Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » Berita Jabar » Tukang Bakso Diculik di Tasikmalaya: Respon Cepat Aparat Kepolisian

Tukang Bakso Diculik di Tasikmalaya: Respon Cepat Aparat Kepolisian

  • account_circle Redaktur Kanal Jabar
  • calendar_month Senin, 20 Apr 2026
  • visibility 115
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Kanal Jabar, BERITA TASIKMALAYAKasus Tukang Bakso diculik di Tasikmalaya menjadi sorotan publik setelah peristiwa dugaan penganiayaan dan penculikan terjadi di Jalan Cieunteung, Kelurahan Cilembang, Kecamatan Cihideung, Kota Tasikmalaya, pada Minggu malam, 19 April 2026.

Korban diketahui bernama Sutarno (48), seorang pedagang bakso yang dikenal warga dengan sebutan Bakso Solo “Mas Suparno”. Insiden ini sontak mengundang perhatian warga sekitar, bahkan ratusan orang dilaporkan memadati lokasi kejadian untuk mencari informasi terkait kondisi korban.

Peristiwa ini tidak hanya menimbulkan kekhawatiran, tetapi juga menyisakan trauma bagi keluarga korban dan masyarakat sekitar yang menyaksikan langsung kejadian tersebut.

Kronologi Awal: Kesalahpahaman yang Berujung Tragis

Kasus Tukang Bakso diculik di Tasikmalaya bermula dari insiden yang terjadi saat waktu Magrib. Berdasarkan keterangan istri korban, Winarti, saat itu suaminya tengah melayani pelanggan seperti biasa.

Namun, situasi berubah ketika seorang perempuan yang sedang membeli bakso merasa tidak nyaman setelah terjadi kontak fisik yang diduga tidak disengaja saat proses pelayanan. Insiden tersebut memicu emosi pasangan yang datang bersama perempuan tersebut.

Ketegangan sempat terjadi di lokasi, namun pasangan tersebut akhirnya meninggalkan tempat. Sayangnya, peristiwa tersebut tidak berhenti sampai di situ.

Diserang Sekelompok Remaja Saat Waktu Isya

Ketegangan meningkat drastis beberapa jam kemudian. Dalam kasus Tukang Bakso diculik di Tasikmalaya, suasana berubah mencekam saat waktu Isya, ketika sekelompok remaja datang ke lokasi menggunakan empat sepeda motor.

Tanpa banyak interaksi, kelompok tersebut langsung melakukan tindakan kekerasan terhadap korban. Sutarno dilaporkan dipukul dan diserang secara brutal di depan warungnya sendiri.

Kondisi korban semakin memprihatinkan setelah mengalami pukulan di bagian kepala dan tubuh, bahkan tubuhnya dibenturkan ke gerobak dagangannya. Aksi kekerasan ini berlangsung cepat namun meninggalkan dampak yang sangat besar.

Dianiaya di Depan Keluarga, Lalu Dibawa Paksa

Yang membuat kasus Tukang Bakso diculik di Tasikmalaya semakin memilukan adalah fakta bahwa aksi penganiayaan tersebut terjadi di hadapan keluarga korban.

Dua anak korban yang masih berusia 16 tahun dan 10 tahun menjadi saksi langsung kekerasan terhadap ayah mereka. Selain itu, istri korban juga tidak mampu berbuat banyak karena situasi berlangsung sangat cepat dan penuh tekanan.

Setelah melakukan penganiayaan, para pelaku tidak berhenti sampai di situ. Mereka kemudian membawa paksa korban bersama seorang keponakannya yang berusia sekitar 25 tahun.

Warga sekitar yang menyadari kejadian tersebut tidak sempat memberikan pertolongan karena pelaku langsung melarikan diri menggunakan kendaraan mereka.

Respons Cepat Aparat Kepolisian

Menyikapi kasus Tukang Bakso diculik di Tasikmalaya, pihak kepolisian bergerak cepat. Personel dari Polsek Cihideung bersama Satuan Samapta dan Satreskrim Polres Tasikmalaya Kota langsung mendatangi lokasi kejadian.

Petugas melakukan pengamanan area, mengumpulkan keterangan dari saksi-saksi, serta mengidentifikasi bukti di tempat kejadian perkara (TKP). Upaya penyelidikan terus dilakukan untuk mengungkap identitas pelaku serta motif di balik kejadian tersebut.

Hingga saat ini, aparat kepolisian masih melakukan pengejaran terhadap para pelaku dan berupaya melacak keberadaan korban yang dibawa paksa.

Harapan Keluarga dan Imbauan untuk Masyarakat

Keluarga korban berharap agar kasus Tukang Bakso diculik di Tasikmalaya ini segera menemukan titik terang. Mereka berharap Sutarno dan keponakannya dapat ditemukan dalam keadaan selamat.

Selain itu, keluarga juga meminta agar para pelaku dapat diproses secara hukum sesuai dengan ketentuan yang berlaku, mengingat tindakan yang dilakukan termasuk kategori kekerasan dan main hakim sendiri.

Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk menahan diri dalam menyelesaikan konflik. Kesalahpahaman kecil seharusnya tidak berujung pada tindakan kriminal yang merugikan banyak pihak.

Refleksi: Bahaya Main Hakim Sendiri di Tengah Masyarakat

Kasus Tukang Bakso diculik di Tasikmalaya menjadi cerminan nyata bagaimana emosi yang tidak terkendali dapat memicu tindakan yang melanggar hukum.

Budaya main hakim sendiri tidak hanya membahayakan korban, tetapi juga pelaku yang harus berhadapan dengan konsekuensi hukum. Oleh karena itu, penting bagi masyarakat untuk mengedepankan penyelesaian masalah melalui jalur yang benar.

