Kategori: Berita Jabar

  • Tiga Kasus Kekerasan Jalanan Berhasil Diungkap Polres Tasikmalaya Kota

    Tiga Kasus Kekerasan Jalanan Berhasil Diungkap Polres Tasikmalaya Kota

    kanaljabar.com BERITA TASIKMALAYA Polres Tasikmalaya Kota berhasil mengungkap tiga kasus kekerasan jalanan yang melibatkan remaja dan pelajar dalam beberapa bulan terakhir. Tindakan tegas diambil sebagai respons atas keresahan masyarakat terkait meningkatnya aksi brutal di ruang publik.

    Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Tasikmalaya Kota mengungkap tiga kasus kekerasan jalanan yang terjadi di wilayah hukumnya, termasuk insiden pengeroyokan dan serangan acak terhadap pengguna jalan.

    Komitmen Kapolres Kota Tasikmalaya

    Kapolres Tasikmalaya Kota, AKBP Moh Faruk Rozi, menyatakan komitmennya untuk memberantas kejahatan yang mengancam ketertiban umum. “Kami tidak akan mentolerir bentuk kekerasan apa pun yang membahayakan warga,” ujarnya kepada wartawan pada Senin malam, 19 Mei 2025.

    Salah satu insiden paling mencolok terjadi pada Minggu pagi, 12 Januari 2025, sekitar pukul 05.00 WIB di depan Kafe Manggala, Jalan Waskita Kusumah, Kelurahan Sukamaju Kidul, Kecamatan Indihiang. Seorang siswa SMK menjadi korban pengeroyokan oleh tiga pelaku.

    Menurut Kapolres, pelaku utama berinisial N (18), warga Indihiang, dengan sengaja melindas tubuh korban menggunakan sepeda motor setelah korban terjatuh. Sementara dua pelaku lainnya, R (17) dan S (17), yang masih berstatus pelajar, melempar botol minuman keras ke arah korban hingga korban kehilangan kendali saat berkendara.

    “Perilaku ini tidak hanya brutal, tapi juga mengancam nyawa. Kami akan mengambil tindakan hukum yang tegas,” tegas AKBP Faruk.

    Dalam pengungkapan kasus tersebut, polisi menyita sejumlah barang bukti, antara lain satu unit sepeda motor Yamaha Mio berwarna biru dengan nomor polisi Z 2613 NP, sebuah hoodie hitam, serta helm hitam merek JPN. Ketiga pelaku kini dijerat dengan Pasal 170 ayat (2) ke-3e KUHP tentang pengeroyokan dan Pasal 80 UU Perlindungan Anak, dengan ancaman hukuman hingga 12 tahun penjara.

    Kasus lain yang diungkap

    Dua kasus serupa juga terungkap di kawasan Cipedes dan Bungursari. Dalam peristiwa tersebut, pelaku menyerang secara acak menggunakan benda tumpul dan melempar botol ke kendaraan yang sedang melintas. Semua pelaku berhasil diamankan berikut barang buktinya.

    AKBP Faruk Rozi turut menyampaikan keprihatinannya atas maraknya keterlibatan pelajar dan remaja dalam tindak kekerasan tersebut. “Fakta bahwa sebagian besar pelaku masih usia sekolah menjadi perhatian serius kami,” ujarnya.

    Untuk menekan angka kekerasan jalanan, Polres Tasikmalaya Kota telah meningkatkan patroli malam di lokasi-lokasi rawan seperti kafe, jalur utama, dan tempat berkumpulnya remaja. Selain itu, masyarakat juga dapat memanfaatkan layanan pelaporan cepat jika mengalami atau menyaksikan tindak kekerasan.

    Program penanganan dengan cara preventif

    Upaya preventif juga dilakukan dengan menggencarkan program edukasi ke sekolah-sekolah dan komunitas pemuda. “Kami ingin memastikan Kota Tasikmalaya menjadi tempat yang aman bagi semua orang. Polisi siap bertindak cepat demi menjaga rasa aman warga,” tutup Kapolres.

    Langkah-langkah preventif dan represif yang dilakukan Polres diharapkan mampu menekan laju kejahatan jalanan dan menciptakan ruang publik yang lebih aman dan nyaman bagi masyarakat. (red)

  • Warga Ciamis Dapat Angin Segar, Denda Tunggakan Resmi Dihapus

    Warga Ciamis Dapat Angin Segar, Denda Tunggakan Resmi Dihapus

    kanaljabar.com BERITA CIAMIS Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ciamis memberikan kabar baik bagi warganya. Mulai 1 Mei hingga 31 Juli 2025, sanksi administrasi atau denda tunggakan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) resmi dihapuskan.

    Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Ciamis, Dr. H. Aep Saepulloh, menjelaskan bahwa kebijakan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam membayar pajak sekaligus mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD).

