Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » Berita Jabar » Hackclub Campfire dan Realitas Dukungan untuk Talenta Digital Tasikmalaya

Hackclub Campfire dan Realitas Dukungan untuk Talenta Digital Tasikmalaya

  • account_circle Redaktur Kanal Jabar
  • calendar_month Minggu, 1 Mar 2026
  • visibility 155
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Kanal Jabar, BERITA TASIKMALAYA – Transformasi digital terus digaungkan di berbagai level pemerintahan. Namun di lapangan, kisah seorang pelajar 14 tahun asal Tasikmalaya menunjukkan bahwa jalan menuju ekosistem digital belum sepenuhnya ditopang sistem yang kuat.

Arkanurrizky A.H, siswa SMP Negeri 1 Tasikmalaya, menjadi salah satu peserta dalam ajang Hackclub Campfire yang digelar di Perpustakaan Jakarta Cikini pada 28 Februari hingga 1 Maret 2026.

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Hack Club tersebut diikuti sekitar 90 peserta dari berbagai daerah, mayoritas berasal dari wilayah Jabodetabek. Di tengah dominasi peserta kota besar, Arkanurrizky hadir sebagai representasi pelajar daerah yang aktif menembus ruang-ruang teknologi nasional.

Namun partisipasinya dalam Hackclub Campfire menyisakan satu pertanyaan penting: apakah sistem pendidikan daerah sudah siap menopang talenta digital seperti dirinya?


Hackclub Campfire: Ruang Kompetisi Tanpa Sekat

Hackclub Campfire mengusung format game jam, di mana peserta diberi waktu dua hari untuk merancang dan menyempurnakan game. Prosesnya intensif—coding, debugging, diskusi teknis, hingga presentasi hasil.

Dalam kesempatan tersebut, Arkanurrizky mengembangkan game ber-genre exploration bertema “ikan makan ikan”. Pemain diajak menyelami dunia bawah laut, bertahan hidup dengan memangsa yang lebih kecil dan menghindari predator yang lebih besar.

Konsep ini bukan sekadar permainan. Ia mencerminkan strategi, manajemen risiko, serta kemampuan membaca sistem—kompetensi yang relevan di dunia digital saat ini.

Event ini terbuka untuk umum, tanpa seleksi ketat. Siapa pun dengan minat dan kemauan belajar dapat berpartisipasi. Model inklusif ini justru menunjukkan bahwa peluang tersedia—tinggal bagaimana dukungan lokal menguatkannya.


Rekam Jejak yang Tak Bisa Diabaikan

Keikutsertaan dalam Hackclub Campfire bukan pengalaman pertama bagi Arkanurrizky. Ia telah mengikuti sekitar 10 kompetisi serupa.

Tiga di antaranya berhasil ia menangkan: G4C Student Challenge (online), Uni GameJam (online), dan International Environmental Coding Competition di Bandung.

Catatan ini menunjukkan bahwa kapasitasnya bukan kebetulan, bahkan bisa dikatakan Arkanurrizky ini memiliki talenta yang luar biasa. Ia konsisten membangun kemampuan di bidang pengembangan game sejak usia dini.

Di usia 14 tahun, ia sudah memahami alur desain game, sistem level, hingga mekanisme progresi pemain. Kemampuan tersebut sejalan dengan kebutuhan industri kreatif digital yang terus berkembang.


Minim Dukungan Formal, Di Mana Peran Institusi?

Meski memiliki rekam jejak yang jelas, keluarga Arkanurrizky menilai belum ada dukungan formal maupun apresiasi signifikan dari pihak sekolah atas pencapaian tersebut.

Partisipasi dalam Hackclub Campfire kembali dijalani dengan upaya mandiri. Biaya perjalanan dan akomodasi menjadi tanggung jawab keluarga.

