Proyek Double Track Sukabumi Makan Korban

185

SUKABUMI – Proyek double track atau jalur kereta api ganda Sukabumi-Bogor di Kecamatan Cicurug Kabupaten Sukabumi, pada Kamis (10/1/2019) sore memakan korban. Satu orang meninggal dunia dan lima mengalami luka-luka.

Berdasarkan informasi dilapangan, peristiwa naas itu terjadi pada pukul 15.15 WIB, dimana ke enam korban tengah bermain di kubangan air bekas galian proyek tersebut, tiba-tiba tanah runtuh atau longsor menimpa para korban tepatnya di Kampung Astana Gunung Kelurahan Cicurug, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi

patomas

“Dari informasi yang kami peroleh sebanyak enam orang anak sedang bermain di bekas galian tanah dan tiba tiba tanah longsor dan menimpa para korban ini,” kata Dandim 0607 Kota Sukabumi, Letkol Kav Mujahidin kepada wartawan, Kamis malam.

Satu unit kenderaan alat berat diturunkan untuk melakukan evakuasi korban tertimbun material longsor dikawasan Proyek double track atau jalur kereta api ganda Sukabumi-Bogor di Kecamatan Cicurug Kabupaten Sukabumi, pada Kamis (10/1/2019) sore.

Lanjut dia, menambahkan, dari enam korban tersebut, satu di antaranya dikabarkan meninggal dunia yakni Mohamad Rifqi (9 Tahun) warga Kampung Pakemitan RT 01 RW 04, Kelurahan/Kecamatan Cicurug. Sementara korban lainnya mengalami luka-luka yakni Moh Rizki (10) warga Kampung Nyalindung RT 03 RW 04, Kelurahan/Kecamatan Cicurug yang mengalami luka pada lutut sebelah kanan dan leher belakang.

Korban luka lainnya yakni Fadil (9) warga Kampung Nyalindung, Cicurug yang mengalami memar pada bagian betis, M Nur Iklan (7,5) warga Kampung Nyalindung, Cicurug mengalami luka sobek di lutut, dagu sebelah kiri memar, dan punggung. Terakhir Enca dan Dira yang berhasil menyelamatkan diri.

Sementara itu, kata dia, para korban longsor kini dirawat di RS Bhakti Medicare Cicurug. Sedangkan untuk korban meninggal dunia sudah dibawa ke rumah duka.

Sementara, Camat Cicurug, Wawan Godawan mengatakan, sebenarnya petugas proyek dan warga sekitar telah melarang anak-anak bermain di kawasan pembangunan jalur kereta ganda karena sangat berisiko.

“Namun diduga para korban ini mengabaikan peringatan tersebut,” jelasnya.

Reporter: Rasum/Sahdi

 

 

Silakan Berkomentar lewat Facebook
error: Content is protected !!