Hukrim

Ketum BPBN Bantah Tudingan Telah Meresahkan Warga Bojongkoneng 

BABAKAN MADANG, BOGOR – Ketua Umum (Ketum) Barisan Patriot Bela Negara (BPBN), H. Dadeng membantah bahwa ormasnya meresahkan warga, sebagaimana yang dituding oleh Karang Taruna Pancar Urang Sadaya, Desa Bojong Koneng, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
“Semua itu bohong pak, kami sudah turun langsung kelapangan, bahwa tidak satu pun diantara warga yang merasa dirugikan atau diresahkan. Justru kehadiran kami di Desa Bojong Koneng ini mendapat respon positif dari warga setempat untuk mengawal dan membantu pelaksanaan pemagaran lahan PT. Sentul Sity Tbk,” kata H. Dadeng kepada Kanaljabar.com, Sabtu (12/8/2017).

Terkait tudingan itu, lanjut Dadeng, pihaknya akan segera menempuh jalur hukum untuk melaporkan Karang Taruna Pancar Urang Sadaya, Desa Bojong Koneng ke Polda Jawa Barat dengan pasal pencemaran nama baik.

“Karena persoalan ini sudah mengarah kepada pencemaran nama baik organisasi, kami ormas Barisan Patriot Bela Negara akan mengambil sikap untuk menempuh jalur hukum dengan melaporkan Karang Taruna Urang Sadaya kepada pihak kepolisian Polda Jabar, supaya kasus ini terang benderang dan aktor-aktor terselubung dibelakan penyebar berita bohong ini diproses secara hukum,” tegas Dadeng.

Sebelumnya, pada tanggal 3 Agustus 2017, Karang Taruna Pancar Urang Sadaya, Desa Bojong Koneng melalui surat resminya kepada Kepala Desa Bojong Koneng mendesak agar kepala desa memenuhi tujuh tuntutan mereka diantaranya:

1. Memohon kepada Kepala Desa Bojong Koneng, agar melakukan evaluasi terhadap kehadiran ormas tersebut serta berkordinasi dengan Babinsa dan Babinmas selaku lembaga yang mempunyai kewenangan dalam menjaga kantibmas diwilayah teritorial Desa Bojong Koneng dari segala bentuk ancaman dan ganguan kantibmas.

2. Memohon kepada Kepala Desa serta pihak-pihak terkait untuk segera mengambil langkah prepentif (pencegahan) kepada ormas tersebut, guna menghindari ketegangan dan apabila dipandang perlu untuk segera menghentikan segala bentuk aktivitas diwilayh Desa Bojong Koneng.

3. Bahwa ormas tersebut telah melakukan kegiatan yang menjadi tugas wewenang penegak hukum sesuai dengan peraturan dan perundang-undangan.

4. Memohon kepada Kepala Desa Bojong Koneng untuk melakukan koordinasi dengan penegak hukum diwilayah hukum Polsek Babakan Madang agar segera mengambil langkah tegas mengusir ormas tersebut, karena keberadaannya dapat memicu keresahan dan ketegangan serta perseteruan dengan warga masyarakat Desa Bojongkoneng khususnya dengan para pengarap.

5. Bahwa ormas tersebut telah nyata-nyata menyalahi fungsi tugas ormas, serta tidak mengedepankan etika berorganisasi dimana ormas tersebut melakukan pengawalan dan pegamanan pekerjaan PT. Sentul Sity Tbk.

6. Memohon kepada penegak hukum dalam hal ini kepolisian untuk segera melakukan langkah dan tindakan pencegahan karena tidak menutup kemungkinan akan terjadinya ketegangan dan perseteruan dengan warga masyarakat terutama yang kontra dengan kehadiran ormas yang menduduki lahan tersebut. Serta berpotensi memicu konplik.

7. Memohon kepada Kepala Desa Bojongkoneng dan aparatur kecamatan, babinsa, babinmas dan aparat penegak hukum serta pihak lainnya yang terkait untuk tidak melakukan upaya pembiayaran terhadap ormas tersebut.

Demikian bunyi tujuh tuntutan Karang Tarunan Pancar Urang Sadaya, Desa Bojongkoneng pertanggal 3 Agustus 2017, yang ditanda tanggani langsung oleh Ketua, H. Deni Gunarja SH. Dan Sekretaris, Abdul Azis.

Kontributor: Helmi/Zul.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *