Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » Berita Jabar » Tasikmalaya: Tumpukan Sampah Pasca Lebaran Kembali Menggunung

Tasikmalaya: Tumpukan Sampah Pasca Lebaran Kembali Menggunung

  • account_circle Redaktur Kanal Jabar
  • calendar_month Kamis, 26 Mar 2026
  • visibility 64
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Kanal Jabar, BERITA TASIKMALAYAFenomena tumpukan sampah pasca Lebaran kembali menjadi sorotan di Kota Tasikmalaya. Sejumlah ruas jalan utama dilaporkan dipenuhi sampah yang meluber hingga ke badan jalan, bahkan mengganggu aktivitas lalu lintas warga.

Salah satu titik yang menjadi perhatian berada di kawasan Jalan RE Martadinata. Di lokasi ini, sampah tidak hanya menumpuk di Tempat Pembuangan Sementara (TPS), tetapi juga meluas ke pinggir jalan hingga menutup sebagian trotoar.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa persoalan tumpukan sampah pasca Lebaran belum tertangani secara optimal, meskipun sudah menjadi masalah berulang setiap tahunnya.

Didominasi Sampah Rumah Tangga dan Limbah Plastik

Berdasarkan pantauan di lapangan, jenis sampah yang mendominasi terdiri dari sampah rumah tangga, plastik, serta limbah kemasan yang meningkat signifikan setelah momen Lebaran.

Lonjakan volume sampah ini diduga berasal dari aktivitas konsumsi masyarakat yang meningkat selama hari raya. Namun, kapasitas pengangkutan yang terbatas membuat sebagian sampah tidak segera terangkut.

Akibatnya, tumpukan sampah pasca Lebaran terus bertambah dan menciptakan kondisi lingkungan yang kurang sehat.

Ganggu Estetika dan Picu Risiko Kesehatan

Selain merusak pemandangan kota, tumpukan sampah juga menimbulkan bau tidak sedap yang cukup menyengat, terutama saat siang hari. Warga sekitar mengaku terganggu dengan kondisi tersebut.

Tidak hanya itu, penumpukan sampah juga berpotensi menjadi sarang penyakit. Jika tidak segera ditangani, kondisi ini bisa memicu munculnya lalat, tikus, hingga bakteri berbahaya.
Situasi ini mempertegas bahwa persoalan tumpukan sampah pasca Lebaran bukan sekadar isu kebersihan, melainkan juga menyangkut kesehatan masyarakat.

Muncul di Sejumlah Titik Lain di Wilayah Kota Tasikmalaya

Masalah serupa tidak hanya terjadi di satu lokasi. Sejumlah warga menyebutkan bahwa tumpukan sampah juga dijumpai di beberapa titik lain di Kota Tasikmalaya, seperti kawasan Jalan Swaka dan beberapa ruas jalan permukiman padat.

Fenomena ini umumnya terjadi beberapa hari setelah pengangkutan dilakukan, terutama menjelang akhir pekan atau setelah libur panjang. Artinya, persoalan ini bukan hanya soal pembersihan, tetapi juga berkaitan dengan manajemen pengelolaan sampah yang belum maksimal.

Kondisi ini memperlihatkan bahwa tumpukan sampah pasca Lebaran masih menjadi pekerjaan rumah besar yang membutuhkan solusi jangka panjang.

Warga Soroti Penanganan yang Dinilai Belum Maksimal

Beberapa warga ada yang angkat bicara terkait kondisi tersebut. Mereka menyampaikan pada redaksi bahwa upaya penanganan sampah masih belum konsisten dan cenderung bersifat sementara.

Bahkan salah seorang warga, mengungkapkan kekhawatirannya terhadap kondisi kebersihan kota yang dinilai belum tertangani dengan baik.
Ia mempertanyakan sejauh mana ketegasan pemerintah dalam menangani persoalan ini, khususnya melalui dinas terkait.

Menurutnya, kegiatan bersih-bersih sering kali hanya bersifat seremonial tanpa dampak jangka panjang.

Keluhan ini menjadi sinyal bahwa masyarakat menginginkan perubahan nyata dalam pengelolaan tumpukan sampah pasca Lebaran.

Perlu Kesadaran Bersama, Bukan Hanya Tanggung Jawab Pemerintah

Di tengah kondisi tersebut, penting untuk disadari bahwa persoalan sampah tidak sepenuhnya menjadi tanggung jawab pemerintah. Peran aktif masyarakat juga sangat dibutuhkan untuk menekan volume sampah yang dihasilkan.

Warga diimbau untuk mulai memilah sampah dari rumah, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, serta membuang sampah pada tempat dan waktu yang telah ditentukan.

Kesadaran kolektif ini menjadi kunci dalam mengatasi persoalan tumpukan sampah pasca Lebaran agar tidak terus berulang setiap tahun.

Butuh Solusi Sistemik dan Berkelanjutan

Persoalan ini sejatinya membutuhkan pendekatan yang lebih sistemik, mulai dari peningkatan kapasitas pengangkutan, pengelolaan TPS yang lebih baik, hingga edukasi masyarakat secara berkelanjutan.

Tanpa langkah konkret dan konsisten, tumpukan sampah pasca Lebaran hanya akan menjadi rutinitas tahunan yang terus berulang tanpa solusi yang jelas.

