Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » Berita Nasional » Serbuan Barang Impor Mengguncang Pasar Indonesia

Serbuan Barang Impor Mengguncang Pasar Indonesia

  • account_circle Admin Kanal Jabar
  • calendar_month Selasa, 13 Mei 2025
  • visibility 33
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

kanaljabar.com BERITA NASIONAL Tahun 2025 belum juga mencapai garis tengah. Namun, Indonesia—negeri agraris-maritim yang sering dibanggakan sebagai kaya sumber daya—kembali kebanjiran tamu dari luar negeri. Mereka datang bukan sebagai wisatawan, melainkan sebagai barang impor. Dan seperti biasa, semuanya dibayar lunas.

Dari setrika pintar beraksen Mandarin, bantal aromaterapi asal Thailand, hingga pakaian olahraga buatan Vietnam yang lebih sering nongkrong di kafe ketimbang di lapangan, produk impor kini dengan santainya memenuhi rak marketplace dan pusat perbelanjaan nasional.

Terjadi kenaikan pada bahan baku dan barang modal

Data Badan Pusat Statistik (BPS) yang dirilis Juni 2025 mencatat, nilai impor Indonesia sepanjang Januari–April 2025 mencapai US$76,29 miliar atau sekitar Rp1.220 triliun. Angka ini meningkat 6,27% dibanding periode yang sama tahun lalu. Yang menarik—sekaligus mengkhawatirkan—kenaikan tak hanya terjadi pada bahan baku dan barang modal, tetapi juga barang konsumsi, yang melonjak 7,68%, dari US$6,92 miliar menjadi US$7,45 miliar.

Jika dulu impor identik dengan mesin berat dan teknologi tinggi, kini ceritanya berbeda. Data BPS menunjukkan bahwa barang-barang sederhana seperti baju tidur, cermin LED, hingga dispenser telur—produk yang sejatinya bisa dibuat oleh industri kecil atau bahkan siswa SMK—ikut masuk daftar impor.

Lonjakan besar di suku cadang kendaraan

Lonjakan paling mencolok terjadi pada kendaraan dan suku cadangnya, yang meningkat 31,01% hanya dalam empat bulan, dari US$2,63 miliar menjadi US$3,45 miliar. Ironisnya, di saat yang sama, bengkel-bengkel kecil di daerah justru kesulitan mendapatkan onderdil yang sesuai, baik karena harga yang melonjak maupun ketidakcocokan dengan teknologi “mobil pintar” buatan luar negeri.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, Tiongkok kembali menjadi pemasok utama impor Indonesia. Sepanjang Januari–April 2025, nilai impor dari Negeri Tirai Bambu mencapai US$25,77 miliar, mencakup mesin, elektronik, hingga kendaraan. Tanpa terasa, Tiongkok menjelma menjadi “pabrik raksasa” yang menopang denyut konsumsi rumah tangga Indonesia.

Gaya hidup modern berperan besar pada barang luar

Di sisi lain, masyarakat atas nama digitalisasi dan gaya hidup berlomba membeli tisu wajah beraroma lavender dari Korea, sambil melupakan kain tenun lokal atau sabun produksi tetangga sendiri. Mencintai produk dalam negeri rupanya kalah menarik dibanding sensasi unboxing barang impor di media sosial.

Masuknya barang konsumsi impor yang tidak strategis membawa dampak berlapis. UMKM terdesak karena kalah harga dan skala produksi. Lapangan kerja tergerus akibat industri lokal yang sulit tumbuh. Defisit dagang bilateral, seperti dengan Tiongkok yang mencapai -US$6,9 miliar, terus berulang dan membebani perekonomian.

Lebih jauh lagi, ketika anak muda bangga mengenakan hoodie “original import” namun tak mengenal produsen tekstil di kotanya sendiri, sesungguhnya kita sedang kehilangan arah dalam membangun kemandirian ekonomi.

Membanjirnya produk impor—dan sambutan hangat masyarakat terhadapnya—ibarat menggali lubang bagi produk dalam negeri sendiri. Ini bukan lagi penjajahan dengan senjata, melainkan imperialisme ekonomi gaya baru: lewat diskon, free ongkir, dan pengaruh media sosial.

Bangsa besar tidak diukur dari seberapa banyak barang luar yang mampu dibeli, melainkan dari seberapa kuat ia berdiri di atas kakinya sendiri. Jika konsumsi dibiarkan tanpa kendali, Indonesia berisiko kehilangan bukan hanya identitas produksi, tetapi juga kedaulatan ekonominya—perlahan, halus, dan terstruktur. (ai)

  • Penulis: Admin Kanal Jabar

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Magang Jepang 2026 Gratis Dibuka di Tasikmalaya, Kuota Terbatas!

    Magang Jepang 2026 Gratis Dibuka di Tasikmalaya, Kuota Terbatas!

