Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » Berita Jabar » Di Tengah Efisiensi Anggaran, Pengadaan Sarung Rp841 Juta di Tasikmalaya Dipertanyakan

Di Tengah Efisiensi Anggaran, Pengadaan Sarung Rp841 Juta di Tasikmalaya Dipertanyakan

  • account_circle Redaktur Kanal Jabar
  • calendar_month Jumat, 13 Mar 2026
  • visibility 206
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Kanal Jabar, BERITA TASIKMALAYAKebijakan pengadaan sarung di tengah efisiensi anggaran dalam APBD Kota Tasikmalaya Tahun 2026 menuai sorotan dari kalangan mahasiswa. Program yang nilainya mencapai sekitar Rp841 juta dinilai memunculkan pertanyaan publik mengenai prioritas penggunaan anggaran daerah.

Kritik tersebut disampaikan oleh Perhimpunan Mahasiswa Independen Tasikmalaya (PAMIT) yang menilai pengeluaran tersebut muncul di saat pemerintah daerah menyebut kondisi fiskal sedang terbatas.

Mahasiswa mempertanyakan alasan munculnya program pengadaan sarung dalam jumlah besar, sementara berbagai kebutuhan pembangunan daerah masih memerlukan perhatian.


Total Anggaran Pengadaan Sarung Capai Rp841 Juta

Berdasarkan dokumen perencanaan pengadaan pemerintah daerah, anggaran pengadaan sarung tersebar di beberapa perangkat daerah.

Di antaranya:

  • Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Tasikmalaya: sekitar Rp527 juta
  • Kecamatan Kawalu: sekitar Rp189 juta
  • Kecamatan Cihideung: sekitar Rp124 juta

Jika dijumlahkan, total anggaran program tersebut mencapai sekitar Rp841 juta.

Besarnya nilai anggaran tersebut kemudian menjadi perhatian publik karena muncul di tengah berbagai persoalan masyarakat, mulai dari infrastruktur hingga pelayanan publik.


Pemerintah Sebut Program untuk Tokoh Masyarakat

Dalam audiensi antara mahasiswa dan pemerintah daerah pada 11 Maret 2026, Sekretaris Daerah Kota Tasikmalaya menjelaskan bahwa pengadaan sarung tersebut diprioritaskan untuk tokoh masyarakat.

Namun penjelasan tersebut tidak serta-merta meredam kritik.

Ketua PAMIT Ujang Amin mengatakan kebijakan pengadaan sarung di tengah efisiensi anggaran berpotensi menimbulkan persepsi adanya distorsi prioritas dalam pengelolaan APBD.

Menurutnya, anggaran publik seharusnya difokuskan pada program yang memiliki dampak langsung terhadap kebutuhan masyarakat luas.

“Ketika pemerintah menyatakan kondisi fiskal terbatas dan sejumlah program pembangunan harus menyesuaikan anggaran, publik tentu berhak mempertanyakan mengapa muncul pengadaan sarung ratusan juta rupiah untuk kelompok tertentu,” ujar Ujang.


Transparansi dan Dasar Kebijakan Dipertanyakan

Selain soal prioritas anggaran, mahasiswa juga menyoroti aspek transparansi program tersebut.

PAMIT menilai hingga saat ini belum ada penjelasan yang rinci mengenai beberapa hal penting, seperti:

  • dasar kebijakan pengadaan sarung
  • jumlah penerima program
  • kriteria tokoh masyarakat yang menerima
  • mekanisme distribusi program

Tanpa penjelasan yang jelas, kebijakan pengadaan sarung di tengah efisiensi anggaran berpotensi menimbulkan persepsi bahwa sebagian belanja daerah masih diarahkan pada program yang bersifat simbolik.

“APBD bukan instrumen untuk membangun kedekatan dengan kelompok tertentu. APBD seharusnya menjadi instrumen pembangunan yang berpihak kepada kepentingan masyarakat luas,” kata Ujang.


Mahasiswa Minta Klarifikasi Terbuka

Sebagai tindak lanjut dari audiensi tersebut, PAMIT telah mengirimkan surat resmi permintaan klarifikasi kepada sejumlah instansi pemerintah daerah.

Surat tersebut ditujukan kepada:

  • Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Tasikmalaya
  • Kecamatan Kawalu
  • Kecamatan Cihideung

Mahasiswa meminta pemerintah memberikan penjelasan terbuka mengenai kebijakan pengadaan sarung di tengah efisiensi anggaran, termasuk dasar perencanaan dan mekanisme distribusi program.


Mahasiswa Kawal Transparansi APBD

PAMIT menegaskan bahwa setiap rupiah dalam APBD merupakan uang rakyat yang harus dipertanggungjawabkan secara transparan.

Menurut Ujang Amin, jika Pemerintah Kota Tasikmalaya tidak mampu menjelaskan kebijakan tersebut secara rasional kepada publik, maka wajar jika muncul pertanyaan terkait sensitivitas kebijakan fiskal terhadap kebutuhan masyarakat.

“Jika pemerintah tidak mampu menjelaskan kebijakan ini secara rasional kepada publik, maka masyarakat tentu berhak mempertanyakan arah pengelolaan APBD,” ujarnya.