    “Ini merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kepatuhan wajib pajak dan mempercepat peningkatan PAD,” ujarnya, Senin (05/05/2025).

    Melalui program ini, masyarakat yang masih memiliki tunggakan PBB-P2 hingga tahun pajak 2024 cukup membayar pokok pajaknya saja, tanpa dikenai denda, asalkan dilakukan dalam periode program.

    Penghapusan denda pajak menunggak

    Sebagai contoh, jika seseorang menunggak PBB sebesar Rp100 ribu sejak tahun 2022, maka sesuai aturan normal akan dikenai denda maksimal Rp24 ribu sehingga total tagihan menjadi Rp124 ribu. Namun, dengan adanya penghapusan denda ini, wajib pajak cukup membayar Rp100 ribu.

    “Keringanan ini tentu sangat membantu masyarakat,” jelas Aep.

    Ia menambahkan, kebijakan tersebut sesuai dengan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah (HKPD) serta Peraturan Daerah Kabupaten Ciamis Nomor 15 Tahun 2023. Dalam aturan terbaru, denda keterlambatan ditetapkan sebesar 1 persen per bulan, lebih ringan dibandingkan aturan sebelumnya yang mencapai 2 persen per bulan.

    Monitoring dan apresiasi atas kepatuhan memenuhi kewajiban

    Selain memberikan insentif, Bapenda Ciamis juga terus melakukan sosialisasi dan pemantauan ke sejumlah desa dengan tingkat kepatuhan PBB yang masih rendah, seperti Desa Cicapar dan Sindang Asih. Masyarakat pun diimbau untuk tidak menyia-nyiakan kesempatan ini.

    “Manfaatkan momen penghapusan denda ini untuk segera melunasi tunggakan PBB-P2. Pembayaran dapat dilakukan melalui layanan resmi yang tersedia,” pungkasnya.

    Informasi lebih lanjut mengenai program ini dapat diakses melalui situs resmi Pemerintah Kabupaten Ciamis atau dengan langsung menghubungi kantor Bapenda Ciamis. (red)

  • Refleksi Kebangkitan Nasional: 3 Hikmah Penting bagi Generasi Muda Tasikmalaya

    Refleksi Kebangkitan Nasional: 3 Hikmah Penting bagi Generasi Muda Tasikmalaya

    kanaljabar.com BERITA TASIKMALAYA Selalu ada getaran yang berbeda ketika Indonesia memasuki bulan Mei. Bukan sekadar pergantian halaman kalender, melainkan hadirnya ingatan kolektif tentang sebuah fragmen sejarah penting yang terjadi 117 tahun silam. Mei 1908 bukan peristiwa biasa—ia adalah titik mula kesadaran sebagai bangsa. Bahkan, tak berlebihan jika dikatakan: tanpa Mei 1908, gema Proklamasi 17 Agustus 1945 mungkin tak akan pernah terdengar.

    Momentum Kebangkitan Nasional pada Mei 1908 ibarat kecambah kecil yang tumbuh perlahan, menguat, lalu berbuah kemerdekaan pada 1945.

    Perjuangan melawan kolonialisme

    Pandangan ini disampaikan Kepala Badan Kesbangpol Kota Tasikmalaya, Drs. Ade Hendar, M.M., saat berbincang santai dengan Kanal Jabar di awal Mei 2025. Dengan keyakinan penuh, Ade menegaskan bahwa akar kemerdekaan Indonesia sesungguhnya bersemi sejak 1908.

    “Bangsa kita sudah berhadapan dengan kolonialisme sejak abad ke-16. Lama sekali. Lalu kenapa baru merdeka di abad ke-20? Apakah leluhur kita tidak berani melawan? Salah besar,” ujar Ade.

    Menurutnya, perlawanan terhadap penjajah sudah terjadi sejak awal kedatangan bangsa asing. Sejarah mencatat perlawanan Sultan Iskandar Muda, Diponegoro, Imam Bonjol, hingga Pattimura. Namun, semua perlawanan itu berakhir dengan kegagalan. Bukan karena kurang berani, melainkan karena belum tumbuhnya kesadaran nasional.

    “Perlawanan kita masih bersifat kedaerahan. Rasa persatuan itu belum lahir. Lalu kapan bangsa pribumi mulai merasa sebagai satu kesatuan? Jawabannya: Mei 1908,” jelasnya.

    Kelahiran Boedi Oetomo menjadi pengikat kuat

    Dengan nada tegas namun reflektif, Ade menambahkan,
    “Andai pada Mei 1908 tidak lahir Boedi Oetomo, duka nepi iraha bangsa urang dijajah.”

    Boedi Oetomo menjadi organisasi modern pertama di Nusantara yang berlandaskan nasionalisme. Untuk pertama kalinya, gagasan tentang persatuan lintas suku, pulau, dan daerah diperbincangkan secara serius. Dari sinilah kesadaran bahwa Nusantara adalah satu bangsa mulai dirumuskan.

