Senyum Anak Yatim di Bulan Suci, HMI Gelar Santunan di Tanjungkerta Tasikmalaya

kanaljabar.com BERITA TASIKMALAYA Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Latifah bersama HMI Komisariat Pagerageung kembali menunjukkan komitmennya dalam kegiatan sosial keagamaan melalui program santunan anak yatim bertajuk MERPATI (Merawat Ramadhan Penuh Arti). Kegiatan tersebut digelar di Desa Tanjungkerta, Kecamatan Pagerageung, Kabupaten Tasikmalaya, Jumat (13/3/2026), bertepatan dengan 23 Ramadhan 1447 Hijriah.
Program yang telah memasuki pelaksanaan tahun ketiga ini menjadi salah satu agenda rutin setiap bulan suci Ramadhan yang digagas oleh kedua komisariat HMI tersebut. Dalam kegiatan tahun ini, sebanyak 40 anak yatim di wilayah Desa Tanjungkerta menerima santunan berupa uang tunai serta bingkisan Ramadhan.
Kegiatan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kebersamaan. Selain penyerahan santunan, acara juga diisi dengan tausiyah Ramadhan serta silaturahmi antara mahasiswa, masyarakat, dan tokoh setempat.
Ketua Pelaksana kegiatan, Mimbar Kelvin, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan MERPATI yang kembali dapat dilaksanakan tahun ini. Ia menegaskan bahwa kegiatan tersebut tidak hanya sekadar berbagi santunan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menumbuhkan kepekaan sosial di kalangan mahasiswa.
Menurutnya, keberadaan mahasiswa di tengah masyarakat harus mampu memberikan manfaat nyata, terutama kepada mereka yang membutuhkan perhatian dan dukungan.
“Alhamdulillah kegiatan MERPATI tahun ini dapat kembali terlaksana dengan baik. Ini merupakan bentuk rasa syukur kami sekaligus komitmen untuk terus menghadirkan kegiatan yang memberi manfaat bagi masyarakat, khususnya bagi adik-adik yatim di Desa Tanjungkerta,” ujar Mimbar dalam sambutannya.
Ia juga menambahkan bahwa kegiatan tersebut dapat terlaksana berkat dukungan berbagai pihak yang memiliki kepedulian terhadap kegiatan sosial dan kemanusiaan.
Pengabdian Mahasiswa untuk Masyarakat
Ketua Umum HMI Komisariat Pagerageung Dadan Saepulloh, menegaskan bahwa kegiatan santunan ini merupakan wujud nyata implementasi nilai-nilai perjuangan HMI yang menekankan pentingnya pengabdian kepada umat dan masyarakat.
Menurutnya, mahasiswa tidak boleh hanya berkutat pada aktivitas akademik di ruang kelas, tetapi juga harus hadir dan memberikan kontribusi langsung bagi lingkungan sosialnya.
“Kami berharap kegiatan seperti ini tidak hanya menjadi seremoni tahunan, tetapi juga menjadi pengingat bahwa mahasiswa memiliki tanggung jawab moral untuk hadir di tengah masyarakat, berbagi kebahagiaan, serta memperkuat nilai kepedulian sosial,” ungkapnya.
Ia menilai bahwa kegiatan sosial seperti santunan anak yatim merupakan langkah sederhana namun memiliki makna besar dalam membangun solidaritas sosial di tengah masyarakat.
Senada dengan hal tersebut, Ketua Umum HMI Komisariat Latifah, Farhan Muhammad Kholik, menekankan bahwa kegiatan MERPATI merupakan bagian dari upaya memaknai bulan Ramadhan secara lebih luas.
Menurutnya, Ramadhan bukan hanya tentang ibadah secara personal, tetapi juga tentang bagaimana manusia dapat menghadirkan manfaat bagi orang lain.
“Ramadhan bukan hanya tentang ibadah personal, tetapi juga tentang bagaimana kita menghadirkan kebermanfaatan bagi sesama. Melalui kegiatan MERPATI ini, kami ingin merawat semangat kebersamaan dan kepedulian agar Ramadhan benar-benar menjadi bulan yang penuh arti,” tuturnya.
Ia juga berharap kegiatan MERPATI dapat terus dilaksanakan di tahun-tahun mendatang dan menjangkau lebih banyak masyarakat yang membutuhkan.

Apresiasi dari Pemerintah Desa
Kegiatan tersebut turut mendapatkan apresiasi dari Kepala Desa Tanjungkerta yang hadir langsung dalam acara santunan tersebut. Ia menyampaikan dukungan terhadap kegiatan mahasiswa yang dinilai mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat desa.
Menurutnya, kehadiran mahasiswa melalui kegiatan sosial menjadi bukti bahwa generasi muda memiliki kepedulian terhadap lingkungan sosial di sekitarnya.
“Pemerintah desa sangat mendukung kegiatan seperti ini. Kami berharap mahasiswa, khususnya HMI, terus menghadirkan program-program yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Ia juga berharap sinergi antara mahasiswa dan pemerintah desa dapat terus terjalin untuk menghadirkan berbagai kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat.
Tausiyah Ramadhan: Menguatkan Nilai Keimanan
Selain penyerahan santunan, kegiatan MERPATI juga diisi dengan tausiyah Ramadhan yang disampaikan oleh Ustadz Agus Samsul Bassar, M.Pd., yang merupakan Wakil Dekan Fakultas Tarbiyah IAILM.
Dalam ceramahnya, ia mengajak seluruh hadirin untuk menjadikan bulan suci Ramadhan sebagai momentum meningkatkan kualitas keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT. Ia juga menekankan pentingnya memperbanyak amal kebaikan serta meningkatkan kepedulian terhadap sesama, terutama kepada anak yatim dan masyarakat yang membutuhkan.
Menurutnya, kepedulian sosial merupakan salah satu nilai penting yang harus terus dijaga dalam kehidupan bermasyarakat.
“Ramadhan adalah waktu terbaik untuk memperbanyak amal kebaikan. Kepedulian kepada anak yatim dan sesama merupakan bagian dari nilai-nilai kemanusiaan yang sangat dianjurkan dalam ajaran Islam,” tuturnya.
Kolaborasi Berbagai Pihak
Di akhir kegiatan, panitia menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan sehingga kegiatan MERPATI dapat terlaksana dengan baik.
Beberapa pihak yang turut berkontribusi antara lain para alumni dan keluarga besar HMI, sponsor Seblak Bunda Kaka dan Cahaya Frame, Baznas Kabupaten Tasikmalaya, Pemerintah Kecamatan Pagerageung, Polsek Pagerageung, serta seluruh kader HMI dan panitia pelaksana.
Dukungan dari berbagai pihak tersebut dinilai menjadi faktor penting dalam keberhasilan penyelenggaraan kegiatan sosial tersebut.
Merawat Kemanusiaan di Bulan Ramadhan
Melalui kegiatan MERPATI, HMI Komisariat Latifah dan HMI Komisariat Pagerageung berharap semangat berbagi dan kepedulian sosial dapat terus tumbuh di tengah masyarakat.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi momentum berbagi kebahagiaan kepada anak yatim, tetapi juga menjadi pengingat bahwa nilai kemanusiaan dan solidaritas sosial harus terus dirawat.
Dengan semangat kebersamaan yang terbangun dalam kegiatan tersebut, Ramadhan diharapkan benar-benar menjadi bulan yang penuh makna, menghadirkan keberkahan, serta memperkuat kepedulian antar sesama di tengah masyarakat. (4i)



