Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » Berita Jabar » Ribuan Sekolah Rusak Tasikmalaya, peran DPRD Disorot

Ribuan Sekolah Rusak Tasikmalaya, peran DPRD Disorot

  • account_circle Redaktur Kanal Jabar
  • calendar_month Sabtu, 18 Okt 2025
  • visibility 220
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Kanal Jabar, BERITA TASIKMALAYAKondisi dunia pendidikan di Kabupaten Tasikmalaya sedang tidak baik-baik saja. Data resmi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan setempat mencatat lebih dari 1.062 sekolah dasar (SD) dan 268 sekolah menengah pertama (SMP) mengalami kerusakan dengan tingkat beragam. Dari jumlah itu, 1.613 ruang kelas rusak berat, lebih dari 3.000 rusak sedang, dan sekitar 2.000 ruang lainnya rusak ringan.

Di sejumlah kecamatan, kerusakan tersebut sudah melampaui batas toleransi. Beberapa sekolah bahkan tidak lagi layak digunakan. Siswa terpaksa belajar di teras, ruang guru, hingga di luar gedung sekolah. Ironisnya, kondisi ini bukan terjadi baru-baru ini, melainkan sudah berlangsung bertahun-tahun.

Salah satu contoh yang kerap disebut adalah SDN Curugtelu. Selama hampir dua tahun, siswa di sekolah tersebut harus belajar di luar ruangan karena bangunan kelas nyaris roboh. Potret ini menjadi gambaran nyata wajah pendidikan di Tasikmalaya: anak-anak belajar dalam keterbatasan, sementara gedung sekolah terus menua tanpa kepastian perbaikan.

Bupati Akui Keterbatasan Anggaran

Bupati Tasikmalaya, Cecep Nurul Yakin, mengakui persoalan sekolah rusak merupakan pekerjaan rumah besar yang tidak mudah diselesaikan dalam waktu singkat. Ia menyebut pemerintah daerah telah melakukan perbaikan secara bertahap melalui APBD serta bantuan dari pemerintah pusat.

“Tahun ini ada sekitar 53 sekolah yang mendapat bantuan pusat dan 150 sekolah dari APBD kabupaten,” ujar Cecep, seperti dikutip dari sejumlah media. Namun, ia menegaskan bahwa kerusakan tersebut merupakan akumulasi masalah lama, jauh sebelum masa kepemimpinannya.

Dengan kondisi APBD yang terbatas, Cecep memperkirakan butuh waktu lebih dari 20 tahun untuk menuntaskan seluruh perbaikan jika pola bertahap terus dipertahankan. Karena itu, Pemkab Tasikmalaya terus berupaya mengakses bantuan dari pemerintah pusat.

Pernyataan tersebut dinilai realistis, tetapi di sisi lain memunculkan pertanyaan publik: mengapa persoalan sekolah rusak dibiarkan menahun tanpa terobosan kebijakan yang lebih sistemik?

DPRD Dinilai Gagal Kawal Hak Dasar Pendidikan

Kritik tajam datang dari Diki Samani, Direktur Albadar Institute. Menurutnya, maraknya sekolah rusak Tasikmalaya tidak bisa semata-mata dibebankan pada keterbatasan anggaran daerah.

“Ini bukan masalah tiba-tiba. Kerusakan fisik sekolah mayoritas karena faktor waktu. Ini potret akumulasi kelalaian, dan DPRD ikut bertanggung jawab karena gagal mengawal hak dasar rakyat,” tegas Diki.

Ia menilai, DPRD sebenarnya memiliki ruang besar untuk berkontribusi melalui skema pokok pikiran (pokir). “Kalau satu anggota DPRD punya niat, bisa bantu rehabilitasi 5 sampai 10 sekolah per tahun. Dengan 50 anggota, ratusan sekolah bisa tertangani. Tapi itu tidak terjadi,” ujarnya.

Diki juga menyoroti transparansi dana pokir yang nilainya bisa mencapai puluhan hingga ratusan miliar rupiah per tahun. Ia mendesak aparat penegak hukum (APH) untuk menelusuri arah dan realisasi anggaran tersebut.

“Publik berhak tahu. Jangan sampai di tengah ribuan sekolah rusak, dana pokir justru habis untuk kegiatan yang tidak prioritas,” katanya.

Menurut Diki, selama pokir diperlakukan seolah jatah personal, kebutuhan mendesak seperti rehabilitasi sekolah akan terus tersingkir karena dianggap tidak menarik secara politik.

Saatnya Tanggung Jawab, Bukan Sekadar Narasi

Ribuan sekolah rusak di Tasikmalaya bukan sekadar angka statistik yang dingin di atas kertas laporan. Di balik tembok retak, atap bocor, dan ruang kelas yang nyaris roboh, ada anak-anak yang dipaksa belajar dalam kondisi tidak layak. Ini bukan hanya soal infrastruktur, tapi soal masa depan generasi yang sedang dipertaruhkan.

