Bulan Bakti Insan Cita, Wakil Bupati Tasikmalaya Serukan Gerakan Moral dan Kebermanfaatan

kanaljabar.com BERITA TASIKMALAYA Dalam semangat Bulan Bakti Insan Cita, keluarga besar KAHMI Tasikmalaya menggelar rangkaian kegiatan bertajuk “Manggih Munggah Ku Bungah”, Selasa, 17 Februari 2026. Sebuah tema yang sarat makna—bertemu, bersilaturahmi, dan menumbuhkan kebahagiaan dalam kebersamaan.
Sejak pagi, suasana kebersamaan begitu terasa. Alumni lintas generasi hadir tanpa sekat, melebur dalam satu barisan. Tak ada batas usia, jabatan, maupun latar belakang. Semua dipersatukan oleh semangat yang sama: menjaga nilai perjuangan dan pengabdian. Di antara yang hadir tampak Wakil Bupati Tasikmalaya, Asep Sopari Al Ayubi, yang juga pernah menjabat sebagai Ketua Umum HMI Cabang Tasikmalaya. Kehadirannya menjadi simbol kesinambungan kaderisasi dan pengabdian dari masa ke masa.
Refleksi mengenang jejak perjuangan
Rangkaian kegiatan diawali dari Alun-Alun Kota Tasikmalaya, tepatnya di Tugu Mak Eroh dan Abdul Rozak. Dari titik itu, rombongan bergerak menuju Cisayong, lalu berbelok ke lokasi ziarah di makam Mak Eroh dan Abdul Rozak. Langkah demi langkah yang ditempuh bukan sekadar perjalanan fisik, melainkan perjalanan refleksi—mengenang jejak perjuangan sosok sederhana yang memberi arti besar bagi lingkungan sekitarnya.
Dalam sambutannya, Asep Sopari Al Ayubi menegaskan pentingnya peran insan cita sebagai pencipta dan pengabdi.
“Sebagai insan pencipta dan pengabdi, kita harus menjadi inspirasi untuk warga Kabupaten Tasikmalaya,” ujarnya.
Ia mengingatkan bahwa keterbatasan bukanlah alasan untuk berhenti bergerak. Justru dari kesederhanaan itulah lahir gerakan moral yang tulus dan penuh kebermanfaatan.
Tokoh inspiratif yang sederhana
Mak Eroh, perempuan sederhana dari Tasikmalaya, menjadi simbol nyata bahwa ketekunan dan konsistensi mampu melahirkan perubahan. Dengan alat-alat sederhana dan tekad yang kuat, ia membuktikan bahwa kontribusi untuk lingkungan tak selalu membutuhkan fasilitas mewah. Yang dibutuhkan adalah niat, komitmen, dan keberanian untuk memulai. Nilai inilah yang ingin terus dihidupkan oleh KAHMI Tasikmalaya—bahwa setiap insan mampu memberi arti bagi sekitarnya.
Kegiatan ditutup dengan botram penuh kehangatan di Sierra Kostel, dengan Tuan Rumah Bapak Sera. Suasana santai namun sarat makna itu menjadi penegas bahwa kebersamaan adalah energi utama dalam menjaga semangat pengabdian.
“Manggih Munggah Ku Bungah” bukan sekadar agenda seremonial. Ia adalah pengingat bahwa pertemuan, doa, dan refleksi dapat melahirkan tekad baru—untuk terus bergerak, memberi manfaat, dan menjaga nilai perjuangan bagi Tasikmalaya yang lebih baik. (4i)



