Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » Berita Jabar » Anak Tidak Sekolah Kabupaten Tasikmalaya Jadi Prioritas, Pendataan Diperketat

Anak Tidak Sekolah Kabupaten Tasikmalaya Jadi Prioritas, Pendataan Diperketat

  • account_circle Redaktur Kanal Jabar
  • calendar_month Kamis, 22 Jan 2026
  • visibility 264
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Kanal Jabar, Berita Tasikmalaya – Persoalan anak tidak sekolah Kabupaten Tasikmalaya kembali menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya. Wakil Bupati Tasikmalaya, Asep Sopari Al Ayubi, menegaskan bahwa keberadaan Anak Tidak Sekolah (ATS) tidak boleh dipandang sekadar sebagai angka administratif, melainkan sebagai indikator kegagalan sistem yang harus segera diperbaiki melalui kebijakan yang tepat sasaran.

Penegasan tersebut disampaikan saat Wakil Bupati melaksanakan pembinaan dan pengawasan pegawai di lingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Tasikmalaya, yang berlangsung di Aula Disdikbud, Rabu (21/1/2026). Dalam forum internal tersebut, ia secara khusus menyoroti pentingnya inventarisasi data ATS yang valid dan sesuai kondisi lapangan.

Akurasi Pendataan Berpengaruh terhadap Arah Kebijakan

Menurut Asep, selama ini persoalan anak tidak sekolah sering terhambat pada lemahnya pendataan. Akibatnya, kebijakan yang disusun kerap tidak menyentuh sasaran utama. Ia menegaskan bahwa data ATS harus disusun secara menyeluruh, terverifikasi, dan berkelanjutan, bukan sekadar memenuhi laporan rutin.

“Pendataan Anak Tidak Sekolah harus dilakukan secara serius. Data itu harus benar-benar mencerminkan kondisi riil di lapangan, karena dari sanalah arah kebijakan pendidikan ditentukan,” tegasnya.

Ia mengingatkan bahwa setiap anak yang tercecer dari sistem pendidikan formal merupakan kegagalan bersama. Karena itu, pemerintah daerah tidak boleh menunggu laporan pasif, tetapi harus aktif menelusuri keberadaan anak-anak yang berisiko putus sekolah maupun yang sama sekali belum terdata.

Kegiatan pembinaan ini dibuka oleh Plt Kepala Disdikbud Kabupaten Tasikmalaya, Edi Ruswandi Hidayatuloh, yang memperkenalkan jajaran struktural Disdikbud. Namun, Wakil Bupati langsung memanfaatkan forum tersebut untuk menyampaikan penekanan substansi, menandakan bahwa isu anak tidak sekolah Kabupaten Tasikmalaya menjadi agenda prioritas pimpinan daerah.

Dalam arahannya, Asep menilai bahwa penanganan ATS harus dimulai dari pemetaan yang detail, mulai dari faktor ekonomi, sosial, geografis, hingga persoalan keluarga. Ia mendorong Disdikbud untuk memperkuat koordinasi dengan pemerintah desa, sekolah, serta unsur kewilayahan agar tidak ada anak yang luput dari pendataan.

Data dan Intervensi Nyata di Lapangan

Selain pendataan, Wakil Bupati juga menyinggung rencana penanganan lanjutan. Menurutnya, data ATS harus diikuti dengan intervensi nyata, seperti program pendidikan nonformal, kejar paket, fasilitasi kembali ke sekolah, hingga dukungan sosial bagi keluarga kurang mampu.

Tak hanya fokus pada akses pendidikan, Asep juga menekankan pentingnya penguatan pendidikan karakter dan mental peserta didik. Ia menilai, tantangan dunia pendidikan saat ini tidak hanya soal akademik, tetapi juga pembentukan sikap, etika, dan daya tahan mental anak dalam menghadapi perubahan sosial.

“Sekolah harus mencetak anak-anak yang bukan hanya pintar, tetapi juga berkarakter dan kuat secara mental,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati mengingatkan seluruh pegawai Disdikbud agar menjaga marwah Pemerintah Daerah Kabupaten Tasikmalaya. Ia menekankan bahwa aparatur pendidikan adalah wajah pelayanan publik, sehingga profesionalisme dan integritas menjadi keharusan.

Penegasan ini menjadi sinyal kuat bahwa Pemkab Tasikmalaya ingin menangani isu anak tidak sekolah Kabupaten Tasikmalaya secara lebih sistematis dan terarah. Pemerintah daerah berharap, melalui pendataan yang akurat, penguatan koordinasi lintas sektor, dan kebijakan intervensi yang tepat, tidak ada lagi anak yang kehilangan hak dasarnya untuk memperoleh pendidikan. (red)

  • Penulis: Redaktur Kanal Jabar

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Unigal Jadi Indikator dan Fasilitator, Pj Bupati Ciamis Lepas Peserta KKN

    Unigal Jadi Indikator dan Fasilitator, Pj Bupati Ciamis Lepas Peserta KKN

    • calendar_month Kamis, 30 Jan 2025
    • account_circle adminkanaljabar
    • visibility 270
    • 0Komentar

    kanaljabar.com BERITA CIAMIS Universitas Galuh (Unigal) Ciamis sebagai salah satu perguruan tinggi strategis berperan penting sebagai indikator dan fasilitator dalam mengatasi berbagai permasalahan kompleks, khususnya di tingkat desa. Hal ini disampaikan Pj. Bupati Ciamis, Budi Waluya, saat melepas 508 peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Galuh Ciamis Tahun 2024/2025 di Halaman Pendopo Ciamis, Kamis (30/01/2025). […]

  • Hackclub Campfire dan Realitas Dukungan untuk Talenta Digital Tasikmalaya

    Hackclub Campfire dan Realitas Dukungan untuk Talenta Digital Tasikmalaya

    • calendar_month Minggu, 1 Mar 2026
    • account_circle Redaktur Kanal Jabar
    • visibility 207
    • 0Komentar

    Kanal Jabar, BERITA TASIKMALAYA – Transformasi digital terus digaungkan di berbagai level pemerintahan. Namun di lapangan, kisah seorang pelajar 14 tahun asal Tasikmalaya menunjukkan bahwa jalan menuju ekosistem digital belum sepenuhnya ditopang sistem yang kuat. Arkanurrizky A.H, siswa SMP Negeri 1 Tasikmalaya, menjadi salah satu peserta dalam ajang Hackclub Campfire yang digelar di Perpustakaan Jakarta […]

  • Serbuan Barang Impor Mengguncang Pasar Indonesia

    Serbuan Barang Impor Mengguncang Pasar Indonesia

    • calendar_month Selasa, 13 Mei 2025
    • account_circle adminkanaljabar
    • visibility 261
    • 0Komentar

    kanaljabar.com BERITA NASIONAL Tahun 2025 belum juga mencapai garis tengah. Namun, Indonesia—negeri agraris-maritim yang sering dibanggakan sebagai kaya sumber daya—kembali kebanjiran tamu dari luar negeri. Mereka datang bukan sebagai wisatawan, melainkan sebagai barang impor. Dan seperti biasa, semuanya dibayar lunas. Dari setrika pintar beraksen Mandarin, bantal aromaterapi asal Thailand, hingga pakaian olahraga buatan Vietnam yang […]

  • Indikasi Korupsi Revitalisasi PLUT Tasikmalaya, Tender Seolah Formalitas?

    Indikasi Korupsi Revitalisasi PLUT Tasikmalaya, Tender Seolah Formalitas?

    • calendar_month Rabu, 24 Des 2025
    • account_circle Redaktur Kanal Jabar
    • visibility 304
    • 0Komentar

    Kanal Jabar, BERITA TASIKMALAYA – Revitalisasi Gedung Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) Kabupaten Tasikmalaya sejak awal dirancang sebagai wujud keberpihakan negara terhadap koperasi dan pelaku UMKM. Gedung ini diharapkan menjadi pusat pendampingan usaha, akses pasar, hingga penguatan kapasitas manajerial pelaku ekonomi kecil. Namun, hasil penelusuran redaksi terhadap dokumen audit resmi negara, data pengadaan elektronik, serta […]

  • Empat Tambang Ilegal Berhasil Dibongkar Polres Tasikmalaya Kota

    Empat Tambang Ilegal Berhasil Dibongkar Polres Tasikmalaya Kota

    • calendar_month Selasa, 10 Jun 2025
    • account_circle adminkanaljabar
    • visibility 309
    • 0Komentar

    kanaljabar.com BERITA TASIKMALAYA Keberadaan tambang ilegal yang merusak lingkungan kembali menjadi sorotan. Polres Tasikmalaya Kota menunjukkan keseriusannya dengan membongkar empat kasus tambang ilegal yang beroperasi di wilayah hukumnya. Langkah ini menjadi bukti nyata komitmen kepolisian dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus melindungi kepentingan masyarakat. Pengungkapan tersebut dilakukan pada Kamis, 5 Juni 2025. Empat lokasi tambang yang […]

  • Satu Desa Satu Sarjana, Strategi Tasikmalaya Bangun SDM Unggul

    Satu Desa Satu Sarjana, Strategi Tasikmalaya Bangun SDM Unggul

    • calendar_month Rabu, 4 Feb 2026
    • account_circle Redaktur Kanal Jabar
    • visibility 243
    • 0Komentar

    Kanal Jabar, BERITA TASIKMALAYA – Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya terus memperkuat komitmen pembangunan sumber daya manusia melalui Program Satu Desa Satu Sarjana (SADESSA). Program ini menjadi salah satu prioritas Bupati dan Wakil Bupati Tasikmalaya yang secara resmi tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Tasikmalaya 2025–2029. SADESSA dirancang sebagai program bantuan mahasiswa yang difokuskan […]

expand_less