Sebut Negara Penjahat, Mahathir Tolak Atlet Israel

127

KUALA LUMPUR – Perdana Menteri Malaysia, Tun Dr Mahathir Mohamad sekali lagi menegaskan bahwa Malaysia akan menolak atlet Israel lantaran mereka datang dari sebuah negara penjenayah atau negara penjahat.

Mahathir mengemukakan hal itu kepada media Malaysia dan asing setelah menyampaikan pidato persidangan Lembaga Anti Korupsi Internasional (IAACA) di Vienna International Centre (VIC), Selasa malam, sebagaimana dilansir MalayMail.?

patomas

Perdana Menteri Malaysia tersebut mengatakan orang yang tidak diingini di negara ini mestilah dilarang masuk dan ini termasuk mereka yang dicurigai menjadi teroris dan sebagainya.

“Kita tidak mau mengadakan apapun urusan dengan Israel termasuk rakyatnya. Jika mereka ingin bertanding dalam olah raga mereka boleh pergi ke negara lain.

Tetapi bagi Malaysia, mereka datang dari sebuah negara penjahat, kita tidak dapat menerima mereka. Setiap negara mempunyai hak menerima atau menolak kedatangan orang lain. Kita punya hak itu dan kita mesti gunakan hak itu,” katanya di kutip dari berita Antara.

Dia mengatakan para atlet ini datang dari sebuah negara yang melakukan apa saja yang mereka suka termasuk membangun perumahan di negara orang dan mengusir penduduk dari negara itu sendiri.

“Mereka telah menyerang kapal kita yang membawa bantuan untuk rakyat Gaza. Terlalu banyak perkara lain dilakukan Israel yang bertentangan dengan undang-undang internasional dan moralitas,” katanya.?

Sementara itu mengenai korupsi, Mahathir mengatakan pemimpin mestilah dipilih dengan bijak dan bila ada tanda-tanda seseorang pemimpin itu korupsi tindakan mesti diambil untuk menyingkirkannya.

Mahathir menyuarakan hal yang sama saat menghadiri Persidangan Antarabangsa Ketiga mengenai Kebangkitan Afrika (ICEA-III) di Dakar, Senegal Minggu lalu.

Terkait hal itu, Ketua Umum Patomas Kabupaten Bogor, H. Ahmad Baeti Firdaus turut mengapresiasi keputusan Perdana Menteri Mahathir Mohamad yang menolak atlet atau delegasi dari Israel berlaga di Negeri Jiran itu.

“Saya rasa itu merupakan sebuah keputusan yang tepat, sebagai wujud dukungan Negara Malaysia terhadap rakyat Palestina yang sampai saat ini masih dijajah dan diduduki oleh Israel,” kata Baeti pangilan akrabnya pada saat bernincang-bincang dengan Kanaljabar.com menyikapai keputusan Perdana Menteri Malayasia tersebut, Rabu (23/10/2019).

(Red/KJ)

 

 

Silakan Berkomentar lewat Facebook
error: Content is protected !!