    Khusus dalam peringatan Kebangkitan Nasional tahun 2025, Ade menyampaikan tiga hikmah penting, terutama bagi generasi muda Kota Tasikmalaya. Sejarah, kata dia, selalu menunjukkan bahwa pemuda adalah motor utama perubahan—termasuk dalam Kebangkitan Nasional 1908.

    Hikmah pertama: pemuda yang terbuka.
    “Kebangkitan tidak lahir dari keangkuhan,” ujar Ade.

    Pendiri Boedi Oetomo memang mahasiswa STOVIA, kaum muda terdidik. Namun, semangat mereka justru dipantik oleh tokoh senior, Dr. Wahidin Soedirohoesodo. Ia tidak memerintah, tidak memaksa—hanya menawarkan gagasan tentang pentingnya pendidikan bagi Bumiputra. Sebuah “menu” nasionalisme yang kemudian dicerna dengan kesadaran penuh oleh para pemuda.

    Mereka mau mendengar, mau merenung, lalu bertindak. Di tengah zaman hari ini—ketika informasi berlimpah dan ego mudah tersulut—sikap terbuka untuk belajar dari pengalaman generasi sebelumnya justru menjadi tanda kekuatan sejati.

    Hikmah kedua: pemuda berilmu.
    Ade menegaskan, generasi muda selalu ada di setiap zaman. Namun, mengapa pemuda 1908 yang berhasil mencatatkan sejarah?

    “Karena mereka punya ilmu pengetahuan,” tegasnya.

    Pergerakan mahasiswa dalam melawan kolonialisme

    Kebangkitan Nasional tidak digerakkan oleh kekuatan fisik atau ekonomi, melainkan oleh daya pikir. Mahasiswa STOVIA menjadikan ruang kelas sebagai titik awal perubahan. Ilmu yang mereka pelajari tidak berhenti sebagai pengetahuan pribadi, tetapi diolah menjadi gagasan besar untuk masa depan bangsa.

    Di era kini, ketika akses pendidikan semakin luas, tantangannya justru menjaga kualitas belajar. Pemuda yang ingin membawa perubahan tidak cukup hanya tampil viral—ia harus substansial.

    Hikmah ketiga: pemuda yang cermat membaca konteks.
    Boedi Oetomo tidak serta-merta terjun ke politik. Mereka memilih jalur pendidikan dan kebudayaan terlebih dahulu. Bukan karena takut, melainkan karena cerdas.

    “Mereka paham, sebelum melawan penjajahan, rakyat harus disadarkan dan dikuatkan,” jelas Ade.

    Strategi ini menjadi pelajaran penting bagi generasi sekarang: perubahan yang bertahan lama lahir dari langkah yang terukur, bukan dari semangat sesaat.

    Menutup perbincangan, Ade merangkum pesannya dengan sederhana namun bermakna,
    “Jadi ada tiga: membuka diri, tidak berhenti belajar, dan cermat dalam melangkah.”

    Mei pun kembali hadir, bukan sekadar sebagai bulan, tetapi sebagai pengingat: bangsa besar lahir dari pemuda yang mau belajar, bersatu, dan berpikir jauh ke depan.(red)

  • Kejari Tahan Ketua DPRD Kota Banjar, Dugaan Korupsi Dipastikan

    Kejari Tahan Ketua DPRD Kota Banjar, Dugaan Korupsi Dipastikan

    kanaljabar.com BERITA BANJAR Kota Banjar, Jawa Barat, mendadak berguncang. Bukan oleh bencana alam, melainkan oleh kabar yang menghantam jantung kekuasaan lokal. Ketua DPRD Kota Banjar, Dadang Ramdhan Kalyubi (DRK), resmi ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi tunjangan perumahan dan transportasi pimpinan serta anggota dewan periode 2017–2021.

    Senin siang, 21 April 2025, suasana di Kejaksaan Negeri Kota Banjar berubah tegang. Setelah menjalani pemeriksaan intensif, DRK keluar dari ruang penyidik bukan lagi sebagai pejabat terhormat, melainkan sebagai tersangka. Tanpa banyak kata, ia langsung digiring menuju Rutan Negara Kelas I Kebon Waru, Bandung, untuk menjalani penahanan awal selama 20 hari.

    Tunjangan Naik di Tengah Pandemi

    Fakta yang terungkap membuat publik terhenyak. Kepala Kejari Kota Banjar, Sri Haryanto, mengungkap bahwa DRK diduga menyalahgunakan kewenangannya dengan mengusulkan kenaikan tunjangan perumahan dan transportasi tanpa dasar hukum yang sah. Lebih ironis lagi, kenaikan tersebut terjadi dua kali pada tahun 2020, saat bangsa ini tengah berjibaku melawan pandemi COVID-19 dan anggaran negara seharusnya difokuskan pada keselamatan rakyat.

