Berita Jabar

Tasikmalaya: Mudik 2026, Anggaran Rp1,5 Miliar Digelontorkan Dinas PUTR

Kanal Jabar, BERITA TASIKMALAYAMenjelang puncak arus mudik Lebaran 2026, Pemerintah Kota Tasikmalaya mulai bergerak melakukan pemeliharaan jalan di sejumlah titik. Namun, langkah yang diambil masih sebatas penanganan ringan: tambal sulam.


Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kota Tasikmalaya, Hendra Budiman, menegaskan bahwa pekerjaan yang dilakukan saat ini bukan perbaikan menyeluruh, melainkan pemeliharaan rutin tahunan.


“Ini hanya pemeliharaan rutin, bukan perbaikan besar. Pekerjaannya lebih kepada penambalan di titik-titik jalan yang rusak,” ujarnya, Kamis (12/3/2026).


Fokus di Jalur Strategis


Sejumlah ruas jalan yang menjadi prioritas berada di jalur dengan mobilitas tinggi. Di antaranya Jalan Mangin yang menghubungkan wilayah Mangkubumi dan Indihiang, serta Jalan Garuda di Kecamatan Cibeureum.


Pemilihan titik ini bukan tanpa alasan. Jalur tersebut diprediksi akan mengalami lonjakan kendaraan selama mudik Lebaran 2026, baik dari arus lokal maupun pemudik lintas daerah.


Namun, pertanyaannya: apakah tambal sulam cukup untuk menghadapi tekanan kendaraan yang meningkat tajam?


Anggaran Rp1,5 Miliar untuk Pemeliharaan


Pemerintah Kota Tasikmalaya mengalokasikan anggaran sekitar Rp1,5 miliar untuk pemeliharaan jalan sepanjang tahun. Dana ini digunakan untuk memastikan kondisi jalan tetap layak dilalui, khususnya menjelang periode padat seperti Lebaran.


Menurut Hendra, pemeliharaan rutin ini merupakan langkah preventif agar kerusakan tidak meluas dan membahayakan pengguna jalan.


“Mobilitas kendaraan biasanya meningkat cukup signifikan, sehingga kondisi jalan perlu dipastikan tetap aman,” katanya.


Ujian Nyata di Musim Mudik


Dengan meningkatnya volume kendaraan saat mudik Lebaran 2026, kondisi jalan di Tasikmalaya akan menghadapi ujian nyata. Jalur yang hanya ditangani dengan tambal sulam harus mampu menahan beban lalu lintas yang jauh lebih berat dari hari biasa.


Jika tidak optimal, potensi gangguan seperti kemacetan hingga kecelakaan bisa meningkat.
Di titik inilah efektivitas kebijakan pemeliharaan diuji. Apakah cukup dengan langkah cepat dan terbatas, atau justru dibutuhkan intervensi yang lebih serius?


Antara Kebutuhan Mendesak dan Keterbatasan


Langkah Pemkot Tasikmalaya melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kota Tasikmalaya, untuk melakukan pemeliharaan jalan patut diapresiasi sebagai respon cepat menjelang mudik Lebaran 2026.

Walaupun pendekatan tambal sulam ini menunjukkan adanya keterbatasan, baik dari sisi anggaran maupun perencanaan jangka panjang.


Bagi masyarakat dan para pemudik, harapannya sederhana: jalan yang aman, nyaman, dan bebas hambatan.
Sementara bagi pemerintah, tantangannya lebih besar: memastikan kesiapan infrastruktur tidak hanya cukup untuk hari ini, tetapi juga tahan menghadapi lonjakan mobilitas yang terus berulang setiap tahun. (4i)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button