Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » Berita Jabar » Indikasi Korupsi Revitalisasi PLUT Tasikmalaya, Tender Seolah Formalitas?

Indikasi Korupsi Revitalisasi PLUT Tasikmalaya, Tender Seolah Formalitas?

  • account_circle Redaktur Kanal Jabar
  • calendar_month Rabu, 24 Des 2025
  • visibility 144
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Kanal Jabar, BERITA TASIKMALAYARevitalisasi Gedung Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) Kabupaten Tasikmalaya sejak awal dirancang sebagai wujud keberpihakan negara terhadap koperasi dan pelaku UMKM. Gedung ini diharapkan menjadi pusat pendampingan usaha, akses pasar, hingga penguatan kapasitas manajerial pelaku ekonomi kecil. Namun, hasil penelusuran redaksi terhadap dokumen audit resmi negara, data pengadaan elektronik, serta pemeriksaan fisik di lapangan justru mengungkap indikasi korupsi yang serius dalam proyek bernilai lebih dari Rp3,4 miliar tersebut.

Proyek revitalisasi PLUT ini dilaksanakan pada tahun anggaran berjalan dengan CV LJ sebagai pemenang tender. Sementara itu, CV AT tercatat sebagai peserta tender lain. Kedua perusahaan ini kemudian menjadi titik awal terkuaknya dugaan penyimpangan yang tidak berdiri sendiri, melainkan membentuk pola sistematis sejak tahap perencanaan, tender, hingga pelaksanaan pekerjaan.

Persekongkolan Horizontal: Persaingan yang Dipertanyakan

Indikasi persekongkolan horizontal antarpenyedia menjadi salah satu temuan paling mencolok. Data pengadaan menunjukkan bahwa CV LJ dan CV AT mengunggah dokumen penawaran dari alamat IP yang sama, dalam waktu yang berdekatan. Dalam sistem pengadaan elektronik, kesamaan alamat IP bukanlah hal sepele karena berfungsi sebagai identitas digital pengguna.

Fakta ini diperkuat dengan temuan administratif lain. Alamat pimpinan kedua perusahaan tercatat identik, disusul kesamaan tiga personel non-manajerial yang dicantumkan dalam dokumen penawaran. Personel tersebut memiliki peran dan latar belakang yang sama persis, sesuatu yang jarang terjadi dalam tender yang benar-benar kompetitif.

Lebih jauh, relasi personal juga terungkap. Direktur CV AT merupakan anak kandung Direktur CV LJ. Hubungan keluarga langsung ini menempatkan kedua perusahaan dalam kategori “satu kendali (one control)” menurut prinsip pengadaan barang dan jasa pemerintah. Situasi ini menegaskan bahwa persaingan tender berpotensi hanya menjadi formalitas administratif, bukan mekanisme seleksi terbaik bagi negara.

Aroma Persekongkolan Vertikal hingga Kerugian Negara

Indikasi korupsi tidak berhenti pada relasi antarpenyedia. Dugaan persekongkolan vertikal mulai tercium ketika nilai penawaran pemenang nyaris menempel pada Harga Perkiraan Sendiri (HPS). Selisih yang sangat tipis ini memunculkan dugaan akses terhadap informasi strategis internal proyek.

Audit forensik dokumen juga menemukan kemiripan struktur dan metadata antara dokumen perencanaan proyek dengan dokumen penawaran pemenang. Metadata—yang mencakup penulis dokumen dan waktu pembuatan—menjadi petunjuk penting adanya kemungkinan aliran informasi dari internal pengadaan kepada penyedia.

Masalah berlanjut pada tahap kualifikasi dan pelaksanaan. CV LJ mencantumkan personel manajerial dengan klaim pengalaman tertentu yang tidak dapat dibuktikan. Di lapangan, personel bersertifikat yang disyaratkan kontrak tidak sepenuhnya ditempatkan. Pekerjaan dijalankan oleh tenaga pengganti tanpa sertifikat kompetensi dan tanpa persetujuan resmi.

Dalam konteks ini, peran Kelompok Kerja (Pokja) Pemilihan dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) menjadi sorotan. Seluruh indikator—kesamaan IP address, personel, hubungan keluarga, hingga ketidaksesuaian pelaksanaan—terekam dalam sistem dan dokumen tender. Namun proses tetap berjalan, pemenang tetap ditetapkan, dan pembayaran tetap dilakukan.

Pemeriksaan fisik akhirnya menemukan kekurangan volume pekerjaan pada sejumlah item dengan nilai lebih dari Rp233 juta. Hingga kini, sebagian besar kerugian negara tersebut belum sepenuhnya dipulihkan. Kasus revitalisasi PLUT Tasikmalaya pun meninggalkan pertanyaan besar: indikasi korupsi ini akan berhenti sebagai temuan audit, atau berlanjut ke penegakan hukum? (red)

  • Penulis: Redaktur Kanal Jabar

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Rekening Ratusan Penerima Bansos di Kota Banjar Diblokir, Ini Alasanya!

    Rekening Ratusan Penerima Bansos di Kota Banjar Diblokir, Ini Alasanya!

