Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » Berita Jabar » Hackclub Campfire dan Realitas Dukungan untuk Talenta Digital Tasikmalaya

Hackclub Campfire dan Realitas Dukungan untuk Talenta Digital Tasikmalaya

  • account_circle Redaktur Kanal Jabar
  • calendar_month Minggu, 1 Mar 2026
  • visibility 220
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Kanal Jabar, BERITA TASIKMALAYA – Transformasi digital terus digaungkan di berbagai level pemerintahan. Namun di lapangan, kisah seorang pelajar 14 tahun asal Tasikmalaya menunjukkan bahwa jalan menuju ekosistem digital belum sepenuhnya ditopang sistem yang kuat.

Arkanurrizky A.H, siswa SMP Negeri 1 Tasikmalaya, menjadi salah satu peserta dalam ajang Hackclub Campfire yang digelar di Perpustakaan Jakarta Cikini pada 28 Februari hingga 1 Maret 2026.

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Hack Club tersebut diikuti sekitar 90 peserta dari berbagai daerah, mayoritas berasal dari wilayah Jabodetabek. Di tengah dominasi peserta kota besar, Arkanurrizky hadir sebagai representasi pelajar daerah yang aktif menembus ruang-ruang teknologi nasional.

Namun partisipasinya dalam Hackclub Campfire menyisakan satu pertanyaan penting: apakah sistem pendidikan daerah sudah siap menopang talenta digital seperti dirinya?


Hackclub Campfire: Ruang Kompetisi Tanpa Sekat

Hackclub Campfire mengusung format game jam, di mana peserta diberi waktu dua hari untuk merancang dan menyempurnakan game. Prosesnya intensif—coding, debugging, diskusi teknis, hingga presentasi hasil.

Dalam kesempatan tersebut, Arkanurrizky mengembangkan game ber-genre exploration bertema “ikan makan ikan”. Pemain diajak menyelami dunia bawah laut, bertahan hidup dengan memangsa yang lebih kecil dan menghindari predator yang lebih besar.

Konsep ini bukan sekadar permainan. Ia mencerminkan strategi, manajemen risiko, serta kemampuan membaca sistem—kompetensi yang relevan di dunia digital saat ini.

Event ini terbuka untuk umum, tanpa seleksi ketat. Siapa pun dengan minat dan kemauan belajar dapat berpartisipasi. Model inklusif ini justru menunjukkan bahwa peluang tersedia—tinggal bagaimana dukungan lokal menguatkannya.


Rekam Jejak yang Tak Bisa Diabaikan

Keikutsertaan dalam Hackclub Campfire bukan pengalaman pertama bagi Arkanurrizky. Ia telah mengikuti sekitar 10 kompetisi serupa.

Tiga di antaranya berhasil ia menangkan: G4C Student Challenge (online), Uni GameJam (online), dan International Environmental Coding Competition di Bandung.

Catatan ini menunjukkan bahwa kapasitasnya bukan kebetulan, bahkan bisa dikatakan Arkanurrizky ini memiliki talenta yang luar biasa. Ia konsisten membangun kemampuan di bidang pengembangan game sejak usia dini.

Di usia 14 tahun, ia sudah memahami alur desain game, sistem level, hingga mekanisme progresi pemain. Kemampuan tersebut sejalan dengan kebutuhan industri kreatif digital yang terus berkembang.


Minim Dukungan Formal, Di Mana Peran Institusi?

Meski memiliki rekam jejak yang jelas, keluarga Arkanurrizky menilai belum ada dukungan formal maupun apresiasi signifikan dari pihak sekolah atas pencapaian tersebut.

Partisipasi dalam Hackclub Campfire kembali dijalani dengan upaya mandiri. Biaya perjalanan dan akomodasi menjadi tanggung jawab keluarga.

Kondisi ini memunculkan refleksi lebih luas tentang kebijakan pembinaan siswa berprestasi di bidang non-akademik konvensional. Apakah sudah ada skema khusus untuk mendukung talenta digital? Apakah anggaran pendidikan daerah mengakomodasi kompetisi berbasis teknologi?

Padahal, pemerintah pusat mendorong percepatan digitalisasi dan penguatan SDM teknologi. Jika narasi besar itu ingin konsisten, maka dukungan di tingkat daerah menjadi krusial.


Antara Potensi dan Kebijakan

Kisah Arkanurrizky di Hackclub Campfire memperlihatkan paradoks. Di satu sisi, peluang global terbuka lebar. Event internasional dapat diakses, komunitas digital aktif, dan platform belajar tersedia.

Di sisi lain, dukungan lokal belum sepenuhnya terstruktur.

Idealnya, sekolah memiliki data siswa dengan minat dan prestasi khusus, lalu memberikan rekomendasi, pendampingan, bahkan bantuan logistik ketika mengikuti event luar kota. Dinas pendidikan Kota Tasikmalaya pun dapat merancang program pembinaan talenta digital berbasis kompetisi.

Tanpa intervensi kebijakan, perkembangan siswa seperti Arkanurrizky akan bergantung pada daya tahan keluarga masing-masing. Model ini berisiko menciptakan kesenjangan akses bagi talenta yang kurang mampu secara finansial.


Hackclub Campfire sebagai Cermin

Partisipasi pelajar Tasikmalaya di Hackclub Campfire seharusnya tidak berhenti sebagai kabar kegiatan. Ia bisa menjadi cermin bagi sistem pendidikan daerah.

Bahwa generasi muda telah bergerak ke ranah digital. Bahwa kompetisi kini tidak lagi terbatas pada ruang kelas. Dan bahwa kebijakan perlu beradaptasi dengan realitas baru tersebut.

Arkanurrizky telah menunjukkan keberanian untuk masuk ke arena nasional. Ia membangun game, membangun jejaring, dan membangun kepercayaan diri.

