Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » Editorial » SWAKKA: Komunitas Baru bagi Wartawan dan Konten Kreator

SWAKKA: Komunitas Baru bagi Wartawan dan Konten Kreator

  • account_circle adminkanaljabar
  • calendar_month Kamis, 6 Nov 2025
  • visibility 403
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

kanaljabar.com, EDITORIAL. Sebuah komunitas baru bernama SWAKKA disepakati untuk berdiri oleh perwakilan sejumlah media di wilayah Priangan Timur. Kesepakatan itu lahir setelah diskusi panjang selama hampir empat jam, Rabu (5/11/2025), di Kota Tasikmalaya.

SWAKKA merupakan singkatan dari Sawala Wartawan dan Konten Kreator Aspiratif. Kata Sawala diambil dari bahasa Sunda yang berarti musyawarah atau ruang bertukar pikiran. Nama itu dipilih karena mencerminkan semangat keterbukaan, dialog, dan kebersamaan yang menjadi dasar terbentuknya komunitas ini. Komunitas tersebut mengusung tagline “Membangun Solidaritas yang Berdampak.”

Gagasan membentuk SWAKKA muncul dari kegelisahan bersama para pelaku media lokal yang ingin memperkuat jejaring di tengah cepatnya perubahan dunia digital. Diskusi pembentukan komunitas ini berlangsung hangat dan penuh semangat untuk mencari bentuk kolaborasi yang paling sesuai dengan kebutuhan media di daerah.

“Awalnya dari obrolan ringan antara temen-remen di redaksi portaloka.id, lintaspriangan.com dan kanalberita.com, tapi lama-lama berkembang dan akhirnya dibahas di darat,” jelas Mukhlis, pengelola portaloka.id yang jadi salah seorang inisiator SWAKKA.

Menurut Mukhlis, realitas di lapangan menunjukkan bahwa media-media lokal sebenarnya memiliki kekuatan masing-masing, namun tidak di setiap aspek. Ada media yang webmaster-nya sangat menguasai urusan teknis IT, tapi butuh peningkatan dalam teknik jurnalistik. Ada pula media yang sudah masif pemberitaannya, namun masih lemah dalam penguasaan digital marketing seperti SEO atau SERP.

Realitas inilah yang mendorong para pelaku media di daerah merasa perlu untuk bersama. Dengan berkolaborasi, setiap kekuatan bisa saling melengkapi. Yang kuat di satu sisi dapat membantu yang lain, dan sebaliknya.

Mukhlis menilai pembentukan SWAKKA sebagai langkah strategis untuk membangun ekosistem media daerah yang lebih solid dan adaptif terhadap perkembangan zaman. Ia menilai, selama ini media lokal sering kali berjalan sendiri-sendiri dengan sumber daya yang terbatas, padahal jika bersatu, potensinya akan jauh lebih besar.

“Kita ingin media di daerah punya ruang untuk saling belajar dan berkolaborasi. Dunia digital bergerak cepat, jadi kita pun harus bergerak bersama. Banyak media lokal punya kekuatan di bidang tertentu, tapi lemah di bidang lain. Dengan SWAKKA, kita ingin kekuatan itu bisa saling menopang,” kata Mukhlis.

Hingga saat ini, sudah ada sekitar sepuluh media online di Priangan Timur yang menyatakan siap bergabung dengan SWAKKA. Dalam waktu dekat, komunitas ini juga akan mulai melakukan sosialisasi ke kalangan konten kreator untuk bergabung dalam kegiatan bersama.

Adapun fokus kegiatan awal SWAKKA akan diarahkan pada tiga hal utama. Pertama, Media Insight Forum, yaitu forum diskusi dan literasi seputar dunia media, jurnalistik, serta perkembangan teknologi informasi. Kedua, Support Exchange, wadah untuk berbagi data, hasil kajian, dan dukungan teknis antaranggota komunitas. Ketiga, Collaborative Publishing Project, program penerbitan kolaboratif lintas media dengan topik atau isu bersama.

Melalui kegiatan tersebut, SWAKKA diharapkan bisa menjadi ruang bagi wartawan dan konten kreator untuk saling belajar, memperluas jejaring, serta menciptakan karya yang relevan dan berdampak positif bagi publik.

Mukhlis menegaskan bahwa SWAKKA bukan sekadar tempat berkumpul, melainkan wadah untuk bertumbuh bersama. Ia berharap komunitas ini bisa menjadi contoh bahwa kolaborasi antarmedia tidak harus dilandasi persaingan, tetapi bisa berangkat dari semangat saling melengkapi dan menguatkan.

“SWAKKA lahir dari semangat kebersamaan. Kita mulai dari Priangan Timur, tapi semangatnya tidak berhenti di sini. Harapannya, ini menjadi gerakan positif yang bisa menular ke daerah lain,” ujarnya menutup pertemuan.

