Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » Berita Jabar » Di Tengah Efisiensi Anggaran, Pengadaan Sarung Rp841 Juta di Tasikmalaya Dipertanyakan

Di Tengah Efisiensi Anggaran, Pengadaan Sarung Rp841 Juta di Tasikmalaya Dipertanyakan

  • account_circle Redaktur Kanal Jabar
  • calendar_month Jumat, 13 Mar 2026
  • visibility 114
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Kanal Jabar, BERITA TASIKMALAYAKebijakan pengadaan sarung di tengah efisiensi anggaran dalam APBD Kota Tasikmalaya Tahun 2026 menuai sorotan dari kalangan mahasiswa. Program yang nilainya mencapai sekitar Rp841 juta dinilai memunculkan pertanyaan publik mengenai prioritas penggunaan anggaran daerah.

Kritik tersebut disampaikan oleh Perhimpunan Mahasiswa Independen Tasikmalaya (PAMIT) yang menilai pengeluaran tersebut muncul di saat pemerintah daerah menyebut kondisi fiskal sedang terbatas.

Mahasiswa mempertanyakan alasan munculnya program pengadaan sarung dalam jumlah besar, sementara berbagai kebutuhan pembangunan daerah masih memerlukan perhatian.


Total Anggaran Pengadaan Sarung Capai Rp841 Juta

Berdasarkan dokumen perencanaan pengadaan pemerintah daerah, anggaran pengadaan sarung tersebar di beberapa perangkat daerah.

Di antaranya:

  • Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Tasikmalaya: sekitar Rp527 juta
  • Kecamatan Kawalu: sekitar Rp189 juta
  • Kecamatan Cihideung: sekitar Rp124 juta

Jika dijumlahkan, total anggaran program tersebut mencapai sekitar Rp841 juta.

Besarnya nilai anggaran tersebut kemudian menjadi perhatian publik karena muncul di tengah berbagai persoalan masyarakat, mulai dari infrastruktur hingga pelayanan publik.


Pemerintah Sebut Program untuk Tokoh Masyarakat

Dalam audiensi antara mahasiswa dan pemerintah daerah pada 11 Maret 2026, Sekretaris Daerah Kota Tasikmalaya menjelaskan bahwa pengadaan sarung tersebut diprioritaskan untuk tokoh masyarakat.

Namun penjelasan tersebut tidak serta-merta meredam kritik.

Ketua PAMIT Ujang Amin mengatakan kebijakan pengadaan sarung di tengah efisiensi anggaran berpotensi menimbulkan persepsi adanya distorsi prioritas dalam pengelolaan APBD.

Menurutnya, anggaran publik seharusnya difokuskan pada program yang memiliki dampak langsung terhadap kebutuhan masyarakat luas.

“Ketika pemerintah menyatakan kondisi fiskal terbatas dan sejumlah program pembangunan harus menyesuaikan anggaran, publik tentu berhak mempertanyakan mengapa muncul pengadaan sarung ratusan juta rupiah untuk kelompok tertentu,” ujar Ujang.


Transparansi dan Dasar Kebijakan Dipertanyakan

Selain soal prioritas anggaran, mahasiswa juga menyoroti aspek transparansi program tersebut.

PAMIT menilai hingga saat ini belum ada penjelasan yang rinci mengenai beberapa hal penting, seperti:

  • dasar kebijakan pengadaan sarung
  • jumlah penerima program
  • kriteria tokoh masyarakat yang menerima
  • mekanisme distribusi program

Tanpa penjelasan yang jelas, kebijakan pengadaan sarung di tengah efisiensi anggaran berpotensi menimbulkan persepsi bahwa sebagian belanja daerah masih diarahkan pada program yang bersifat simbolik.

“APBD bukan instrumen untuk membangun kedekatan dengan kelompok tertentu. APBD seharusnya menjadi instrumen pembangunan yang berpihak kepada kepentingan masyarakat luas,” kata Ujang.


Mahasiswa Minta Klarifikasi Terbuka

Sebagai tindak lanjut dari audiensi tersebut, PAMIT telah mengirimkan surat resmi permintaan klarifikasi kepada sejumlah instansi pemerintah daerah.

Surat tersebut ditujukan kepada:

  • Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Tasikmalaya
  • Kecamatan Kawalu
  • Kecamatan Cihideung

Mahasiswa meminta pemerintah memberikan penjelasan terbuka mengenai kebijakan pengadaan sarung di tengah efisiensi anggaran, termasuk dasar perencanaan dan mekanisme distribusi program.


Mahasiswa Kawal Transparansi APBD

PAMIT menegaskan bahwa setiap rupiah dalam APBD merupakan uang rakyat yang harus dipertanggungjawabkan secara transparan.

Menurut Ujang Amin, jika Pemerintah Kota Tasikmalaya tidak mampu menjelaskan kebijakan tersebut secara rasional kepada publik, maka wajar jika muncul pertanyaan terkait sensitivitas kebijakan fiskal terhadap kebutuhan masyarakat.

“Jika pemerintah tidak mampu menjelaskan kebijakan ini secara rasional kepada publik, maka masyarakat tentu berhak mempertanyakan arah pengelolaan APBD,” ujarnya.