    Tak berhenti di situ. Regulasi daerah disebut tidak disesuaikan dengan Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2017, sehingga tunjangan tetap dibayarkan selama 15 bulan, meski secara hukum tak lagi relevan. Akibat praktik tersebut, kerugian negara ditaksir mencapai Rp3,5 miliar.

    Penyelidikan Panjang, Bukti Menggunung

    Kasus ini bukan perkara instan. Sejak September 2024, tim kejaksaan telah bekerja dalam senyap. Sebanyak 64 saksi diperiksa, dan lebih dari 200 dokumen diamankan sebagai barang bukti. Kejari menegaskan, penetapan DRK sebagai tersangka bukan akhir cerita.

    “Penyidikan masih berjalan dan tidak menutup kemungkinan akan ada tersangka lain,” tegas pihak kejaksaan, membuka peluang babak lanjutan dari skandal ini.

    Krisis Kepercayaan Publik

    Penahanan DRK, politisi senior dari Partai Golkar, memicu gelombang kekecewaan di tengah masyarakat. Sebagai pimpinan tertinggi lembaga legislatif daerah, kasus ini dianggap tamparan keras bagi marwah DPRD dan memperdalam krisis kepercayaan publik terhadap wakil rakyat.

    Di ruang-ruang diskusi politik dan hukum, suara desakan kian nyaring. Pengawasan anggaran dinilai lemah, sistem tunjangan dianggap rawan disalahgunakan. Banyak pihak menyerukan reformasi menyeluruh, transparansi anggaran, dan evaluasi total hak keuangan anggota dewan.

    Menanti Babak Selanjutnya

    DRK kini harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum. Ia dijerat dengan Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001, serta pasal-pasal dalam KUHP.

    Sementara itu, masyarakat Kota Banjar menanti dengan harap dan cemas:
    akankah kasus ini menjadi titik balik penegakan hukum yang tegas, atau sekadar satu nama dalam daftar panjang skandal korupsi? Waktu dan proses hukum akan menjawabnya. (red)

  • Berbagi di Bulan Suci: Dosen dan Karyawan STIKes Muhammadiyah Ciamis Salurkan Zakat Fitrah

    Berbagi di Bulan Suci: Dosen dan Karyawan STIKes Muhammadiyah Ciamis Salurkan Zakat Fitrah

    kanaljabar.com BERITA CIAMIS Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Muhammadiyah Ciamis kembali menunjukkan kepeduliannya di bulan suci Ramadan. Sebanyak zakat fitrah dari 158 dosen dan karyawan berhasil dihimpun dengan total nominal mencapai Rp10 juta.

    Zakat fitrah tersebut diserahkan langsung oleh Ketua STIKes Muhammadiyah Ciamis, Nur Hidayat, kepada Lembaga Amil Zakat Infak dan Sedekah Muhammadiyah (Lazismu) Kabupaten Ciamis, Jumat (21/03/2025). Penyerahan dilakukan dalam rangkaian acara Gebyar Ramadan yang digelar di Aula KH. Ahmad Dahlan.

    “Kami menyerahkan zakat fitrah dari para dosen dan karyawan untuk kemudian didistribusikan sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” ujar Nur Hidayat.

    Ia menjelaskan, Gebyar Ramadan merupakan agenda rutin yang menjadi bagian dari kegiatan keagamaan STIKes Muhammadiyah Ciamis selama bulan Ramadan. Kegiatan ini melibatkan seluruh civitas akademika serta masyarakat sekitar sebagai bentuk syiar dan kepedulian sosial.

    Memaksimalkan amalan di bulan suci rhomadhon

    Dalam tausiyahnya, Nur Hidayat menyampaikan bahwa Ramadan adalah bulan penuh berkah, rahmat, dan ampunan. Momentum ini, menurutnya, menjadi kesempatan emas bagi umat Islam untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT.

    “Terutama pada sepuluh hari terakhir Ramadan yang diyakini terdapat malam Lailatul Qadar, malam yang lebih baik dari seribu bulan,” tuturnya.

    Ia juga mengajak seluruh civitas akademika untuk benar-benar memanfaatkan bulan Ramadan dengan memperbanyak ibadah serta meningkatkan keimanan dan ketakwaan.

    Dukungan agar lebih fokus terhadap ibadah di bulan rhomadhon

    Sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan kualitas ibadah, STIKes Muhammadiyah Ciamis mengambil kebijakan meliburkan seluruh kegiatan akademik mulai 21 Maret hingga 7 April 2025. Kebijakan ini diharapkan dapat memberi ruang bagi mahasiswa dan dosen untuk lebih fokus menjalankan ibadah, khususnya di malam-malam ganjil Ramadan.

    “Kami berharap kebijakan ini dapat membantu seluruh civitas akademika meningkatkan kualitas ibadah dan meraih keberkahan Ramadan,” pungkasnya.