Dengan berdirinya SWAKKA, para pelaku media lokal diharapkan memiliki wadah baru yang mampu memperkuat solidaritas, meningkatkan kompetensi, dan mendorong lahirnya karya jurnalistik serta konten kreatif yang lebih bermakna bagi masyarakat. (red)

  • Penulis: adminkanaljabar

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • BPK Soroti Belanja Hibah Kota Tasikmalaya, Hampir Rp100 Miliar Salah Klasifikasi

    BPK Soroti Belanja Hibah Kota Tasikmalaya, Hampir Rp100 Miliar Salah Klasifikasi

    • calendar_month Rabu, 17 Des 2025
    • account_circle Redaktur Kanal Jabar
    • visibility 366
    • 0Komentar

    Kanal Jabar, BERITA TASIKMALAYA – Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Kota Tasikmalaya Tahun Anggaran 2024 mengungkap persoalan serius dalam tata kelola belanja daerah. Auditor negara menemukan adanya belanja senilai hampir Rp100 miliar yang secara substansi seharusnya dikategorikan sebagai belanja hibah, namun justru dicatat dalam pos belanja […]

  • Ketika Kominfo Digabung, Arah Digital Tasikmalaya Dipertaruhkan

    Ketika Kominfo Digabung, Arah Digital Tasikmalaya Dipertaruhkan

    • calendar_month Kamis, 16 Apr 2026
    • account_circle Redaktur Kanal Jabar
    • visibility 312
    • 0Komentar

    Kanal Jabar, BERITA TASIKMALAYA – Keputusan untuk menggabungkan Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) dengan Dinas Perhubungan (Dishub) di Kabupaten Tasikmalaya bukan sekadar soal restrukturisasi birokrasi. Lebih dari itu, kebijakan ini menyentuh jantung transformasi pemerintahan di era digital. Dalam konteks Peran Kominfo dalam Pemerintah Daerah, langkah tersebut patut dipertanyakan: apakah ini strategi efisiensi yang cerdas, atau […]

  • 300 Pedagang Turun Jalan, Demo di Pasar Cikurubuk Soroti Dugaan Pelanggaran Izin

    300 Pedagang Turun Jalan, Demo di Pasar Cikurubuk Soroti Dugaan Pelanggaran Izin

    • calendar_month Senin, 9 Mar 2026
    • account_circle Redaktur Kanal Jabar
    • visibility 285
    • 0Komentar

    Kanal Jabar, BERITA TASIKMALAYA – Aksi Demo di Pasar Cikurubuk berlangsung di kawasan Pasar Cikurubuk, Kota Tasikmalaya, Senin (9/3/2026). Sekitar 300 pedagang bersama elemen masyarakat yang tergabung dalam Forum Masyarakat Peduli Pasar Cikurubuk turun ke jalan untuk menyuarakan tuntutan kepada pemerintah daerah. Aksi tersebut dipicu oleh dugaan pelanggaran izin usaha yang dilakukan oleh Toko Sen […]

  • Tol Getaci Dorong Efisiensi Perjalanan Pangandaran–Jakarta

    Tol Getaci Dorong Efisiensi Perjalanan Pangandaran–Jakarta

    • calendar_month Sabtu, 18 Okt 2025
    • account_circle adminkanaljabar
    • visibility 266
    • 0Komentar

    kanaljabar.com BERITA PANGANDARAN Bagi warga pesisir selatan Jawa Barat bersiap menyambut lompatan besar dalam mobilitas. Jika Jalan Tol Gedebage–Tasikmalaya–Cilacap (Getaci) benar-benar beroperasi sesuai rencana, waktu tempuh dari Jakarta menuju Kabupaten Pangandaran diproyeksikan hanya sekitar empat jam. Tol Getaci merupakan proyek infrastruktur ambisius yang menghubungkan dua provinsi sekaligus, yakni Jawa Barat dan Jawa Tengah. Nama Getaci […]

  • Revitalisasi Jembatan Cirahong: Penguat Konektivitas Dua Kabupaten

    Revitalisasi Jembatan Cirahong: Penguat Konektivitas Dua Kabupaten

    • calendar_month Sabtu, 16 Agt 2025
    • account_circle adminkanaljabar
    • visibility 319
    • 0Komentar

    kanaljabar.com BERITA CIAMIS Di tepian Sungai Citanduy, air mengalir tenang di antara tebing-tebing yang menghijau. Di atasnya, bentang besi berwarna kusam memanjang: Jembatan Cirahong, sebuah peninggalan era kolonial Belanda yang selama lebih dari satu abad menjadi saksi lalu-lalang kehidupan. Di bawah rangka baja itu, warga Ciamis dan Tasikmalaya bertukar senyum; hasil bumi berpindah tangan, dan […]

  • Liburan Berujung Duka di Pamayangsari

    Liburan Berujung Duka di Pamayangsari

    • calendar_month Senin, 12 Jan 2026
    • account_circle adminkanaljabar
    • visibility 304
    • 0Komentar

    kanaljabar.com. BERITA TASIKMALAYA Peristiwa tenggelam di Pamayangsari kembali menyisakan duka. Seorang pemuda berusia 22 tahun bernama Ega ditemukan meninggal dunia setelah dilaporkan hilang saat berenang di laut. Kejadian ini terjadi di kawasan Pantai Pamayangsari, Kecamatan Cipatujah, Kabupaten Tasikmalaya, Minggu (11/1/2026). Sejak kabar hilangnya korban beredar, pantai yang biasanya ramai oleh wisatawan mendadak berubah sunyi. Angin […]

expand_less