Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » Berita Jabar » Kota Tasikmalaya: Keluhan ASN Memuncak, THR Dibayar Bertahap

Kota Tasikmalaya: Keluhan ASN Memuncak, THR Dibayar Bertahap

  • account_circle Redaktur Kanal Jabar
  • calendar_month Kamis, 19 Mar 2026
  • visibility 144
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Kanal Jabar, BERITA TASIKMALAYAKebijakan Pemerintah Kota Tasikmalaya yang membayarkan Tunjangan Hari Raya (THR) Aparatur Sipil Negara (ASN) secara bertahap terus menuai sorotan. Tidak hanya menjadi perbincangan internal, gelombang keluhan ASN juga ramai bermunculan di media sosial.

Sejumlah ASN mempertanyakan skema pembayaran yang dinilai tidak utuh, bahkan menyoroti prioritas pencairan komponen THR ASN di Kota Tasikmalaya ini.

“Kenapa TPP 50 persen dulu dibanding THR gaji? Jangan sampai hanya untuk kepentingan pejabat,” tulis salah satu komentar yang beredar.

Keluhan lain juga menunjukkan kebingungan di lapangan. Beberapa ASN mengaku belum menerima THR gaji secara penuh, sementara sebagian hanya mendapatkan komponen tertentu.

Fenomena ini memunculkan tekanan tersendiri, mengingat THR ini merupakan hak yang sangat dinantikan menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 H ini.

Pernyataan Pemkot: Menjaga stabilitas fiskal.

Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadhan, sebelumnya menyatakan bahwa kas daerah sebenarnya tersedia. Namun, pemerintah memilih tidak gegabah dalam mengeluarkan anggaran demi menjaga stabilitas fiskal.

Pada saat itu, Viman Alfarizi Ramadhan menyatakan bahwa pemerintah kota saat ini masih merumuskan skema pembayaran THR ASN Kota Tasikmalaya dengan mempertimbangkan kondisi fiskal daerah secara menyeluruh.

“Insyaallah tidak dalam waktu yang lama keputusannya akan ada. Kita sedang merumuskan strategi dengan berbagai kondisi fiskal yang ada,” ujar Viman usai menghadiri Musrenbang sektoral di lingkungan Diskominfo, Jumat (6/3/2026).

Pernyataan tersebut seolah memberi pesan bahwa kondisi keuangan masih terkendali. Namun, fakta di lapangan menunjukkan gambaran yang lebih kompleks.

Namun dalam kesempatan dan waktu yang lain, Sekretaris Daerah Kota Tasikmalaya, Asep Goparulloh, menjelaskan kebutuhan anggaran untuk pembayaran THR ASN di lingkungan Pemkot Tasikmalaya mencapai sekitar Rp40 miliar. Sementara itu, kas daerah yang saat ini tersedia hanya sekitar Rp24 miliar.

Kondisi tersebut membuat pemerintah daerah harus menerapkan strategi pembayaran bertahap agar kewajiban terhadap para pegawai tetap dapat dipenuhi.

Selain keterbatasan kas, transfer dana dari pemerintah pusat pada bulan ini juga belum sepenuhnya mencukupi kebutuhan pembiayaan THR.

“Kebutuhan THR sekitar Rp40 miliar. Namun kas yang tersedia saat ini sekitar Rp24 miliar,” ujarnya.

Selisih sebesar Rp16 miliar merupakan angka yang signifikan, mengingat kebutuhan tersebut merupakan pos belanja rutin yang seharusnya telah direncanakan sejak awal dalam dokumen anggaran.

Dibandingkan Daerah Lain

Jika dibandingkan dengan daerah lain, kondisi di Tasikmalaya menjadi sorotan. Sejumlah pemerintah daerah diketahui telah menyiapkan anggaran dan mencairkan THR lebih cepat, bahkan secara penuh.

Misalnya, beberapa daerah di Indonesia sudah memastikan pembayaran THR tanpa skema bertahap, termasuk pemerintah provinsi dan kabupaten yang sejak awal telah mengalokasikan anggaran secara utuh dalam APBD mereka.

