijakan WFH bagi ASN berada di persimpangan antara niat baik dan tantangan implementasi.

Di satu sisi, pemerintah membutuhkan langkah cepat untuk merespons tekanan energi global. Namun di sisi lain, kebijakan ini menyentuh banyak sektor dengan dampak yang tidak sederhana.

Tanpa desain yang presisi dan pengawasan ketat, WFH berisiko menjadi kebijakan yang timpang—menguntungkan sebagian, tetapi membebani yang lain.

Dan jika itu terjadi, pertanyaan publik akan tetap sama: ini solusi, atau sekadar ilusi? (4i)

  • Penulis: Redaktur Kanal Jabar

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kota Tasikmalaya: Keluhan ASN Memuncak, THR  Dibayar Bertahap

    Kota Tasikmalaya: Keluhan ASN Memuncak, THR Dibayar Bertahap

    • calendar_month Kamis, 19 Mar 2026
    • account_circle Redaktur Kanal Jabar
    • visibility 142
    • 0Komentar

    Kanal Jabar, BERITA TASIKMALAYA – Kebijakan Pemerintah Kota Tasikmalaya yang membayarkan Tunjangan Hari Raya (THR) Aparatur Sipil Negara (ASN) secara bertahap terus menuai sorotan. Tidak hanya menjadi perbincangan internal, gelombang keluhan ASN juga ramai bermunculan di media sosial. Sejumlah ASN mempertanyakan skema pembayaran yang dinilai tidak utuh, bahkan menyoroti prioritas pencairan komponen THR ASN di […]

  • Mudik 2026: Tasikmalaya Gelar Apel Operasi Ketupat, Ribuan Personel Disiagakan

    Mudik 2026: Tasikmalaya Gelar Apel Operasi Ketupat, Ribuan Personel Disiagakan

    • calendar_month Sabtu, 14 Mar 2026
    • account_circle Redaktur Kanal Jabar
    • visibility 157
    • 0Komentar

    Kanal Jabar, BERITA TASIKMALAYA – Apel tersebut dipimpin oleh Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kabupaten Tasikmalaya Roni Ahmad Sahroni yang mewakili Bupati Tasikmalaya. Kegiatan ini menjadi bagian dari langkah awal aparat pemerintah dan keamanan dalam memastikan kesiapan personel, sarana, serta strategi pengamanan menjelang arus mudik dan balik Lebaran. Operasi Ketupat 2026 Libatkan Ribuan Personel Dalam amanat […]

  • Puncak Arus Balik: Kendaraan Menuju Jabodetabek Meningkat Tajam

    Puncak Arus Balik: Kendaraan Menuju Jabodetabek Meningkat Tajam

    • calendar_month Minggu, 29 Mar 2026
    • account_circle Redaktur Kanal Jabar
    • visibility 127
    • 0Komentar

    Kanal Jabar, BERITA NASIONAL – Puncak arus balik Lebaran 1447 Hijriah mulai terlihat menjelang akhir masa libur panjang. Volume kendaraan yang kembali menuju wilayah Jabodetabek mengalami lonjakan signifikan pada Sabtu, 28 Maret 2026. Data dari Jasa Marga melalui Jasamarga Metropolitan Tollroad mencatat sebanyak 186.207 kendaraan masuk ke Jabodetabek melalui empat gerbang tol utama. Angka ini […]

  • “Cek Kesehatan Jadi Mudah: Jabar Gratiskan Biaya Pemeriksaan Mulai Bulan Depan”

    “Cek Kesehatan Jadi Mudah: Jabar Gratiskan Biaya Pemeriksaan Mulai Bulan Depan”

    • calendar_month Minggu, 26 Jan 2025
    • account_circle Admin Kanal Jabar
    • visibility 126
    • 0Komentar

    kanaljabar.com BERITA JABAR Mulai 1 Februari 2025, seluruh warga Jawa Barat akan mendapatkan kesempatan untuk mengikuti pemeriksaan kesehatan (medical check-up) secara gratis. Program ini menjadi bagian dari upaya pemerintah provinsi untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat sekaligus memperluas akses layanan kesehatan yang berkualitas. Pj. Gubernur Jawa Barat, Bey Machmudin, menegaskan bahwa program ini akan berlaku sesuai […]

  • SWAKKA: Komunitas Baru bagi Wartawan dan Konten Kreator

    SWAKKA: Komunitas Baru bagi Wartawan dan Konten Kreator

    • calendar_month Kamis, 6 Nov 2025
    • account_circle adminkanaljabar
    • visibility 189
    • 0Komentar

    kanaljabar.com, EDITORIAL. Sebuah komunitas baru bernama SWAKKA disepakati untuk berdiri oleh perwakilan sejumlah media di wilayah Priangan Timur. Kesepakatan itu lahir setelah diskusi panjang selama hampir empat jam, Rabu (5/11/2025), di Kota Tasikmalaya. SWAKKA merupakan singkatan dari Sawala Wartawan dan Konten Kreator Aspiratif. Kata Sawala diambil dari bahasa Sunda yang berarti musyawarah atau ruang bertukar pikiran. Nama itu dipilih karena […]

  • Ini Peta Arah Perlindungan Warga Tasikmalaya dari Ancaman Bencana

    Ini Peta Arah Perlindungan Warga Tasikmalaya dari Ancaman Bencana

    • calendar_month Jumat, 9 Jan 2026
    • account_circle Admin Kanal Jabar
    • visibility 163
    • 0Komentar

    kanaljabar.com. BERITA TASIKMALAYA. Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya resmi menetapkan peta risiko bencana untuk lima tahun ke depan. Dokumen ini bukan sekadar tumpukan kertas berstempel, melainkan peta jalan yang menentukan bagaimana daerah ini bersiap menghadapi ancaman bencana alam yang kerap datang tanpa undangan. Mulai dari banjir, longsor, hingga gempa bumi, semuanya dipetakan untuk periode 2025–2029. Bagi warga […]

expand_less