Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » Editorial » Rupiah Tertekan Dolar AS, Program MBG Dinilai Bebani Ekonomi Nasional

Rupiah Tertekan Dolar AS, Program MBG Dinilai Bebani Ekonomi Nasional

  • account_circle Redaktur Kanal Jabar
  • calendar_month Rabu, 17 Jun 2026
  • visibility 121
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Kanaljabar, OPINI – Beban ekonomi nasional saat ini terasa makin berat menghadapi tekanan dari dua sisi sekaligus. Dari faktor eksternal, penguatan dolar AS yang dipicu ketidakpastian dan ketegangan geopolitik global membuat nilai tukar rupiah berada dalam posisi tertekan.

Dampaknya tidak hanya terlihat pada pasar keuangan, tetapi juga merambah sektor riil. Kenaikan biaya impor bahan baku industri, energi, dan pangan pada akhirnya mendorong peningkatan harga barang dan kebutuhan pokok. Situasi ini berpotensi memperlemah daya beli masyarakat, terutama kelompok berpenghasilan rendah yang paling rentan terhadap kenaikan harga.

Program MBG dan Beban Fiskal Pemerintah

Di tengah kondisi beban ekonomi nasional yang berat tersebut, pemerintah tetap melanjutkan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai salah satu program prioritas untuk menekan angka stunting dan meningkatkan kualitas gizi anak Indonesia.

Untuk menjaga keberlanjutan program, dilakukan berbagai penyesuaian fiskal, mulai dari realokasi anggaran hingga optimalisasi sumber pendapatan negara. Namun, kebijakan tersebut dinilai memunculkan konsekuensi ekonomi baru.

Di satu sisi, masyarakat menghadapi beban pajak yang meningkat. Di sisi lain, sejumlah sektor industri dan BUMN yang mengalami tekanan biaya produksi berpotensi menyesuaikan harga produk maupun bahan baku. Kondisi ini menyebabkan masyarakat menghadapi tekanan ganda, yakni dari kenaikan beban fiskal sekaligus meningkatnya harga kebutuhan sehari-hari.

Sorotan terhadap Tata Kelola Badan Gizi Nasional

Situasi menjadi semakin sensitif setelah muncul berbagai sorotan publik terkait dugaan ketidakefisienan anggaran pada Badan Gizi Nasional. Meskipun masih memerlukan proses verifikasi dan pengawasan lebih lanjut, isu tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai efektivitas tata kelola program berskala besar seperti MBG.

Apabila terdapat celah kebocoran anggaran, maka tujuan mulia program berisiko tidak tercapai secara optimal. Selain berpotensi merugikan keuangan negara, kondisi tersebut juga dapat menurunkan kepercayaan publik terhadap kebijakan pemerintah dalam bidang kesehatan dan kesejahteraan sosial.

Program sosial pada prinsipnya harus mampu memberikan perlindungan kepada kelompok rentan tanpa menciptakan tekanan ekonomi baru yang lebih luas bagi masyarakat.

Perlunya Evaluasi dan Penataan Ulang Program MBG

Penghentian total Program MBG bukanlah satu-satunya solusi. Namun, evaluasi menyeluruh dan penataan ulang program menjadi langkah yang layak dipertimbangkan.

Salah satu opsi yang dapat dilakukan adalah melakukan audit independen terhadap pengelolaan program serta memperkuat sistem pengadaan dan pengawasan. Hasil audit tersebut perlu dipublikasikan secara transparan agar masyarakat dapat ikut mengawasi penggunaan anggaran negara.

Selain itu, cakupan program dapat difokuskan pada wilayah prioritas seperti daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar), kawasan dengan prevalensi stunting tinggi, serta keluarga miskin ekstrem. Dengan sasaran yang lebih spesifik, efektivitas program dapat ditingkatkan sekaligus mengurangi tekanan terhadap APBN.

Alternatif Pembiayaan untuk Menjaga Daya Beli Masyarakat

Pemerintah juga dapat mempertimbangkan skema pembiayaan alternatif agar beban program tidak sepenuhnya bergantung pada anggaran negara. Optimalisasi efisiensi belanja kementerian non-prioritas, pemanfaatan dana CSR perusahaan, serta penguatan peran lembaga filantropi dan Baznas dapat menjadi pilihan pendukung pembiayaan.

Pendekatan tersebut memungkinkan APBN berperan sebagai fasilitator, bukan satu-satunya sumber pendanaan. Dengan demikian, risiko tekanan terhadap ekonomi nasional, kenaikan harga, maupun penurunan daya beli masyarakat dapat diminimalkan.

Di sisi lain, pengelolaan program yang terintegrasi dengan pemberdayaan ekonomi lokal juga berpotensi menciptakan manfaat tambahan bagi masyarakat sekitar, termasuk membuka peluang usaha dan memperkuat aktivitas ekonomi daerah.

Niat Baik Harus Diiringi Tata Kelola yang Baik

Program MBG merupakan kebijakan yang lahir dari tujuan mulia untuk meningkatkan kualitas generasi masa depan Indonesia. Namun, dalam situasi ketika rupiah tertekan, harga kebutuhan pokok meningkat, dan ruang fiskal semakin terbatas, keberhasilan program tidak hanya ditentukan oleh niat baik semata.