Secara nasional, pemerintah pusat bahkan telah menyalurkan THR dalam jumlah besar sejak awal Maret 2026, dengan total mencapai triliunan rupiah untuk ASN pusat.

Sementara itu, kondisi keterlambatan atau ketidakmampuan membayar THR juga tidak hanya terjadi di Tasikmalaya. Data terbaru menunjukkan ada sejumlah daerah yang menunda bahkan tidak memberikan THR karena keterbatasan anggaran.

Di antaranya, beberapa kasus tercatat seperti:

Meski demikian, perlu dicatat bahwa kasus-kasus tersebut umumnya terjadi pada kategori pegawai tertentu, bukan keseluruhan ASN seperti yang menjadi sorotan di Tasikmalaya.

Ironi Daerah: Tetangga Lebih Siap?

Di level regional, perbandingan dengan daerah terdekat seperti Kabupaten Tasikmalaya dan Kabupaten Ciamis menjadi menarik untuk ditelusuri lebih lanjut.

Secara umum, daerah yang memiliki manajemen kas lebih stabil cenderung mampu mencairkan THR tepat waktu tanpa skema bertahap. Hal ini memperkuat anggapan bahwa persoalan di Kota Tasikmalaya bukan semata kebijakan, tetapi juga terkait kesiapan fiskal dan perencanaan anggaran.

Dampak ke Internal ASN

Keluhan mulai bermunculan, terutama di media sosial dan percakapan internal. Beberapa ASN mempertanyakan prioritas pembayaran, bahkan menyinggung potensi ketimpangan dalam kebijakan tersebut.

Hal ini menunjukkan bahwa persoalan THR tidak hanya berdampak pada aspek keuangan, tetapi juga menyentuh kepercayaan internal birokrasi

Catatan Dari Polemik “THR ASN Kota Tasikmalaya”

Polemik mengenai THR di Kota Tasikmalaya menjadi sebuah catatan sejarah penting, dimana ini adalah kejadian pertama semenjak Pemerintah Kota Tasikmalaya berdiri, peristiwa ini menjadi pengingat bahwa persoalan keuangan daerah tidak selalu terlihat dari angka besar APBD.

Situasi ini menempatkan Pemerintah Kota Tasikmalaya dalam sorotan serius. Di satu sisi, pemerintah beralasan menjaga stabilitas fiskal. Namun di sisi lain, ASN sebagai penerima hak justru merasakan dampak langsung dari keterbatasan kas daerah.

Kondisi ini pun membuka ruang evaluasi:
apakah perencanaan anggaran sudah cukup matang, atau justru terjadi persoalan dalam pengelolaan kas daerah? (4i)

  • Penulis: Redaktur Kanal Jabar

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kejari Tahan Ketua DPRD Kota Banjar, Dugaan Korupsi Dipastikan

    Kejari Tahan Ketua DPRD Kota Banjar, Dugaan Korupsi Dipastikan

    • calendar_month Selasa, 22 Apr 2025
    • account_circle Admin Kanal Jabar
    • visibility 130
    • 0Komentar

    kanaljabar.com BERITA BANJAR Kota Banjar, Jawa Barat, mendadak berguncang. Bukan oleh bencana alam, melainkan oleh kabar yang menghantam jantung kekuasaan lokal. Ketua DPRD Kota Banjar, Dadang Ramdhan Kalyubi (DRK), resmi ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi tunjangan perumahan dan transportasi pimpinan serta anggota dewan periode 2017–2021. Senin siang, 21 April 2025, suasana di Kejaksaan Negeri […]

  • Anggaran Seret, Tasikmalaya Juara 1 TPID Award 2025 dan Berpeluang Raup Puluhan Miliar

    Anggaran Seret, Tasikmalaya Juara 1 TPID Award 2025 dan Berpeluang Raup Puluhan Miliar

    • calendar_month Jumat, 28 Nov 2025
    • account_circle Redaktur Kanal Jabar
    • visibility 128
    • 0Komentar

