Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » Berita Jabar » Terkadang Prestasi Tak Cukup Mengalahkan Kemiskinan

Terkadang Prestasi Tak Cukup Mengalahkan Kemiskinan

  • account_circle Redaktur Kanal Jabar
  • calendar_month Jumat, 27 Feb 2026
  • visibility 285
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Kanal Jabar, BERITA TASIKMALAYA Siang hari, ia duduk rapi di bangku kelas. Nilainya tinggi. Ranking dua. Guru mengenalnya sebagai anak yang rajin dan cepat memahami pelajaran.

Namun ketika malam turun di Kota Tasikmalaya, realitas berbicara lain. Ia berdiri di trotoar pusat kota, menengadahkan tangan demi beberapa lembar rupiah.

Namanya Nisa. Dan kisahnya membuka kembali perdebatan lama tentang kemiskinan di Kota Tasikmalaya yang belum benar-benar terselesaikan.


Ketika Pendidikan Bertemu Realitas Ekonomi

Selama ini, pendidikan sering disebut sebagai jalan keluar dari kemiskinan. Tapi bagaimana jika seorang anak berprestasi tetap harus mengemis setiap malam?

Inilah ironi yang terjadi.

Nisa berjalan kaki dari kawasan Bojong menuju pusat kota bersama adiknya. Beberapa kilometer ditempuh bukan untuk bermain, bukan untuk belajar kelompok, melainkan untuk bertahan hidup. Di satu sisi, ia adalah simbol harapan. Di sisi lain, ia adalah bukti bahwa kemiskinan di

Kasus ini menegaskan satu hal: kemiskinan bukan semata soal malas atau tidaknya seseorang bekerja. Ia berkaitan dengan akses, kesempatan, dan daya dukung sosial yang belum merata


Media Mengangkat, Publik Tersentak

Sejak kisahnya dipublikasikan pada 25 Februari 2026, reaksi masyarakat bermunculan. Banyak warga menghubungi redaksi, menawarkan bantuan, menanyakan alamat, bahkan meminta difasilitasi untuk turun langsung membantu.

Artinya, kepedulian itu nyata.

Ketua Umum PD Pemuda Persatuan Umat Islam (PUI) Kota Tasikmalaya, Fikri Dikriansyah, S.Hum., menyebut bahwa inilah fungsi penting media.

“Tanpa pemberitaan, masalah sosial sering kali dianggap biasa. Setelah diangkat, barulah muncul kepedulian,” ujarnya.

Pernyataan itu mempertegas bahwa kemiskinan di Kota Tasikmalaya membutuhkan kontrol sosial yang konsisten agar tidak menjadi isu yang hanya dibicarakan di balik meja rapat.


Sinergi yang Diuji

Respons awal juga datang dari Camat Cipedes yang membangun komunikasi dengan redaksi untuk menggali informasi lebih lanjut. Langkah ini dinilai positif, meski publik tentu menunggu tindakan nyata.

Asep Ishak, Sekretaris Komunitas SWAKKA (Sawala Wartawan dan Konten Kreator Aspiratif), memberikan penekanan penting.

“Peristiwa ini menjadi bukti bahwa ketika terjadi sinergi yang positif, indah, dan harmonis antara pemerintah daerah dengan media, maka akan tercipta sinergi yang sangat positif bahkan bisa berdampak langsung kepada masyarakat,” tegasnya.

Menurutnya, kemiskinan di Kota Tasikmalaya hanya bisa ditekan jika kolaborasi tidak berhenti pada komunikasi, tetapi berlanjut pada kebijakan dan aksi konkret.


Lebih dari Sekadar Simpati Ramadhan

Momentum Ramadhan memang mendorong banyak orang untuk berbagi. Namun persoalan kemiskinan di Kota Tasikmalaya tidak bisa selesai hanya dengan bantuan musiman.

Yang dibutuhkan adalah perlindungan jangka panjang bagi anak-anak rentan. Bantuan pendidikan, intervensi ekonomi keluarga, serta pengawasan terhadap eksploitasi anak harus berjalan beriringan.

Karena kota yang maju bukan hanya soal pembangunan fisik, tetapi tentang bagaimana ia menjaga masa depan generasinya.