Ketika eksekutif terus beralasan soal keterbatasan anggaran, DPRD seharusnya tampil sebagai bagian dari solusi, bukan sekadar pengamat yang lantang mengkritik. Fungsi pengawasan dan penganggaran tidak boleh berhenti di ruang rapat atau panggung politik. Ada ruang kelas yang menunggu diperbaiki, ada siswa yang menunggu kepedulian nyata. Jika DPRD benar-benar menjalankan mandat rakyat, maka prioritas anggaran harus berbicara lebih keras daripada narasi politik. Sebab di tengah sekolah rusak yang dibiarkan menahun, publik berhak bertanya: di mana keberpihakan para wakil rakyat selama ini? (red)

  • Penulis: Redaktur Kanal Jabar

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sidang Lanjutan Resbob Memanas, Kewenangan PN Bandung Digugat

    Sidang Lanjutan Resbob Memanas, Kewenangan PN Bandung Digugat

    • calendar_month Rabu, 4 Mar 2026
    • account_circle Redaktur Kanal Jabar
    • visibility 164
    • 0Komentar

    Kanal Jabar, BERITA BANDUNG – Sidang lanjutan Resbob dalam perkara dugaan ujaran kebencian bernuansa SARA terhadap etnis Sunda berlangsung alot di Pengadilan Negeri Bandung, Rabu (4/3/2026). Dalam agenda pembacaan eksepsi, tim kuasa hukum Muhammad Adimas Firdaus Putra Nashihan alias Resbob melancarkan perlawanan yuridis secara frontal. Alih-alih masuk ke pokok perkara, kuasa hukum meminta majelis hakim […]

  • Kejari Tahan Ketua DPRD Kota Banjar, Dugaan Korupsi Dipastikan

    Kejari Tahan Ketua DPRD Kota Banjar, Dugaan Korupsi Dipastikan

    • calendar_month Selasa, 22 Apr 2025
    • account_circle adminkanaljabar
    • visibility 181
    • 0Komentar

    kanaljabar.com BERITA BANJAR Kota Banjar, Jawa Barat, mendadak berguncang. Bukan oleh bencana alam, melainkan oleh kabar yang menghantam jantung kekuasaan lokal. Ketua DPRD Kota Banjar, Dadang Ramdhan Kalyubi (DRK), resmi ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi tunjangan perumahan dan transportasi pimpinan serta anggota dewan periode 2017–2021. Senin siang, 21 April 2025, suasana di Kejaksaan Negeri […]

  • Puncak Arus Balik: Kendaraan Menuju Jabodetabek Meningkat Tajam

    Puncak Arus Balik: Kendaraan Menuju Jabodetabek Meningkat Tajam

    • calendar_month Minggu, 29 Mar 2026
    • account_circle Redaktur Kanal Jabar
    • visibility 188
    • 0Komentar

    Kanal Jabar, BERITA NASIONAL – Puncak arus balik Lebaran 1447 Hijriah mulai terlihat menjelang akhir masa libur panjang. Volume kendaraan yang kembali menuju wilayah Jabodetabek mengalami lonjakan signifikan pada Sabtu, 28 Maret 2026. Data dari Jasa Marga melalui Jasamarga Metropolitan Tollroad mencatat sebanyak 186.207 kendaraan masuk ke Jabodetabek melalui empat gerbang tol utama. Angka ini […]

  • Peringatan HPN 2026 di Ciamis Jadi Momentum Pers Peduli Lingkungan

    Peringatan HPN 2026 di Ciamis Jadi Momentum Pers Peduli Lingkungan

    • calendar_month Minggu, 26 Apr 2026
    • account_circle Redaktur Kanal Jabar
    • visibility 171
    • 0Komentar

    Kanal Jabar, BERITA CIAMIS – Peringatan HPN 2026 di Ciamis berlangsung meriah, inspiratif, dan penuh makna. Ribuan masyarakat tumpah ruah mengikuti rangkaian kegiatan yang diselenggarakan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Ciamis dengan mengusung tema “Pers Peduli Alam Lestari”. Momentum ini menjadi bukti bahwa pers tidak hanya berperan dalam menyampaikan informasi, tetapi juga mampu menjadi penggerak […]

  • Kota Tasikmalaya: Keluhan ASN Memuncak, THR  Dibayar Bertahap

    Kota Tasikmalaya: Keluhan ASN Memuncak, THR Dibayar Bertahap

    • calendar_month Kamis, 19 Mar 2026
    • account_circle Redaktur Kanal Jabar
    • visibility 194
    • 0Komentar

    Kanal Jabar, BERITA TASIKMALAYA – Kebijakan Pemerintah Kota Tasikmalaya yang membayarkan Tunjangan Hari Raya (THR) Aparatur Sipil Negara (ASN) secara bertahap terus menuai sorotan. Tidak hanya menjadi perbincangan internal, gelombang keluhan ASN juga ramai bermunculan di media sosial. Sejumlah ASN mempertanyakan skema pembayaran yang dinilai tidak utuh, bahkan menyoroti prioritas pencairan komponen THR ASN di […]

  • Mahasiswi Universitas Mayasari Dilaporkan Hilang di Kota Tasikmalaya

    Mahasiswi Universitas Mayasari Dilaporkan Hilang di Kota Tasikmalaya

    • calendar_month Rabu, 29 Apr 2026
    • account_circle Redaktur Kanal Jabar
    • visibility 176
    • 0Komentar

    Kanal Jabar, BERITA TASIKMALAYA – Kasus orang hilang kembali menggegerkan masyarakat Kota Tasikmalaya. Seorang mahasiswi hilang bernama Ulfah Hadiatul Alia (21), mahasiswi Universitas Mayasari Bakti, hingga kini belum diketahui keberadaannya setelah terakhir berkomunikasi dengan keluarga pada 5 April 2026. Informasi hilangnya mahasiswi Universitas Mayasari tersebut pertama kali mencuat setelah pihak kampus memberikan pemberitahuan kepada keluarga […]

expand_less