Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » Editorial » Rupiah Tertekan Dolar AS, Program MBG Dinilai Bebani Ekonomi Nasional

Rupiah Tertekan Dolar AS, Program MBG Dinilai Bebani Ekonomi Nasional

  • account_circle Redaktur Kanal Jabar
  • calendar_month Rabu, 17 Jun 2026
  • visibility 122
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Kanaljabar, OPINI – Beban ekonomi nasional saat ini terasa makin berat menghadapi tekanan dari dua sisi sekaligus. Dari faktor eksternal, penguatan dolar AS yang dipicu ketidakpastian dan ketegangan geopolitik global membuat nilai tukar rupiah berada dalam posisi tertekan.

Dampaknya tidak hanya terlihat pada pasar keuangan, tetapi juga merambah sektor riil. Kenaikan biaya impor bahan baku industri, energi, dan pangan pada akhirnya mendorong peningkatan harga barang dan kebutuhan pokok. Situasi ini berpotensi memperlemah daya beli masyarakat, terutama kelompok berpenghasilan rendah yang paling rentan terhadap kenaikan harga.

Program MBG dan Beban Fiskal Pemerintah

Di tengah kondisi beban ekonomi nasional yang berat tersebut, pemerintah tetap melanjutkan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai salah satu program prioritas untuk menekan angka stunting dan meningkatkan kualitas gizi anak Indonesia.

Untuk menjaga keberlanjutan program, dilakukan berbagai penyesuaian fiskal, mulai dari realokasi anggaran hingga optimalisasi sumber pendapatan negara. Namun, kebijakan tersebut dinilai memunculkan konsekuensi ekonomi baru.

Di satu sisi, masyarakat menghadapi beban pajak yang meningkat. Di sisi lain, sejumlah sektor industri dan BUMN yang mengalami tekanan biaya produksi berpotensi menyesuaikan harga produk maupun bahan baku. Kondisi ini menyebabkan masyarakat menghadapi tekanan ganda, yakni dari kenaikan beban fiskal sekaligus meningkatnya harga kebutuhan sehari-hari.

Sorotan terhadap Tata Kelola Badan Gizi Nasional

Situasi menjadi semakin sensitif setelah muncul berbagai sorotan publik terkait dugaan ketidakefisienan anggaran pada Badan Gizi Nasional. Meskipun masih memerlukan proses verifikasi dan pengawasan lebih lanjut, isu tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai efektivitas tata kelola program berskala besar seperti MBG.

Apabila terdapat celah kebocoran anggaran, maka tujuan mulia program berisiko tidak tercapai secara optimal. Selain berpotensi merugikan keuangan negara, kondisi tersebut juga dapat menurunkan kepercayaan publik terhadap kebijakan pemerintah dalam bidang kesehatan dan kesejahteraan sosial.

Program sosial pada prinsipnya harus mampu memberikan perlindungan kepada kelompok rentan tanpa menciptakan tekanan ekonomi baru yang lebih luas bagi masyarakat.

Perlunya Evaluasi dan Penataan Ulang Program MBG

Penghentian total Program MBG bukanlah satu-satunya solusi. Namun, evaluasi menyeluruh dan penataan ulang program menjadi langkah yang layak dipertimbangkan.

Salah satu opsi yang dapat dilakukan adalah melakukan audit independen terhadap pengelolaan program serta memperkuat sistem pengadaan dan pengawasan. Hasil audit tersebut perlu dipublikasikan secara transparan agar masyarakat dapat ikut mengawasi penggunaan anggaran negara.

Selain itu, cakupan program dapat difokuskan pada wilayah prioritas seperti daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar), kawasan dengan prevalensi stunting tinggi, serta keluarga miskin ekstrem. Dengan sasaran yang lebih spesifik, efektivitas program dapat ditingkatkan sekaligus mengurangi tekanan terhadap APBN.

Alternatif Pembiayaan untuk Menjaga Daya Beli Masyarakat

Pemerintah juga dapat mempertimbangkan skema pembiayaan alternatif agar beban program tidak sepenuhnya bergantung pada anggaran negara. Optimalisasi efisiensi belanja kementerian non-prioritas, pemanfaatan dana CSR perusahaan, serta penguatan peran lembaga filantropi dan Baznas dapat menjadi pilihan pendukung pembiayaan.

Pendekatan tersebut memungkinkan APBN berperan sebagai fasilitator, bukan satu-satunya sumber pendanaan. Dengan demikian, risiko tekanan terhadap ekonomi nasional, kenaikan harga, maupun penurunan daya beli masyarakat dapat diminimalkan.

Di sisi lain, pengelolaan program yang terintegrasi dengan pemberdayaan ekonomi lokal juga berpotensi menciptakan manfaat tambahan bagi masyarakat sekitar, termasuk membuka peluang usaha dan memperkuat aktivitas ekonomi daerah.

Niat Baik Harus Diiringi Tata Kelola yang Baik

Program MBG merupakan kebijakan yang lahir dari tujuan mulia untuk meningkatkan kualitas generasi masa depan Indonesia. Namun, dalam situasi ketika rupiah tertekan, harga kebutuhan pokok meningkat, dan ruang fiskal semakin terbatas, keberhasilan program tidak hanya ditentukan oleh niat baik semata.

