Kepsek di Bogor Sambut Baik Usulan Mendikbud “Gaji Guru Honorer Setara UMR”

725

CIAWI, BOGOR – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy dalam konfrensi persnya baru-baru ini mengusulkan guru honorer bakal mendapatkan gaji minimal setara Upah Minimum Regional (UMR). Menanggapi kabar dari Mendikbub itu, para kepala sekolah di Kabupaten Bogor pun menyambut baik kabar gembira tersebut.

“Alhamdulillah gaji guru honorer akan disetarakan dengan UMR,” kata Kepala SD Banjarsari 1 Ciawi, Kabupaten Bogor, Sri Nurhasanah kepada Kanaljabar.com di kantornya, Jum’at (25/01/2019).

patomas

Menurutnya, wacana penyetaraan gaji guru honorer setara UMR itu merupakan hal yang wajar. Sebab, gaji atau honorer guru tidak tetap (GTT) di Kabupaten Bogor rata-rata hanya berkisar Rp400 ribu sampai  Rp500 ribu perbulan. Padahal, beban dan tanggungjawab guru honor sebutan pahlawan tanpa tanda jasa ini sangat berat dalam mendidik masa depan anak.

Disisi lain kata dia, Upah Minimum Kabupaten (UMK) Bogor tahun 2018 lalu mencapai Rp3,4 juta.

“Jadi, gaji Rp500 per-bulan itu sanggat tidak layak,” sebutnya.

Diakuinya, rasio guru PNS di masing-masing SD di Kabupaten Bogor semakin tidak ideal setelah dalam lima tahun terakhir ini tidak ada rekrutmen CPNS yang di lakukan oleh pemerintah pusat. Disisi lain guru PNS yang pensiun tiap tahun jumlah terus meningkat.

Agar proses kegiatan belajar mengajar tetap berjalan, mau tidak mau banyak sekolah, khususnya SD yang mengangkat tenaga guru tidak tetap (GTT) atau honorer dengan gaji seadanya. Sebab, pihak sekolah dipasung oleh regulasi juklak dan juknis BOS yang hanya membolehkan 15 persen untuk belanja pegawai (gaji honerer).

Untuk itu, Sri berharap, wacana Mendikbut tersebut dapat segera terlaksana. Sebab, berkurangnya beban operasional sekolah akan berdampak positif pada penyelengaraan pendidikan di sekolah dasar.

Reporter: Nandar

Silakan Berkomentar lewat Facebook
error: Content is protected !!