PGH Kabupaten Bogor Siap Turun Aksi Bela Guru

108

CIBINONG, BOGOR – Menyikapi carut marut dan berlarut-larutnya permasalahan honorer yang tak juga menemukan solusi sejak tahun 2014 lalu. Kemudian janji-janji pemerintah terhadap revisi Undang-undang (UU) Aparatur Sipil Negara (ASN) Nomor 5 Tahun 2014 yang tak kunjung selesai. Ditambah lagi ditengah penantian tersebut lahir pula sebuah peratuan Menteri Pendayagunaan Aparatur Sipil Negara (MENPAN RB) Nomor 36 Tahun 2018 yang sangat menyakiti hati honorer se Indonesia.

“Atas dasar itulah, kami Persatuan Guru Honorer (PGH) Kabupaten Bogor, Rabu (19/9/2018), sekitar pukul 10.00 WIB di Gor Pakansari akan melaksanakan aksi bela guru untuk menyampaikan pendapat/aspirasi terhadap kepastian nasib tenaga honorer menjadi CPNS, khususnya yang sudah mengabdi lama dan sudah melebihi usia 35 tahun,” kata Ketua PGH Kabupaten Bogor, Halim Sahabudin S.Pd dalam rilis persnya kepada Kanaljabar.com, Senin (17/9/2018).

patomas

Lanjut dia, menambahkan, inti perjuangan tersebut mendesak pemerintah untuk segera mencabut Permenpan Nomor 36 Tahun 2018, karena dianggap diskriminasi dan cacat hukum lantaran kedudukan Permenpan kata dia, tidak boleh lebih tinggi dari PP Nomor 11 Tahun 2017 dan UU ASN Nomor 5 Tahun 2014.

Untuk itu, demi hukum, mereka mendesak pemerintah segera membatalkan rekrutmen CPNS tahun 2018, sebelum menyelesaikan tenaga honorer kategori II. Dan mereka pun mendesak agar pemerintah menerbitkan standar hukum yang jelas berupa Peraturan Pemerintah Penganti Undang-undang (Perpu), untuk tingkat status honorer menjadi CPNS berdasarkan masa kerja dan usia paling lama secara bertahap sesuai dengan kebutuhan.

Reporter: Sandy

 

Silakan Berkomentar lewat Facebook
error: Content is protected !!