    • calendar_month Minggu, 22 Feb 2026
    • account_circle Redaktur Kanal Jabar
    • visibility 34
    • 0Komentar

    Kanal Jabar, BERITA TASIKMALAYA – Kabar baik bagi para wargi Tasik yang bercita-cita bekerja dan menimba pengalaman di luar negeri. Program resmi magang Jepang 2026 melalui jalur pelatihan pra-seleksi IM Japan kini kembali dibuka di Kabupaten Tasikmalaya. Program ini menjadi peluang emas bagi lulusan SMA/SMK sederajat yang ingin mendapatkan pengalaman kerja internasional dengan fasilitas lengkap […]

  • Silaturahmi dan Audiensi Komunitas SWAKKA Bangun Kemitraan Strategis di Tasikmalaya

    Silaturahmi dan Audiensi Komunitas SWAKKA Bangun Kemitraan Strategis di Tasikmalaya

    • calendar_month Senin, 20 Apr 2026
    • account_circle Redaktur Kanal Jabar
    • visibility 38
    • 0Komentar

    Kanal Jabar, BERITA TASIKMALAYA – Komunitas Sawala Wartawan dan Konten Kreator Aspiratif (SWAKKA) terus menunjukkan komitmennya dalam membangun sinergi lintas sektor pasca deklarasi yang digelar pada 12 Februari 2026. Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah melalui kegiatan silaturahmi dan audiensi komunitas SWAKKA dengan sejumlah perangkat daerah di Kota Tasikmalaya. Kegiatan yang berlangsung pada Senin siang […]

  • Liburan Berujung Duka di Pamayangsari

    Liburan Berujung Duka di Pamayangsari

    • calendar_month Senin, 12 Jan 2026
    • account_circle Admin Kanal Jabar
    • visibility 33
    • 0Komentar

    kanaljabar.com. BERITA TASIKMALAYA Peristiwa tenggelam di Pamayangsari kembali menyisakan duka. Seorang pemuda berusia 22 tahun bernama Ega ditemukan meninggal dunia setelah dilaporkan hilang saat berenang di laut. Kejadian ini terjadi di kawasan Pantai Pamayangsari, Kecamatan Cipatujah, Kabupaten Tasikmalaya, Minggu (11/1/2026). Sejak kabar hilangnya korban beredar, pantai yang biasanya ramai oleh wisatawan mendadak berubah sunyi. Angin […]

  • Empat Poin Tuntutan Pedagang Pasar Cikurubuk, Saatnya Kebijakan Ditegaskan

    Empat Poin Tuntutan Pedagang Pasar Cikurubuk, Saatnya Kebijakan Ditegaskan

    • calendar_month Kamis, 12 Feb 2026
    • account_circle Redaktur Kanal Jabar
    • visibility 27
    • 0Komentar

    kanaljabar.com, BERITA TASIKMALAYA – Dinamika penataan Pasar Tradisional Cikurubuk memasuki fase yang lebih serius. Jika sebelumnya aspirasi disampaikan melalui pernyataan publik, kini tuntutan pedagang Pasar Cikurubuk disampaikan secara resmi melalui jalur administratif kepada Pemerintah Kota Tasikmalaya. Perkumpulan Himpunan Pedagang Pasar Tasikmalaya (HIPPATAS) melayangkan surat bernomor 005/B/Perk-HIPPTAS/PUB/I/2026 tertanggal 29 Januari 2026 yang ditujukan langsung kepada Wali […]

  • PPPK Paruh Waktu: Antara Pinangan dan Pelaminan yang Tak Kunjung Datang

    PPPK Paruh Waktu: Antara Pinangan dan Pelaminan yang Tak Kunjung Datang

    • calendar_month Selasa, 28 Okt 2025
    • account_circle Admin Kanal Jabar
    • visibility 38
    • 0Komentar

    kanaljabar.com. BERITA NASIONAL Tenaga honorer akhirnya bisa tersenyum lega di Tahun 2025 ini. Setelah bertahun-tahun menunggu dalam ketidakpastian, mereka akhirnya mendapat kabar bakal “dipinang” juga oleh negara, lewat status baru yang disebut PPPK Paruh Waktu. Namun seperti kisah cinta yang manis di awal tapi masih samar di ujung, andai pun jadi, pinangan itu ternyata belum […]

  • Sidang Lanjutan Resbob Memanas, Kewenangan PN Bandung Digugat

    Sidang Lanjutan Resbob Memanas, Kewenangan PN Bandung Digugat

    • calendar_month Rabu, 4 Mar 2026
    • account_circle Redaktur Kanal Jabar
    • visibility 28
    • 0Komentar

    Kanal Jabar, BERITA BANDUNG – Sidang lanjutan Resbob dalam perkara dugaan ujaran kebencian bernuansa SARA terhadap etnis Sunda berlangsung alot di Pengadilan Negeri Bandung, Rabu (4/3/2026). Dalam agenda pembacaan eksepsi, tim kuasa hukum Muhammad Adimas Firdaus Putra Nashihan alias Resbob melancarkan perlawanan yuridis secara frontal. Alih-alih masuk ke pokok perkara, kuasa hukum meminta majelis hakim […]

expand_less