Kondisi ini memunculkan refleksi lebih luas tentang kebijakan pembinaan siswa berprestasi di bidang non-akademik konvensional. Apakah sudah ada skema khusus untuk mendukung talenta digital? Apakah anggaran pendidikan daerah mengakomodasi kompetisi berbasis teknologi?

Padahal, pemerintah pusat mendorong percepatan digitalisasi dan penguatan SDM teknologi. Jika narasi besar itu ingin konsisten, maka dukungan di tingkat daerah menjadi krusial.


Antara Potensi dan Kebijakan

Kisah Arkanurrizky di Hackclub Campfire memperlihatkan paradoks. Di satu sisi, peluang global terbuka lebar. Event internasional dapat diakses, komunitas digital aktif, dan platform belajar tersedia.

Di sisi lain, dukungan lokal belum sepenuhnya terstruktur.

Idealnya, sekolah memiliki data siswa dengan minat dan prestasi khusus, lalu memberikan rekomendasi, pendampingan, bahkan bantuan logistik ketika mengikuti event luar kota. Dinas pendidikan Kota Tasikmalaya pun dapat merancang program pembinaan talenta digital berbasis kompetisi.

Tanpa intervensi kebijakan, perkembangan siswa seperti Arkanurrizky akan bergantung pada daya tahan keluarga masing-masing. Model ini berisiko menciptakan kesenjangan akses bagi talenta yang kurang mampu secara finansial.


Hackclub Campfire sebagai Cermin

Partisipasi pelajar Tasikmalaya di Hackclub Campfire seharusnya tidak berhenti sebagai kabar kegiatan. Ia bisa menjadi cermin bagi sistem pendidikan daerah.

Bahwa generasi muda telah bergerak ke ranah digital. Bahwa kompetisi kini tidak lagi terbatas pada ruang kelas. Dan bahwa kebijakan perlu beradaptasi dengan realitas baru tersebut.

Arkanurrizky telah menunjukkan keberanian untuk masuk ke arena nasional. Ia membangun game, membangun jejaring, dan membangun kepercayaan diri.

Kini, pertanyaan besarnya: apakah institusi di sekitarnya siap membangun sistem pendukung yang setara?

Jika transformasi digital benar menjadi prioritas, maka dukungan terhadap talenta muda bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan.

Dan mungkin, dari ruang coding sederhana di sudut Tasikmalaya, masa depan digital itu sedang dirintis—dengan atau tanpa sistem yang siap mengiringinya. (red)

  • Penulis: Redaktur Kanal Jabar

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Melawan Hoaks dari Desa, Roni Imroni Raih Sorot News Golden Award 2025

    Melawan Hoaks dari Desa, Roni Imroni Raih Sorot News Golden Award 2025

    • calendar_month Minggu, 21 Des 2025
    • account_circle Redaktur Kanal Jabar
    • visibility 207
    • 0Komentar

    Kanal Jabar, BERITA TASIKMALAYA – Di tengah derasnya arus informasi digital, penyebaran berita hoaks menjadi tantangan serius bagi masyarakat, termasuk di daerah. Di Kabupaten Tasikmalaya, upaya melawan hoaks tidak selalu hadir melalui kampanye besar, melainkan tumbuh dari penguatan literasi digital di tingkat desa. Atas konsistensinya membangun komunikasi publik yang sehat dan memberdayakan masyarakat dalam menghadapi […]

  • Serbuan Barang Impor Mengguncang Pasar Indonesia

    Serbuan Barang Impor Mengguncang Pasar Indonesia

    • calendar_month Selasa, 13 Mei 2025
    • account_circle adminkanaljabar
    • visibility 177
    • 0Komentar

    kanaljabar.com BERITA NASIONAL Tahun 2025 belum juga mencapai garis tengah. Namun, Indonesia—negeri agraris-maritim yang sering dibanggakan sebagai kaya sumber daya—kembali kebanjiran tamu dari luar negeri. Mereka datang bukan sebagai wisatawan, melainkan sebagai barang impor. Dan seperti biasa, semuanya dibayar lunas. Dari setrika pintar beraksen Mandarin, bantal aromaterapi asal Thailand, hingga pakaian olahraga buatan Vietnam yang […]