PAMIT memastikan akan terus mengawal polemik pengadaan sarung di tengah efisiensi anggaran sebagai bagian dari komitmen mahasiswa dalam menjaga transparansi dan akuntabilitas pengelolaan anggaran daerah. (4i)

  • Penulis: Redaktur Kanal Jabar

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemkab Tasikmalaya Tegaskan Larangan Gratifikasi Bagi ASN

    Pemkab Tasikmalaya Tegaskan Larangan Gratifikasi Bagi ASN

    • calendar_month Selasa, 17 Mar 2026
    • account_circle Redaktur Kanal Jabar
    • visibility 186
    • 0Komentar

    Kanal Jabar, BERITA TASIKMALAYA – Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya resmi menerbitkan kebijakan tegas terkait larangan gratifikasi bagi aparatur sipil negara menjelang Hari Raya Idul Fitri. Melalui surat edaran Bupati Tasikmalaya, seluruh ASN Kabupaten Tasikmalaya dilarang meminta Tunjangan Hari Raya (THR) kepada masyarakat, perusahaan, maupun pihak yang memiliki hubungan kerja dengan pemerintah daerah. Kebijakan tersebut tertuang dalam […]

  • Tukang Bakso Diculik di Tasikmalaya: Respon Cepat Aparat Kepolisian

    Tukang Bakso Diculik di Tasikmalaya: Respon Cepat Aparat Kepolisian

    • calendar_month Senin, 20 Apr 2026
    • account_circle Redaktur Kanal Jabar
    • visibility 219
    • 0Komentar

    Kanal Jabar, BERITA TASIKMALAYA – Kasus Tukang Bakso diculik di Tasikmalaya menjadi sorotan publik setelah peristiwa dugaan penganiayaan dan penculikan terjadi di Jalan Cieunteung, Kelurahan Cilembang, Kecamatan Cihideung, Kota Tasikmalaya, pada Minggu malam, 19 April 2026. Korban diketahui bernama Sutarno (48), seorang pedagang bakso yang dikenal warga dengan sebutan Bakso Solo “Mas Suparno”. Insiden ini […]

  • 300 Pedagang Turun Jalan, Demo di Pasar Cikurubuk Soroti Dugaan Pelanggaran Izin

    300 Pedagang Turun Jalan, Demo di Pasar Cikurubuk Soroti Dugaan Pelanggaran Izin

    • calendar_month Senin, 9 Mar 2026
    • account_circle Redaktur Kanal Jabar
    • visibility 201
    • 0Komentar

    Kanal Jabar, BERITA TASIKMALAYA – Aksi Demo di Pasar Cikurubuk berlangsung di kawasan Pasar Cikurubuk, Kota Tasikmalaya, Senin (9/3/2026). Sekitar 300 pedagang bersama elemen masyarakat yang tergabung dalam Forum Masyarakat Peduli Pasar Cikurubuk turun ke jalan untuk menyuarakan tuntutan kepada pemerintah daerah. Aksi tersebut dipicu oleh dugaan pelanggaran izin usaha yang dilakukan oleh Toko Sen […]

  • Senyum Anak Yatim di Bulan Suci, HMI Gelar Santunan di Tanjungkerta Tasikmalaya

    Senyum Anak Yatim di Bulan Suci, HMI Gelar Santunan di Tanjungkerta Tasikmalaya

    • calendar_month Senin, 16 Mar 2026
    • account_circle adminkanaljabar
    • visibility 220
    • 0Komentar

    kanaljabar.com BERITA TASIKMALAYA Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Latifah bersama HMI Komisariat Pagerageung kembali menunjukkan komitmennya dalam kegiatan sosial keagamaan melalui program santunan anak yatim bertajuk MERPATI (Merawat Ramadhan Penuh Arti). Kegiatan tersebut digelar di Desa Tanjungkerta, Kecamatan Pagerageung, Kabupaten Tasikmalaya, Jumat (13/3/2026), bertepatan dengan 23 Ramadhan 1447 Hijriah. Program yang telah memasuki pelaksanaan tahun […]

  • Mudik Lebaran 2026, RSUD KHZ Musthafa Pastikan Pelayanan Tetap Optimal

    Mudik Lebaran 2026, RSUD KHZ Musthafa Pastikan Pelayanan Tetap Optimal

    • calendar_month Rabu, 11 Mar 2026
    • account_circle Redaktur Kanal Jabar
    • visibility 209
    • 0Komentar

    Kanal Jabar, BERITA TASIKMALAYA – Menjelang periode libur panjang dan cuti bersama Lebaran 1447 Hijriah, RSUD KHZ Musthafa Kabupaten Tasikmalaya memastikan bahwa pelayanan selama Idul Fitri tetap berjalan optimal bagi masyarakat. Manajemen rumah sakit milik Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya tersebut telah menyiapkan sejumlah strategi operasional untuk memastikan pelayanan selama Idul Fitri di RSUD KHZ Musthafa tetap […]

  • Serbuan Barang Impor Mengguncang Pasar Indonesia

    Serbuan Barang Impor Mengguncang Pasar Indonesia

    • calendar_month Selasa, 13 Mei 2025
    • account_circle adminkanaljabar
    • visibility 179
    • 0Komentar

    kanaljabar.com BERITA NASIONAL Tahun 2025 belum juga mencapai garis tengah. Namun, Indonesia—negeri agraris-maritim yang sering dibanggakan sebagai kaya sumber daya—kembali kebanjiran tamu dari luar negeri. Mereka datang bukan sebagai wisatawan, melainkan sebagai barang impor. Dan seperti biasa, semuanya dibayar lunas. Dari setrika pintar beraksen Mandarin, bantal aromaterapi asal Thailand, hingga pakaian olahraga buatan Vietnam yang […]

expand_less