Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » Berita Jabar » Usia 4 Tahun, Abang Aqsha Pilih Wayang Golek di Tengah Gempuran Game dan Media Sosial

Usia 4 Tahun, Abang Aqsha Pilih Wayang Golek di Tengah Gempuran Game dan Media Sosial

  • account_circle Redaktur Kanal Jabar
  • calendar_month 8 jam yang lalu
  • visibility 18
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Kanal Jabar, BERITA TASIKMALAYA – Di saat anak-anak seusianya akrab dengan permainan digital dan media sosial, Abang Aqsha justru memilih wayang golek sebagai ruang untuk tumbuh dan berkarya.

Usianya baru empat tahun. Namun, anak asal Dusun Lampegan, Desa Gresik, Kecamatan Jamanis, Kabupaten Tasikmalaya, itu sudah berani tampil sebagai dalang cilik di hadapan masyarakat.

Abang Aqsha tampil dalam pagelaran wayang golek di daerah asalnya pada Sabtu, 15 Agustus 2026. Dalam pertunjukan tersebut, ia membawakan lakon “Sastra Jingga Jadi Relawan”.

Penampilannya menjadi pemandangan menarik sekaligus memberi warna tersendiri bagi upaya menjaga keberlangsungan seni padalangan di tengah perkembangan teknologi yang semakin dekat dengan kehidupan anak-anak.

Abang Aqsha, Generasi Alpha yang Memilih Wayang

Kehadiran Abang Aqsha mendapat perhatian dari Lembaga Seni Mahasiswa Islam (LSMI) HMI Cabang Tasikmalaya yang turut hadir dalam pagelaran tersebut sebagai bentuk apresiasi terhadap pelestarian seni dan budaya daerah.

Direktur LSMI HMI Cabang Tasikmalaya, Cepi Sultoni, mengaku bahagia melihat adanya anak usia dini yang memiliki ketertarikan terhadap seni tradisi, khususnya padalangan.

Menurut Cepi, Abang Aqsha menunjukkan sesuatu yang berbeda dari kecenderungan anak-anak Generasi Alpha yang sejak kecil sudah sangat dekat dengan perangkat digital.

“Bahagia sekali ada Generasi Alpha, umur 4 tahun, yang melestarikan seni budaya leluhur, khususnya padalangan,” ujar Cepi.

Namun, Cepi melihat Abang Aqsha tidak sepenuhnya meninggalkan dunia digital. Justru media sosial dapat dimanfaatkan sebagai sarana untuk memperkenalkan karya dan kesenian tradisional kepada generasi yang lebih luas.

Dengan cara tersebut, teknologi tidak harus menjadi lawan bagi kebudayaan. Sebaliknya, teknologi dapat menjadi jembatan agar seni tradisional tetap dikenal oleh generasi baru.

Ketika Wayang Masuk ke Ruang Digital

Menurut Cepi, pelestarian wayang tidak harus selalu bergantung pada panggung pertunjukan konvensional.

Cerita, karakter, suara, hingga nilai-nilai yang terkandung dalam pewayangan dapat dikemas melalui berbagai platform digital sehingga lebih mudah menjangkau anak-anak dan generasi muda.

“Wayang tidak harus berhenti di panggung. Cerita, karakter, suara, dan nilai-nilai yang ada di dalamnya bisa berjalan ke ruang digital. Media sosial bisa menjadi jalan bagi seni tradisi untuk bertemu dengan generasi baru,” katanya.

Pandangan tersebut menjadi relevan dengan munculnya Abang Aqsha sebagai dalang cilik. Di usia empat tahun, ia sudah mulai mengenal dunia pedalangan dan tampil membawa cerita pewayangan di hadapan masyarakat.

Kehadirannya juga menunjukkan bahwa ketertarikan terhadap budaya tradisional dapat tumbuh sejak usia dini ketika anak mendapatkan ruang, dukungan keluarga, serta lingkungan yang mendorongnya untuk mengenal kesenian daerah.

Abang Aqsha dan Harapan untuk Regenerasi Dalang

Apa yang dilakukan Abang Aqsha mungkin terlihat sederhana. Ia hanya seorang anak kecil yang berdiri di panggung dan memainkan wayang.

Namun, dari panggung tersebut tersimpan persoalan yang lebih besar, yakni bagaimana seni tradisional dapat terus memiliki generasi penerus di tengah perubahan zaman.

Pelestarian budaya tidak selalu harus dimulai melalui program besar. Kadang, ia bermula dari seorang anak yang diperkenalkan kepada wayang, kemudian diberi kesempatan untuk belajar dan tampil.

LSMI HMI Cabang Tasikmalaya berharap muncul lebih banyak anak seperti Abang Aqsha di berbagai daerah.

Generasi muda diharapkan tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu memanfaatkan teknologi untuk memperkenalkan dan merawat kebudayaan daerah.