    Libur akademik tersebut diharapkan menjadi momentum bagi mahasiswa dan dosen untuk lebih khusyuk menjalani ibadah serta memperdalam nilai-nilai spiritual di bulan suci ini. (red)

  • DBD Mengintai! 198 Kasus Tercatat di Kota Tasikmalaya

    DBD Mengintai! 198 Kasus Tercatat di Kota Tasikmalaya

    kanaljabar.com BERITA TASIKMALAYA Cuaca buruk dan ekstrem yang melanda Kota Tasikmalaya sejak awal tahun 2025 berdampak pada meningkatnya kasus Demam Berdarah Dengue (DBD). Kondisi ini dipicu oleh musim hujan yang berkepanjangan sehingga menciptakan lingkungan lembap dan banyak genangan air, tempat berkembang biaknya nyamuk Aedes aegypti.

    Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya mencatat sebanyak 198 kasus DBD terjadi sejak Januari hingga awal Maret 2025. Mayoritas penderita merupakan anak-anak, dan sebagian besar pasien harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit selama beberapa hari.

    Waspadai di musim hujan

    Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, Dr. Asep Hendra, mengatakan bahwa peningkatan kasus DBD mulai terlihat sejak awal Januari 2025.

    “Musim hujan yang berkepanjangan sangat mendukung berkembangnya nyamuk penyebab DBD,” ujar Dr. Asep kepada wartawan, Rabu (12/3/2025) siang.

    Menurutnya, hujan yang turun hampir setiap hari menyebabkan banyak genangan air di lingkungan sekitar, sehingga mempercepat perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti.

    Berdasarkan data Dinas Kesehatan, jumlah kasus DBD pada Januari tercatat 75 kasus, Februari 76 kasus, dan Maret 25 kasus. Adapun distribusi usia penderita meliputi usia 0–5 tahun sebanyak 45 orang, usia 6–12 tahun 59 orang, usia 13–18 tahun 21 orang, usia 19–30 tahun 31 orang, usia 31–50 tahun 32 orang, serta usia di atas 50 tahun sebanyak 10 orang.

    Sosialissi dan upaya pencegahan

    Tingginya angka kasus ini membuat pemerintah daerah meningkatkan upaya pencegahan dengan mengintensifkan sosialisasi kepada masyarakat. Warga diimbau untuk menjaga kebersihan lingkungan dan menghindari genangan air yang berpotensi menjadi sarang nyamuk.

    “Kami mengajak masyarakat untuk rutin melakukan 3M, yaitu menguras, menutup, dan mengubur tempat penampungan air, serta menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS),” jelas Dr. Asep.

    Selain itu, masyarakat—khususnya para orang tua—diminta lebih waspada terhadap gejala DBD, seperti demam tinggi, nyeri tubuh, dan pendarahan ringan. Jika mengalami gejala tersebut, warga diimbau segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat.

    Dr. Asep juga mengungkapkan bahwa jentik nyamuk masih banyak ditemukan di dalam rumah, seperti pada dispenser air, gantungan pakaian, lubang pagar bambu, dan tempat lainnya.

    “Karena itu, masyarakat harus rutin membersihkan lingkungan rumah,” ujarnya.

    Dinas Kesehatan juga mendorong partisipasi aktif warga dalam program Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) serta gerakan Satu Rumah Satu Jumantik (G1R1J) untuk menekan peningkatan kasus DBD.

    “Pencegahan DBD membutuhkan kesadaran dan keterlibatan semua elemen masyarakat agar kasusnya tidak terus meningkat di tahun 2025,” tutup Dr. Asep Hendra. (red)

  • Malam Mencekam di Pangandaran: Ajag Meneror, Ratusan Ternak Berguguran”

    Malam Mencekam di Pangandaran: Ajag Meneror, Ratusan Ternak Berguguran”

    kanaljabar.com BERITA PANGANDARAN Warga Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, tengah diliputi rasa cemas. Sejak pertengahan 2024 hingga awal 2025, serangan anjing liar terus menghantui para peternak. Ratusan ekor domba dan kambing dilaporkan mati mengenaskan akibat gigitan kawanan anjing liar, meninggalkan kerugian ekonomi sekaligus trauma bagi warga.

    Teror ini bukan isapan jempol. Laporan pertama muncul pada Juni 2024 di Kecamatan Parigi. Puluhan ekor kambing ditemukan mati dalam kondisi mengenaskan, diduga kuat menjadi korban serangan anjing liar atau ajag. Tak berselang lama, kejadian serupa merembet ke Kecamatan Langkaplancar dan kembali terjadi di Parigi. Dalam waktu singkat, sekitar 70 ekor domba tewas pada Juli 2024.