Tata kelola yang transparan, pengawasan yang ketat, serta perhitungan beban ekonomi yang adil menjadi faktor penting agar manfaat program benar-benar dirasakan masyarakat tanpa menambah tekanan terhadap ekonomi nasional. Dengan demikian, tujuan pembangunan sumber daya manusia dapat tercapai tanpa mengorbankan stabilitas ekonomi dan kesejahteraan rakyat secara luas. (gmp/red) 

Galih Mauladin Putra – Kader HMI Tasikmalaya

  • Penulis: Redaktur Kanal Jabar

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Di Teras Rumah Itu, Warga Garut Butuh Pertolongan dan Sisa Harapan

    Di Teras Rumah Itu, Warga Garut Butuh Pertolongan dan Sisa Harapan

    • calendar_month Rabu, 21 Jan 2026
    • account_circle Redaktur Kanal Jabar
    • visibility 228
    • 0Komentar

    Kanal Jabar, Berita Garut – Di teras rumah sederhana di Garut selatan, Kabupaten Garut Provinsi Jawa Barat, Pirmansyah dan Isoh Nurjanah duduk berdampingan. Tidak ada tamu. Tidak ada keramaian. Hanya sebuah ponsel yang merekam suara pelan seorang ayah yang nyaris kehilangan tenaga untuk terus bertahan. Pesan itu ditujukan kepada Gubernur Jawa Barat. Bukan untuk mengeluh […]

  • Satu Desa Satu Sarjana, Strategi Tasikmalaya Bangun SDM Unggul

    Satu Desa Satu Sarjana, Strategi Tasikmalaya Bangun SDM Unggul

    • calendar_month Rabu, 4 Feb 2026
    • account_circle Redaktur Kanal Jabar
    • visibility 165
    • 0Komentar

    Kanal Jabar, BERITA TASIKMALAYA – Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya terus memperkuat komitmen pembangunan sumber daya manusia melalui Program Satu Desa Satu Sarjana (SADESSA). Program ini menjadi salah satu prioritas Bupati dan Wakil Bupati Tasikmalaya yang secara resmi tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Tasikmalaya 2025–2029. SADESSA dirancang sebagai program bantuan mahasiswa yang difokuskan […]

  • Ribuan Sekolah Rusak Tasikmalaya, peran DPRD Disorot

    Ribuan Sekolah Rusak Tasikmalaya, peran DPRD Disorot

    • calendar_month Sabtu, 18 Okt 2025
    • account_circle Redaktur Kanal Jabar
    • visibility 217
    • 0Komentar

    Kanal Jabar, BERITA TASIKMALAYA – Kondisi dunia pendidikan di Kabupaten Tasikmalaya sedang tidak baik-baik saja. Data resmi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan setempat mencatat lebih dari 1.062 sekolah dasar (SD) dan 268 sekolah menengah pertama (SMP) mengalami kerusakan dengan tingkat beragam. Dari jumlah itu, 1.613 ruang kelas rusak berat, lebih dari 3.000 rusak sedang, dan sekitar […]

  • Tol Getaci Dorong Efisiensi Perjalanan Pangandaran–Jakarta

    Tol Getaci Dorong Efisiensi Perjalanan Pangandaran–Jakarta

    • calendar_month Sabtu, 18 Okt 2025
    • account_circle adminkanaljabar
    • visibility 170
    • 0Komentar

    kanaljabar.com BERITA PANGANDARAN Bagi warga pesisir selatan Jawa Barat bersiap menyambut lompatan besar dalam mobilitas. Jika Jalan Tol Gedebage–Tasikmalaya–Cilacap (Getaci) benar-benar beroperasi sesuai rencana, waktu tempuh dari Jakarta menuju Kabupaten Pangandaran diproyeksikan hanya sekitar empat jam. Tol Getaci merupakan proyek infrastruktur ambisius yang menghubungkan dua provinsi sekaligus, yakni Jawa Barat dan Jawa Tengah. Nama Getaci […]

  • Detik-Detik kebakaran trafo PJU Saat Sahur di Bumikersanagara, Warga Sempat Panik

    Detik-Detik kebakaran trafo PJU Saat Sahur di Bumikersanagara, Warga Sempat Panik

    • calendar_month Rabu, 25 Feb 2026
    • account_circle Redaktur Kanal Jabar
    • visibility 189
    • 0Komentar

    kanaljabar.com, BERITA TASIKMALAYA – Subuh yang seharusnya tenang berubah menjadi momen menegangkan di Perum Bumikersanagara. Sekitar pukul 04.00 WIB, tepat saat warga bersiap santap sahur, kobaran api tiba-tiba terlihat dari trafo Penerangan Jalan Umum (PJU) yang berada tak jauh dari rumah Pak Gatot. Cahaya api menyala terang di tengah gelapnya pagi. Beberapa warga yang melihat […]

  • Sidang Lanjutan Resbob Memanas, Kewenangan PN Bandung Digugat

    Sidang Lanjutan Resbob Memanas, Kewenangan PN Bandung Digugat

    • calendar_month Rabu, 4 Mar 2026
    • account_circle Redaktur Kanal Jabar
    • visibility 163
    • 0Komentar

    Kanal Jabar, BERITA BANDUNG – Sidang lanjutan Resbob dalam perkara dugaan ujaran kebencian bernuansa SARA terhadap etnis Sunda berlangsung alot di Pengadilan Negeri Bandung, Rabu (4/3/2026). Dalam agenda pembacaan eksepsi, tim kuasa hukum Muhammad Adimas Firdaus Putra Nashihan alias Resbob melancarkan perlawanan yuridis secara frontal. Alih-alih masuk ke pokok perkara, kuasa hukum meminta majelis hakim […]

expand_less