Tata kelola yang transparan, pengawasan yang ketat, serta perhitungan beban ekonomi yang adil menjadi faktor penting agar manfaat program benar-benar dirasakan masyarakat tanpa menambah tekanan terhadap ekonomi nasional. Dengan demikian, tujuan pembangunan sumber daya manusia dapat tercapai tanpa mengorbankan stabilitas ekonomi dan kesejahteraan rakyat secara luas. (gmp/red) 

Galih Mauladin Putra – Kader HMI Tasikmalaya

  • Penulis: Redaktur Kanal Jabar

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • APBD Kabupaten Tasikmalaya Tak Cukup Hanya Dokumen Anggaran

    APBD Kabupaten Tasikmalaya Tak Cukup Hanya Dokumen Anggaran

    • calendar_month Minggu, 25 Jan 2026
    • account_circle Redaktur Kanal Jabar
    • visibility 235
    • 0Komentar

    Kanal Jabar, Berita Tasikmalaya – Isu transparansi pengelolaan keuangan daerah kembali mengemuka di Kabupaten Tasikmalaya. Dorongan agar pemerintah daerah membuka akses informasi anggaran secara utuh menguat, seiring tuntutan publik agar keterbukaan tidak berhenti pada dokumen formal APBD, tetapi diperluas hingga pokok-pokok pikiran (pokir) DPRD. Sorotan ini mencuat setelah Anggota DPRD Kabupaten Tasikmalaya dari Komisi I, […]

  • Silaturahmi dan Audiensi Komunitas SWAKKA Bangun Kemitraan Strategis di Tasikmalaya

    Silaturahmi dan Audiensi Komunitas SWAKKA Bangun Kemitraan Strategis di Tasikmalaya

    • calendar_month Senin, 20 Apr 2026
    • account_circle Redaktur Kanal Jabar
    • visibility 224
    • 0Komentar

    Kanal Jabar, BERITA TASIKMALAYA – Komunitas Sawala Wartawan dan Konten Kreator Aspiratif (SWAKKA) terus menunjukkan komitmennya dalam membangun sinergi lintas sektor pasca deklarasi yang digelar pada 12 Februari 2026. Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah melalui kegiatan silaturahmi dan audiensi komunitas SWAKKA dengan sejumlah perangkat daerah di Kota Tasikmalaya. Kegiatan yang berlangsung pada Senin siang […]

  • Serbuan Barang Impor Mengguncang Pasar Indonesia

    Serbuan Barang Impor Mengguncang Pasar Indonesia

    • calendar_month Selasa, 13 Mei 2025
    • account_circle adminkanaljabar
    • visibility 177
    • 0Komentar

    kanaljabar.com BERITA NASIONAL Tahun 2025 belum juga mencapai garis tengah. Namun, Indonesia—negeri agraris-maritim yang sering dibanggakan sebagai kaya sumber daya—kembali kebanjiran tamu dari luar negeri. Mereka datang bukan sebagai wisatawan, melainkan sebagai barang impor. Dan seperti biasa, semuanya dibayar lunas. Dari setrika pintar beraksen Mandarin, bantal aromaterapi asal Thailand, hingga pakaian olahraga buatan Vietnam yang […]

  • Puncak Arus Balik: Kendaraan Menuju Jabodetabek Meningkat Tajam

    Puncak Arus Balik: Kendaraan Menuju Jabodetabek Meningkat Tajam

    • calendar_month Minggu, 29 Mar 2026
    • account_circle Redaktur Kanal Jabar
    • visibility 188
    • 0Komentar

    Kanal Jabar, BERITA NASIONAL – Puncak arus balik Lebaran 1447 Hijriah mulai terlihat menjelang akhir masa libur panjang. Volume kendaraan yang kembali menuju wilayah Jabodetabek mengalami lonjakan signifikan pada Sabtu, 28 Maret 2026. Data dari Jasa Marga melalui Jasamarga Metropolitan Tollroad mencatat sebanyak 186.207 kendaraan masuk ke Jabodetabek melalui empat gerbang tol utama. Angka ini […]

  • Mudik Lebaran 2026, RSUD KHZ Musthafa Pastikan Pelayanan Tetap Optimal

    Mudik Lebaran 2026, RSUD KHZ Musthafa Pastikan Pelayanan Tetap Optimal

    • calendar_month Rabu, 11 Mar 2026
    • account_circle Redaktur Kanal Jabar
    • visibility 207
    • 0Komentar

    Kanal Jabar, BERITA TASIKMALAYA – Menjelang periode libur panjang dan cuti bersama Lebaran 1447 Hijriah, RSUD KHZ Musthafa Kabupaten Tasikmalaya memastikan bahwa pelayanan selama Idul Fitri tetap berjalan optimal bagi masyarakat. Manajemen rumah sakit milik Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya tersebut telah menyiapkan sejumlah strategi operasional untuk memastikan pelayanan selama Idul Fitri di RSUD KHZ Musthafa tetap […]

  • Warga Ciamis Dapat Angin Segar, Denda Tunggakan Resmi Dihapus

    Warga Ciamis Dapat Angin Segar, Denda Tunggakan Resmi Dihapus

    • calendar_month Selasa, 6 Mei 2025
    • account_circle adminkanaljabar
    • visibility 213
    • 0Komentar

    kanaljabar.com BERITA CIAMIS Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ciamis memberikan kabar baik bagi warganya. Mulai 1 Mei hingga 31 Juli 2025, sanksi administrasi atau denda tunggakan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) resmi dihapuskan. Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Ciamis, Dr. H. Aep Saepulloh, menjelaskan bahwa kebijakan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam […]

expand_less