Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » Berita Nasional » WFH bagi ASN: Siapa Diuntungkan, dan Siapa Dirugikan?

WFH bagi ASN: Siapa Diuntungkan, dan Siapa Dirugikan?

  • account_circle Redaktur Kanal Jabar
  • calendar_month Senin, 23 Mar 2026
  • visibility 74
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Kanal Jabar, BERITA NASIONAL – Kebijakan WFH bagi ASN selama satu hari dalam sepekan yang akan diterapkan usai Lebaran 2026 kini memasuki tahap finalisasi. Pemerintah mengklaim langkah ini sebagai strategi menekan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) di tengah lonjakan harga minyak global.

Namun di balik narasi efisiensi energi, muncul pertanyaan krusial: siapa sebenarnya yang diuntungkan, dan siapa yang harus menanggung dampaknya?

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, memastikan kebijakan tetap berjalan meski aturan teknis masih disusun.

“WFH akan didetailkan, tetapi sesudah Lebaran kita akan berlakukan,” ujarnya.

Kebijakan ini berlaku bagi ASN dan diimbau untuk diikuti sektor swasta, dengan pengecualian layanan publik yang tetap beroperasi normal.

Dibalik Ambisi Hemat BBM

Jika ditarik lebih jauh, kebijakan WFH bagi ASN tidak berdiri sendiri. Ia lahir dari tekanan global—harga minyak yang menembus US$100 per barel akibat konflik geopolitik.

Dalam konteks itu, pemerintah membutuhkan langkah cepat untuk menahan laju konsumsi energi domestik.

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, bahkan telah mengungkap estimasi awal penghematan.

“Ada hitungan kasar, sekitar 20 persen,” ujarnya.

Namun, angka tersebut masih jauh dari kata pasti. Pengalaman menunjukkan, efektivitas kebijakan semacam ini sangat bergantung pada perilaku masyarakat di lapangan.

Siapa yang Diuntungkan?

Di atas kertas, ada pihak-pihak yang berpotensi mendapatkan manfaat langsung dari kebijakan ini.
Pemerintah, misalnya, berpeluang menekan beban subsidi energi jika mobilitas benar-benar berkurang. Dalam situasi fiskal yang tertekan, ini menjadi keuntungan strategis.

Di sisi lain, sebagian pekerja kantoran juga mendapat ruang fleksibilitas. Pengeluaran transportasi berkurang, waktu perjalanan bisa dihemat, dan ritme kerja menjadi lebih longgar—setidaknya satu hari dalam sepekan.

Namun, manfaat ini tidak merata. Dan di sinilah persoalan mulai muncul.

Siapa yang Dirugikan?

Begitu mobilitas menurun, dampaknya langsung terasa di sektor ekonomi berbasis keramaian.
Pelaku UMKM di sekitar perkantoran—warung makan, pedagang kaki lima, hingga jasa harian—berisiko kehilangan pelanggan tetap.

Penurunan satu hari aktivitas mungkin terdengar kecil, tetapi dalam skala besar, dampaknya bisa signifikan terhadap pendapatan harian.

Efek serupa juga menghantam sektor transportasi. Ojek online dan angkutan harian yang selama ini hidup dari mobilitas pekerja akan menghadapi penurunan permintaan.

Bahkan, sektor manufaktur pun tidak sepenuhnya aman. Jika kebijakan diterapkan tanpa fleksibilitas, produktivitas bisa ikut tergerus.

Celah Kebijakan: Dari WFH ke WFE

Masalah tidak berhenti di dampak ekonomi. Ada persoalan yang lebih mendasar: disiplin pelaksanaan.

Tanpa pengawasan, kebijakan WFH bagi ASN berpotensi melenceng dari tujuan awal. WFH bisa berubah menjadi Work From Everywhere (WFE).
Alih-alih bekerja dari rumah, sebagian pekerja bisa memanfaatkan momen ini untuk bepergian atau memperpanjang akhir pekan.

Jika itu terjadi, penghematan BBM yang diharapkan justru tidak akan tercapai.

Berbeda dengan masa pandemi Covid-19, saat itu ada faktor pembatas yang kuat. Kini, variabel tersebut praktis tidak ada.

  • Penulis: Redaktur Kanal Jabar

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • DBD Mengintai! 198 Kasus Tercatat di Kota Tasikmalaya

    DBD Mengintai! 198 Kasus Tercatat di Kota Tasikmalaya

    • calendar_month Kamis, 13 Mar 2025
    • account_circle Admin Kanal Jabar
    • visibility 68
    • 0Komentar

    kanaljabar.com BERITA TASIKMALAYA Cuaca buruk dan ekstrem yang melanda Kota Tasikmalaya sejak awal tahun 2025 berdampak pada meningkatnya kasus Demam Berdarah Dengue (DBD). Kondisi ini dipicu oleh musim hujan yang berkepanjangan sehingga menciptakan lingkungan lembap dan banyak genangan air, tempat berkembang biaknya nyamuk Aedes aegypti. Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya mencatat sebanyak 198 kasus DBD terjadi […]

  • Refleksi Kebangkitan Nasional: 3 Hikmah Penting bagi Generasi Muda Tasikmalaya

    Refleksi Kebangkitan Nasional: 3 Hikmah Penting bagi Generasi Muda Tasikmalaya

    • calendar_month Senin, 5 Mei 2025
    • account_circle Admin Kanal Jabar
    • visibility 65
    • 0Komentar

    kanaljabar.com BERITA TASIKMALAYA Selalu ada getaran yang berbeda ketika Indonesia memasuki bulan Mei. Bukan sekadar pergantian halaman kalender, melainkan hadirnya ingatan kolektif tentang sebuah fragmen sejarah penting yang terjadi 117 tahun silam. Mei 1908 bukan peristiwa biasa—ia adalah titik mula kesadaran sebagai bangsa. Bahkan, tak berlebihan jika dikatakan: tanpa Mei 1908, gema Proklamasi 17 Agustus […]

  • Kasus Siswi Mengemis Soroti Data dan Realitas Kemiskinan di Tasikmalaya

    Kasus Siswi Mengemis Soroti Data dan Realitas Kemiskinan di Tasikmalaya

    • calendar_month Sabtu, 28 Feb 2026
    • account_circle Redaktur Kanal Jabar
    • visibility 68
    • 0Komentar

    Kanal Jabar, BERITA TASIKMALAYA – Kasus Ns, siswi sekolah dasar berprestasi yang diketahui mengemis pada malam hari di pusat Kota Tasikmalaya, membuka kembali diskusi mengenai kondisi kemiskinan di Tasikmalaya. Peristiwa ini tidak hanya menyentuh sisi kemanusiaan, tetapi juga memunculkan pertanyaan tentang efektivitas sistem perlindungan sosial dan akurasi pendataan keluarga rentan. Kunjungan aparat kecamatan ke rumah […]

  • Wisuda ke-15 UMTAS, 244 Lulusan Resmi Dikukuhkan

    Wisuda ke-15 UMTAS, 244 Lulusan Resmi Dikukuhkan

    • calendar_month Rabu, 29 Apr 2026
    • account_circle Admin Kanal Jabar
    • visibility 67
    • 0Komentar

    Kanal Jabar, BERITA TASIKMALAYA – Sidang Terbuka Senat Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya (UMTAS) ke-15 untuk Program Profesi dan Diploma III periode April 2026 digelar pada Rabu, 29 April 2026, di Hotel Grand Metro Tasikmalaya. Kegiatan ini menjadi momentum akademik yang sarat makna sekaligus menghadirkan kebahagiaan dan kebanggaan bagi para wisudawan dan wisudawati yang telah menuntaskan pendidikan […]

  • Anggaran Seret, Tasikmalaya Juara 1 TPID Award 2025 dan Berpeluang Raup Puluhan Miliar

    Anggaran Seret, Tasikmalaya Juara 1 TPID Award 2025 dan Berpeluang Raup Puluhan Miliar

    • calendar_month Jumat, 28 Nov 2025
    • account_circle Redaktur Kanal Jabar
    • visibility 55
    • 0Komentar

    Kanal Jabar, BERITA TASIKMALAYA – Di saat banyak daerah harus memutar otak akibat kebijakan pemotongan Transfer ke Daerah (TKD) oleh pemerintah pusat, Kabupaten Tasikmalaya justru menerima kabar menggembirakan. Di tengah kondisi fiskal yang ketat, Kabupaten Tasikmalaya dinobatkan sebagai Juara 1 TPID Awards 2025 untuk kategori TPID Kabupaten/Kota Berprestasi, sebuah capaian nasional yang membuka peluang hadiah […]

  • Belanja Ratusan Miliar Tanpa BAST, Pemkot Tasikmalaya Diminta Transparan

    Belanja Ratusan Miliar Tanpa BAST, Pemkot Tasikmalaya Diminta Transparan

    • calendar_month Senin, 9 Feb 2026
    • account_circle Redaktur Kanal Jabar
    • visibility 50
    • 0Komentar

    Kanal Jabar, BERITA TASIKMALAYA – Pengelolaan anggaran Pemerintah Kota Tasikmalaya kembali menjadi sorotan. Komunitas Sawala Wartawan dan Konten Kreator Aspiratif (SWAKKA) menilai realisasi belanja daerah senilai lebih dari Rp145 miliar belum didukung laporan serah terima atau Berita Acara Serah Terima (BAST) yang sah. Sekretaris SWAKKA, Asep Ishak, mengatakan ketiadaan BAST atas belanja yang telah direalisasikan […]

expand_less