Universitas Indonesia Ajak Masyarakat Merawat Situs ‘Arca Domas’ Cibalay Tenjolaya Bogor

400

Bogor (KANALJABAR) – Keluarga Mahasiswa Arkeologi (KAMA) dari Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia (FIB–UI) mengadakan kegiatan bakti sosial dengan mengajak masyarakat sekitar untuk lebih peduli merawat Situs ‘Arca Domas’ Cibalay di DesaTapos 1, KecamatanTenjolaya, Kabupaten Bogor. Situs Arca Domas Cibalay sendiri merupakan situs Megalitikum terbesar yang berada didalam kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS).

”Kami sangat peduli dengan peninggalan cagar alam, maka untuk menjaganya kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama merawat keberadaan situs ini,” ungkap Ketua Pelaksana Irfan Ripandi yang didampingi Muhamad Rais Ramdhany kepada Kanaljabar.com, Sabtu (23/11/2019).

patomas

Adapun tujuan dari bakti sosial tersebut, sambung Irfan, diharapkan dapat menumbuhkan rasa kepedulian antar sesama baik dalam internal maupun eksternal, terutama dalam masyarakat itu sendiri. Selain memberi edukasi mengenai pentingnya keberadaan Situs Arkeologi bagi masyarakat, kegiatan Bakti Sosial juga dapat memberikan manfaat bagi situs dari kegiatan yang diselenggarakan.

“Dengan demikian, adanya acara bakti sosial ini akan memberikan dampak baik untuk situs maupun masyarakat sekitarnya,” terang Irfan.

Ia memaparkan, adapun bentuk kegiatan yang dilakukan pada bakti sosial KAMA kali ini terdiri dari tiga rangkaian acara. Rangkaian acara pertama adalah Yuk Kenali Desaku, yaitu sosialisasi mengenai keberadaan situs arkeologi di Desa Cibalay dan bagaimana cara merawatnya. Kegiatan tersebut dilakukan pada siswa Sekolah Dasar dengan cara yang menarik dan interaktif.

“Hal ini kami lakukan agar tertanam rasa cinta para siswa terhadap tinggalan budayanya agar dapat turut serta melestarikan budaya leluhur kita,” tandasnya.

Kemudian, rangkaian acara kedua adalah Yuk Cintai Budaya Kita, yaitu membuat Plang informasi mengenai situs arkeologi. Kegiatan tersebut bertujuan untuk menjaga keberadaan Situs Cibalay dengan mengajak para warga untuk membuat plang informasi situs.

“Plang ini akan berisi mengenai informasi situs yang bersifat edukatif dan menarik. Ada beberapa situs di kawasan Cibalay yang telah kami pilih untuk dipasangi plang. Adanya kegiatan ini diharapkan dapat menciptakan kepedulian bagi warga sekitar atas tinggalan situs di desa mereka,” terang Irfan menambahkan.

Selanjutnya, rangkaian acara ketiga adalah Yuk Berwirausaha, yaitu memberikan informasi mengenai wirausaha yang dapat dijalankan dari pemanfaatan situs Cibalay. Dalam hal ini, akan diberikan pengetahuan bagaimana berwirausaha yang efektif dari mulai menciptakan sebuah produk, packaging, dan pemasarannya.

“Setelah penyampaian materi, dilanjutkan dengan praktik membuat barang kreativitas atau makanan khas desa Cibalay. Setelahnya, para warga juga akan diajarkan bagaimana membuat kemasan menarik. Dalam kegiatan ini kami menyediakan satu etalase di perpustakaan desa, dimana nantinya ibu-ibu dapat menitipkan dagangannya di sini dengan sistem kantin kejujuran. Sebagai tambahan kami juga menyumbang pakaian dan buku,” papar Irfan.

“Insya Allah, kegiatan ini akan dilanjutkan di bakti sosial KAMA tahun berikutnya agar Yuk Berwirausaha terus berkembang dan meningkatkan perekonomian warga sekitar situs,” harap Irfan.

Diakuinya, bakti sosial KAMA yang diselenggarakan pihaknya itu sebagai salah satu wujud dari visi kepengurusan KAMA yakni terciptanya KAMA sebagai organisasi yang berdampak bagi masyarakat.

Sebab, Keluarga Mahasiswa Arkeologi (KAMA) FIB UI adalah organisasi yang menaungi mahasiswa arkeologi di FIB UI yang bertujuan untuk mempererat hubungan antar mahasiswa Program Studi Arkeologi FIB UI dan menjadi salah satu wadah guna menumbuhkan rasa kepedulian terhadap masyarakat dan lingkungan sekitar.

Sementara itu, diakhir pembicaraan, Irfan menuturkan, untuk kelokasi Situs Cibalay berjarak sekitra 2 km dengan aspal kualitas sederhana, semakin kedalam jalan semakin sempit.

“Setelah sampai Situs Cibalay dapat kita lihat sebuah bukit hijau dengan serakan batu peninggalan zamanpurba dengan kondisi sangat baik dan terpelihara dari jaman Megalitikum atau manusia purba yang ada pada 2500-1500 Sebelum Masehi (SM),” katanya.

Terkait hal itu, Oo Kosasih selaku tokoh masyarakat Desa Tapos 1 mengatakan, pada tahun 2006 dan 2012 ada sekitar 8 orang melakukan penggalian dan penelitian di kawasansitus.

“Mereka dari Balai Arkeologi Bandung dan Serang serta dari Pusat Arkeologi selama 10 hari tapi sebelumnya penggalian dilakukan oleh mahasiswa UI pada tahun 1992 lalu,” jelasnya.

Reporter : Razik/Ded

Editor: A. S Nasution

COPYRIGHT © KANALJABAR 2019

 

Silakan Berkomentar lewat Facebook
error: Content is protected !!