Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » Editorial » Rupiah Tertekan Dolar AS, Program MBG Dinilai Bebani Ekonomi Nasional

Rupiah Tertekan Dolar AS, Program MBG Dinilai Bebani Ekonomi Nasional

  • account_circle Redaktur Kanal Jabar
  • calendar_month 2 jam yang lalu
  • visibility 9
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Kanaljabar, OPINI – Beban ekonomi nasional saat ini terasa makin berat menghadapi tekanan dari dua sisi sekaligus. Dari faktor eksternal, penguatan dolar AS yang dipicu ketidakpastian dan ketegangan geopolitik global membuat nilai tukar rupiah berada dalam posisi tertekan.

Dampaknya tidak hanya terlihat pada pasar keuangan, tetapi juga merambah sektor riil. Kenaikan biaya impor bahan baku industri, energi, dan pangan pada akhirnya mendorong peningkatan harga barang dan kebutuhan pokok. Situasi ini berpotensi memperlemah daya beli masyarakat, terutama kelompok berpenghasilan rendah yang paling rentan terhadap kenaikan harga.

Program MBG dan Beban Fiskal Pemerintah

Di tengah kondisi beban ekonomi nasional yang berat tersebut, pemerintah tetap melanjutkan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai salah satu program prioritas untuk menekan angka stunting dan meningkatkan kualitas gizi anak Indonesia.

Untuk menjaga keberlanjutan program, dilakukan berbagai penyesuaian fiskal, mulai dari realokasi anggaran hingga optimalisasi sumber pendapatan negara. Namun, kebijakan tersebut dinilai memunculkan konsekuensi ekonomi baru.

Di satu sisi, masyarakat menghadapi beban pajak yang meningkat. Di sisi lain, sejumlah sektor industri dan BUMN yang mengalami tekanan biaya produksi berpotensi menyesuaikan harga produk maupun bahan baku. Kondisi ini menyebabkan masyarakat menghadapi tekanan ganda, yakni dari kenaikan beban fiskal sekaligus meningkatnya harga kebutuhan sehari-hari.

Sorotan terhadap Tata Kelola Badan Gizi Nasional

Situasi menjadi semakin sensitif setelah muncul berbagai sorotan publik terkait dugaan ketidakefisienan anggaran pada Badan Gizi Nasional. Meskipun masih memerlukan proses verifikasi dan pengawasan lebih lanjut, isu tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai efektivitas tata kelola program berskala besar seperti MBG.

Apabila terdapat celah kebocoran anggaran, maka tujuan mulia program berisiko tidak tercapai secara optimal. Selain berpotensi merugikan keuangan negara, kondisi tersebut juga dapat menurunkan kepercayaan publik terhadap kebijakan pemerintah dalam bidang kesehatan dan kesejahteraan sosial.

Program sosial pada prinsipnya harus mampu memberikan perlindungan kepada kelompok rentan tanpa menciptakan tekanan ekonomi baru yang lebih luas bagi masyarakat.

Perlunya Evaluasi dan Penataan Ulang Program MBG

Penghentian total Program MBG bukanlah satu-satunya solusi. Namun, evaluasi menyeluruh dan penataan ulang program menjadi langkah yang layak dipertimbangkan.

Salah satu opsi yang dapat dilakukan adalah melakukan audit independen terhadap pengelolaan program serta memperkuat sistem pengadaan dan pengawasan. Hasil audit tersebut perlu dipublikasikan secara transparan agar masyarakat dapat ikut mengawasi penggunaan anggaran negara.

Selain itu, cakupan program dapat difokuskan pada wilayah prioritas seperti daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar), kawasan dengan prevalensi stunting tinggi, serta keluarga miskin ekstrem. Dengan sasaran yang lebih spesifik, efektivitas program dapat ditingkatkan sekaligus mengurangi tekanan terhadap APBN.

Alternatif Pembiayaan untuk Menjaga Daya Beli Masyarakat

Pemerintah juga dapat mempertimbangkan skema pembiayaan alternatif agar beban program tidak sepenuhnya bergantung pada anggaran negara. Optimalisasi efisiensi belanja kementerian non-prioritas, pemanfaatan dana CSR perusahaan, serta penguatan peran lembaga filantropi dan Baznas dapat menjadi pilihan pendukung pembiayaan.

Pendekatan tersebut memungkinkan APBN berperan sebagai fasilitator, bukan satu-satunya sumber pendanaan. Dengan demikian, risiko tekanan terhadap ekonomi nasional, kenaikan harga, maupun penurunan daya beli masyarakat dapat diminimalkan.

Di sisi lain, pengelolaan program yang terintegrasi dengan pemberdayaan ekonomi lokal juga berpotensi menciptakan manfaat tambahan bagi masyarakat sekitar, termasuk membuka peluang usaha dan memperkuat aktivitas ekonomi daerah.

Niat Baik Harus Diiringi Tata Kelola yang Baik

Program MBG merupakan kebijakan yang lahir dari tujuan mulia untuk meningkatkan kualitas generasi masa depan Indonesia. Namun, dalam situasi ketika rupiah tertekan, harga kebutuhan pokok meningkat, dan ruang fiskal semakin terbatas, keberhasilan program tidak hanya ditentukan oleh niat baik semata.

