Peduli Lingkungan, Jurnalis Bogor Manfaatkan Sampah Bantu Ekonomi Masyarakat

146

Sampah tak selamanya identik dengan masalah. Melalui pemanfaatan dan pengolahan yang baik, sampah dapat memiliki nilai ekonomis.

Kota Bogor (KANALJABAR) – Karena sangat peduli lingkungan, para jurnalis yang tergabung dalam Forum Pers Independent Indonesia (FPII) Korwil Kota Bogor manfaatkan sampah untuk membantu ekonomi masyarakat.

patomas

“Sampah tak selamanya identik dengan masalah. Melalui pemanfaatan dan pengolahan yang baik, sampah dapat memiliki nilai ekonomis,” jelas Ketua Divisi Kajian FPII Korwil Kota Bogor, Setwil Jawa Barat, Rd. Mursid kepada Kanaljabar.com, Sabtu (30/11/2019). .

Kata Mursid, diawali dari sebuah keinginan sederhana, yaitu ingin membangun kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kebersihan tempat tinggal dan lingkungannya bebas dari sampah. Adapun berbagai jenis sampah yang sulit terurai seperti bekas popok bayi (pempers) yang dirubah menjadi produk kerajinan yang memiliki nilai ekonomi seperti pot untuk bunga atau tanaman.

“Setiap hari kami mendaur ulang pampers hampir 500 buah. Cuma baru pampers bekas urine (air kencing) yang dapat diolah, sementara untuk pampers bekas BAB belum bisa di urai karena harus menggunakan mesin,” ungkap Mursid saat ditemui di kediamannya, di Kampung Sukaraja RT 03/05 Desa Cikeas, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor.

Menurutnya, untuk satu buah pot bunga cantik itu membutuhkan 2 buah pampers. Selain pempers, kata dia juga mendaur ulang kertas, kain bekas, styto foam dan plastik juga sampah organik.

“Untuk bahan plastik, kita bikin paving block, dari gel pempers setelah dipanaskan bisa dijadikan bata ekspos atau batako, sementara untuk sampah organik, diolah menjadi pupuk kompos,” tambah Mursid.

Ia mengaku, hingga saat ini kerajinan hasil daur ulangnya telah banyak dipesan oleh berbagai kalangan, seperti sekolah-sekolah hingga komunitas serta penggiat Kampung Ramah Lingkungan (KRL).

“Kedepan, FPII Korwil Kota Bogor kita agendakan untuk mengadakan pembinaan kepada masyarakat dalam mengatasi sampah seperti yang sudah dilaksanakan kepada karang taruna Desa Cilebut dan Cibinong, sekaligus untuk mendukung Indonesia bebas sampah yang menjadi program pemerintah,” kata Mursid, yang juga Ketua Jaringan Masyarakat Peduli Daerah Aliran Sungai (Jampedas).

Mursid menegaskan, kepada pihak Produsen pempers dan styro foam untuk turut andil dalam pengelolaan limbah bekas hasil produksinya yang berdampak kepada pencemaran lingkungan.

“Pihak produsen jangan bisanya hanya memproduksi saja, tetapi di hilirnya pun harus diperhatikan bagaimana kita mengatasi masalah pencemaran lingkungan dari hasil produksi mereka,” pungkas Mursid yang telah malang melintang di dunia jurnalis ini.

Reporter: Abdul Razik/Dedy

Editor: A. S Nasution

COPYRIGHT © KANALJABAR 2019

Silakan Berkomentar lewat Facebook
error: Content is protected !!