    Kanal Jabar, BERITA TASIKMALAYA – Di saat banyak daerah harus memutar otak akibat kebijakan pemotongan Transfer ke Daerah (TKD) oleh pemerintah pusat, Kabupaten Tasikmalaya justru menerima kabar menggembirakan. Di tengah kondisi fiskal yang ketat, Kabupaten Tasikmalaya dinobatkan sebagai Juara 1 TPID Awards 2025 untuk kategori TPID Kabupaten/Kota Berprestasi, sebuah capaian nasional yang membuka peluang hadiah […]

  • WFH bagi ASN: Siapa Diuntungkan, dan Siapa Dirugikan?

    WFH bagi ASN: Siapa Diuntungkan, dan Siapa Dirugikan?

    • calendar_month Senin, 23 Mar 2026
    • account_circle Redaktur Kanal Jabar
    • visibility 156
    • 0Komentar

    Kanal Jabar, BERITA NASIONAL – Kebijakan WFH bagi ASN selama satu hari dalam sepekan yang akan diterapkan usai Lebaran 2026 kini memasuki tahap finalisasi. Pemerintah mengklaim langkah ini sebagai strategi menekan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) di tengah lonjakan harga minyak global. Namun di balik narasi efisiensi energi, muncul pertanyaan krusial: siapa sebenarnya yang diuntungkan, […]

  • Lapangan Padel di Tasikmalaya Tetap Beroperasi, Izin Dikebut

    Lapangan Padel di Tasikmalaya Tetap Beroperasi, Izin Dikebut

    • calendar_month Rabu, 25 Feb 2026
    • account_circle Redaktur Kanal Jabar
    • visibility 109
    • 0Komentar

    kanaljabar.com BERITA TASIKMALAYA – Polemik perizinan lapangan padel di Kota Tasikmalaya kini menemukan arah yang lebih jelas. Setelah melalui pertemuan antara Komisi III DPRD dan para pengelola, disepakati bahwa kegiatan usaha tetap berjalan sembari proses administrasi dipercepat dan ditata ulang. Isu ini mencuat karena sebagian lapangan sudah beroperasi ketika proses perizinan belum sepenuhnya rampung. Kondisi […]

  • Revitalisasi Pendidikan di Kabupaten Tasikmalaya: Apa yang Sebenarnya Berubah di Sekolah?

    Revitalisasi Pendidikan di Kabupaten Tasikmalaya: Apa yang Sebenarnya Berubah di Sekolah?

    • calendar_month Sabtu, 20 Des 2025
    • account_circle Redaktur Kanal Jabar
    • visibility 146
    • 0Komentar

    Kanal Jabar, BERITA TASIKMALAYA – Pendidikan di Kabupaten Tasikmalaya kembali menjadi perhatian publik. Bukan karena polemik angka kelulusan atau perdebatan kebijakan, melainkan karena dampaknya yang mulai dirasakan langsung oleh masyarakat. Pada puncak peringatan HUT PGRI ke-80 tingkat Kabupaten Tasikmalaya, pemerintah daerah meresmikan Program Revitalisasi Pendidikan, sebuah langkah strategis untuk menjawab persoalan mendasar dunia pendidikan. Acara […]

  • Di Teras Rumah Itu, Warga Garut Butuh Pertolongan dan Sisa Harapan

    Di Teras Rumah Itu, Warga Garut Butuh Pertolongan dan Sisa Harapan

    • calendar_month Rabu, 21 Jan 2026
    • account_circle Redaktur Kanal Jabar
    • visibility 155
    • 0Komentar

    Kanal Jabar, Berita Garut – Di teras rumah sederhana di Garut selatan, Kabupaten Garut Provinsi Jawa Barat, Pirmansyah dan Isoh Nurjanah duduk berdampingan. Tidak ada tamu. Tidak ada keramaian. Hanya sebuah ponsel yang merekam suara pelan seorang ayah yang nyaris kehilangan tenaga untuk terus bertahan. Pesan itu ditujukan kepada Gubernur Jawa Barat. Bukan untuk mengeluh […]

expand_less