Kanal Jabar, Berita Tasikmalaya – Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya (UMTAS) memasuki usia ke-11 tahun sebagai institusi pendidikan tinggi. Momentum milad ke-11 UMTAS dimaknai sebagai fase kematangan menuju penguatan kualitas akademik dan perluasan peran strategis kampus dalam mencetak sumber daya manusia unggul dan berkepribadian.
Hal tersebut disampaikan oleh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Barat, Prof. Yadi Januar, dalam Sidang Terbuka Senat UMTAS yang digelar dalam rangka peringatan milad, dihadiri unsur pimpinan Muhammadiyah, akademisi, serta perwakilan pemerintah dan DPR RI.
UMTAS Masuk Fase Pembangunan dan Peningkatan Kualitas
Prof. Yadi Januar menegaskan bahwa karakter Muhammadiyah identik dengan etos kerja pendidikan yang modern, berkualitas, dan berkepribadian. Menurutnya, usia 11 tahun menempatkan UMTAS pada fase pembangunan dan peningkatan kualitas yang harus dijalani dengan semangat perjuangan dan keikhlasan beramal.
“Seluruh sivitas akademika harus menyadari bahwa kampus harus bergerak lebih cepat, transparan, dan efektif. Penguatan mahasiswa berbasis keterampilan unggul, baik akademik maupun nonakademik, menjadi keharusan,” ujar Yadi.
Ia juga menargetkan peningkatan jumlah mahasiswa dari sekitar 3.000 orang saat ini menjadi 5.000 mahasiswa pada tahun 2027. Selain itu, jumlah program studi juga diharapkan bertambah dari 15 menjadi minimal 20 program studi.
“Semakin banyak program studi, maka semakin besar pula daya tarik dan kontribusi kampus bagi masyarakat,” tambahnya.
Capaian Renstra dan Kinerja Riset UMTAS
Rektor UMTAS, Neni Nuraeni, M.Kep., Ns., Sp.Kep.Mat, menyampaikan bahwa milad ke-11 UMTAS merupakan momentum reflektif yang bernilai strategis. Ia memaparkan sejumlah capaian dalam Rencana Strategis (Renstra) yang patut disyukuri.
Di antaranya adalah penilaian integritas kampus yang baik, pengakuan sebagai salah satu kampus unggul di Tasikmalaya, serta peningkatan signifikan pada kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat (PKM) dosen.
“Pada tahun ini, dana hibah riset eksternal yang berhasil diperoleh mencapai lebih dari Rp1,1 miliar,” ungkap Rektor.
Ia menekankan bahwa hasil riset dosen tidak berhenti pada dokumen akademik, melainkan harus berdampak langsung bagi masyarakat. Beberapa hasil riset bahkan telah diwujudkan dalam bentuk produk nyata, seperti pakan ternak dan aplikasi digital yang tersedia di platform Play Store.
Dukungan Pemangku Kepentingan
Perayaan milad ke-11 UMTAS turut dihadiri anggota Komisi X DPR RI H. Ferdiansyah, unsur Majelis Litbang Dikti PP Muhammadiyah, LLDikti Wilayah IV Jawa Barat–Banten, Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Barat, serta PDM Kota dan Kabupaten Tasikmalaya.
Pemerintah Kota Tasikmalaya diwakili oleh Sekda Asep Goparullah bersama unsur Forkopimda, PD Aisyiyah Kota dan Kabupaten Tasikmalaya, serta jajaran Badan Pembina Harian dan sivitas akademika UMTAS.
Sidang Terbuka Senat menjadi simbol komitmen UMTAS untuk terus berkembang sebagai perguruan tinggi Muhammadiyah yang unggul, berdaya saing, dan berorientasi pada kemaslahatan umat. (red)