Dengan meningkatnya kesadaran hukum dan empati sosial, diharapkan kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang. (4i) 

  • Penulis: Redaktur Kanal Jabar

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • DBD Mengintai! 198 Kasus Tercatat di Kota Tasikmalaya

    DBD Mengintai! 198 Kasus Tercatat di Kota Tasikmalaya

    • calendar_month Kamis, 13 Mar 2025
    • account_circle Admin Kanal Jabar
    • visibility 101
    • 0Komentar

    kanaljabar.com BERITA TASIKMALAYA Cuaca buruk dan ekstrem yang melanda Kota Tasikmalaya sejak awal tahun 2025 berdampak pada meningkatnya kasus Demam Berdarah Dengue (DBD). Kondisi ini dipicu oleh musim hujan yang berkepanjangan sehingga menciptakan lingkungan lembap dan banyak genangan air, tempat berkembang biaknya nyamuk Aedes aegypti. Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya mencatat sebanyak 198 kasus DBD terjadi […]

  • Di Teras Rumah Itu, Warga Garut Butuh Pertolongan dan Sisa Harapan

    Di Teras Rumah Itu, Warga Garut Butuh Pertolongan dan Sisa Harapan

    • calendar_month Rabu, 21 Jan 2026
    • account_circle Redaktur Kanal Jabar
    • visibility 104
    • 0Komentar

    Kanal Jabar, Berita Garut – Di teras rumah sederhana di Garut selatan, Kabupaten Garut Provinsi Jawa Barat, Pirmansyah dan Isoh Nurjanah duduk berdampingan. Tidak ada tamu. Tidak ada keramaian. Hanya sebuah ponsel yang merekam suara pelan seorang ayah yang nyaris kehilangan tenaga untuk terus bertahan. Pesan itu ditujukan kepada Gubernur Jawa Barat. Bukan untuk mengeluh […]

  • SWAKKA: Komunitas Baru bagi Wartawan dan Konten Kreator

    SWAKKA: Komunitas Baru bagi Wartawan dan Konten Kreator

    • calendar_month Kamis, 6 Nov 2025
    • account_circle adminkanaljabar
    • visibility 116
    • 0Komentar

    kanaljabar.com, EDITORIAL. Sebuah komunitas baru bernama SWAKKA disepakati untuk berdiri oleh perwakilan sejumlah media di wilayah Priangan Timur. Kesepakatan itu lahir setelah diskusi panjang selama hampir empat jam, Rabu (5/11/2025), di Kota Tasikmalaya. SWAKKA merupakan singkatan dari Sawala Wartawan dan Konten Kreator Aspiratif. Kata Sawala diambil dari bahasa Sunda yang berarti musyawarah atau ruang bertukar pikiran. Nama itu dipilih karena […]

  • Revitalisasi Pendidikan di Kabupaten Tasikmalaya: Apa yang Sebenarnya Berubah di Sekolah?

    Revitalisasi Pendidikan di Kabupaten Tasikmalaya: Apa yang Sebenarnya Berubah di Sekolah?

    • calendar_month Sabtu, 20 Des 2025
    • account_circle Redaktur Kanal Jabar
    • visibility 88
    • 0Komentar

    Kanal Jabar, BERITA TASIKMALAYA – Pendidikan di Kabupaten Tasikmalaya kembali menjadi perhatian publik. Bukan karena polemik angka kelulusan atau perdebatan kebijakan, melainkan karena dampaknya yang mulai dirasakan langsung oleh masyarakat. Pada puncak peringatan HUT PGRI ke-80 tingkat Kabupaten Tasikmalaya, pemerintah daerah meresmikan Program Revitalisasi Pendidikan, sebuah langkah strategis untuk menjawab persoalan mendasar dunia pendidikan. Acara […]

  • Belanja Ratusan Miliar Tanpa BAST, Pemkot Tasikmalaya Diminta Transparan

    Belanja Ratusan Miliar Tanpa BAST, Pemkot Tasikmalaya Diminta Transparan

    • calendar_month Senin, 9 Feb 2026
    • account_circle Redaktur Kanal Jabar
    • visibility 72
    • 0Komentar

    Kanal Jabar, BERITA TASIKMALAYA – Pengelolaan anggaran Pemerintah Kota Tasikmalaya kembali menjadi sorotan. Komunitas Sawala Wartawan dan Konten Kreator Aspiratif (SWAKKA) menilai realisasi belanja daerah senilai lebih dari Rp145 miliar belum didukung laporan serah terima atau Berita Acara Serah Terima (BAST) yang sah. Sekretaris SWAKKA, Asep Ishak, mengatakan ketiadaan BAST atas belanja yang telah direalisasikan […]

  • Kritik Jalanan Menguat, DPRD Tasikmalaya Diuji di Tengah Wacana Mosi Tak Percaya

    Kritik Jalanan Menguat, DPRD Tasikmalaya Diuji di Tengah Wacana Mosi Tak Percaya

    • calendar_month Kamis, 5 Feb 2026
    • account_circle Redaktur Kanal Jabar
    • visibility 105
    • 0Komentar

    Kanal Jabar, BERITA TASIKMALAYA – Dinamika politik Kota Tasikmalaya kembali memanas menjelang satu tahun kepemimpinan Wali Kota dan Wakil Wali Kota, Viman Alfarizi Ramadhan–Diky Candra. Rangkaian kritik yang bermula dari aksi mahasiswa, pemasangan spanduk bernada sindiran di Balai Kota, hingga menguatnya wacana mosi tidak percaya, kini turut menyeret peran DPRD Kota Tasikmalaya ke dalam sorotan […]

expand_less