PAMIT memastikan akan terus mengawal polemik pengadaan sarung di tengah efisiensi anggaran sebagai bagian dari komitmen mahasiswa dalam menjaga transparansi dan akuntabilitas pengelolaan anggaran daerah. (4i)

  • Penulis: Redaktur Kanal Jabar

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tasikmalaya: Tumpukan Sampah Pasca Lebaran Kembali Menggunung

    Tasikmalaya: Tumpukan Sampah Pasca Lebaran Kembali Menggunung

    • calendar_month Kamis, 26 Mar 2026
    • account_circle Redaktur Kanal Jabar
    • visibility 110
    • 0Komentar

    Kanal Jabar, BERITA TASIKMALAYA – Fenomena tumpukan sampah pasca Lebaran kembali menjadi sorotan di Kota Tasikmalaya. Sejumlah ruas jalan utama dilaporkan dipenuhi sampah yang meluber hingga ke badan jalan, bahkan mengganggu aktivitas lalu lintas warga. Salah satu titik yang menjadi perhatian berada di kawasan Jalan RE Martadinata. Di lokasi ini, sampah tidak hanya menumpuk di […]

  • Bencana Longsor Mengganas di Cigalongtang, Jalan Penghubung Empat Desa Terputus

    Bencana Longsor Mengganas di Cigalongtang, Jalan Penghubung Empat Desa Terputus

    • calendar_month Senin, 29 Sep 2025
    • account_circle Admin Kanal Jabar
    • visibility 115
    • 0Komentar

    kanaljabar.com BERITA TASIKMALAYA Longsor besar menutup jalan utama penghubung sejumlah desa menuju Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat. Peristiwa yang terjadi di Kampung Maleer, Desa Pusparaja, Kecamatan Cigalontang, ini membuat akses vital warga dari empat desa lumpuh total. Material longsor berupa tanah, bebatuan, dan pohon tumbang menimbun badan jalan kabupaten yang selama ini menjadi jalur utama […]

  • Jadwal Libur Awal Ramadhan Terbaru, Jangan Sampai Terlewat

    Jadwal Libur Awal Ramadhan Terbaru, Jangan Sampai Terlewat

    • calendar_month Senin, 17 Feb 2025
    • account_circle Admin Kanal Jabar
    • visibility 97
    • 0Komentar

    kanaljabar.com BERITA NASIONAL Pemerintah Indonesia resmi menetapkan jadwal pembelajaran dan libur sekolah bagi siswa selama bulan Ramadan 1446 Hijriah atau tahun 2025 Masehi. Kebijakan ini tertuang dalam Surat Edaran Bersama (SEB) Nomor 2 Tahun 2025 yang ditandatangani oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti, Menteri Agama Nasaruddin Umar, serta Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito […]

  • Presiden Prabowo Pimpin Panen Raya, Tegaskan Komitmen Ketahanan Pangan

    Presiden Prabowo Pimpin Panen Raya, Tegaskan Komitmen Ketahanan Pangan

    • calendar_month Senin, 7 Apr 2025
    • account_circle Admin Kanal Jabar
    • visibility 118
    • 0Komentar

    kanaljabar.com BERITA NASIONAL Beberapa hari setelah perayaan Idul Fitri, suasana pertanian Indonesia semakin semarak. Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, turun langsung ke ladang untuk memimpin Panen Raya Nasional di Desa Randegan Wetan, Kecamatan Jatitujuh, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat. Kegiatan ini bukan sekadar seremoni, melainkan bagian dari panen serentak yang digelar di 14 provinsi dan 157 […]

  • Senyum Anak Yatim di Bulan Suci, HMI Gelar Santunan di Tanjungkerta Tasikmalaya

    Senyum Anak Yatim di Bulan Suci, HMI Gelar Santunan di Tanjungkerta Tasikmalaya

    • calendar_month Senin, 16 Mar 2026
    • account_circle Admin Kanal Jabar
    • visibility 124
    • 0Komentar

    kanaljabar.com BERITA TASIKMALAYA Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Latifah bersama HMI Komisariat Pagerageung kembali menunjukkan komitmennya dalam kegiatan sosial keagamaan melalui program santunan anak yatim bertajuk MERPATI (Merawat Ramadhan Penuh Arti). Kegiatan tersebut digelar di Desa Tanjungkerta, Kecamatan Pagerageung, Kabupaten Tasikmalaya, Jumat (13/3/2026), bertepatan dengan 23 Ramadhan 1447 Hijriah. Program yang telah memasuki pelaksanaan tahun […]

  • Upah Rendah, Ekonomi Tumbuh: Pelajaran dari Vietnam untuk Ciamis

    Upah Rendah, Ekonomi Tumbuh: Pelajaran dari Vietnam untuk Ciamis

    • calendar_month Jumat, 2 Jan 2026
    • account_circle Admin Kanal Jabar
    • visibility 134
    • 0Komentar

    kanaljabar.com. BERITA CIAMIS. Sehari setelah artikel tentang anugerah, upah, dan integritas Ciamis terbit, redaksi menerima satu pesan WhatsApp. Singkat. Tanpa salam pembuka. Tanpa nada menggurui. “Berapa UMK Vietnam yang sekarang menuju negara industri?” Baca juga: Ciamis 2025: Bertabur Anugerah, UMK Terlemah, Integritas? Pesan itu datang dari seorang pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Ciamis. Tidak defensif. […]

expand_less