Rutinitas Ritual Dalam Praktek Sosial

169

KANALJABAR – Shalat adalah perbuatan ibadah yang diawali dengan takbiratul ikhram. Allahu Akbar, begitu bunyinya. Allah Maha Besar, begitu artinya. Kalimah itu punya makna implementatif. Bahwa yang besar itu hanyalah Allah. Selain Allah kecil semua. Saya adalah kecil. Anda pun di mata Allah kecil. Yang Besar, hanyalah Allah. Yang Agung, hanyalah Allah.

Implementasinya di luar shalat adalah bahwa Anda adalah makhluk yang kecil di hadapan Allah, walaupun Anda seorang pebisnis sukses. Anda adalah orang yang kecil, walaupun besar.Pejabat itu kecil! Yang besar hanyalah Allah. Konglomerat itu kecil, yang besar hanyalah Allah. Pengusaha itu kecil, yang besar hanyalah Allah! Subhanallah, kalimah takbir melahirkan sikap tawadhu!! Allahu Akbar!!

Shalat dimulai dari kalimah takbir, takbir itu membesarkan dan mengagungkan Allah. Tetapi shalat itu diakhiri dengan kalimah “Assalamu alaikum”. Penghormatan terhadap sesama manusia.

Makna implementasinya adalah bahwa sehabis shalat itu kita dituntut untuk menengok saudara kita di kiri dan kanan. Apakah mereka sehat atau tidak. Sakit atau tidak. Sudah makan atau belum. Shalatnya melahirkan kepekaan sosial. Orang yang shalat akan memiliki emphati sosial. Dalam dirinya tidak ada egoisme, apatisme, cuek terhadap keadaan orang lain.

Dalam agama Islam, Allah tidak hanya mengajarkan ajaran yang berdimensi ritual, tetapi juga yang berdimensi sosial. Bahkan sesungguhnya ajaran yang berdimensi sosial jauh lebih banyak porsinya dibanding ibadah yang berdimensi ritual.

Dalam realitas sosial kita sering menyaksikan sebuah ” adegan” dimana orang lebih mengutamakan ke Tanah suci Makkah padahal untuk yang ke sekian kalinya. Sementara tetangganya sakit tidak dibantunya. Tetangganya miskin tidak ditolongnya. Masyarakat sudah terjebak dalam rutinitas ibadah spiritual dengan mengenyampingkan ibadah sosial. Nauzubillah min dzalik! Semoga Allah mengampuni kita semua. Amin.

Oleh:
Drs. H. Bahrul Ulum, MPdI
Dewan Pakar PATOMAS Bidang Kajian Agama Islam

 

 

Silakan Berkomentar lewat Facebook
error: Content is protected !!