Pemprov Jabar Gelar FGD Hoax

213

BANDUNG – Berita-berita maupun informasi yang belum tentu kebenarannya (hoax) saat ini banyak beredar di sejumlah media, khususnya media sosial hingga mengakibatkan terjadinya permusuhan di antara individu, kelompok keluarga hingga golongan.

Untuk menangani permasalahan tersebut dan bagaimana cara menangkalnya, Pemerintah Provinsi Jawa Barat menggelar Fokus Group Discussion (FGD) dengan tema “Mengatasi Resiko Politik Pasca Kebenaran (Post Truth) Guna Menjaga Stabilitas Keamanan Nasional Dalam Rangka Ketahanan Nasional”.

patomas

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat, Iwa Karniwa dalam sambutannya mengatakan bahwa berita bohong atau hoaks sudah sangat memprihatinkan sekali sehingga menimbulkan adanya ketidakpercayaan seseorang kepada individu lain serta pihak-pihak lain.

“Berita hoax membuat kita saling bermusuhan karenanya kita harus menangkalnya dengan berbagai cara termasuk memberikan pemahaman kepada masyarakat,” kata Iwa, saat membuka FGD di Gedung Sate Bandung, Rabu (13/03/2019).

Sejumlah narasumber yang mengisi FGD di antaranya, Hermansyah selaku Kepala Biro Humas dan Protokol Pemprov Jabar, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo ) Pemprov Jabar, Setiadji serta Tjetje Hidayat Padmadinata yang merupakan Tokoh Budayawan Jabar.

Sementara sebagai pengganti dalam FGD yaitu, Dani Ramdan (Kepala Biro Pemerintahan dan Kerjasama Setda Provinsi Jabar, Cecep Darmawan ( Dosen Fisipol UPI), Asep Warlan Yusuf (Guru Besar Universitas Parahyangan) serta Emma Kusumah ( Kepala Bagian Tata Pemerintahan Pemprov Jabar).***

(Red/KJ)

Silakan Berkomentar lewat Facebook
error: Content is protected !!