Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » Berita Jabar » Dugaan Pelanggaran, Audiensi Dibuka Kejanggalan Justru Mengemuka

Dugaan Pelanggaran, Audiensi Dibuka Kejanggalan Justru Mengemuka

  • account_circle Redaktur Kanal Jabar
  • calendar_month Rabu, 24 Des 2025
  • visibility 234
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Kanal Jabar, BERITA TASIKMALAYAMusyawarah yang semula diharapkan menjadi ruang klarifikasi justru berubah menjadi panggung terbukanya berbagai kejanggalan proyek. Hal itu terjadi dalam audiensi publik yang digelar di Aula Kantor Kecamatan Cibeureum, Kota Tasikmalaya, Selasa (23/12/2025), terkait proyek Peningkatan dan Rehabilitasi Jaringan Irigasi Cikalang 2 senilai Rp5,6 miliar di bawah Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citanduy, program Inpres Tahap III.

Audiensi tersebut dihadiri oleh Forum Pemerhati Anggaran dan Kebijakan, perwakilan BBWS Citanduy, PSDA Provinsi Jawa Barat Wilayah Citanduy, PUPR Kota Tasikmalaya, konsultan pengawas, serta subkontraktor. Namun, satu pihak penting justru tidak hadir, yakni PT Hutama Karya (Persero) sebagai pelaksana utama proyek.

Absennya pelaksana proyek menjadi sorotan tajam, mengingat sebagian besar persoalan yang dipertanyakan berkaitan langsung dengan pekerjaan teknis di lapangan.

Progres Lambat dan Pekerjaan Tanpa Gambar Teknis

Forum membeberkan sedikitnya lima persoalan krusial. Salah satunya adalah durasi kontrak proyek yang dinilai tidak realistis, hanya 59 hari kerja, sementara saat audiensi digelar, progres fisik disebut baru mencapai sekitar 70 persen, padahal proyek merupakan kontrak tahun tunggal.

Lebih serius dari sekadar keterlambatan, Forum menemukan dugaan pekerjaan tanpa gambar teknis. Sejumlah pekerja dan kepala tukang di lapangan mengaku tidak dibekali gambar kerja sebagai acuan. Bahkan, ketika ditanya soal ukuran pondasi—lebar, tinggi, hingga kedalaman—jawaban yang diterima justru tidak jelas dan mengambang.

Forum menilai kondisi tersebut berbahaya, karena pekerjaan konstruksi tanpa gambar teknis berpotensi dikerjakan asal jadi. Dalam konteks proyek yang dibiayai uang negara, persoalan ini dinilai bukan hanya teknis, tetapi juga menyangkut akuntabilitas dan etika penggunaan anggaran publik.

Pengawasan Dipertanyakan, Akses Informasi Tertutup

Masalah pengawasan turut menjadi sorotan. Konsultan pengawas mengakui baru mulai bekerja sekitar satu bulan setelah pekerjaan berjalan. Kondisi ini memunculkan pertanyaan besar: siapa yang menyetujui shop drawing dan bertanggung jawab atas pekerjaan selama satu bulan pertama tersebut?

Ketiadaan direksi keet di lokasi utama proyek Cikalang 2 juga menambah daftar tanda tanya. BBWS Citanduy beralasan direksi keet dipusatkan di Kota Banjar karena pekerjaan tersebar di 13 titik. Namun, Forum mempertanyakan efektivitas pengawasan harian jika kantor proyek tidak berada di lokasi pekerjaan utama.

Forum juga mengeluhkan sulitnya mengakses dokumen publik, khususnya gambar kerja. Permintaan informasi dinilai berbelit dan saling lempar kewenangan, padahal berdasarkan UU Nomor 2 Tahun 2017 tentang Jasa Konstruksi, masyarakat berhak melakukan pengawasan partisipatif.

Sempadan Irigasi dan Dampak Sosial Belum Tuntas

Selain persoalan teknis, ketidakjelasan sempadan Irigasi Cikalang 2 turut disorot. Masalah ini dinilai berdampak langsung pada warga, termasuk soal aset yang terdampak, lahan tergerus, dan pohon yang hilang. Hingga kini, kewenangan antara BBWS Citanduy dan Pemerintah Kota Tasikmalaya dinilai belum tegas.

Hingga audiensi berakhir, Forum menyimpulkan bahwa berbagai temuan lapangan tidak terbantahkan, namun juga tidak dijawab secara substansial. Forum menyatakan akan membawa persoalan ini ke aparat penegak hukum dan Pemerintah Pusat.

Sementara itu, warga masih menunggu keterbukaan, kejelasan, dan irigasi yang dibangun tanpa mengorbankan kepercayaan publik.

