Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » Berita Jabar » Upah Rendah, Ekonomi Tumbuh: Pelajaran dari Vietnam untuk Ciamis

Upah Rendah, Ekonomi Tumbuh: Pelajaran dari Vietnam untuk Ciamis

  • account_circle Admin Kanal Jabar
  • calendar_month Jumat, 2 Jan 2026
  • visibility 165
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

kanaljabar.com. BERITA CIAMIS. Sehari setelah artikel tentang anugerah, upah, dan integritas Ciamis terbit, redaksi menerima satu pesan WhatsApp. Singkat. Tanpa salam pembuka. Tanpa nada menggurui.

“Berapa UMK Vietnam yang sekarang menuju negara industri?”

Baca juga: Ciamis 2025: Bertabur Anugerah, UMK Terlemah, Integritas?

Pesan itu datang dari seorang pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Ciamis. Tidak defensif. Tidak pula menyangkal data. Justru seperti ajakan berdiskusi. Redaksi pun terpancing untuk mengecek.

Hasilnya, jujur saja, mengejutkan.

Berdasarkan data yang dipublikasikan Vietnam Briefing, Vietnam mulai 1 Januari 2026 menetapkan upah minimum dengan membagi wilayahnya ke dalam empat zona ekonomi. Wilayah paling maju—mencakup Hanoi dan Ho Chi Minh City—memiliki UMK sekitar US$201,84. Wilayah berikutnya US$179,8, lalu US$157,37, dan wilayah paling agraris hanya US$140,64.

Jika dikonversi, rentang UMK Vietnam berada di kisaran Rp2,35 juta hingga Rp3,37 juta. Angka ini bahkan masih berada di bawah UMK tertinggi Indonesia yang hampir menyentuh Rp6 juta. Bahkan UMK terendah Indonesia pun nyaris sejajar dengan wilayah terbawah Vietnam.

Padahal, dunia tak bisa menyangkal, ekonomi Vietnam hari ini sedang melaju kencang.

Upah Bukan Satu-Satunya Mesin Pertumbuhan
Pada kuartal III 2025, ekonomi Vietnam tumbuh 8,23%—jauh di atas Indonesia yang berada di kisaran 5%. Di tengah tekanan global dan tarif dagang tinggi dari Amerika Serikat, Vietnam justru mampu menjaga momentumnya. Pertumbuhan naik, inflasi terkendali, dan investasi tetap masuk.

Di sinilah pesan singkat itu mulai terasa relevansinya.

Dalam komunikasi lanjutan, pejabat Ciamis tersebut menjelaskan bahwa UMK tidak bisa dibaca sebagai angka tunggal. Ia terkait dengan banyak variabel: inflasi daerah, struktur ekonomi, produktivitas tenaga kerja, hingga strategi menarik investasi.

UMK yang tinggi, katanya, belum tentu membuat hidup lebih nyaman. Jika inflasi ikut naik, daya beli justru tergerus. Sebaliknya, UMK yang lebih rendah tetapi disertai harga pangan stabil dan biaya hidup terjangkau bisa menciptakan keseimbangan yang lebih sehat.

Pandangan ini sejalan dengan teori ekonomi regional. Kesejahteraan pekerja tidak ditentukan oleh nominal upah semata, melainkan oleh rasio antara upah dan biaya hidup. Ketika upah naik lebih cepat daripada produktivitas, dampaknya sering berujung pada inflasi, penurunan daya saing usaha, bahkan relokasi industri.

Bagi daerah agraris seperti Kabupaten Ciamis, persoalannya bahkan jadi berlapis. Ciamis bukan daerah industri padat modal. Ia adalah pemasok pangan. Jika UMK dipatok terlalu tinggi tanpa basis industri yang kuat, biaya produksi pangan ikut naik. Dan ini yang bahaya, efeknya akan menjalar ke daerah lain. Harga kebutuhan pokok terdorong naik. Ujung-ujungnya, dunia usaha dipastikan bakal terkapar, karena dipaksa menanggung beban di luar batas kemampuan.

Pada titik itu, keseimbangan ekonomi negeri ini akan runtuh.

Vietnam memilih jalan berbeda. Upah dijaga tetap kompetitif, sementara negara memastikan kepastian hukum, stabilitas harga, dan infrastruktur produksi. Investor merasa aman, tenaga kerja terserap, dan pertumbuhan bergerak cepat.

Membaca UMK dengan Kepala Dingin
Dari sini, satu pelajaran penting muncul: UMK rendah tidak otomatis berarti ekonomi lemah. Yang menentukan adalah apakah kebijakan itu berada dalam keseimbangan yang tepat.

Ciamis memang masuk jajaran UMK terendah nasional. Fakta itu tidak dibantah. Namun Ciamis juga mencatat prestasi lain: stabilitas sosial, biaya hidup relatif terjaga, dan—sebagaimana ditulis sebelumnya—tingkat integritas pemerintahan tertinggi di Jawa Barat.

Berita ini pada akhirnya mencerminkan satu hal: redaksi menerima masukan yang sangat berharga. Bahwa diskusi tentang UMK tidak seharusnya berhenti pada adu tinggi angka. Ia harus dibaca bersama struktur ekonomi, karakter daerah, dan arah kebijakan jangka panjang.

Pesan singkat dari Pejabat Ciamis itu tidak mengubah fakta. Tapi ia memperluas cara membaca fakta.