    • calendar_month Sabtu, 22 Nov 2025
    • account_circle Admin Kanal Jabar
    • visibility 109
    • 0Komentar

    kanaljabar.com. BERITABANJAR. Pemerintah Kota Banjar mengambil langkah tegas terhadap dugaan penyalahgunaan bantuan sosial. Wali Kota Banjar, Ir. H. Sudarsono, memastikan bahwa sebanyak 167 rekening penerima bantuan sosial telah diblokir karena terindikasi terafiliasi dengan aktivitas judi online. Ia menyebut tindakan ini dilakukan sebagai bentuk pengawasan agar bansos Kota Banjar benar-benar digunakan sesuai peruntukannya, terutama untuk kebutuhan […]

  • Longsor Papandayan: Aparat Turun Langsung Pastikan Pendaki Aman

    Longsor Papandayan: Aparat Turun Langsung Pastikan Pendaki Aman

    • calendar_month Jumat, 9 Jan 2026
    • account_circle Admin Kanal Jabar
    • visibility 126
    • 0Komentar

    kanaljabar.com. BERITA GARUT. Kawasan Gunung Papandayan di Kecamatan Cisurupan, Kabupaten Garut, diterjang longsor pada Kamis sore, 8 Januari 2026. Material longsor berupa tanah dan batu dilaporkan menutup jalur pendakian yang mengarah ke kawasan perkemahan Pondok Saladah dan Gober Hut, dua titik favorit para pendaki. Menyikapi kejadian tersebut, aparat kepolisian bersama petugas terkait langsung turun ke […]

  • Sampah Menumpuk di Pasar Pancasila, Dinas LH  Dinilai Lamban

    Sampah Menumpuk di Pasar Pancasila, Dinas LH Dinilai Lamban

    • calendar_month Selasa, 25 Nov 2025
    • account_circle Redaktur Kanal Jabar
    • visibility 121
    • 0Komentar

    Kanal Jabar, BERITA TASIKMALAYA – Penumpukan sampah selama lima hari di Tempat Penampungan Sementara (TPS) Pasar Pancasila, Kota Tasikmalaya, memicu keluhan luas dari warga dan pedagang. Tumpukan sampah meluber hingga ke kios dan badan jalan, disertai bau menyengat yang mengganggu aktivitas ekonomi dan kenyamanan lingkungan. Ironisnya, respons resmi dari Dinas Lingkungan Hidup (LH) baru muncul […]

  • Empat Tambang Ilegal Berhasil Dibongkar Polres Tasikmalaya Kota

    Empat Tambang Ilegal Berhasil Dibongkar Polres Tasikmalaya Kota

    • calendar_month Selasa, 10 Jun 2025
    • account_circle Admin Kanal Jabar
    • visibility 131
    • 0Komentar

    kanaljabar.com BERITA TASIKMALAYA Keberadaan tambang ilegal yang merusak lingkungan kembali menjadi sorotan. Polres Tasikmalaya Kota menunjukkan keseriusannya dengan membongkar empat kasus tambang ilegal yang beroperasi di wilayah hukumnya. Langkah ini menjadi bukti nyata komitmen kepolisian dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus melindungi kepentingan masyarakat. Pengungkapan tersebut dilakukan pada Kamis, 5 Juni 2025. Empat lokasi tambang yang […]

  • “Cek Kesehatan Jadi Mudah: Jabar Gratiskan Biaya Pemeriksaan Mulai Bulan Depan”

    “Cek Kesehatan Jadi Mudah: Jabar Gratiskan Biaya Pemeriksaan Mulai Bulan Depan”

    • calendar_month Minggu, 26 Jan 2025
    • account_circle Admin Kanal Jabar
    • visibility 116
    • 0Komentar

    kanaljabar.com BERITA JABAR Mulai 1 Februari 2025, seluruh warga Jawa Barat akan mendapatkan kesempatan untuk mengikuti pemeriksaan kesehatan (medical check-up) secara gratis. Program ini menjadi bagian dari upaya pemerintah provinsi untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat sekaligus memperluas akses layanan kesehatan yang berkualitas. Pj. Gubernur Jawa Barat, Bey Machmudin, menegaskan bahwa program ini akan berlaku sesuai […]

  • Upah Rendah, Ekonomi Tumbuh: Pelajaran dari Vietnam untuk Ciamis

    Upah Rendah, Ekonomi Tumbuh: Pelajaran dari Vietnam untuk Ciamis

    • calendar_month Jumat, 2 Jan 2026
    • account_circle Admin Kanal Jabar
    • visibility 152
    • 0Komentar

    kanaljabar.com. BERITA CIAMIS. Sehari setelah artikel tentang anugerah, upah, dan integritas Ciamis terbit, redaksi menerima satu pesan WhatsApp. Singkat. Tanpa salam pembuka. Tanpa nada menggurui. “Berapa UMK Vietnam yang sekarang menuju negara industri?” Baca juga: Ciamis 2025: Bertabur Anugerah, UMK Terlemah, Integritas? Pesan itu datang dari seorang pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Ciamis. Tidak defensif. […]

expand_less