Selain Pemilu, Rakor Tiga Pilar Bahas Kasus Penusukan Siswi SMK

134

KOTA BOGOR – Pemerintah Kota Bogor bersama Polresta Bogor Kota dan Kodim 0606/Kota Bogor menggelar Rapat Koordinasi Tiga Pilar untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) jelang Pemilu mendatang, Kamis (10/1/2019).

Dalam kegiatan yang dipusatkan di Gedung Kemuning Gading, Bogor Tengah itu juga turut dipaparkan sejumlah penyakit sosial masyarakat yang dinilai berpotensi mengganggu Kamtibmas. Bahkan, kasus penusukan terhadap siswi SMK Baranangsiang pun ikut dibahas di hadapan para aparatur wilayah.

patomas

“Tahun ini kita memasuki hajat politik, pemilihan presiden – wakil presiden dan anggota legislatif. Kita harus antisipasi banyak hal, khususnya terkait keamanan dan kebersamaan yang kita miliki sebagai harta paling berharga. Kita jaga kebersamaan, lakukan antisipasi setiap persoalan dengan cepat, kecepatan menjadi kata kunci. Komunikasikan setiap ada potensi persoalan yang mungkin muncul. Penting bagi kita untuk meningkatkan komunikasi dan koordinasi,” ungkap Wali Kota Bogor, Bima Arya dalam rakor Tiga Pilar tersebut, Kamis.

Tidak hanya soal Pemilu 2019, dalam rakor tersebut membahas peristiwa penusukan yang menewaskan siswi salah satu SMK di Kota Bogor. Bima mengungkapkan rasa prihatin yang mendalam, kejadian tersebut menurutnya mengejutkan semua pihak. Dari kejadian tersebut, Bima meyakini ada dua aspek yang bisa ditarik yakni keamanan dan pendidikan.

“Kedepan kita akan fokus pada dua aspek tersebut agar tidak terjadi lagi. Kita akan perkuat keamanan yang diimbangi dengan pendidikan dan pembinaan baik di sekolah, di lingkungan maupun dirumah. Sekolah dan keluarga harus lebih bersinergi,” tegas Bima.

Rasa prihatin juga diungkapkan Dandim 0606 Kota Bogor Letkol Arm Doddy Suhadiman yang berharap agar kasus tersebut segera terungkap. Kota Bogor menurut Doddy Suhadiman lambat laun bertransformasi menjadi kota metropolitan dengan segala konsekuensi yang harus diantisipasi. Pada kesempatan tersebut Doddy Suhadiman memperkenalkan Letkol Czi Aji Sujiwo selaku Dandim 0606 Kota Bogor yang akan menggantikan dirinya.

Sementara itu, Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Hendri Fiuser mengingatkan agar bijak dalam menyikapi perkembangan teknologi informasi yang ada. Edukasi tentang kesadaran hukum diperlukan bagi masyarakat maupun bagi pelajar, khusus bagi pelajar mereka masih labil dan masih masih memerlukan guiden, ujarnya.

“Kepada semua pihak mari kita jaga situasi Kota Bogor agar tetap aman, jangan mudah terpancing oleh isu-isu yang kebenarannya masih diragukan. Mari kita gerakan seluruh komponen masyarakat untuk bersama-sama meningkatkan kesadaran dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Prinsipnya keamanan bukan segala-galanya dan segala-galanya tidak berarti kalau tidak aman,”pungkas Kapolresta.*

(Red/KJ)

 

 

 

Silakan Berkomentar lewat Facebook
error: Content is protected !!