Dan mungkin, di situlah letak kematangan sebuah daerah: ketika pejabatnya terbiasa membuka diri dan berdiskusi.(Sus)

  • Penulis: Admin Kanal Jabar

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ketika Kominfo Digabung, Arah Digital Tasikmalaya Dipertaruhkan

    Ketika Kominfo Digabung, Arah Digital Tasikmalaya Dipertaruhkan

    • calendar_month Kamis, 16 Apr 2026
    • account_circle Redaktur Kanal Jabar
    • visibility 167
    • 0Komentar

    Kanal Jabar, BERITA TASIKMALAYA – Keputusan untuk menggabungkan Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) dengan Dinas Perhubungan (Dishub) di Kabupaten Tasikmalaya bukan sekadar soal restrukturisasi birokrasi. Lebih dari itu, kebijakan ini menyentuh jantung transformasi pemerintahan di era digital. Dalam konteks Peran Kominfo dalam Pemerintah Daerah, langkah tersebut patut dipertanyakan: apakah ini strategi efisiensi yang cerdas, atau […]

  • Rumah Tertimpa Pohon di Salawu Kabupaten Tasikmalaya

    Rumah Tertimpa Pohon di Salawu Kabupaten Tasikmalaya

    • calendar_month Minggu, 25 Jan 2026
    • account_circle Redaktur Kanal Jabar
    • visibility 145
    • 0Komentar

    Kanal Jabar, Berita Tasikmalaya – Peristiwa bencana alam kembali terjadi di wilayah Kabupaten Tasikmalaya. Sebuah rumah warga dilaporkan mengalami kerusakan setelah tertimpa pohon tumbang akibat angin puting beliung yang melanda Desa Sundawenang, Kecamatan Salawu, Kabupaten Tasikmalaya, pada Sabtu (24/1/2026) sore. Kejadian tersebut berlangsung sekitar pukul 18.00 WIB dan menyebabkan satu rumah warga mengalami kerusakan ringan. […]

  • Pergeseran Tanah Terjadi di Tasikmalaya, Warga Diminta Waspada

    Pergeseran Tanah Terjadi di Tasikmalaya, Warga Diminta Waspada

    • calendar_month Jumat, 14 Feb 2025
    • account_circle Admin Kanal Jabar
    • visibility 136
    • 0Komentar

    kanaljabar.com BERITA TASIKMALAYA Pergeseran tanah terjadi di Kampung Margaluyu, Desa Cikondang, Kecamatan Cineam, Kabupaten Tasikmalaya, pada Rabu malam, 13 Februari 2025. Peristiwa tersebut mengakibatkan kerusakan sejumlah infrastruktur serta menimbulkan ancaman keselamatan bagi warga di sekitar lokasi bencana. Menanggapi kejadian tersebut, Batalyon D Pelopor Satuan Brimob Polda Jawa Barat langsung melakukan pengecekan ke lokasi bencana. Kegiatan […]

  • Kondisi Pasar Cikurubuk Tasikmalaya Jadi Ujian Kebijakan Pemkot dan DPRD

    Kondisi Pasar Cikurubuk Tasikmalaya Jadi Ujian Kebijakan Pemkot dan DPRD

    • calendar_month Sabtu, 14 Feb 2026
    • account_circle Redaktur Kanal Jabar
    • visibility 122
    • 0Komentar

    kanaljabar.com, BERITA TASIKMALAYA – Kondisi Pasar Cikurubuk Tasikmalaya kini menjadi sorotan serius dalam konteks kebijakan publik. Sebagai pasar tradisional terbesar di kota ini, keberlanjutan aktivitas di Pasar Cikurubuk dinilai bukan semata urusan pedagang, melainkan menyangkut arah kebijakan Pemerintah Kota Tasikmalaya bersama DPRD. Pasar yang dibangun pada 1994 dan berdiri di atas lahan sekitar 43.120 meter […]

  • Tol Getaci Dorong Efisiensi Perjalanan Pangandaran–Jakarta

    Tol Getaci Dorong Efisiensi Perjalanan Pangandaran–Jakarta

    • calendar_month Sabtu, 18 Okt 2025
    • account_circle Admin Kanal Jabar
    • visibility 120
    • 0Komentar

    kanaljabar.com BERITA PANGANDARAN Bagi warga pesisir selatan Jawa Barat bersiap menyambut lompatan besar dalam mobilitas. Jika Jalan Tol Gedebage–Tasikmalaya–Cilacap (Getaci) benar-benar beroperasi sesuai rencana, waktu tempuh dari Jakarta menuju Kabupaten Pangandaran diproyeksikan hanya sekitar empat jam. Tol Getaci merupakan proyek infrastruktur ambisius yang menghubungkan dua provinsi sekaligus, yakni Jawa Barat dan Jawa Tengah. Nama Getaci […]

  • Malam Mencekam di Pangandaran: Ajag Meneror, Ratusan Ternak Berguguran”

    Malam Mencekam di Pangandaran: Ajag Meneror, Ratusan Ternak Berguguran”

    • calendar_month Rabu, 19 Feb 2025
    • account_circle Admin Kanal Jabar
    • visibility 143
    • 0Komentar

    kanaljabar.com BERITA PANGANDARAN Warga Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, tengah diliputi rasa cemas. Sejak pertengahan 2024 hingga awal 2025, serangan anjing liar terus menghantui para peternak. Ratusan ekor domba dan kambing dilaporkan mati mengenaskan akibat gigitan kawanan anjing liar, meninggalkan kerugian ekonomi sekaligus trauma bagi warga. Teror ini bukan isapan jempol. Laporan pertama muncul pada Juni […]

expand_less