Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » Berita Jabar » Banjir di Tasikmalaya Rendam 22 Rumah, Wali Kota Turun Tangan

Banjir di Tasikmalaya Rendam 22 Rumah, Wali Kota Turun Tangan

  • account_circle Redaktur Kanal Jabar
  • calendar_month Jumat, 3 Apr 2026
  • visibility 206
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Kanal Jabar, BERITA TASIKMALAYABanjir di Tasikmalaya kembali terjadi akibat curah hujan tinggi dalam beberapa hari terakhir. Sedikitnya 22 rumah warga di kawasan Cikalang Pesantren terendam air, hal ini memicu respons cepat dari pemerintah daerah.

Monitoring Langsung di Lokasi Banjir

Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadhan, turun langsung ke lapangan untuk memantau kondisi pascabanjir. Didampingi tim gabungan, ia meninjau aliran sungai di wilayah Gunung Mindi yang diduga menjadi salah satu penyebab utama meluapnya air ke permukiman warga.

Dalam peninjauan tersebut, ditemukan bahwa sistem pintu air tidak berfungsi optimal, sehingga aliran air tidak dapat dikendalikan dengan baik saat hujan deras mengguyur.

Penyebab Banjir di Tasikmalaya

Banjir di Tasikmalaya kali ini dipicu oleh kombinasi curah hujan ekstrem dan gangguan teknis pada infrastruktur pengendali air. Aliran sungai yang tersumbat serta pintu air yang bermasalah menyebabkan air meluap hingga masuk ke rumah warga.

“Perlu dilakukan rekayasa teknis agar aliran air bisa segera dialihkan ke bendungan, sehingga tidak kembali menggenangi permukiman,” ujar Viman saat memberikan keterangan.

Penanganan dan Langkah Lanjutan

Pemerintah Kota Tasikmalaya bersama unsur TNI, Polri, BPBD, serta Dinas PUTR, Dinas Perwaskim dan dinas terkait lainnya langsung bergerak cepat menangani dampak banjir. Upaya yang dilakukan meliputi pembersihan area terdampak hingga perbaikan sistem drainase.

Selain itu, warga yang terdampak juga akan diajak bergotong royong untuk mempercepat proses pemulihan lingkungan.

Upaya Pencegahan ke Depan

Pemkot menegaskan pentingnya pembenahan infrastruktur sebagai langkah jangka panjang untuk mencegah banjir di Tasikmalaya terulang kembali.

Evaluasi terhadap sistem pengendalian air akan menjadi prioritas, termasuk perbaikan pintu air dan normalisasi aliran sungai. (4i)

  • Penulis: Redaktur Kanal Jabar

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PPPK Paruh Waktu: Antara Pinangan dan Pelaminan yang Tak Kunjung Datang

    PPPK Paruh Waktu: Antara Pinangan dan Pelaminan yang Tak Kunjung Datang

    • calendar_month Selasa, 28 Okt 2025
    • account_circle adminkanaljabar
    • visibility 291
    • 0Komentar

    kanaljabar.com. BERITA NASIONAL Tenaga honorer akhirnya bisa tersenyum lega di Tahun 2025 ini. Setelah bertahun-tahun menunggu dalam ketidakpastian, mereka akhirnya mendapat kabar bakal “dipinang” juga oleh negara, lewat status baru yang disebut PPPK Paruh Waktu. Namun seperti kisah cinta yang manis di awal tapi masih samar di ujung, andai pun jadi, pinangan itu ternyata belum […]

  • Serbuan Barang Impor Mengguncang Pasar Indonesia

    Serbuan Barang Impor Mengguncang Pasar Indonesia

    • calendar_month Selasa, 13 Mei 2025
    • account_circle adminkanaljabar
    • visibility 215
    • 0Komentar

    kanaljabar.com BERITA NASIONAL Tahun 2025 belum juga mencapai garis tengah. Namun, Indonesia—negeri agraris-maritim yang sering dibanggakan sebagai kaya sumber daya—kembali kebanjiran tamu dari luar negeri. Mereka datang bukan sebagai wisatawan, melainkan sebagai barang impor. Dan seperti biasa, semuanya dibayar lunas. Dari setrika pintar beraksen Mandarin, bantal aromaterapi asal Thailand, hingga pakaian olahraga buatan Vietnam yang […]

  • Lapangan Padel di Tasikmalaya Tetap Beroperasi, Izin Dikebut

    Lapangan Padel di Tasikmalaya Tetap Beroperasi, Izin Dikebut

    • calendar_month Rabu, 25 Feb 2026
    • account_circle Redaktur Kanal Jabar
    • visibility 193
    • 0Komentar

    kanaljabar.com BERITA TASIKMALAYA – Polemik perizinan lapangan padel di Kota Tasikmalaya kini menemukan arah yang lebih jelas. Setelah melalui pertemuan antara Komisi III DPRD dan para pengelola, disepakati bahwa kegiatan usaha tetap berjalan sembari proses administrasi dipercepat dan ditata ulang. Isu ini mencuat karena sebagian lapangan sudah beroperasi ketika proses perizinan belum sepenuhnya rampung. Kondisi […]

  • SWAKKA: Komunitas Baru bagi Wartawan dan Konten Kreator

    SWAKKA: Komunitas Baru bagi Wartawan dan Konten Kreator

    • calendar_month Kamis, 6 Nov 2025
    • account_circle adminkanaljabar
    • visibility 314
    • 0Komentar

    kanaljabar.com, EDITORIAL. Sebuah komunitas baru bernama SWAKKA disepakati untuk berdiri oleh perwakilan sejumlah media di wilayah Priangan Timur. Kesepakatan itu lahir setelah diskusi panjang selama hampir empat jam, Rabu (5/11/2025), di Kota Tasikmalaya. SWAKKA merupakan singkatan dari Sawala Wartawan dan Konten Kreator Aspiratif. Kata Sawala diambil dari bahasa Sunda yang berarti musyawarah atau ruang bertukar pikiran. Nama itu dipilih karena […]

  • Longsor Cigalontang Tasikmalaya Ganggu Aktivitas Warga

    Longsor Cigalontang Tasikmalaya Ganggu Aktivitas Warga

    • calendar_month Minggu, 19 Apr 2026
    • account_circle Redaktur Kanal Jabar
    • visibility 244
    • 0Komentar

    Kanal Jabar, BERITA TASIKMALAYA – Bencana longsor di Cigalontang Tasikmalaya tidak hanya menjadi peristiwa alam semata, tetapi juga membawa dampak langsung terhadap kehidupan masyarakat sekitar. Hujan deras yang turun sejak Kamis sore (16/04/2026) memicu longsor yang menutup akses jalan utama warga di Kampung Buligir, Desa Parentas. Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 22.00 WIB ini membuat […]

  • Ngarumat Hulu Cai, Gerakan Warga Jaga Air Bersih

    Ngarumat Hulu Cai, Gerakan Warga Jaga Air Bersih

    • calendar_month Rabu, 22 Apr 2026
    • account_circle Redaktur Kanal Jabar
    • visibility 269
    • 0Komentar

    Kanal Jabar, BERITA TASIKMALAYA – Bagi sebagian warga Cibunigeulis, air bersih bukan lagi hal yang bisa dianggap pasti tersedia. Dalam beberapa tahun terakhir, kekhawatiran terhadap berkurangnya debit air mulai dirasakan masyarakat. Gerakan Ngarumat Hulu Cai pun hadir sebagai bentuk harapan kolektif untuk menjaga keberlangsungan sumber air, khususnya di kawasan Gunung Kokosan. Gedong Cai dan Ketergantungan […]

expand_less