Kilas

Tak miliki Izin, Komisi I DPRD Kabupaten Sukabumi Sidak Pabrik Sepatu Baby Millioner 

CICURUG, SUKABUMI – Pabrik Sepatu “Baby Millioner” Mas Utama yang beralamat di Desa Kuta Jaya, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat diduga ilegal lantaran belum mengantongi beberapa ijin usaha seperti aman dampak lingkungan (amdal) dan izin mendirikan bangunan (IMB).

“Dari hasil sidak ini, ternyata perusahan pabrik sepatu Baby Millioner Mas Utama belum mengantongi izin analisis dampak lingkungan (amdal) dan izin mendirikan bangunan (IMB). Bahkan, gaji karyawan pun masih jauh dibawa UMR,” kata Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Sukabumi, Asep Suherman kepada KanalJabar.com dilokasi, Jum’at (11/8/2017).

Lebih lanjut, kata Politikus Fraksi Partai Amant Nasional (PAN) ini, dengan temuan tersebut pihaknya telah berkoordinasi dengan dinas terkait untuk menindaklanjutinya paling lambat satu bulan dan merekomendasikan untuk diawasi agar perusahaan tersebut segera melengkapi perizinannya.

Sementara, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Sukabumi, Dedi Chardiman mengatakan, pihaknya tidak segan menutup hingga membongkar perusahaan tersebut bila tidak mengikuti aturan.

“Kami siap jika dinas terkait merekomendasikan untuk melakukan penutupan atau pembongkaran pabrik sepatu yang tidak mengantongi izin,” katanya.

“Tapi, juga jangan lupa bahwa ada ratusan warga kita yang notabennya menggantungkan hidup di perusahaan ini, dan mungkin juga ada yang dari luar Kabupaten Sukabumi. Tentunya ini menjadi bahan pertimbangan bagi kita semua, bukan berarti kami lemah dalam hal penindakan. Tapi sepanjang perusahaan kooperatip mau mengurus izin kenapa tidak,” sebut dia.

Di tempat yang sama, perwakilan perusahaan Baby Millioner Mas Utama, Mohamad, mengakui izin usaha yang dimulai sejak beroperasi pada 2009 lalu memang belum lengkap. Tetapi pihaknya berjanji akan segera mengurus kelengkapannya yang tidak ada.

Lanjut dia, perusahaan tersebut berbentuk perseroan terbatas (PT) dan bukan commanditaire vennootschap atau CV. Untuk jumlah pekerjanya sebanyak 300 orang yang mayoritas warga sekitar.

“Setiap bulan produksi sepatu ini mencapai 10 ribu pasang dan pasarnya lokal. Dan kami pun berjanji akan mengikuti aturan dan melengkapi izin yang belum ada,” katanya.

Reporter: Fa,is

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *