Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » Editorial » Rupiah Tertekan Dolar AS, Program MBG Dinilai Bebani Ekonomi Nasional

Rupiah Tertekan Dolar AS, Program MBG Dinilai Bebani Ekonomi Nasional

  • account_circle Redaktur Kanal Jabar
  • calendar_month Rabu, 17 Jun 2026
  • visibility 209
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Kanaljabar, OPINI – Beban ekonomi nasional saat ini terasa makin berat menghadapi tekanan dari dua sisi sekaligus. Dari faktor eksternal, penguatan dolar AS yang dipicu ketidakpastian dan ketegangan geopolitik global membuat nilai tukar rupiah berada dalam posisi tertekan.

Dampaknya tidak hanya terlihat pada pasar keuangan, tetapi juga merambah sektor riil. Kenaikan biaya impor bahan baku industri, energi, dan pangan pada akhirnya mendorong peningkatan harga barang dan kebutuhan pokok. Situasi ini berpotensi memperlemah daya beli masyarakat, terutama kelompok berpenghasilan rendah yang paling rentan terhadap kenaikan harga.

Program MBG dan Beban Fiskal Pemerintah

Di tengah kondisi beban ekonomi nasional yang berat tersebut, pemerintah tetap melanjutkan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai salah satu program prioritas untuk menekan angka stunting dan meningkatkan kualitas gizi anak Indonesia.

Untuk menjaga keberlanjutan program, dilakukan berbagai penyesuaian fiskal, mulai dari realokasi anggaran hingga optimalisasi sumber pendapatan negara. Namun, kebijakan tersebut dinilai memunculkan konsekuensi ekonomi baru.

Di satu sisi, masyarakat menghadapi beban pajak yang meningkat. Di sisi lain, sejumlah sektor industri dan BUMN yang mengalami tekanan biaya produksi berpotensi menyesuaikan harga produk maupun bahan baku. Kondisi ini menyebabkan masyarakat menghadapi tekanan ganda, yakni dari kenaikan beban fiskal sekaligus meningkatnya harga kebutuhan sehari-hari.

Sorotan terhadap Tata Kelola Badan Gizi Nasional

Situasi menjadi semakin sensitif setelah muncul berbagai sorotan publik terkait dugaan ketidakefisienan anggaran pada Badan Gizi Nasional. Meskipun masih memerlukan proses verifikasi dan pengawasan lebih lanjut, isu tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai efektivitas tata kelola program berskala besar seperti MBG.

Apabila terdapat celah kebocoran anggaran, maka tujuan mulia program berisiko tidak tercapai secara optimal. Selain berpotensi merugikan keuangan negara, kondisi tersebut juga dapat menurunkan kepercayaan publik terhadap kebijakan pemerintah dalam bidang kesehatan dan kesejahteraan sosial.

Program sosial pada prinsipnya harus mampu memberikan perlindungan kepada kelompok rentan tanpa menciptakan tekanan ekonomi baru yang lebih luas bagi masyarakat.

Perlunya Evaluasi dan Penataan Ulang Program MBG

Penghentian total Program MBG bukanlah satu-satunya solusi. Namun, evaluasi menyeluruh dan penataan ulang program menjadi langkah yang layak dipertimbangkan.

Salah satu opsi yang dapat dilakukan adalah melakukan audit independen terhadap pengelolaan program serta memperkuat sistem pengadaan dan pengawasan. Hasil audit tersebut perlu dipublikasikan secara transparan agar masyarakat dapat ikut mengawasi penggunaan anggaran negara.

Selain itu, cakupan program dapat difokuskan pada wilayah prioritas seperti daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar), kawasan dengan prevalensi stunting tinggi, serta keluarga miskin ekstrem. Dengan sasaran yang lebih spesifik, efektivitas program dapat ditingkatkan sekaligus mengurangi tekanan terhadap APBN.

Alternatif Pembiayaan untuk Menjaga Daya Beli Masyarakat

Pemerintah juga dapat mempertimbangkan skema pembiayaan alternatif agar beban program tidak sepenuhnya bergantung pada anggaran negara. Optimalisasi efisiensi belanja kementerian non-prioritas, pemanfaatan dana CSR perusahaan, serta penguatan peran lembaga filantropi dan Baznas dapat menjadi pilihan pendukung pembiayaan.

Pendekatan tersebut memungkinkan APBN berperan sebagai fasilitator, bukan satu-satunya sumber pendanaan. Dengan demikian, risiko tekanan terhadap ekonomi nasional, kenaikan harga, maupun penurunan daya beli masyarakat dapat diminimalkan.

Di sisi lain, pengelolaan program yang terintegrasi dengan pemberdayaan ekonomi lokal juga berpotensi menciptakan manfaat tambahan bagi masyarakat sekitar, termasuk membuka peluang usaha dan memperkuat aktivitas ekonomi daerah.

Niat Baik Harus Diiringi Tata Kelola yang Baik

Program MBG merupakan kebijakan yang lahir dari tujuan mulia untuk meningkatkan kualitas generasi masa depan Indonesia. Namun, dalam situasi ketika rupiah tertekan, harga kebutuhan pokok meningkat, dan ruang fiskal semakin terbatas, keberhasilan program tidak hanya ditentukan oleh niat baik semata.