  • Penulis: Redaktur Kanal Jabar

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bupati Tasikmalaya Luncurkan Program Satu Siswa Satu Pohon, Dorong Swasembada Pangan

    Bupati Tasikmalaya Luncurkan Program Satu Siswa Satu Pohon, Dorong Swasembada Pangan

    • calendar_month Selasa, 20 Jan 2026
    • account_circle Redaktur Kanal Jabar
    • visibility 271
    • 0Komentar

    Kanal Jabar, Berita Tasikmalaya – Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya terus memperkuat komitmen mewujudkan swasembada pangan Tasikmalaya melalui sektor pendidikan. Hal ini ditandai dengan peluncuran program Satu Siswa Satu Pohon yang dirangkaikan dengan swasembada pangan berbasis sekolah di Kecamatan Cikalong, Senin (19/1/2026). Bupati Tasikmalaya, H. Cecep Nurul Yakin, secara langsung menghadiri kegiatan tersebut yang dipusatkan di halaman […]

  • Pemkab Tasikmalaya Tegaskan Larangan Gratifikasi Bagi ASN

    Pemkab Tasikmalaya Tegaskan Larangan Gratifikasi Bagi ASN

    • calendar_month Selasa, 17 Mar 2026
    • account_circle Redaktur Kanal Jabar
    • visibility 227
    • 0Komentar

    Kanal Jabar, BERITA TASIKMALAYA – Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya resmi menerbitkan kebijakan tegas terkait larangan gratifikasi bagi aparatur sipil negara menjelang Hari Raya Idul Fitri. Melalui surat edaran Bupati Tasikmalaya, seluruh ASN Kabupaten Tasikmalaya dilarang meminta Tunjangan Hari Raya (THR) kepada masyarakat, perusahaan, maupun pihak yang memiliki hubungan kerja dengan pemerintah daerah. Kebijakan tersebut tertuang dalam […]

  • Isu Kenaikan BBM April 2026 Beredar, Ini Klarifikasi Pemerintah

    Isu Kenaikan BBM April 2026 Beredar, Ini Klarifikasi Pemerintah

    • calendar_month Selasa, 31 Mar 2026
    • account_circle Redaktur Kanal Jabar
    • visibility 295
    • 0Komentar

    Kanal Jabar, BERITA NASIONAL – Isu mengenai kenaikan BBM April 2026 ramai diperbincangkan di tengah masyarakat, seiring melonjaknya harga minyak dunia yang kini menembus angka US$115 per barel. Namun, pemerintah menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada keputusan resmi terkait kenaikan harga bahan bakar minyak, khususnya untuk jenis subsidi. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral […]

  • Gelombang 3,3 Meter Hantam Pesisir Cipatujah, Ratusan Perahu Nelayan Terombang-ambing

    Gelombang 3,3 Meter Hantam Pesisir Cipatujah, Ratusan Perahu Nelayan Terombang-ambing

    • calendar_month Kamis, 13 Agt 2026
    • account_circle Redaktur Kanal Jabar
    • visibility 39
    • 0Komentar

    Kanal Jabar, BERITA TASIKMALAYA – Gelombang tinggi disertai angin kencang mendadak menerjang pesisir Kecamatan Cipatujah, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat. Kondisi tersebut membuat kawasan dermaga dipenuhi hempasan air laut dan membuat ratusan perahu nelayan yang tengah bersandar terombang-ambing keras. Peristiwa gelombang tinggi di Cipatujah Kabupaten Tasikmalaya terjadi sejak Senin, 10 Agustus 2026 dan masih menjadi perhatian […]

  • Anak Tidak Sekolah Kabupaten Tasikmalaya Jadi Prioritas, Pendataan Diperketat

    Anak Tidak Sekolah Kabupaten Tasikmalaya Jadi Prioritas, Pendataan Diperketat

    • calendar_month Kamis, 22 Jan 2026
    • account_circle Redaktur Kanal Jabar
    • visibility 218
    • 0Komentar

    Kanal Jabar, Berita Tasikmalaya – Persoalan anak tidak sekolah Kabupaten Tasikmalaya kembali menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya. Wakil Bupati Tasikmalaya, Asep Sopari Al Ayubi, menegaskan bahwa keberadaan Anak Tidak Sekolah (ATS) tidak boleh dipandang sekadar sebagai angka administratif, melainkan sebagai indikator kegagalan sistem yang harus segera diperbaiki melalui kebijakan yang tepat sasaran. Penegasan tersebut […]

  • Hackclub Campfire dan Realitas Dukungan untuk Talenta Digital Tasikmalaya

    Hackclub Campfire dan Realitas Dukungan untuk Talenta Digital Tasikmalaya

    • calendar_month Minggu, 1 Mar 2026
    • account_circle Redaktur Kanal Jabar
    • visibility 183
    • 0Komentar

    Kanal Jabar, BERITA TASIKMALAYA – Transformasi digital terus digaungkan di berbagai level pemerintahan. Namun di lapangan, kisah seorang pelajar 14 tahun asal Tasikmalaya menunjukkan bahwa jalan menuju ekosistem digital belum sepenuhnya ditopang sistem yang kuat. Arkanurrizky A.H, siswa SMP Negeri 1 Tasikmalaya, menjadi salah satu peserta dalam ajang Hackclub Campfire yang digelar di Perpustakaan Jakarta […]

expand_less