Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » Berita Jabar » Temuan BPK Proyek Jalan Tasikmalaya-Ciamis Nyaris Rp1 Miliar, SWAKKA Desak Telaah Lebih Lanjut

Temuan BPK Proyek Jalan Tasikmalaya-Ciamis Nyaris Rp1 Miliar, SWAKKA Desak Telaah Lebih Lanjut

  • account_circle Redaktur Kanal Jabar
  • calendar_month Selasa, 23 Jun 2026
  • visibility 11
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

kanaljabar, BERITA TASIKMALAYA – Temuan kelebihan pembayaran senilai hampir Rp1 miliar pada dua proyek jalan di wilayah Tasikmalaya-Ciamis kembali menjadi perhatian publik. Meski dana yang menjadi temuan telah dikembalikan ke kas daerah, sejumlah pihak menilai masih ada pertanyaan mendasar yang perlu dijawab terkait proses pengawasan dan pencairan pembayaran proyek tersebut.

Berdasarkan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) BPK atas Kepatuhan Pengadaan Barang/Jasa Tahun Anggaran 2025 Pemerintah Provinsi Jawa Barat, dua paket pekerjaan pada Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang (DBMPR) Jawa Barat tercatat tidak sesuai kontrak dan mengakibatkan kelebihan pembayaran sebesar Rp971.646.484,67.

Dua pekerjaan yang menjadi sorotan yakni Rekonstruksi Jalan Ruas Warudoyong–Batas Kabupaten Tasikmalaya-Ciamis–Simpang Tiga Winduraja/Kawali dan Pemeliharaan Berkala Jalan Ruas Batas Kota/Kabupaten Tasikmalaya–Cikunir.

SWAKKA Soroti Efektivitas Pengawasan Proyek

Ketua Komunitas SWAKKA (Sawala Wartawan dan Konten Kreator Aspiratif), Ahmad Mukhlis, menyatakan pihaknya menghormati penjelasan resmi yang telah disampaikan DBMPR Jawa Barat maupun Pejabat Pembuat Komitmen (PPK).

Namun menurutnya, hasil kajian internal SWAKKA menemukan sejumlah pertanyaan yang belum terjawab secara memadai.

Mukhlis menyoroti penjelasan mengenai adanya pengawasan berlapis mulai dari pengawasan lapangan, pengukuran volume pekerjaan, pengujian mutu, verifikasi MC-100, pemeriksaan akhir, hingga proses PHO dan administrasi pembayaran.

Menurutnya, jika seluruh mekanisme tersebut berjalan optimal, maka muncul pertanyaan mengapa auditor negara masih menemukan kelebihan pembayaran dalam jumlah yang cukup besar.

“Persoalannya bukan lagi apakah prosedurnya ada atau tidak, tetapi apakah seluruh tahapan pengawasan itu benar-benar berjalan efektif di lapangan,” ujarnya.

Alasan Perbedaan Metode Pemeriksaan Jadi Sorotan

Dalam klarifikasi sebelumnya, pihak terkait menjelaskan bahwa perbedaan hasil pemeriksaan dapat dipengaruhi oleh metode pengujian, titik sampel, waktu pemeriksaan, hingga kondisi lapangan saat audit dilakukan.

Meski demikian, SWAKKA menilai alasan tersebut masih membutuhkan penjelasan lebih rinci agar tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat.

Menurut Mukhlis, pemeriksaan terhadap pekerjaan konstruksi merupakan aktivitas rutin yang dilakukan BPK dengan standar dan metode yang telah ditetapkan.

Karena itu, publik dinilai berhak mengetahui secara jelas faktor apa yang menyebabkan munculnya selisih hasil pemeriksaan hingga berujung pada koreksi pembayaran.

Pengembalian Dana Dinilai Belum Menjawab Seluruh Pertanyaan

SWAKKA juga menyoroti fakta bahwa kelebihan pembayaran yang menjadi temuan akhirnya dikembalikan oleh penyedia jasa kepada kas daerah.

Menurut mereka, pengembalian dana memang merupakan bentuk tindak lanjut atas rekomendasi auditor. Namun demikian, proses tersebut belum menjawab pertanyaan mengenai bagaimana pembayaran tersebut bisa terjadi sejak awal.

“Pertanyaan publik bukan hanya soal uang sudah dikembalikan. Yang juga penting adalah bagaimana proses pengukuran, verifikasi, pemeriksaan, hingga pembayaran dapat berjalan sebelum akhirnya dikoreksi oleh auditor,” kata Mukhlis.

Pemeriksaan Dilakukan Bersama Berbagai Pihak

Dalam proses audit, pemeriksaan fisik disebut dilakukan bersama unsur PPK, penyedia jasa, konsultan pengawas, serta Inspektorat.

Kondisi tersebut dinilai menunjukkan bahwa seluruh pihak memiliki ruang untuk memberikan penjelasan maupun data pendukung selama proses pemeriksaan berlangsung.

Karena itu, SWAKKA menilai penting untuk menelaah kembali seluruh tahapan pengawasan guna memastikan sistem pengendalian proyek berjalan sebagaimana mestinya.

SWAKKA Pertimbangkan Audiensi ke Kejati Jabar

Sebagai tindak lanjut hasil kajian, SWAKKA menyatakan akan mencoba melakukan audiensi dengan Kejaksaan Tinggi Jawa Barat.

Langkah tersebut disebut bukan untuk menyimpulkan adanya pelanggaran hukum, melainkan mendorong adanya telaah lebih mendalam terhadap proses administrasi dan pengawasan proyek yang menjadi temuan BPK.