Tata kelola yang transparan, pengawasan yang ketat, serta perhitungan beban ekonomi yang adil menjadi faktor penting agar manfaat program benar-benar dirasakan masyarakat tanpa menambah tekanan terhadap ekonomi nasional. Dengan demikian, tujuan pembangunan sumber daya manusia dapat tercapai tanpa mengorbankan stabilitas ekonomi dan kesejahteraan rakyat secara luas. (gmp/red) 

Galih Mauladin Putra – Kader HMI Tasikmalaya

  • Penulis: Redaktur Kanal Jabar

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Terkadang Prestasi Tak Cukup Mengalahkan Kemiskinan

    Terkadang Prestasi Tak Cukup Mengalahkan Kemiskinan

    • calendar_month Jumat, 27 Feb 2026
    • account_circle Redaktur Kanal Jabar
    • visibility 119
    • 0Komentar

    Kanal Jabar, BERITA TASIKMALAYA Siang hari, ia duduk rapi di bangku kelas. Nilainya tinggi. Ranking dua. Guru mengenalnya sebagai anak yang rajin dan cepat memahami pelajaran. Namun ketika malam turun di Kota Tasikmalaya, realitas berbicara lain. Ia berdiri di trotoar pusat kota, menengadahkan tangan demi beberapa lembar rupiah. Namanya Nisa. Dan kisahnya membuka kembali perdebatan […]

  • Unigal Jadi Indikator dan Fasilitator, Pj Bupati Ciamis Lepas Peserta KKN

    Unigal Jadi Indikator dan Fasilitator, Pj Bupati Ciamis Lepas Peserta KKN

    • calendar_month Kamis, 30 Jan 2025
    • account_circle Admin Kanal Jabar
    • visibility 115
    • 0Komentar

    kanaljabar.com BERITA CIAMIS Universitas Galuh (Unigal) Ciamis sebagai salah satu perguruan tinggi strategis berperan penting sebagai indikator dan fasilitator dalam mengatasi berbagai permasalahan kompleks, khususnya di tingkat desa. Hal ini disampaikan Pj. Bupati Ciamis, Budi Waluya, saat melepas 508 peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Galuh Ciamis Tahun 2024/2025 di Halaman Pendopo Ciamis, Kamis (30/01/2025). […]

  • Pergeseran Tanah Terjadi di Tasikmalaya, Warga Diminta Waspada

    Pergeseran Tanah Terjadi di Tasikmalaya, Warga Diminta Waspada

    • calendar_month Jumat, 14 Feb 2025
    • account_circle Admin Kanal Jabar
    • visibility 111
    • 0Komentar

    kanaljabar.com BERITA TASIKMALAYA Pergeseran tanah terjadi di Kampung Margaluyu, Desa Cikondang, Kecamatan Cineam, Kabupaten Tasikmalaya, pada Rabu malam, 13 Februari 2025. Peristiwa tersebut mengakibatkan kerusakan sejumlah infrastruktur serta menimbulkan ancaman keselamatan bagi warga di sekitar lokasi bencana. Menanggapi kejadian tersebut, Batalyon D Pelopor Satuan Brimob Polda Jawa Barat langsung melakukan pengecekan ke lokasi bencana. Kegiatan […]

  • Jadwal Libur Awal Ramadhan Terbaru, Jangan Sampai Terlewat

    Jadwal Libur Awal Ramadhan Terbaru, Jangan Sampai Terlewat

    • calendar_month Senin, 17 Feb 2025
    • account_circle Admin Kanal Jabar
    • visibility 98
    • 0Komentar

    kanaljabar.com BERITA NASIONAL Pemerintah Indonesia resmi menetapkan jadwal pembelajaran dan libur sekolah bagi siswa selama bulan Ramadan 1446 Hijriah atau tahun 2025 Masehi. Kebijakan ini tertuang dalam Surat Edaran Bersama (SEB) Nomor 2 Tahun 2025 yang ditandatangani oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti, Menteri Agama Nasaruddin Umar, serta Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito […]

  • Di Teras Rumah Itu, Warga Garut Butuh Pertolongan dan Sisa Harapan

    Di Teras Rumah Itu, Warga Garut Butuh Pertolongan dan Sisa Harapan

    • calendar_month Rabu, 21 Jan 2026
    • account_circle Redaktur Kanal Jabar
    • visibility 125
    • 0Komentar

    Kanal Jabar, Berita Garut – Di teras rumah sederhana di Garut selatan, Kabupaten Garut Provinsi Jawa Barat, Pirmansyah dan Isoh Nurjanah duduk berdampingan. Tidak ada tamu. Tidak ada keramaian. Hanya sebuah ponsel yang merekam suara pelan seorang ayah yang nyaris kehilangan tenaga untuk terus bertahan. Pesan itu ditujukan kepada Gubernur Jawa Barat. Bukan untuk mengeluh […]

  • Rekening Ratusan Penerima Bansos di Kota Banjar Diblokir, Ini Alasanya!

    Rekening Ratusan Penerima Bansos di Kota Banjar Diblokir, Ini Alasanya!

    • calendar_month Sabtu, 22 Nov 2025
    • account_circle Admin Kanal Jabar
    • visibility 91
    • 0Komentar

    kanaljabar.com. BERITABANJAR. Pemerintah Kota Banjar mengambil langkah tegas terhadap dugaan penyalahgunaan bantuan sosial. Wali Kota Banjar, Ir. H. Sudarsono, memastikan bahwa sebanyak 167 rekening penerima bantuan sosial telah diblokir karena terindikasi terafiliasi dengan aktivitas judi online. Ia menyebut tindakan ini dilakukan sebagai bentuk pengawasan agar bansos Kota Banjar benar-benar digunakan sesuai peruntukannya, terutama untuk kebutuhan […]

expand_less