    Ancaman yang tak kunjung reda

    Memasuki tahun 2025, ancaman tersebut tak juga mereda. Pada Januari, Dinas Pertanian Pangandaran menerima laporan serangan terhadap ternak di Desa Sukajaya, Kecamatan Cimerak. Bahkan hingga Februari 2025, dalam kurun waktu hanya sepekan, sedikitnya 19 ekor domba kembali menjadi korban di wilayah yang sama. Warga pun semakin resah, khawatir serangan akan terus berulang.

    Menanggapi kondisi tersebut, pemerintah desa bersama pihak kepolisian setempat menggelar musyawarah untuk mencari jalan keluar. Dinas Pertanian Pangandaran juga melakukan pemantauan serta berkoordinasi dengan masyarakat guna menekan risiko serangan lanjutan. Namun, hingga pertengahan Februari 2025, upaya tersebut belum membuahkan hasil signifikan. Kawanan anjing liar masih berkeliaran, dan ancaman terhadap ternak belum sepenuhnya hilang.

    Kerugian dan rasa takut

    Dampak serangan ini tidak hanya terasa secara materiil. Para peternak mengaku mengalami tekanan psikologis akibat rasa takut kehilangan sumber penghidupan mereka. Kerugian ekonomi ditaksir mencapai puluhan juta rupiah, mengingat harga domba dan kambing yang relatif tinggi di pasaran. Setiap serangan baru seakan menambah beban kecemasan warga.

    Untuk menekan risiko, edukasi kepada masyarakat menjadi langkah penting. Warga diimbau memperkuat kandang ternak, menjaga kebersihan lingkungan, serta segera melaporkan keberadaan anjing liar kepada pihak berwenang. Langkah-langkah sederhana ini dinilai mampu meminimalisir peluang serangan.

    Langkah kongkrit mengurai teror

    Di sisi lain, solusi jangka panjang juga dibutuhkan. Program sterilisasi dan vaksinasi anjing liar dapat menjadi opsi untuk mengendalikan populasi sekaligus mencegah penyebaran penyakit. Kolaborasi antara pemerintah daerah, aparat keamanan, organisasi pecinta hewan, dan masyarakat menjadi kunci agar penanganan masalah ini berjalan efektif dan berkelanjutan.

    Teror anjing liar di Pangandaran bukan sekadar persoalan hewan liar, melainkan masalah serius yang menyangkut keamanan, ekonomi, dan ketenangan warga. Penanganan yang cepat, terpadu, dan berkelanjutan sangat dibutuhkan agar warga dapat kembali merasa aman, dan roda perekonomian peternak kembali berputar tanpa bayang-bayang ancaman.(ai)

  • Pergeseran Tanah Terjadi di Tasikmalaya, Warga Diminta Waspada

    Pergeseran Tanah Terjadi di Tasikmalaya, Warga Diminta Waspada

    kanaljabar.com BERITA TASIKMALAYA Pergeseran tanah terjadi di Kampung Margaluyu, Desa Cikondang, Kecamatan Cineam, Kabupaten Tasikmalaya, pada Rabu malam, 13 Februari 2025. Peristiwa tersebut mengakibatkan kerusakan sejumlah infrastruktur serta menimbulkan ancaman keselamatan bagi warga di sekitar lokasi bencana.

    Menanggapi kejadian tersebut, Batalyon D Pelopor Satuan Brimob Polda Jawa Barat langsung melakukan pengecekan ke lokasi bencana. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Komandan Batalyon D Pelopor Satbrimob Polda Jabar, Kompol Fajar Cahyono.

    Pengecekan lokasi upaya antisipasi tondak lanjut

    Kompol Fajar Cahyono mengatakan, pengecekan dilakukan untuk memantau kondisi terkini di lokasi pergeseran tanah sekaligus menentukan langkah-langkah penanganan lanjutan.

    “Kami melakukan pengecekan ke lokasi untuk memantau situasi dan kondisi bencana pergeseran tanah tersebut,” ujar Kompol Fajar Cahyono kepada wartawan, Kamis siang, 13 Februari 2025.

    Dalam upaya penanganan bencana, Batalyon D Pelopor Satbrimob Polda Jabar berkoordinasi dengan Tim SAR, pemerintah setempat, BPBD, serta pihak kepolisian dari Polsek Cineam dan Polres Tasikmalaya Kota guna memberikan bantuan dan memastikan keselamatan warga terdampak.

    “Pengecekan ini juga dilakukan untuk memeriksa kesehatan anggota yang terlibat dalam tugas SAR di lokasi bencana,” jelasnya.

    Hingga saat ini, proses evakuasi dan penanggulangan bencana masih terus dilakukan dengan penuh kewaspadaan.

    Unsur Muspika turut serta melakukan pengecekan

    Dalam kegiatan pengecekan tersebut turut hadir Camat Cineam Denny, Kapolsek Cineam AKP Ikhwan, Kepala Desa Cikondang Eros Rosita, serta anggota BPBD Kecamatan Cineam, Kabupaten Tasikmalaya.