Kini, pertanyaan besarnya: apakah institusi di sekitarnya siap membangun sistem pendukung yang setara?

Jika transformasi digital benar menjadi prioritas, maka dukungan terhadap talenta muda bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan.

Dan mungkin, dari ruang coding sederhana di sudut Tasikmalaya, masa depan digital itu sedang dirintis—dengan atau tanpa sistem yang siap mengiringinya. (red)

  • Penulis: Redaktur Kanal Jabar

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ribuan Sekolah Rusak Tasikmalaya, peran DPRD Disorot

    Ribuan Sekolah Rusak Tasikmalaya, peran DPRD Disorot

    • calendar_month Sabtu, 18 Okt 2025
    • account_circle Redaktur Kanal Jabar
    • visibility 342
    • 0Komentar

    Kanal Jabar, BERITA TASIKMALAYA – Kondisi dunia pendidikan di Kabupaten Tasikmalaya sedang tidak baik-baik saja. Data resmi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan setempat mencatat lebih dari 1.062 sekolah dasar (SD) dan 268 sekolah menengah pertama (SMP) mengalami kerusakan dengan tingkat beragam. Dari jumlah itu, 1.613 ruang kelas rusak berat, lebih dari 3.000 rusak sedang, dan sekitar […]

  • Membangun Sinergitas SWAKKA dan Dishubkominfo Kab. Tasikmalaya

    Membangun Sinergitas SWAKKA dan Dishubkominfo Kab. Tasikmalaya

    • calendar_month Senin, 9 Feb 2026
    • account_circle adminkanaljabar
    • visibility 328
    • 0Komentar

    kanaljabar.com, BERITA TASIKMALAYA – Menjelang deklarasi SWAKKA yang dijadwalkan berlangsung pada hari Kamis, 12 Februari 2026, Presidium SWAKKA melakukan kunjungan silaturahmi ke Dinas Perhubungan dan Komunikasi Informatika (Dishubkominfo) Kabupaten Tasikmalaya, Senin, 9 Februari 2026. Rombongan yang dipimpin langsung oleh Ketua SWAKKA, Ahmad Mukhlis, didampingi Ketua Panitia Deklarasi Diki Sam’ani serta beberapa anggota presidium. Kedatangan mereka […]

  • Longsor Cigalontang Tasikmalaya Ganggu Aktivitas Warga

    Longsor Cigalontang Tasikmalaya Ganggu Aktivitas Warga

    • calendar_month Minggu, 19 Apr 2026
    • account_circle Redaktur Kanal Jabar
    • visibility 315
    • 0Komentar

    Kanal Jabar, BERITA TASIKMALAYA – Bencana longsor di Cigalontang Tasikmalaya tidak hanya menjadi peristiwa alam semata, tetapi juga membawa dampak langsung terhadap kehidupan masyarakat sekitar. Hujan deras yang turun sejak Kamis sore (16/04/2026) memicu longsor yang menutup akses jalan utama warga di Kampung Buligir, Desa Parentas. Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 22.00 WIB ini membuat […]

  • Mudik Lebaran 2026, RSUD KHZ Musthafa Pastikan Pelayanan Tetap Optimal

    Mudik Lebaran 2026, RSUD KHZ Musthafa Pastikan Pelayanan Tetap Optimal

    • calendar_month Rabu, 11 Mar 2026
    • account_circle Redaktur Kanal Jabar
    • visibility 282
    • 0Komentar

    Kanal Jabar, BERITA TASIKMALAYA – Menjelang periode libur panjang dan cuti bersama Lebaran 1447 Hijriah, RSUD KHZ Musthafa Kabupaten Tasikmalaya memastikan bahwa pelayanan selama Idul Fitri tetap berjalan optimal bagi masyarakat. Manajemen rumah sakit milik Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya tersebut telah menyiapkan sejumlah strategi operasional untuk memastikan pelayanan selama Idul Fitri di RSUD KHZ Musthafa tetap […]

  • Kota Tasikmalaya: Keluhan ASN Memuncak, THR  Dibayar Bertahap

    Kota Tasikmalaya: Keluhan ASN Memuncak, THR Dibayar Bertahap

    • calendar_month Kamis, 19 Mar 2026
    • account_circle Redaktur Kanal Jabar
    • visibility 268
    • 0Komentar

    Kanal Jabar, BERITA TASIKMALAYA – Kebijakan Pemerintah Kota Tasikmalaya yang membayarkan Tunjangan Hari Raya (THR) Aparatur Sipil Negara (ASN) secara bertahap terus menuai sorotan. Tidak hanya menjadi perbincangan internal, gelombang keluhan ASN juga ramai bermunculan di media sosial. Sejumlah ASN mempertanyakan skema pembayaran yang dinilai tidak utuh, bahkan menyoroti prioritas pencairan komponen THR ASN di […]

  • Prediksi Timnas Indonesia Vs Saint Kitts and Nevis di FIFA Series 2026

    Prediksi Timnas Indonesia Vs Saint Kitts and Nevis di FIFA Series 2026

    • calendar_month Jumat, 27 Mar 2026
    • account_circle Redaktur Kanal Jabar
    • visibility 286
    • 0Komentar

    Kanal Jabar, BERITA OLAHRAGA – Prediksi Timnas Indonesia Vs Saint Kitts and Nevis tidak lengkap tanpa melihat perbandingan kekuatan kedua tim di FIFA Series 2026. Secara ranking dan pengalaman, Timnas Indonesia masih lebih unggul dibanding lawannya. Timnas Indonesia diperkuat pemain seperti Jay Idzes dan Emil Audero yang bermain di level kompetisi tinggi. Sementara Saint Kitts […]

expand_less