Tempati Gedung Baru, PATOMAS Center Gelar Rapat Pimpinan Bahas Audensi Jilid II Dengan Bupati

165

Caringin, Bogor (KANALJABAR) – Ketua Umum (Ketum) Perkumpulan Tokoh Masyarakat (PATOMAS) Center Bogor, DR. H. Ahmad Baeti Firdaus, S.Pdi,.SH,.MM,.M.Si memimpin rapat perdana di Kantor Baru PATOMAS, tepatnya di jalan raya Pancawati, Desa Ciderum, Kecamatan  Caringin, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jum,at (18/10/2019) sore.

Adapun topik yang dibahas pada sore ini yakni pemantapan menjelang audensi jilid dua dengan Bupati Bogor, Ade Yasin yang rencananya akan digelar di Pondopo Bupati, di Kompleks Pemerintahan Daerah (Pemda) Kabupaten Bogor, Jawa Barat dalam waktu dekat ini.

patomas

“Sehubungan audensi tahap pertama tidak tuntas, oleh karena Bupati, Ade Yasin pada saat itu harus segera berangkat ke Jakarta untuk mengikuti rapat para kepala daerah (Bupati) di Kantor Menteri Dalam Negeri (Mendagri). Maka pertemuan pun dijadwalkan ulang oleh bupati, karena banyak hal yang harus didiskusikan,” demikian diungkapkan Baeti pangilan akrab, Ahmat Baeti Firdaus kepada Kanaljabar.com usai rapat di Desa Ciderum.

Ketua Umum Paguyuban Tokoh Masyarakat (PATOMAS) Center Bogor, DR. H. Ahmad Baeti Firdaus, S.Pdi,.SH,.MM,.M.Si saat memimpin rapat perdana di Kantor Baru PATOMAS Center Bogor, di jalan raya Pancawati, Desa Ciderum, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jum,at (18/10/2019) sore. (Foto: Dok/Kanaljabar.com).

Ia menjelaskan, dalam audensi nanti, pihaknya akan menyampaikan dukungan terhadap program ungulan yang diusung oleh pasangan Bupati-Wakil Bupati Bogor, Ade Yasin-Iwan Setiawan lewat program utamanya Panca Karsa. Juga akan memberikan apresiasi atas penghargaan yang diraihnya sebagai kabupaten terinovatif dalam ajang Innovative Government Award (IGA) Tahun 2019 di Hotel Borobudur, Jakarta, belum lama ini.

“Dua poin ini yang kami bahas dalam rapat pimpinan sore ini, sekaligus akan disampaikan kepada bupati,” kata Baeti menambahkan.

Sementara itu, Ketua Dewan Pakar yang juga Dosen di Unida Bogor, Dr. Bedy Iriawan Maksudi, M.Si menyoroti dua hal dalam program Panca Karsa. Pertama, mengenai tata kelola pemerintahan yang baik, di mulai dari tingkat dinas hingga tingkat pemerintahan yang paling bawah yakni pemerintahan desa. Sebab, menurutnya, desa itu merupakan representatif keberhasilan pemerintah daerah.

“Saya rasa kedepan perlu dilakukan pembinaan SDM secara kontinyu dilevel pemerintahan desa. Karena desa itu merupakan representatif keberhasilan pemerintah daerah,” terangnya.

Kedua, sambung dia, terkait masalah tata kelola pelayanan publik. Sebagaimana diatur dalam Undang-undang (Uu) Nomor  25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik.

Ia menjelaskan, adapun yang dimaksud dengan pelayanan publik adalah pelayanan dasar yang diberikan oleh pemerintah sebagai penyelenggara negara terhadap masyarakat nya guna memenuhi kebutuhan dari masyarakat itu sendiri, dan memiliki tujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Walupun diakuinya, pelayanan publik dibawah kepemimpinan Ade Yasin hasilnya sangat baik.

“Dalam poin ini, patut kita apresiasi. Dimana Pemkab Bogor melakukan terobosan dalam mekanisme pengambilan dokumen kependudukan mulai dari KTP hingga Kartu Keluarga (KK) akan diantar langsung ke rumah warga via Pos. Kedua melalui program ‘Neng Titu Sehat’, bayi yang baru lahir di Kabupaten Bogor langsung mendapatkan Akta Kelahiran dan Kartu Identitas Anak (KIA),” paparnya.

“Saya rasa program Panca Karsa ini menjadi salah satu pembeda dari pemerintah daerah yang ada di Indonesia khususnya di Jawa Barat,” katanya.

Walaupun diakuinya, program Panca Karsa, pada awal kepemimpinan bupati Bogor menimbulkan rasa pesismis dibanyak kalangan. Namun dalam perjalanan waktu, timbul banyak keberhasilan salah satunya Kabupaten Bogor dinobatkannya menjadi Kabupaten terinovatif se-Indonesia.

“Agar keberhasilan ini stabil, PATOMAS akan mendukung dan siap berkontribusi dalam mensukseskan program Panca Karsa melalui lembaga kajian-kajian strategis yang dimiliki organisasi ini ,” kata Bedy mengakhiri.

Reporter: Anas

Editor: Muksin

COPYRIGHT © KANALJABAR 2019

Silakan Berkomentar lewat Facebook
error: Content is protected !!