Momentum pasca Lebaran seharusnya menjadi bahan evaluasi serius bagi semua pihak, agar wajah Kota Tasikmalaya tetap bersih, sehat, dan nyaman untuk ditinggali. (4i)

  • Penulis: Redaktur Kanal Jabar

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemerintah Umumkan Hasil Sidang Isbat 2026, Awal Ramadhan 1447.H Ditentukan

    Pemerintah Umumkan Hasil Sidang Isbat 2026, Awal Ramadhan 1447.H Ditentukan

    • calendar_month Selasa, 17 Feb 2026
    • account_circle Admin Kanal Jabar
    • visibility 70
    • 0Komentar

    kanaljabar.com BERITA NASIONAL Pemerintah Republik Indonesia resmi menetapkan awal Ramadhan 1447 Hijriah. Melalui Kementerian Agama RI, dalam sidang isbat yang digelar Selasa (17/02/2026), diputuskan bahwa 1 Ramadhan 1447 H jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026. Keputusan tersebut diumumkan langsung oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar usai memimpin sidang isbat di Hotel Borobudur Jakarta. “Berdasarkan hasil hisab dan tidak adanya hilal […]

  • SWAKKA Buka Data, Harap Respons Dari Pengawas soal Etika dan Kinerja Pejabat Tasikmalaya

    SWAKKA Buka Data, Harap Respons Dari Pengawas soal Etika dan Kinerja Pejabat Tasikmalaya

    • calendar_month Kamis, 5 Feb 2026
    • account_circle Redaktur Kanal Jabar
    • visibility 54
    • 0Komentar

    Kanal Jabar, BERITA TASIKMALAYA – Komunitas Sawala Wartawan dan Konten Kreator Aspiratif (SWAKKA) mengambil langkah yang jarang dilakukan komunitas pers lokal: mendatangi langsung Kejaksaan Negeri dan Inspektorat di Kota serta Kabupaten Tasikmalaya, Kamis (5/2/2026). Langkah ini adalah langkah persuasif dalam rangka silaturahmi dan berdialog khususnya mengenai kinerja pejabat publik Tasikmalaya , pesan yang ingin disampaikan […]

  • Data Pengadaan Dibuka, Kejanggalan Mulai Terlihat

    Data Pengadaan Dibuka, Kejanggalan Mulai Terlihat

    • calendar_month Rabu, 18 Mar 2026
    • account_circle Redaktur Kanal Jabar
    • visibility 60
    • 0Komentar

    Kanal Jabar, BERITA TASIKMALAYA – Pola belanja di Bappelitbangda Kota Tasikmalaya menjadi sorotan setelah data pengadaan di Bappelitbangda yang dibuka ke publik menunjukkan indikasi yang tidak lazim. Dari penelusuran terhadap ratusan paket pengadaan, setidaknya terdapat tiga pola utama yang memicu pertanyaan serius terkait proses pengadaan barang dan jasa. Kesamaan Pagu dan Realisasi Anggaran Sorotan pertama […]

  • Di Tengah Efisiensi Anggaran, Pengadaan Sarung Rp841 Juta di Tasikmalaya Dipertanyakan

    Di Tengah Efisiensi Anggaran, Pengadaan Sarung Rp841 Juta di Tasikmalaya Dipertanyakan

    • calendar_month Jumat, 13 Mar 2026
    • account_circle Redaktur Kanal Jabar
    • visibility 68
    • 0Komentar

    Kanal Jabar, BERITA TASIKMALAYA – Kebijakan pengadaan sarung di tengah efisiensi anggaran dalam APBD Kota Tasikmalaya Tahun 2026 menuai sorotan dari kalangan mahasiswa. Program yang nilainya mencapai sekitar Rp841 juta dinilai memunculkan pertanyaan publik mengenai prioritas penggunaan anggaran daerah. Kritik tersebut disampaikan oleh Perhimpunan Mahasiswa Independen Tasikmalaya (PAMIT) yang menilai pengeluaran tersebut muncul di saat […]

  • Unigal Jadi Indikator dan Fasilitator, Pj Bupati Ciamis Lepas Peserta KKN

    Unigal Jadi Indikator dan Fasilitator, Pj Bupati Ciamis Lepas Peserta KKN

    • calendar_month Kamis, 30 Jan 2025
    • account_circle Admin Kanal Jabar
    • visibility 76
    • 0Komentar

    kanaljabar.com BERITA CIAMIS Universitas Galuh (Unigal) Ciamis sebagai salah satu perguruan tinggi strategis berperan penting sebagai indikator dan fasilitator dalam mengatasi berbagai permasalahan kompleks, khususnya di tingkat desa. Hal ini disampaikan Pj. Bupati Ciamis, Budi Waluya, saat melepas 508 peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Galuh Ciamis Tahun 2024/2025 di Halaman Pendopo Ciamis, Kamis (30/01/2025). […]

  • Tukang Bakso Diculik di Tasikmalaya: Respon Cepat Aparat Kepolisian

    Tukang Bakso Diculik di Tasikmalaya: Respon Cepat Aparat Kepolisian

    • calendar_month Senin, 20 Apr 2026
    • account_circle Redaktur Kanal Jabar
    • visibility 77
    • 0Komentar

    Kanal Jabar, BERITA TASIKMALAYA – Kasus Tukang Bakso diculik di Tasikmalaya menjadi sorotan publik setelah peristiwa dugaan penganiayaan dan penculikan terjadi di Jalan Cieunteung, Kelurahan Cilembang, Kecamatan Cihideung, Kota Tasikmalaya, pada Minggu malam, 19 April 2026. Korban diketahui bernama Sutarno (48), seorang pedagang bakso yang dikenal warga dengan sebutan Bakso Solo “Mas Suparno”. Insiden ini […]

expand_less