Pikirkan dan Syukurilah NIkmat Allah SWT

190

KANALJABAR – Mari kita ingat terus akan nikmat yang Allah anugerahkan kepada kita. Mari juga kita sadari bahwa kesehatan badan kita, keamanan kita, sandang pangan kita termasuk air dan udara semuanya sudah Allah sediakan untuk kita. Namun begitulah, kita memiliki dunia, tetapi kita tak menyadarinya. Kita menguasai kehidupan, tetapi tak pernah mengetahuinya.

Kita memiliki dua mata, satu lidah, dua bibir, dua tangan dan dua kaki.

فبأي الاء ربكنا تكذبان (الرحمن ١٣)

Artinya: “Maka nikmat Rabb mu yang manakah yang kamu dustakan ?

(Ar-Rahman, 13)

Coba yuk kita pikirkan, apakah kita mengira bahwa berjalan dengan dua kaki itu sesuatu yang sepele, sedangkan kaki seringkali menjadi bengkak bila digunakan jalan terus tanpa henti? Apakah kita juga mengira bahwa berdiri tegak di atas dua kaki itu mudah, sedang keduanya bisa saja tidak kuat dan akhirnya patah?

Maka, mari kita sadari betapa hinanya diri kita tatkala tertidur lelap, ketika sanak saudara di sekitar kita belum bisa tidur karena sakit yang dideritanya?

Pernahkah kita merasa nista manakala dapat menyantap makanan enak di saat masih banyak orang di sekitar kita yang tidak bisa makan karena penyakit yang dideritanya?

Coba yuk kita pikirkan dan renungkan, betapa besarnya fungsi pendengaran kita, yang dengannya Allah menjauhkan kita dari ketulian. Yuk, coba kita renungkan dan raba kembali mata kita yang tidak buta. Renungkan pula betapa dahsyatnya fungsi otak  kita yang selalu sehat dan bebas dari kegilaan yang menyebabkan kehinaan.

Apakah kita ingin menukar mata kita dengan emas sebesar gunung Semeru, atau menjual pendengaran kita seharga perak satu bukit? Apakah kita mau membeli istana yang megah dengan lidah kita sehingga kita menjadi bisu? Atau maukah kita menukar kedua tangan kita dengan untaian mutiara, sementara tangan kita buntung?

Masya Allah, sebenarnya kita berada dalam kenikmatan yang luar biasa dan kesempurnaan tubuh, tetapi kita tidak menyadarinya. Kita tetap merasa resah, gelisah, sedih, walaupun kita masih mempunyai nasi hangat untuk dimakan, air segar untuk diminum, waktu yang tenang hingga bisa tidur pulas dan kesehatan yang prima.

Kita seringkali memikirkan apa yang tidak ada sehingga kita pun lupa mensyukuri yang sudah ada. Jiwa kita mudah terguncang hanya gara gara kerugian yang mendera. Padahal,  sesungguhnya kita masih memegang kunci kebahagiaan, memiliki jembatan pengantar kebahagiaan. Coba pikirkanlah semua itu dan bersyukurlah! Saya bisa, Andapun pasti bisa!!

Oleh:
Drs. H. Bahrul Ulum MPdi
Dewan Pakar PATOMAS Bidang Kajian Agama Islam

 

Silakan Berkomentar lewat Facebook
error: Content is protected !!