Tata kelola yang transparan, pengawasan yang ketat, serta perhitungan beban ekonomi yang adil menjadi faktor penting agar manfaat program benar-benar dirasakan masyarakat tanpa menambah tekanan terhadap ekonomi nasional. Dengan demikian, tujuan pembangunan sumber daya manusia dapat tercapai tanpa mengorbankan stabilitas ekonomi dan kesejahteraan rakyat secara luas. (gmp/red) 

Galih Mauladin Putra – Kader HMI Tasikmalaya

  • Penulis: Redaktur Kanal Jabar

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Praktisi Pendidikan Tegaskan: TPG Bukan Alasan Menghapus Honor Rutin Guru

    Praktisi Pendidikan Tegaskan: TPG Bukan Alasan Menghapus Honor Rutin Guru

    • calendar_month Jumat, 6 Mar 2026
    • account_circle adminkanaljabar
    • visibility 273
    • 0Komentar

    kanaljabar.com BERITA TASIKMALAYA, Kebijakan pendidikan yang seharusnya memperkuat kesejahteraan guru justru berpotensi menimbulkan paradoks baru. Di Jawa Barat, sejumlah guru sekolah swasta mulai merasakan tekanan ekonomi setelah penerapan aturan terbaru terkait penggunaan Dana Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP). Praktisi pendidikan Yuda Nugraha, S.Pd., M.M. dalam wawancara khusus, (5 Maret 2026) menyampaikan keprihatinannya terhadap kondisi tersebut, […]

  • Mudik Lebaran 2026, RSUD KHZ Musthafa Pastikan Pelayanan Tetap Optimal

    Mudik Lebaran 2026, RSUD KHZ Musthafa Pastikan Pelayanan Tetap Optimal

    • calendar_month Rabu, 11 Mar 2026
    • account_circle Redaktur Kanal Jabar
    • visibility 282
    • 0Komentar

    Kanal Jabar, BERITA TASIKMALAYA – Menjelang periode libur panjang dan cuti bersama Lebaran 1447 Hijriah, RSUD KHZ Musthafa Kabupaten Tasikmalaya memastikan bahwa pelayanan selama Idul Fitri tetap berjalan optimal bagi masyarakat. Manajemen rumah sakit milik Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya tersebut telah menyiapkan sejumlah strategi operasional untuk memastikan pelayanan selama Idul Fitri di RSUD KHZ Musthafa tetap […]

  • Bantuan Sosial dan Layanan Kesehatan Jadi Prioritas, Pemkab Tasikmalaya Perkuat Validasi Data

    Bantuan Sosial dan Layanan Kesehatan Jadi Prioritas, Pemkab Tasikmalaya Perkuat Validasi Data

    • calendar_month Senin, 23 Feb 2026
    • account_circle Redaktur Kanal Jabar
    • visibility 268
    • 0Komentar

    kanaljabar.com BERITA TASIKMALAYA – Upaya memastikan bantuan sosial dan layanan kesehatan tepat sasaran menjadi fokus utama Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya. Hal tersebut mengemuka dalam rapat pembahasan yang dipimpin Wakil Bupati Tasikmalaya, Asep Sopari Al-Ayubi, di Singaparna, Jumat (20/02/2026). Rapat lintas perangkat daerah itu digelar sebagai langkah strategis memperkuat koordinasi dan akurasi data penerima manfaat. Sejumlah pejabat […]

  • SWAKKA: Komunitas Baru bagi Wartawan dan Konten Kreator

    SWAKKA: Komunitas Baru bagi Wartawan dan Konten Kreator

    • calendar_month Kamis, 6 Nov 2025
    • account_circle adminkanaljabar
    • visibility 398
    • 0Komentar

    kanaljabar.com, EDITORIAL. Sebuah komunitas baru bernama SWAKKA disepakati untuk berdiri oleh perwakilan sejumlah media di wilayah Priangan Timur. Kesepakatan itu lahir setelah diskusi panjang selama hampir empat jam, Rabu (5/11/2025), di Kota Tasikmalaya. SWAKKA merupakan singkatan dari Sawala Wartawan dan Konten Kreator Aspiratif. Kata Sawala diambil dari bahasa Sunda yang berarti musyawarah atau ruang bertukar pikiran. Nama itu dipilih karena […]

  • Banjir di Tasikmalaya Rendam 22 Rumah, Wali Kota Turun Tangan

    Banjir di Tasikmalaya Rendam 22 Rumah, Wali Kota Turun Tangan

    • calendar_month Jumat, 3 Apr 2026
    • account_circle Redaktur Kanal Jabar
    • visibility 250
    • 0Komentar

    Kanal Jabar, BERITA TASIKMALAYA – Banjir di Tasikmalaya kembali terjadi akibat curah hujan tinggi dalam beberapa hari terakhir. Sedikitnya 22 rumah warga di kawasan Cikalang Pesantren terendam air, hal ini memicu respons cepat dari pemerintah daerah. Monitoring Langsung di Lokasi Banjir Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadhan, turun langsung ke lapangan untuk memantau kondisi pascabanjir. […]

  • Di Teras Rumah Itu, Warga Garut Butuh Pertolongan dan Sisa Harapan

    Di Teras Rumah Itu, Warga Garut Butuh Pertolongan dan Sisa Harapan

    • calendar_month Rabu, 21 Jan 2026
    • account_circle Redaktur Kanal Jabar
    • visibility 341
    • 0Komentar

    Kanal Jabar, Berita Garut – Di teras rumah sederhana di Garut selatan, Kabupaten Garut Provinsi Jawa Barat, Pirmansyah dan Isoh Nurjanah duduk berdampingan. Tidak ada tamu. Tidak ada keramaian. Hanya sebuah ponsel yang merekam suara pelan seorang ayah yang nyaris kehilangan tenaga untuk terus bertahan. Pesan itu ditujukan kepada Gubernur Jawa Barat. Bukan untuk mengeluh […]

expand_less