Anggaran Seret, Tasikmalaya Juara 1 TPID Award 2025 dan Berpeluang Raup Puluhan Miliar

Kanal Jabar, BERITA TASIKMALAYA – Di saat banyak daerah harus memutar otak akibat kebijakan pemotongan Transfer ke Daerah (TKD) oleh pemerintah pusat, Kabupaten Tasikmalaya justru menerima kabar menggembirakan. Di tengah kondisi fiskal yang ketat, Kabupaten Tasikmalaya dinobatkan sebagai Juara 1 TPID Awards 2025 untuk kategori TPID Kabupaten/Kota Berprestasi, sebuah capaian nasional yang membuka peluang hadiah puluhan miliar rupiah.
Penghargaan ini datang pada momentum yang krusial.
Sejumlah daerah saat ini sedang “mengencangkan ikat pinggang” karena pemangkasan TKD yang dilakukan pemerintah pusat sebagai langkah penyesuaian fiskal. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sebelumnya menyampaikan bahwa kebijakan pemotongan tersebut bersifat sementara dan akan dievaluasi pada pertengahan kuartal II-2026. Namun, hingga evaluasi dilakukan, daerah-daerah harus beradaptasi dengan ruang fiskal yang lebih sempit.
Dalam situasi itulah, kemenangan Tasikmalaya di ajang TPID Award menjadi semacam “oksigen” baru. Hadiah yang diperebutkan dalam dua ajang nasional—TPID Award dan Champions Digital—mencapai total Rp786 miliar. Meski nominal pasti untuk tiap daerah belum diumumkan, posisi juara pertama membuka peluang Tasikmalaya memperoleh porsi hadiah terbesar.
TPID Award merupakan ajang nasional yang menilai kinerja Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID)
Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) bertugas untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan barang kebutuhan pokok. Kabupaten Tasikmalaya sebelumnya bersaing dengan empat daerah lain sebagai nominator, yakni Kabupaten Tanah Datar, Kutai Kartanegara, Minahasa, dan Lombok Timur. Dari lima nominator tersebut, Tasikmalaya berhasil keluar sebagai yang terbaik.
Prestasi ini mencerminkan efektivitas berbagai kebijakan pengendalian inflasi yang dijalankan pemerintah daerah. Mulai dari penguatan distribusi pangan, koordinasi lintas sektor, hingga respons cepat terhadap potensi gejolak harga dinilai berjalan konsisten dan berdampak nyata. Pemerintah pusat menilai Tasikmalaya mampu menjaga stabilitas ekonomi daerahnya di tengah dinamika ekonomi nasional.
Bagi Tasikmalaya, capaian ini bukan sekadar simbol prestise. Dalam beberapa bulan terakhir, tekanan fiskal akibat pemangkasan TKD membuat pemerintah daerah harus menunda sejumlah program dan memfokuskan belanja pada kebutuhan prioritas. Karena itu, potensi hadiah puluhan miliar rupiah dari TPID Award menjadi harapan baru untuk memperkuat program strategis daerah.
Dana penghargaan tersebut, jika terealisasi, umumnya diarahkan untuk mendukung ketahanan pangan, pengendalian inflasi daerah, serta peningkatan efisiensi layanan publik. Lebih dari itu, kemenangan ini juga memunculkan optimisme di tengah masyarakat bahwa kerja teknis pemerintah daerah—yang kerap luput dari sorotan—ternyata mampu menghasilkan dampak konkret dan diakui secara nasional.
Bupati Tasikmalaya, Cecep Nurul Yakin, melalui unggahan di akun Instagram resminya, menegaskan bahwa capaian ini harus menjadi pemicu untuk bekerja lebih konsisten. Ia berharap prestasi tersebut tidak berhenti sebagai seremoni semata. “Semoga bisa terus dijaga agar kemenangan ini bertahan. Ketersediaan pangan untuk Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, hingga tingkat nasional harus tetap kuat dan terjaga,” ujarnya.
Di tengah keterbatasan anggaran, prestasi TPID Award ini menjadi bukti bahwa kinerja yang solid dan terukur tetap bisa menghadirkan peluang besar bagi daerah. (red)



