Kilas

Jaga Kamtibmas, Warga Pasir Putih Teken MoU

KOTA DEPOK – Semua elemen yang ada di Kelurahan Pasir Putih menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) atau nota kesepahaman dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).
Hasil MoU tersebut disepakati mulai dari pengurus LPM, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, pengurus RT/RW, Karang Taruna (Katar), anggota Babinsa hingga Bhabinkamtibmas di Pasir Putih.

Lurah Pasir Putih, Sudadih mengatakan, nota kesepahaman dilakukan untuk antisipasi gangguan kamtibmas di wilayah. Sejumlah poin dirumuskan dalam MoU tersebut. Semuanya agar tercipta lingkungan yang aman, nyaman dan kondusif di Pasir Putih.

“Kami sebagai unsur pemerintah sangat mendukung langkah tersebut. Apalagi MoU juga berkaitan dengan sejumlah program dari Pemerintah Kota (Pemkot) Depok. Misalnya mengenai penanganan sampah di wilayah,” kata Sudadih, baru-bari ini.

Lebih lanjut, ucap Sudadih, sejumlah poin untuk menjaga kamtibmas di Pasir Putih tertuang dalam MoU tersebut. Diantaranya pemberatasan tindak kriminalitas, baik peredaran minuman keras dan narkoba, diberlakukan jam malam untuk mengindari hal-hal yang tidak diinginkan seperti pencurian dan tindak asusila.

Selanjutnya mengatur jam operasional warung internet (warnet), membuat jam belajar bagi para anak dengan mematikan televisi saat jam tertentu. Terakhir adalah tidak membuang sampah sembarangan.

“Semua poin telah disepakati, karena itu masyarakat di Pasir Putih harus paham dan mengikuti,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua Katar Pasir Putih, Saiful Bahri menuturkan, untuk lebih mengingatkan warga terhadap isi MoU. Maka dibuat spanduk yang berisi nota kesepakatan tersebut. Spanduk itu dipasang di jalur strategis yang dapat dibaca oleh masyarakat.

“Dipasang di Jalan Raya Pasir Putih, dengan tujuan warga dapat membaca dan tahu mengenai ketentuan yang harus dipatuhi di wilayah ini,” jelasnya.

Selain itu, sambungnya, spanduk juga dipasang di setiap RW di Pasir Putih. Tak ketinggalan, pihaknya memanfaatkan momen kegiatan warga untuk menyosialisasikan kesepakatan yang sudah dibuat oleh warga Pasir Putih.

“Bila ada yang melanggar aturan yang sudah disepakati, kami tidak menggunakan cara yang anarkis. Misalnya ketika ada temuan narkoba di Pasir Putih. Maka, pelaku akan diserahkan kepada pihak kepolisian. Kemudian, untuk aturan lainnya, kami beri sanksi moral bagi pelaku. Namun, harapannya dengan adanya nota kesepahaman kamtibmas ini, semua pihak dapat menjalani aturan dengan baik,” tandasnya.

Reporter: Eka Wirawan

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *