Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » Berita Jabar » Anak Tidak Sekolah Kabupaten Tasikmalaya Jadi Prioritas, Pendataan Diperketat

Anak Tidak Sekolah Kabupaten Tasikmalaya Jadi Prioritas, Pendataan Diperketat

  • account_circle Redaktur Kanal Jabar
  • calendar_month Kamis, 22 Jan 2026
  • visibility 99
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Kanal Jabar, Berita Tasikmalaya – Persoalan anak tidak sekolah Kabupaten Tasikmalaya kembali menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya. Wakil Bupati Tasikmalaya, Asep Sopari Al Ayubi, menegaskan bahwa keberadaan Anak Tidak Sekolah (ATS) tidak boleh dipandang sekadar sebagai angka administratif, melainkan sebagai indikator kegagalan sistem yang harus segera diperbaiki melalui kebijakan yang tepat sasaran.

Penegasan tersebut disampaikan saat Wakil Bupati melaksanakan pembinaan dan pengawasan pegawai di lingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Tasikmalaya, yang berlangsung di Aula Disdikbud, Rabu (21/1/2026). Dalam forum internal tersebut, ia secara khusus menyoroti pentingnya inventarisasi data ATS yang valid dan sesuai kondisi lapangan.

Akurasi Pendataan Berpengaruh terhadap Arah Kebijakan

Menurut Asep, selama ini persoalan anak tidak sekolah sering terhambat pada lemahnya pendataan. Akibatnya, kebijakan yang disusun kerap tidak menyentuh sasaran utama. Ia menegaskan bahwa data ATS harus disusun secara menyeluruh, terverifikasi, dan berkelanjutan, bukan sekadar memenuhi laporan rutin.

“Pendataan Anak Tidak Sekolah harus dilakukan secara serius. Data itu harus benar-benar mencerminkan kondisi riil di lapangan, karena dari sanalah arah kebijakan pendidikan ditentukan,” tegasnya.

Ia mengingatkan bahwa setiap anak yang tercecer dari sistem pendidikan formal merupakan kegagalan bersama. Karena itu, pemerintah daerah tidak boleh menunggu laporan pasif, tetapi harus aktif menelusuri keberadaan anak-anak yang berisiko putus sekolah maupun yang sama sekali belum terdata.

Kegiatan pembinaan ini dibuka oleh Plt Kepala Disdikbud Kabupaten Tasikmalaya, Edi Ruswandi Hidayatuloh, yang memperkenalkan jajaran struktural Disdikbud. Namun, Wakil Bupati langsung memanfaatkan forum tersebut untuk menyampaikan penekanan substansi, menandakan bahwa isu anak tidak sekolah Kabupaten Tasikmalaya menjadi agenda prioritas pimpinan daerah.

Dalam arahannya, Asep menilai bahwa penanganan ATS harus dimulai dari pemetaan yang detail, mulai dari faktor ekonomi, sosial, geografis, hingga persoalan keluarga. Ia mendorong Disdikbud untuk memperkuat koordinasi dengan pemerintah desa, sekolah, serta unsur kewilayahan agar tidak ada anak yang luput dari pendataan.

Data dan Intervensi Nyata di Lapangan

Selain pendataan, Wakil Bupati juga menyinggung rencana penanganan lanjutan. Menurutnya, data ATS harus diikuti dengan intervensi nyata, seperti program pendidikan nonformal, kejar paket, fasilitasi kembali ke sekolah, hingga dukungan sosial bagi keluarga kurang mampu.

Tak hanya fokus pada akses pendidikan, Asep juga menekankan pentingnya penguatan pendidikan karakter dan mental peserta didik. Ia menilai, tantangan dunia pendidikan saat ini tidak hanya soal akademik, tetapi juga pembentukan sikap, etika, dan daya tahan mental anak dalam menghadapi perubahan sosial.

“Sekolah harus mencetak anak-anak yang bukan hanya pintar, tetapi juga berkarakter dan kuat secara mental,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati mengingatkan seluruh pegawai Disdikbud agar menjaga marwah Pemerintah Daerah Kabupaten Tasikmalaya. Ia menekankan bahwa aparatur pendidikan adalah wajah pelayanan publik, sehingga profesionalisme dan integritas menjadi keharusan.

Penegasan ini menjadi sinyal kuat bahwa Pemkab Tasikmalaya ingin menangani isu anak tidak sekolah Kabupaten Tasikmalaya secara lebih sistematis dan terarah. Pemerintah daerah berharap, melalui pendataan yang akurat, penguatan koordinasi lintas sektor, dan kebijakan intervensi yang tepat, tidak ada lagi anak yang kehilangan hak dasarnya untuk memperoleh pendidikan. (red)

  • Penulis: Redaktur Kanal Jabar

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Milad ke-11 UMTAS, Muhammadiyah Dorong Penguatan Kualitas dan Ekspansi Prodi

    Milad ke-11 UMTAS, Muhammadiyah Dorong Penguatan Kualitas dan Ekspansi Prodi

    • calendar_month Sabtu, 24 Jan 2026
    • account_circle Redaktur Kanal Jabar
    • visibility 140
    • 0Komentar

    Kanal Jabar, Berita Tasikmalaya – Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya (UMTAS) memasuki usia ke-11 tahun sebagai institusi pendidikan tinggi. Momentum milad ke-11 UMTAS dimaknai sebagai fase kematangan menuju penguatan kualitas akademik dan perluasan peran strategis kampus dalam mencetak sumber daya manusia unggul dan berkepribadian. Hal tersebut disampaikan oleh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Barat, Prof. Yadi Januar, dalam […]

  • Pemkab Ciamis Rilis SE Terkait Pelaksanaan Idul Adha 1446 H

    Pemkab Ciamis Rilis SE Terkait Pelaksanaan Idul Adha 1446 H

    • calendar_month Selasa, 3 Jun 2025
    • account_circle Admin Kanal Jabar
    • visibility 105
    • 0Komentar

    kanaljabar.com BERITA CIAMIS Menjelang Hari Raya Idul Adha 1446 H yang jatuh pada Juni 2025, Pemerintah Kabupaten Ciamis mengambil langkah tegas untuk menjaga lingkungan. Melalui Surat Edaran (SE) Nomor: 600.4.15/1.045-DPRKPLH.03/2025, Pemkab mengimbau masyarakat agar merayakan Idul Adha tanpa menggunakan kantong plastik. Kebijakan ini sejalan dengan Surat Edaran Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI Nomor 04 […]

  • Pergeseran Tanah Terjadi di Tasikmalaya, Warga Diminta Waspada

    Pergeseran Tanah Terjadi di Tasikmalaya, Warga Diminta Waspada

    • calendar_month Jumat, 14 Feb 2025
    • account_circle Admin Kanal Jabar
    • visibility 111
    • 0Komentar

    kanaljabar.com BERITA TASIKMALAYA Pergeseran tanah terjadi di Kampung Margaluyu, Desa Cikondang, Kecamatan Cineam, Kabupaten Tasikmalaya, pada Rabu malam, 13 Februari 2025. Peristiwa tersebut mengakibatkan kerusakan sejumlah infrastruktur serta menimbulkan ancaman keselamatan bagi warga di sekitar lokasi bencana. Menanggapi kejadian tersebut, Batalyon D Pelopor Satuan Brimob Polda Jawa Barat langsung melakukan pengecekan ke lokasi bencana. Kegiatan […]

  • Persiapan Lebaran 2026: Kadishubkominfo Tasikmalaya Cek Stasiun Rajapolah

    Persiapan Lebaran 2026: Kadishubkominfo Tasikmalaya Cek Stasiun Rajapolah

    • calendar_month Minggu, 15 Mar 2026
    • account_circle Redaktur Kanal Jabar
    • visibility 85
    • 0Komentar

    Kanal Jabar, BERITA TASIKMALAYA – Menjelang arus mudik dan mobilitas masyarakat dalam rangka persiapan Lebaran 2026, Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya melalui Dinas Perhubungan, Komunikasi, dan Informatika (Dishubkominfo) melakukan peninjauan langsung ke Stasiun Rajapolah. Kepala Dishubkominfo Kabupaten Tasikmalaya, Rahayu Jamiat Abdullah, melakukan kunjungan kerja untuk memastikan kesiapan layanan naik turun penumpang Kereta Api Serayu di stasiun tersebut, […]

  • Liburan Berujung Duka di Pamayangsari

    Liburan Berujung Duka di Pamayangsari

    • calendar_month Senin, 12 Jan 2026
    • account_circle Admin Kanal Jabar
    • visibility 109
    • 0Komentar

    kanaljabar.com. BERITA TASIKMALAYA Peristiwa tenggelam di Pamayangsari kembali menyisakan duka. Seorang pemuda berusia 22 tahun bernama Ega ditemukan meninggal dunia setelah dilaporkan hilang saat berenang di laut. Kejadian ini terjadi di kawasan Pantai Pamayangsari, Kecamatan Cipatujah, Kabupaten Tasikmalaya, Minggu (11/1/2026). Sejak kabar hilangnya korban beredar, pantai yang biasanya ramai oleh wisatawan mendadak berubah sunyi. Angin […]

  • Hackclub Campfire dan Realitas Dukungan untuk Talenta Digital Tasikmalaya

    Hackclub Campfire dan Realitas Dukungan untuk Talenta Digital Tasikmalaya

    • calendar_month Minggu, 1 Mar 2026
    • account_circle Redaktur Kanal Jabar
    • visibility 89
    • 0Komentar

    Kanal Jabar, BERITA TASIKMALAYA – Transformasi digital terus digaungkan di berbagai level pemerintahan. Namun di lapangan, kisah seorang pelajar 14 tahun asal Tasikmalaya menunjukkan bahwa jalan menuju ekosistem digital belum sepenuhnya ditopang sistem yang kuat. Arkanurrizky A.H, siswa SMP Negeri 1 Tasikmalaya, menjadi salah satu peserta dalam ajang Hackclub Campfire yang digelar di Perpustakaan Jakarta […]

expand_less