Dan hari ini, masa depan itu berdiri di trotoar. (red)

  • Penulis: Redaktur Kanal Jabar

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • “Cek Kesehatan Jadi Mudah: Jabar Gratiskan Biaya Pemeriksaan Mulai Bulan Depan”

    “Cek Kesehatan Jadi Mudah: Jabar Gratiskan Biaya Pemeriksaan Mulai Bulan Depan”

    • calendar_month Minggu, 26 Jan 2025
    • account_circle adminkanaljabar
    • visibility 266
    • 0Komentar

    kanaljabar.com BERITA JABAR Mulai 1 Februari 2025, seluruh warga Jawa Barat akan mendapatkan kesempatan untuk mengikuti pemeriksaan kesehatan (medical check-up) secara gratis. Program ini menjadi bagian dari upaya pemerintah provinsi untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat sekaligus memperluas akses layanan kesehatan yang berkualitas. Pj. Gubernur Jawa Barat, Bey Machmudin, menegaskan bahwa program ini akan berlaku sesuai […]

  • Upah Rendah, Ekonomi Tumbuh: Pelajaran dari Vietnam untuk Ciamis

    Upah Rendah, Ekonomi Tumbuh: Pelajaran dari Vietnam untuk Ciamis

    • calendar_month Jumat, 2 Jan 2026
    • account_circle adminkanaljabar
    • visibility 348
    • 0Komentar

    kanaljabar.com. BERITA CIAMIS. Sehari setelah artikel tentang anugerah, upah, dan integritas Ciamis terbit, redaksi menerima satu pesan WhatsApp. Singkat. Tanpa salam pembuka. Tanpa nada menggurui. “Berapa UMK Vietnam yang sekarang menuju negara industri?” Baca juga: Ciamis 2025: Bertabur Anugerah, UMK Terlemah, Integritas? Pesan itu datang dari seorang pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Ciamis. Tidak defensif. […]

  • Sidang Lanjutan Resbob Memanas, Kewenangan PN Bandung Digugat

    Sidang Lanjutan Resbob Memanas, Kewenangan PN Bandung Digugat

    • calendar_month Rabu, 4 Mar 2026
    • account_circle Redaktur Kanal Jabar
    • visibility 236
    • 0Komentar

    Kanal Jabar, BERITA BANDUNG – Sidang lanjutan Resbob dalam perkara dugaan ujaran kebencian bernuansa SARA terhadap etnis Sunda berlangsung alot di Pengadilan Negeri Bandung, Rabu (4/3/2026). Dalam agenda pembacaan eksepsi, tim kuasa hukum Muhammad Adimas Firdaus Putra Nashihan alias Resbob melancarkan perlawanan yuridis secara frontal. Alih-alih masuk ke pokok perkara, kuasa hukum meminta majelis hakim […]

  • Pemkab Tasikmalaya Tegaskan Larangan Gratifikasi Bagi ASN

    Pemkab Tasikmalaya Tegaskan Larangan Gratifikasi Bagi ASN

    • calendar_month Selasa, 17 Mar 2026
    • account_circle Redaktur Kanal Jabar
    • visibility 273
    • 0Komentar

    Kanal Jabar, BERITA TASIKMALAYA – Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya resmi menerbitkan kebijakan tegas terkait larangan gratifikasi bagi aparatur sipil negara menjelang Hari Raya Idul Fitri. Melalui surat edaran Bupati Tasikmalaya, seluruh ASN Kabupaten Tasikmalaya dilarang meminta Tunjangan Hari Raya (THR) kepada masyarakat, perusahaan, maupun pihak yang memiliki hubungan kerja dengan pemerintah daerah. Kebijakan tersebut tertuang dalam […]

  • Pemerintah Resmi Buka Formasi PPPK Paruh Waktu sebagai Solusi bagi Tenaga Honorer

    Pemerintah Resmi Buka Formasi PPPK Paruh Waktu sebagai Solusi bagi Tenaga Honorer

    • calendar_month Kamis, 9 Okt 2025
    • account_circle adminkanaljabar
    • visibility 482
    • 0Komentar

    kanaljabar.com BERITA NASIONAL Pemerintah mulai menerapkan kebijakan baru berupa rekrutmen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu. Kebijakan ini dirancang sebagai solusi bagi tenaga honorer yang selama ini belum terakomodasi menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN), sekaligus bagian dari transformasi besar sistem kepegawaian nasional sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023 tentang ASN. Dalam […]

  • Kunjungan Bupati Tasikmalaya Ke Ponpes Mathla’ul Anwar Sariwangi

    Kunjungan Bupati Tasikmalaya Ke Ponpes Mathla’ul Anwar Sariwangi

    • calendar_month Senin, 16 Mar 2026
    • account_circle Redaktur Kanal Jabar
    • visibility 272
    • 0Komentar

    Kanal Jabar, BERITA TASIKMALAYA – Bupati Tasikmalaya menghadiri kegiatan silaturahmi akbar yang dirangkaikan dengan buka puasa bersama di Pondok Pesantren Mathla’ul Anwar, Kecamatan Sariwangi, Sabtu (14/3/2026). Kegiatan tersebut digelar sebagai bagian dari rangkaian menyambut malam Lailatul Qadar di penghujung bulan suci Ramadan. Acara berlangsung di kompleks Pondok Pesantren Mathla’ul Anwar yang berlokasi di Kampung Legok, […]

expand_less