  • Senyum Anak Yatim di Bulan Suci, HMI Gelar Santunan di Tanjungkerta Tasikmalaya

    Senyum Anak Yatim di Bulan Suci, HMI Gelar Santunan di Tanjungkerta Tasikmalaya

    • calendar_month Senin, 16 Mar 2026
    • account_circle adminkanaljabar
    • visibility 220
    • 0Komentar

    kanaljabar.com BERITA TASIKMALAYA Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Latifah bersama HMI Komisariat Pagerageung kembali menunjukkan komitmennya dalam kegiatan sosial keagamaan melalui program santunan anak yatim bertajuk MERPATI (Merawat Ramadhan Penuh Arti). Kegiatan tersebut digelar di Desa Tanjungkerta, Kecamatan Pagerageung, Kabupaten Tasikmalaya, Jumat (13/3/2026), bertepatan dengan 23 Ramadhan 1447 Hijriah. Program yang telah memasuki pelaksanaan tahun […]

  • Pemerintah Umumkan Hasil Sidang Isbat 2026, Awal Ramadhan 1447.H Ditentukan

    Pemerintah Umumkan Hasil Sidang Isbat 2026, Awal Ramadhan 1447.H Ditentukan

    • calendar_month Selasa, 17 Feb 2026
    • account_circle adminkanaljabar
    • visibility 209
    • 0Komentar

    kanaljabar.com BERITA NASIONAL Pemerintah Republik Indonesia resmi menetapkan awal Ramadhan 1447 Hijriah. Melalui Kementerian Agama RI, dalam sidang isbat yang digelar Selasa (17/02/2026), diputuskan bahwa 1 Ramadhan 1447 H jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026. Keputusan tersebut diumumkan langsung oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar usai memimpin sidang isbat di Hotel Borobudur Jakarta. “Berdasarkan hasil hisab dan tidak adanya hilal […]

  • Persiapan Lebaran 2026: Kadishubkominfo Tasikmalaya Cek Stasiun Rajapolah

    Persiapan Lebaran 2026: Kadishubkominfo Tasikmalaya Cek Stasiun Rajapolah

    • calendar_month Minggu, 15 Mar 2026
    • account_circle Redaktur Kanal Jabar
    • visibility 141
    • 0Komentar

    Kanal Jabar, BERITA TASIKMALAYA – Menjelang arus mudik dan mobilitas masyarakat dalam rangka persiapan Lebaran 2026, Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya melalui Dinas Perhubungan, Komunikasi, dan Informatika (Dishubkominfo) melakukan peninjauan langsung ke Stasiun Rajapolah. Kepala Dishubkominfo Kabupaten Tasikmalaya, Rahayu Jamiat Abdullah, melakukan kunjungan kerja untuk memastikan kesiapan layanan naik turun penumpang Kereta Api Serayu di stasiun tersebut, […]

  • Rekening Ratusan Penerima Bansos di Kota Banjar Diblokir, Ini Alasanya!

    Rekening Ratusan Penerima Bansos di Kota Banjar Diblokir, Ini Alasanya!

    • calendar_month Sabtu, 22 Nov 2025
    • account_circle adminkanaljabar
    • visibility 155
    • 0Komentar

    kanaljabar.com. BERITABANJAR. Pemerintah Kota Banjar mengambil langkah tegas terhadap dugaan penyalahgunaan bantuan sosial. Wali Kota Banjar, Ir. H. Sudarsono, memastikan bahwa sebanyak 167 rekening penerima bantuan sosial telah diblokir karena terindikasi terafiliasi dengan aktivitas judi online. Ia menyebut tindakan ini dilakukan sebagai bentuk pengawasan agar bansos Kota Banjar benar-benar digunakan sesuai peruntukannya, terutama untuk kebutuhan […]

expand_less