    Kompol Fajar Cahyono menambahkan bahwa pergeseran tanah di kawasan tersebut sebenarnya telah terjadi sejak Jumat, 31 Januari 2025. Pergerakan tanah tercatat mencapai sekitar 1 sentimeter setiap malam, sehingga menyebabkan tanah amblas sedalam 20 hingga 30 sentimeter.

    “Kami bersama unsur terkait akan terus memantau perkembangan pergeseran tanah ini untuk mencegah dampak yang lebih besar terhadap masyarakat,” tambahnya.

    Berdasarkan data yang diterima, sedikitnya terdapat 33 kepala keluarga (KK) yang terdampak dan terancam akibat bencana tersebut. Dua wilayah RT terdampak, yakni RT 02 RW 01 dengan 10 KK terdampak dan 15 KK terancam, serta RT 01 RW 01 dengan 7 KK terdampak dan 1 KK terancam.

    Kompol Fajar Cahyono pun mengimbau masyarakat agar tetap waspada dan mematuhi arahan dari pihak berwenang.

    “Kami berharap masyarakat selalu berhati-hati, waspada, dan mengikuti arahan serta langkah-langkah antisipasi yang telah ditetapkan,” pungkasnya. (ai)

  • Unigal Jadi Indikator dan Fasilitator, Pj Bupati Ciamis Lepas Peserta KKN

    Unigal Jadi Indikator dan Fasilitator, Pj Bupati Ciamis Lepas Peserta KKN

    kanaljabar.com BERITA CIAMIS Universitas Galuh (Unigal) Ciamis sebagai salah satu perguruan tinggi strategis berperan penting sebagai indikator dan fasilitator dalam mengatasi berbagai permasalahan kompleks, khususnya di tingkat desa.

    Hal ini disampaikan Pj. Bupati Ciamis, Budi Waluya, saat melepas 508 peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Galuh Ciamis Tahun 2024/2025 di Halaman Pendopo Ciamis, Kamis (30/01/2025).

    Pemanfaatan SDA dan kearifan lokal menjadi semangat berkarya

    Tema KKN tahun ini adalah “Peningkatan Kapasitas Masyarakat melalui Pemanfaatan Sumber Daya Alam (SDA) dan Kearifan Lokal.”

    Budi Waluya memberikan apresiasi kepada Unigal Ciamis atas persiapan mahasiswa yang akan terjun langsung ke masyarakat. Ia berharap program konservasi dan budaya dapat diarahkan sebagai sarana pembekalan mahasiswa menjadi sarjana pendamping masyarakat.

    Ia menekankan, selain mengeksplorasi potensi SDA Kabupaten Ciamis, KKN juga diharapkan mampu meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) sehingga berkontribusi pada kesejahteraan masyarakat.

    “Ini adalah wujud implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, yakni pendidikan dan pengajaran, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat,” ujar Budi.

    Budi menambahkan, melalui KKN, mahasiswa dapat berperan aktif sebagai penggerak masyarakat. Mahasiswa diharapkan ikut merumuskan model pemberdayaan melalui pemanfaatan lingkungan dan budaya, sesuai prinsip kolaborasi Pentahelix, dibawah bimbingan dosen pembimbing.

    Lebih peka terhadap masalah sosial

    Para peserta juga diimbau memiliki kepedulian dan empati terhadap masalah masyarakat, mendorong terwujudnya perubahan kesejahteraan yang lebih baik. Salah satu upaya nyata adalah melalui pembentukan kelompok masyarakat mandiri secara ekonomi, baik di sektor pertanian, peternakan, maupun Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), sehingga tercipta solidaritas, rasa aman, dan percaya diri di desa.

    Budi berharap mahasiswa dapat memberikan sumbangsih ide dan inovasi kemandirian bagi masyarakat sesuai tema KKN, serta berperan aktif dalam meningkatkan kapasitas masyarakat melalui pemanfaatan SDA dan kearifan lokal.

    Sementara itu, Rektor Unigal Ciamis, Prof. Dr. Dadi, M.Si, menjelaskan, KKN gelombang 1 tahun 2026 diikuti oleh Fakultas Teknik dan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP). Mahasiswa akan berada di lapangan mulai 30 Januari hingga 28 Februari 2025, menggali potensi desa, dan diharapkan memberikan dampak positif bagi masyarakat.

    “Kami ingin mahasiswa mengeksplorasi sumber daya alam secara berkelanjutan dan memanfaatkan kearifan lokal yang ada di setiap daerah,” ujar Prof. Dadi.

    Ia menambahkan, selama KKN, mahasiswa akan didampingi dosen pembimbing dan ditempatkan di 17 desa yang tersebar di Kecamatan Sadananya dan Cikoneng. Dadi berharap pengalaman KKN menjadi bekal berharga, baik bagi masyarakat maupun mahasiswa sendiri, serta meninggalkan kesan positif di desa.