“Kami ingin memastikan persoalan ini tidak berhenti pada pengembalian uang semata. Yang juga perlu dilihat adalah proses sejak awal hingga pembayaran dapat dilakukan,” ujar Mukhlis.

Hingga berita ini ditulis, ruang klarifikasi dan hak jawab tetap terbuka bagi seluruh pihak terkait guna memberikan penjelasan tambahan maupun dokumen pendukung lainnya. (ar/hs) 

  • Penulis: Redaktur Kanal Jabar

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Melawan Hoaks dari Desa, Roni Imroni Raih Sorot News Golden Award 2025

    Melawan Hoaks dari Desa, Roni Imroni Raih Sorot News Golden Award 2025

    • calendar_month Minggu, 21 Des 2025
    • account_circle Redaktur Kanal Jabar
    • visibility 128
    • 0Komentar

    Kanal Jabar, BERITA TASIKMALAYA – Di tengah derasnya arus informasi digital, penyebaran berita hoaks menjadi tantangan serius bagi masyarakat, termasuk di daerah. Di Kabupaten Tasikmalaya, upaya melawan hoaks tidak selalu hadir melalui kampanye besar, melainkan tumbuh dari penguatan literasi digital di tingkat desa. Atas konsistensinya membangun komunikasi publik yang sehat dan memberdayakan masyarakat dalam menghadapi […]

  • WFH bagi ASN: Siapa Diuntungkan, dan Siapa Dirugikan?

    WFH bagi ASN: Siapa Diuntungkan, dan Siapa Dirugikan?

    • calendar_month Senin, 23 Mar 2026
    • account_circle Redaktur Kanal Jabar
    • visibility 129
    • 0Komentar

    Kanal Jabar, BERITA NASIONAL – Kebijakan WFH bagi ASN selama satu hari dalam sepekan yang akan diterapkan usai Lebaran 2026 kini memasuki tahap finalisasi. Pemerintah mengklaim langkah ini sebagai strategi menekan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) di tengah lonjakan harga minyak global. Namun di balik narasi efisiensi energi, muncul pertanyaan krusial: siapa sebenarnya yang diuntungkan, […]

  • Kerusakan Jalan Kabupaten Tasikmalaya Jadi Fokus Penataan Dishub

    Kerusakan Jalan Kabupaten Tasikmalaya Jadi Fokus Penataan Dishub

    • calendar_month Selasa, 14 Apr 2026
    • account_circle Redaktur Kanal Jabar
    • visibility 179
    • 0Komentar

    Kerusakan Jalan Kabupaten Tasikmalaya Masuk Agenda Prioritas Kanal Jabar, BERITA JABAR – Kerusakan Jalan Kabupaten Tasikmalaya di wilayah Sukaratu kini menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Melalui Dinas Perhubungan, langkah penataan mulai dilakukan untuk mengendalikan dampak kendaraan angkutan berat. Kepala Dinas Perhubungan menyatakan bahwa penanganan dilakukan secara sistematis dengan mengedepankan prinsip legalitas dan keberlanjutan. Upaya Mandiri […]

  • Serbuan Barang Impor Mengguncang Pasar Indonesia

    Serbuan Barang Impor Mengguncang Pasar Indonesia

    • calendar_month Selasa, 13 Mei 2025
    • account_circle Admin Kanal Jabar
    • visibility 114
    • 0Komentar

    kanaljabar.com BERITA NASIONAL Tahun 2025 belum juga mencapai garis tengah. Namun, Indonesia—negeri agraris-maritim yang sering dibanggakan sebagai kaya sumber daya—kembali kebanjiran tamu dari luar negeri. Mereka datang bukan sebagai wisatawan, melainkan sebagai barang impor. Dan seperti biasa, semuanya dibayar lunas. Dari setrika pintar beraksen Mandarin, bantal aromaterapi asal Thailand, hingga pakaian olahraga buatan Vietnam yang […]

  • Kunjungan Bupati Tasikmalaya Ke Ponpes Mathla’ul Anwar Sariwangi

    Kunjungan Bupati Tasikmalaya Ke Ponpes Mathla’ul Anwar Sariwangi

    • calendar_month Senin, 16 Mar 2026
    • account_circle Redaktur Kanal Jabar
    • visibility 117
    • 0Komentar

    Kanal Jabar, BERITA TASIKMALAYA – Bupati Tasikmalaya menghadiri kegiatan silaturahmi akbar yang dirangkaikan dengan buka puasa bersama di Pondok Pesantren Mathla’ul Anwar, Kecamatan Sariwangi, Sabtu (14/3/2026). Kegiatan tersebut digelar sebagai bagian dari rangkaian menyambut malam Lailatul Qadar di penghujung bulan suci Ramadan. Acara berlangsung di kompleks Pondok Pesantren Mathla’ul Anwar yang berlokasi di Kampung Legok, […]

  • Pererat Ukhuwah di Bulan Suci, KAHMI Tasikmalaya Adakan Buka Bersama

    Pererat Ukhuwah di Bulan Suci, KAHMI Tasikmalaya Adakan Buka Bersama

    • calendar_month Minggu, 15 Mar 2026
    • account_circle Admin Kanal Jabar
    • visibility 156
    • 0Komentar

    kanaljabar.com, BERITA TASIKMAYA Majlis Daerah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Tasikmalaya menggelar kegiatan silaturahmi dan buka puasa bersama pada Sabtu, 14 Maret 2026. Acara yang berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan tersebut dilaksanakan di kediaman Asep Sopari Al-Ayubi, yang juga menjabat sebagai Presidium KAHMI sekaligus Wakil Bupati Tasikmalaya. Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi para […]

expand_less