Tag: berita tasikmalya

  • Liburan Berujung Duka di Pamayangsari

    Liburan Berujung Duka di Pamayangsari

    kanaljabar.com. BERITA TASIKMALAYA Peristiwa tenggelam di Pamayangsari kembali menyisakan duka. Seorang pemuda berusia 22 tahun bernama Ega ditemukan meninggal dunia setelah dilaporkan hilang saat berenang di laut. Kejadian ini terjadi di kawasan Pantai Pamayangsari, Kecamatan Cipatujah, Kabupaten Tasikmalaya, Minggu (11/1/2026). Sejak kabar hilangnya korban beredar, pantai yang biasanya ramai oleh wisatawan mendadak berubah sunyi. Angin laut tetap berembus, ombak terus datang silih berganti, sementara keluarga dan warga menunggu kabar dengan harap cemas.

    Korban diketahui berenang seorang diri di sekitar bibir pantai. Beberapa warga sempat mengingatkan agar tidak turun ke laut karena gelombang sedang tinggi. Namun peringatan itu tak dihiraukan. Tak lama berselang, korban terseret arus dan menghilang dari permukaan. Laporan kejadian ini segera diteruskan ke pihak berwenang, memicu operasi pencarian yang melibatkan berbagai unsur SAR.

    Baca berita bencana Kabupaten Tasikmalaya:
    Peta Risiko Bencana Kabupaten Tasikmalaya 5 Tahun ke Depan
    Kecamatan Paling Rawan Bencana di Kabupaten Tasikmalaya

    Pencarian masih berlanjut

    Pencarian Intensif oleh Tim SAR Gabungan
    Begitu laporan diterima, tim SAR gabungan langsung bergerak. Unsur yang terlibat terdiri dari Basarnas, BPBD Kabupaten Tasikmalaya, Satpolairud, Balawista, TNI-Polri, hingga nelayan setempat. Pencarian dilakukan sejak pagi hingga sore hari dengan membagi personel ke dalam beberapa satuan tugas. Ada yang menyisir daratan sepanjang garis pantai, ada pula yang menyusuri perairan menggunakan perahu motor.

    Kepala Kantor SAR setempat menjelaskan bahwa area pencarian difokuskan pada titik terakhir korban terlihat atau last known position (LKP). Ombak yang cukup besar dan arus laut yang kuat menjadi tantangan tersendiri bagi tim di lapangan. Meski demikian, pencarian tidak dihentikan.

    Perjuangan berbuah hasil

    Upaya itu akhirnya membuahkan hasil. Menjelang sore hari, jasad korban ditemukan di kawasan Pantai Cemara Pangkalan, sekitar 15 kilometer dari lokasi awal korban dilaporkan tenggelam di Pamayangsari. Proses evakuasi dilakukan dengan hati-hati sebelum korban dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat untuk penanganan lebih lanjut. Dengan ditemukannya korban, operasi SAR resmi ditutup.

    Ombak Selatan dan Zona Larangan Berenang
    Pantai Pamayangsari dikenal memiliki karakter ombak khas pantai selatan Jawa yang kuat dan tidak mudah diprediksi. Pada waktu-waktu tertentu, gelombang dapat meninggi secara tiba-tiba, terutama saat cuaca kurang bersahabat. Oleh karena itu, di sejumlah titik telah ditetapkan zona larangan berenang. Papan peringatan pun terpasang, meski sering kali diabaikan oleh pengunjung.

    Lebih waspada dan berhati-hati

    Peristiwa tenggelam di Pamayangsari ini kembali menjadi pengingat bahwa keindahan pantai selatan menyimpan risiko yang tidak boleh diremehkan. Petugas Balawista mengimbau wisatawan untuk selalu mematuhi rambu keselamatan dan tidak memaksakan diri berenang di area berbahaya.

    Baca berita bencana Kabupaten Tasikmalaya:
    Peta Risiko Bencana Kabupaten Tasikmalaya 5 Tahun ke Depan
    Kecamatan Paling Rawan Bencana di Kabupaten Tasikmalaya

    Selain faktor alam, kurangnya pengawasan dan kebiasaan berenang seorang diri juga meningkatkan risiko kecelakaan laut. Dalam kasus ini, korban diketahui datang ke Pantai Pamayangsari tanpa pendamping. Hal ini menyulitkan upaya pertolongan cepat saat insiden terjadi.

    Duka Keluarga dan Imbauan untuk Wisatawan
    Kabar ditemukannya korban dalam kondisi meninggal dunia disambut isak tangis keluarga. Harapan untuk menemukan Ega dalam keadaan selamat pupus seiring datangnya informasi resmi dari tim SAR. Warga sekitar pun turut berbelasungkawa, mengingat korban dikenal sebagai pemuda yang ramah di lingkungannya.