    “Dengan semangat pengabdian, mahasiswa Unigal Ciamis diharapkan menjadi agen perubahan yang membawa manfaat nyata bagi masyarakat selama KKN berlangsung,” pungkasnya. (ai)

  • “Cek Kesehatan Jadi Mudah: Jabar Gratiskan Biaya Pemeriksaan Mulai Bulan Depan”

    “Cek Kesehatan Jadi Mudah: Jabar Gratiskan Biaya Pemeriksaan Mulai Bulan Depan”

    kanaljabar.com BERITA JABAR Mulai 1 Februari 2025, seluruh warga Jawa Barat akan mendapatkan kesempatan untuk mengikuti pemeriksaan kesehatan (medical check-up) secara gratis. Program ini menjadi bagian dari upaya pemerintah provinsi untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat sekaligus memperluas akses layanan kesehatan yang berkualitas.

    Pj. Gubernur Jawa Barat, Bey Machmudin, menegaskan bahwa program ini akan berlaku sesuai dengan tanggal ulang tahun masing-masing warga. Bagi warga yang lahir pada bulan Januari, tidak perlu khawatir kehilangan kesempatan. “1 Februari kita mulai, dan yang ulang tahun Januari bisa ikut, jadi tidak kehilangan haknya,” jelas Bey saat diwawancarai di Kelurahan Arjuna, Kota Bandung, pada Sabtu, 25 Januari 2025.

    Prosedur yang mudah di fahami

    Mekanisme program ini pun cukup sederhana. Warga hanya perlu membawa Kartu Tanda Penduduk (KTP) ke puskesmas sesuai domisili masing-masing. Bey mencontohkan, “Penduduk Kecamatan Kelurahan Arjuna datang saja ke Puskesmas Arjuna.” Dengan cara ini, masyarakat dapat mengakses layanan kesehatan tanpa terbebani biaya.

    Program pemeriksaan kesehatan gratis mencakup pemeriksaan fisik umum, tes laboratorium, dan konsultasi dengan tenaga medis. Tujuannya adalah deteksi dini terhadap potensi masalah kesehatan, sehingga masyarakat bisa menjaga kesehatan lebih baik dan mencegah penyakit serius di masa depan.

    Bey juga menekankan bahwa program ini merupakan salah satu langkah konkret dari Presiden Prabowo Subianto dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan di Indonesia. Ia berharap masyarakat Jawa Barat dapat menjadi lebih sehat dan produktif. “Saya minta Dinas Kesehatan provinsi berkoordinasi dengan kabupaten/kota untuk mengingatkan masyarakat. Ini penting untuk kesehatan dan akhirnya meningkatkan produktivitas,” tuturnya.

    Sarana edukasi pola hidup sehat

    Selain manfaat deteksi dini, program ini juga berperan sebagai sarana edukasi kesehatan. Masyarakat akan lebih sadar akan pentingnya pola hidup sehat, termasuk asupan gizi seimbang, olahraga, dan pemeriksaan rutin. Dengan meningkatnya kesadaran, diharapkan terbentuk budaya hidup sehat di Jawa Barat.

    Program ini juga membantu mengurangi beban biaya kesehatan, yang kerap menjadi penghalang bagi masyarakat untuk memperoleh layanan medis. Dengan adanya pemeriksaan gratis, warga dari berbagai lapisan ekonomi tetap dapat mendapatkan pelayanan kesehatan berkualitas.

    Peran aktif masyarakat adalah kunci sukses program

    Pemerintah memastikan standar kualitas pemeriksaan tetap tinggi. Tenaga medis di puskesmas akan mendapatkan pelatihan dan peningkatan kapasitas agar layanan sesuai standar medis berlaku.

    Keberhasilan program ini sangat bergantung pada partisipasi aktif masyarakat. Warga diharapkan proaktif menjadwalkan kunjungan ke puskesmas sesuai tanggal ulang tahun mereka agar haknya dapat dimanfaatkan secara maksimal.

    Sosialisasi juga menjadi kunci. Dinas Kesehatan setempat diharapkan melakukan kampanye kesehatan yang masif, sehingga seluruh lapisan masyarakat memahami manfaat dan cara mengikuti program ini.

    Pemeriksaan kesehatan gratis ini bukan sekadar layanan, tetapi indikator kemajuan sistem kesehatan di Jawa Barat. Program ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah untuk menjadikan kesehatan masyarakat sebagai prioritas utama.

    Dengan dimulainya program pemeriksaan kesehatan gratis pada 1 Februari 2025, diharapkan warga Jawa Barat lebih sadar pentingnya kesehatan, melakukan deteksi dini, dan mencegah penyakit sejak awal. Semoga program ini berjalan sukses dan memberikan manfaat nyata bagi seluruh masyarakat. (red)