Sebab, keberlangsungan budaya tidak hanya ditentukan oleh seberapa kuat masyarakat mengenang masa lalu, tetapi juga oleh keberadaan generasi yang bersedia meneruskannya ke masa depan. (red)

 

  • Penulis: Redaktur Kanal Jabar

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Diamnya Pemkot Picu Aksi Pedagang Pasar Cikurubuk

    Diamnya Pemkot Picu Aksi Pedagang Pasar Cikurubuk

    • calendar_month Jumat, 6 Mar 2026
    • account_circle Redaktur Kanal Jabar
    • visibility 220
    • 0Komentar

    Kanal Jabar, BERITA TASIKMALAYA – Kekecewaan Pedagang Pasar Cikurubuk terhadap Pemerintah Kota Tasikmalaya semakin menguat. Hampir tiga pekan setelah surat resmi disampaikan kepada Wali Kota Tasikmalaya, para pedagang mengaku belum menerima tanggapan dari pemerintah daerah. Kondisi tersebut memicu kekhawatiran sekaligus kekecewaan di kalangan pedagang yang selama ini menggantungkan penghidupan dari aktivitas ekonomi di pasar tradisional […]

  • Di Teras Rumah Itu, Warga Garut Butuh Pertolongan dan Sisa Harapan

    Di Teras Rumah Itu, Warga Garut Butuh Pertolongan dan Sisa Harapan

    • calendar_month Rabu, 21 Jan 2026
    • account_circle Redaktur Kanal Jabar
    • visibility 267
    • 0Komentar

    Kanal Jabar, Berita Garut – Di teras rumah sederhana di Garut selatan, Kabupaten Garut Provinsi Jawa Barat, Pirmansyah dan Isoh Nurjanah duduk berdampingan. Tidak ada tamu. Tidak ada keramaian. Hanya sebuah ponsel yang merekam suara pelan seorang ayah yang nyaris kehilangan tenaga untuk terus bertahan. Pesan itu ditujukan kepada Gubernur Jawa Barat. Bukan untuk mengeluh […]

  • Bupati Tasikmalaya Luncurkan Program Satu Siswa Satu Pohon, Dorong Swasembada Pangan

    Bupati Tasikmalaya Luncurkan Program Satu Siswa Satu Pohon, Dorong Swasembada Pangan

    • calendar_month Selasa, 20 Jan 2026
    • account_circle Redaktur Kanal Jabar
    • visibility 252
    • 0Komentar

    Kanal Jabar, Berita Tasikmalaya – Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya terus memperkuat komitmen mewujudkan swasembada pangan Tasikmalaya melalui sektor pendidikan. Hal ini ditandai dengan peluncuran program Satu Siswa Satu Pohon yang dirangkaikan dengan swasembada pangan berbasis sekolah di Kecamatan Cikalong, Senin (19/1/2026). Bupati Tasikmalaya, H. Cecep Nurul Yakin, secara langsung menghadiri kegiatan tersebut yang dipusatkan di halaman […]

  • Presiden Prabowo Pimpin Panen Raya, Tegaskan Komitmen Ketahanan Pangan

    Presiden Prabowo Pimpin Panen Raya, Tegaskan Komitmen Ketahanan Pangan

    • calendar_month Senin, 7 Apr 2025
    • account_circle adminkanaljabar
    • visibility 231
    • 0Komentar

    kanaljabar.com BERITA NASIONAL Beberapa hari setelah perayaan Idul Fitri, suasana pertanian Indonesia semakin semarak. Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, turun langsung ke ladang untuk memimpin Panen Raya Nasional di Desa Randegan Wetan, Kecamatan Jatitujuh, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat. Kegiatan ini bukan sekadar seremoni, melainkan bagian dari panen serentak yang digelar di 14 provinsi dan 157 […]

  • Lapangan Padel di Tasikmalaya Tetap Beroperasi, Izin Dikebut

    Lapangan Padel di Tasikmalaya Tetap Beroperasi, Izin Dikebut

    • calendar_month Rabu, 25 Feb 2026
    • account_circle Redaktur Kanal Jabar
    • visibility 188
    • 0Komentar

    kanaljabar.com BERITA TASIKMALAYA – Polemik perizinan lapangan padel di Kota Tasikmalaya kini menemukan arah yang lebih jelas. Setelah melalui pertemuan antara Komisi III DPRD dan para pengelola, disepakati bahwa kegiatan usaha tetap berjalan sembari proses administrasi dipercepat dan ditata ulang. Isu ini mencuat karena sebagian lapangan sudah beroperasi ketika proses perizinan belum sepenuhnya rampung. Kondisi […]

  • Catat Tanggalnya! Kalender Libur Nasional & Cuti Bersama 2026 Capai 23 Hari

    Catat Tanggalnya! Kalender Libur Nasional & Cuti Bersama 2026 Capai 23 Hari

    • calendar_month Sabtu, 3 Jan 2026
    • account_circle adminkanaljabar
    • visibility 303
    • 0Komentar

    kanaljabar.com. BERITA NASIONAL – Pemerintah resmi menetapkan daftar hari libur nasional dan cuti bersama tahun 2026. Kepastian tersebut tertuang dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) yang ditandatangani pada 19 September 2025 oleh tiga kementerian, yakni Kementerian Agama, Kementerian Ketenagakerjaan, serta Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi. Dalam SKB tersebut, pemerintah menetapkan 16 hari libur nasional dan […]

expand_less