    Pemerintah daerah dan aparat setempat kembali mengingatkan masyarakat agar lebih waspada saat beraktivitas di kawasan pantai, khususnya di Pamayangsari dan pantai-pantai lain di selatan Tasikmalaya. Edukasi keselamatan dinilai penting agar peristiwa serupa tidak terulang. Liburan seharusnya menjadi momen menyenangkan, bukan berubah menjadi tragedi.

    Peristiwa tenggelam di Pamayangsari ini menjadi catatan pahit bagi semua pihak. Di balik panorama laut yang memikat, tersimpan kekuatan alam yang menuntut rasa hormat. Kepatuhan pada aturan keselamatan bukan sekadar formalitas, melainkan benteng terakhir agar nyawa tidak kembali menjadi taruhannya. (Ai)

  • Arah Baru Pembangunan! Ini 7 Program Prioritas Kota Tasikmalaya

    Arah Baru Pembangunan! Ini 7 Program Prioritas Kota Tasikmalaya

    kanaljabar.com BERITA TASIKMALAYA Pemerintah Kota Tasikmalaya resmi meluncurkan tujuh program prioritas pembangunan sebagai bagian dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2029. Program tersebut diperkenalkan langsung oleh Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadhan, sebagai langkah strategis untuk mewujudkan kota yang lebih maju, sejahtera, dan berdaya saing.

    Tujuh program prioritas ini mencakup sektor pendidikan, ekonomi, kesehatan, pelayanan publik, hingga pelestarian lingkungan. Menariknya, pelaksanaan seluruh program dirancang dengan pendekatan kolaboratif, melibatkan masyarakat sebagai mitra strategis pembangunan.

    Dalam wawancara eksklusif, Wali Kota Viman menegaskan bahwa seluruh program telah mendapatkan persetujuan DPRD Kota Tasikmalaya dan siap diimplementasikan secara bertahap.

    “Ketujuh program prioritas ini bukan sekadar dokumen politik, tetapi peta jalan nyata pembangunan Kota Tasikmalaya. Kami ingin masyarakat terlibat langsung agar manfaatnya benar-benar dirasakan,” ujar Viman.

    Tujuh Program Prioritas Tasikmalaya

    Adapun tujuh program unggulan yang akan menjadi fokus pembangunan Kota Tasikmalaya selama lima tahun ke depan, antara lain:

    Tasik Pintar
    Berfokus pada peningkatan kualitas pendidikan, program ini meliputi perbaikan fasilitas sekolah, pemberian beasiswa bagi mahasiswa berprestasi dari keluarga kurang mampu, serta bantuan pendidikan bagi siswa miskin agar tidak putus sekolah.

    Tasik Religius
    Program ini bertujuan memperkuat nilai-nilai keagamaan di tengah masyarakat melalui peningkatan kegiatan keagamaan, sebagai fondasi pembentukan karakter yang berakhlak dan beretika.

    Tasik PELAK (Pertumbuhan Ekonomi Lokal dan Kewilayahan)
    Untuk menggerakkan ekonomi daerah, Pemkot akan mendorong pengembangan UMKM, pariwisata, dan ekonomi kreatif, membuka lapangan kerja baru, serta menarik investasi ke berbagai wilayah Kota Tasikmalaya.

    Tasik Melayani
    Pelayanan publik akan ditingkatkan melalui digitalisasi agar lebih cepat, transparan, dan efisien. Di sisi lain, optimalisasi pengelolaan sumber pendapatan daerah juga menjadi perhatian utama.

    Tasik Nyaman
    Program ini menyasar perbaikan infrastruktur dasar, seperti jalan rusak, penyediaan air bersih, serta pembenahan sistem saluran air limbah untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan layak huni.

    Tasik Resik
    Fokus pada pelestarian lingkungan, Tasik Resik akan memperbaiki sistem pengelolaan sampah dan memperbanyak ruang terbuka hijau agar kota semakin asri dan nyaman.

    Tasik Gemas (Gerakan Masyarakat Sehat)
    Melalui program ini, pemerintah berupaya menurunkan angka stunting dan meningkatkan kualitas layanan kesehatan, sehingga masyarakat dapat hidup lebih sehat dan produktif.

    Menurut Viman, ketujuh program tersebut merupakan jawaban konkret atas kebutuhan masyarakat yang terus berkembang.

    “Pembangunan harus menyentuh kebutuhan dasar, memberdayakan ekonomi warga, memperkuat nilai spiritual, sekaligus mempercantik wajah kota,” jelasnya.

    Ia juga menekankan pentingnya semangat gotong royong dalam menyukseskan seluruh agenda pembangunan.

    “Kami tidak bisa bekerja sendiri. Tanpa dukungan dan partisipasi masyarakat, semua ini hanya akan menjadi rencana di atas kertas,” tegas Viman.

    Dengan pendekatan pembangunan yang menyeluruh dan partisipatif, program prioritas Tasikmalaya diharapkan mampu menjadi motor penggerak transformasi kota menuju masa depan yang lebih inklusif, kompetitif, dan manusiawi.